arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Ide Robi


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Pov Author


Pulang dari pasar Amah dan Diki pulang dengan berjalan kaki, sedangkan Ayu dibawa Robi menggunakan motor yang tadi digunakan berboncengan dengan Diki.


Sepanjang jalan pulang Ayu menangis manja. Sampe sampe banyak orang di sepanjang jalan melihat ke arah mereka.


Ayu terlihat begitu miris dengan rambut acak acakan seperti singa, make up yang luntur karena menangis terus.


Mereka tiba terlebih dahulu di rumah sambil menangis, pintu rumah di bukakan Pak Imam dengan raut kaget " Loh ini kenapa, kok pulang dari pasar nangis mana acak acakan begitu. Mana Amah tadi kalian berangkat berdua kan? "


Ayu langsung duduk di kursi sambil menyeka air matanya, mengambil cermin dan mengusap rambutnya.


" Ini semua gara gara mantu kesayangan bapak hiks hiks " Ayu menjawab pertanyaan mertuanya di iringi tangis.


Pak imam tambah heran " maksudnya gimana? "


" Ini tuh kerjaan Novia sama kakaknya pak, Mereka ribut di toko kelontong Bu Ningsih " Robi menjawab dengan wajah geram dan nafas tak beraturan.


Tak lama datang Bu Murni bersama Diki sambil menggerutu " Dasar mantu kurang ajar gak ada sopan sopan nya. Malah bikin malu. Malu pak aku malu pasti tetangga akan membicarakan aku hiks hiks ".


" Ini gimana cerita nya kok bisa gini, coba cerita pelan pelan. Bapak jadi bingung kalau kalian cerita dibarengi tangis dan emosi " Pak Imam bicara sambil memandangi istri, anak dan menantunya.


" Gak tau pak, tadi aku lagi sama Robi tiba - tiba Mbak Anah datang ngasih tau kalau ibu lagi ribut di pasar. Aku langsung berangkat boncengan sama Robi " Diki bercerita pada bapaknya.


Flash back on


" Diki, Robi cepatan kamu ke pasar tadi mbak liat Ayu ribut sama perempuan ada Amah juga " tiba tiba Mbak Anah datang padaku sambil terengah engah.


Aku dan Robi yang sedang membongkar motor di rumahku langsung berhenti. Tadinya niatku mumpung libur jadi aku menyempatkan diri mengecek motor.


" Ribut gimana mbak barusan istri saya pamit mau belanja ke pasar sama Amah " ujar Robi sambil mengkerutkan keningnya.

__ADS_1


Ya setau aku mereka pamit ke pasar untuk berbelanja. Bahkan waktu ditawari untuk diantar pun mereka menolak.


" Gak tau lah saya gak ngerti, pokoknya cepatan kesana. Kasian istrimu Bi " jawab Mbak Anah.


Aku dan rRobi langsung berdiri dan menuju pasar menggunakan motor Robi.


Flash back off


" Aku tadi sama Amah lagi ke warung Bu Ningsih mau ada yang dibeli. Kami lagi ngobrol ngobrol tiba tiba Novia dan Kakaknya datang menjambakku dan memelintir tanganku. Lihat nih rambutku sampai rontok, lenganku merah lebam" ucap Ayu.


" Iya kami sedang ngobrol aza emang dasar mantu kurang ajar, adik kakak gak ada yang bener " Bu Murni ikut menimpali ucapan Ayu.


" Kalian yakin gak ngapa ngapain? Bapak gak percaya Novia seperti itu, kalau kalian gak bikin ulah mereka juga gak akan berbuat seperti ini " Pak Imam masih tak percaya dengan pembelaan anak dan menantunya.


" Bapak kenapa sih gak percaya sama kita. Banyak kok saksinya kalau si perawan tua itu jambak Ayu " Bu Murni kesal pada suaminya yang selalu membela Novia.


" Iya nih bapak mentang mentang sama menantu kesayangan, udah jelas jelas buktinya terpampang nyata masih juga gak percaya " Robi berbicara dengan wajah ditekuk.


" Terserah kalian sajalah, ya sudah obati dulu Ayu. Amah juga jangan ngomel terus nanti naik lagi tensinya " Pak Imam tidak mau ikut campur dia memilih untuk masuk kamar.


Kini tinggallah mereka bertiga berada di ruang TV. Amah, Robi yang membantu Ayu mengompres lebam di lengannya.


" Gede juga tenaga si Manda, sampe lebam gini " gumam Robi.


" Iya ini kepalaku sampai perih banyak rambut yang lepas " Ayu menunjukkan rambutnya yang terlepas dari kepalanya.


" Yu gimana kalau kita lapor aza ke polisi biar tau rasa si Novia sama kakaknya " Robi memberi usul pada Ayu.


Namun Ayu terlihat enggan " Mmmhh gimana ya, jangan deh aku gak mau sampe urusan sama Polisi "


" Loh kenapa, justru ini kesempatan buat ngasih pelajaran pada mereka " lanjut Robi.


" Nggak lah a' nanti aku fikirin dulu " Ayu tetap bersikeras menolak.

__ADS_1


" Tapi Amah masih kesal sama si Novia apalagi kakaknya, pengen balas dendam mau Amah remas remas uugghh " Bu Murni bicara sambil meremas tangannya.


" Ah Amah bukannya tadi nolongin aku, malah jerit jerit gak ngapa ngapain. Untung A' Robi cepet datang " Ayu kesal mendengar ucapan Bu Murni.


" Tadi Amah panik Yu, jadi gak bisa mikir heheee " Mendengar itu Ayu mencebikkan bibirnya dihatinya berkata kalau mertuanya terlalu banyak drama.


" Gimana kalau kita foto lengan kamu yang lebam sama rambut kamu yang rontok. Kita foto Kantor Polsek, terus kita posting di status WA buat nakut nakutin mereka " Robi mengusulkan ide baru lagi.


" Terus nanti gimana, yang ada dia makin senang udah berhasil ngelukain aku " Ayu cemberut mendengar usulan Robi.


" Ya nggalah, kalau mereka lihat justru itu bagus kan niat kita mau nakut nakutin mereka. Pasti mereka mengira kita lapor polisi.


Kalau mereka takut pasti minta maaf. Kalau perlu suruh mereka sujud di bawah kaki kamu dan amah.


Atau kita bisa minta kesepakatan sama mereka supaya kita jadinya untung " papar robi pada istri dan ibunya.


" Maksud A'Robi untung gimana, nih liat tangan sama rambut aku " Ayu merasa kesal dengan usul Robi.


" Maksudku kita bikin kesepakatan gak akan ngelaporin mereka tapi mereka harus ganti biaya pengobatan sampai sembuh terus minta ganti rugi karena kamu udah luka luka. Gimana? " Robi menaik turunkan alisnya sambil tersenyum.


" Emang bisa Rob, gak akan ada masalah? " Bu Murni kembali bertanya pada Robi.


" Ya nggalah mah, udah biasa korban minta ganti rugi kalau misal gak mau diperpanjang urusannya sampai dilaporkan ke Polisi " Robi memandang Ayu dan ibunya untuk meminta jawaban.


" Ya udah hayu Amah setuju, sekarang kamu foto lengan kamu Yu yang lebamnya paling parah. Terus itu rambut kamu yang rontok kumpulin kalau perlu tambahin biar keliatan parah banget " Bu Murni terlihat semangat karena berfikir akan mendapatkan uang.


Berbanding dengan Ayu dia terlihat khawatir. Dia tidak merasa yakin akan berhasil sebab dia lah yang memulai keributan dengan menjambak Manda.


Lukanya saja belum sembuh, dia tidak ingin mendapat masalah baru. Apalagi kalau harus dihajar Manda kembali. Membayangkannya saja dia sudah meringis.


Tapi Ayu tak bisa berbuat banyak untuk menentang keinginan Bu Murni, apalagi kalau menyangkut uang.


Mau tak mau dia mengikuti usulan suaminya, dia mengumpulkan rambutnya kemudian di foto diatas lengan yang lebam dengan menyertai caption.

__ADS_1


Tak lupa juga dia memposting foto kantor Polsek untuk mendukung sandiwaranya. Di carinya di google agar tampak seperti dia sedang membuat laporan di kantor Polisi.


Bu Murni tersenyum menyeringai puas melihat status yang diposting Ayu, dia berharap Novia dan keluarganya segera meminta maaf dan memberi ganti rugi uang.


__ADS_2