arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Pertengkaran Cantika Dan Keenan


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 45 ( Pertengkaran Cantika dan Keenan )


Pov Cantika


Setelah putraku tenang aku bergegas kembali ke kamarku, sebenarnya aku ingin bertanya banyak hal pada anakku tapi aku tau moodnya sedang tidak baik gara gara aku bentak tadi.


Kuraih Hp yang tergeletak di atas meja riasku, segera kucari nomor Keenan.


Tuuuttt Tuuuttt Tuuuttt


Beberapa kali panggilan tapi tak dihiraukannya. "Akan kucoba terus sampai kamu mengangkatnya mas."


Tuuutttt


" Ya hallo ada apa Ma? " setelah beberapa kali panggilan akhirnya diangkat juga. Namun aku merasa ada yang aneh dengan suaranya, kenapa suaranya seperti menahan sesuatu.


" Mas dimana kamu? "


" Aku lagi sama teman teman, maaf aku tadi gak bilang mendadak sekali sayang "


" Bener kamu mas, gak bohong kan? kok suaramu aneh gitu kayak nahan sesuatu gitu?"


" Masa sih, itu perasaanmu saja kali. Eheeemm. Mungkin karena aku lagi makan jadi seperti berbeda " Keenan menjawab pertanyaanku tapi terdengar seperti gugup.


" Coba aku lihat aku pengen video call "


" Apaan sih gak percayaan amat gak lucu ah "


" Emang kenapa kalau aku minta video call, apa ada yang kamu sembunyikan dariku? "


" Gak ada lah, mau nyembunyiin apa? kamu kan tau segalanya. Kamu yang mengontrol semuanya. Bisa apa aku?"


" Maksudnya apa bicara seperti itu? "


" Gak ada, aku hanya gak suka kamu curigaan seperti itu "


" Mas aku cuma minta video call, kok kayak berat gitu. Apa susahnya sih "


" Sudah sudah aku pulang sekarang gak usah berisik ".


" Mas......"


" Ih sial*n malah di tutup lagi, awas ya kalau kamu pulang "


*******


Di tempat berbeda....


Pov Keenan


drttt drttt drttt

__ADS_1


" Siapa mas? " Vity bertanya padaku dengan suaranya yang manja.


" Istriku "


" Gak usah diangkat lah biarin, ganggu aza lagi tanggung ini "


" Tapi kalau gak di angkat dia gak akan berhenti telepon "


" Ya sudah matikan saja beres kan " Vity tetap memaksa agar aku tak menghiraukan panggilan istriku.


" Janganlah yang, nanti dia bisa curiga. Aku angkat bentar ya takutnya penting, kamu jangan ganggu aku dulu cuma bentar kok " Vity langsung merenggut mendengar permintaanku.


Ku angkat panggilan teleponnya " Ya hallo ada apa ma?"


[...........................]


[...........................]


cukup lama kami berbicara namun aku mulai panik karena Cantika sepertinya curiga.


" Ah sial*n aku lempar hp ku di atas ranjang "


" Apalagi mas? " Vity memandangku.


" Sepertinya istriku curiga "


" Kok bisa, bukannya dia pergi mengantarkan ibunya. Sia sia dong tadi di izinkan bawa mobil sendiri "


" Entah, aku pulang dululah sebelum ibu negara curiga, nanti bisa perang Teluk "


Aku jadi bingung di sisi lain aku tak mau ribut dengan istriku, tapi melihat Vity yang begitu menggoda aku jadi tak bisa menolaknya, ya sudah satu ronde lagi saja lah.


Skip


Gara gara vity menahanku, aku jadi pulang kemalaman. Lekas kubereskan pakaianku daripada nanti digodanya lagi.


Segera kupesan taksi online agar bisa pulang ke rumah. Kulihat Vity sudah tertidur, jadi lebih mudah aku untuk pergi tanpa harus ada drama penuh godaan lagi.


Karena sudah malam jalanan terasa lengang tanpa membutuhkan waktu yang lama aku sudah sampai di depan rumah.


Rumah minimalis berlantai dua, yang didominasi warna putih. Istriku bilang agar terlihat mewah. Aku yang selalu menuruti keinginan istriku tak pernah ambil pusing yang penting dia senang walaupun harus menghabiskan yang banyak.


Turun dari mobil aku bergegas masuk ke dalam rumah lalu kubuka kenop pintu.


" Tidak dikunci? wah beruntung sekali, aku jadi tak perlu menghadapi Cantika " batinku.


Cepat cepat aku menuju lantai 2, baru 3 anak tangga yang kunaiki, tiba tiba Cantika sudah berteriak dari lantai atas " Dari mana kamu mas? " tanyanya.


" Ah eh aku dari kafe nongkrong sama teman teman, kamu belum tidur yang?"


Cantika turun dari tangga, matanya menatap tajam ke arahku, namun kedua tangannya di simpan di punggungnya.


Aku jadi parno takutnya dia bawa barang terus tiba tiba pukul aku wahh ngeri membayangkannya juga.

__ADS_1


" Kamu jangan main main ya sama aku. Beneran kamu main sama temanmu, yang mana hah? tadi aku tanya teman kantormu tak ada yang tau kemana "


" Aku kan main sama teman kampusku dulu. Jadi kamu gak bakalan kenal "


Bukannya percaya Cantika malah tambah mendekat dan mengendus endus badanku " Tapi aku cium badanmu bau bau pelakor deh "


" Ah sembarangan disana kan banyak pengunjung wanita namanya juga kafe rame, banyak orang wajar aza lah kalau nempel dikit dikit "


" Emang kamu pelukin satu satu? "


" Udah lah kamu gak usah ngaco merepet ngomong kemana mana. Kalau kamu gak percaya ya sudah repot amat " kulanjutkan langkahku menuju kamar di lantai 2.


" Mas mas... kita belum selesai ya " Cantika berlari mengejarku ke kamar, kututup pintu dengan kuat agar Cantika berhenti terus bertanya padaku.


" Apalagi? aku udah bilang kan darimana tapi kamu gak percaya malah nuduh aku yang bukan bukan "


" Ya kamu kira aku bodoh dengan alasan yang kamu pake, aku cuma minta bukti. Disuruh video call kamu gak mau siapa yang gak curiga coba "


" Bukan gitu, kalau kita sampe video call malu lah sama sama teman yang lain "


" Kami malu punya istri aku? " Cantika makin geram dengan ucapanku kedua tangannya dilipat di depan dada dan matanya menatap tajam ke arahku.


Oh ternyata kekhawatiranku tidak terbukti dia tidak membawa barang dibelakang punggungnya untuk aniaya aku. Ginilah kalau punya dosa bawaannya parno heheee.


" Duh salah lagi, denger ya aku gak malu punya istri kamu. Kalau kita video call terus kamu nanti ngomel ngomel yang ada aku diledek sama teman teman dibilang suami takut istri. Kamu mau bikin malu suami kaju ya?" lanjutku, Cantika terdiam mungkin dia sedang mencerna omonganku.


" Ngerti kan sekarang, masa gak ngerti ? "


" Oke sekarang aku terima alasan kamu, tapi aku ingatkan kalau kamu berani macam macam kamu pasti akan menyesal "


" Gak lah sayang, aku janji gak bakalan macam macam. Aku sayang kamu dan anak anak kita? " kutarik tubuhnya dalam pelukanku, kuusap kepalanya dan dia balik memelukku.


Kena kamu, bodoh juga dia masih bisa aku bohongin. Sepertinya lain kali aku harus lebih berhati hati lagi.


Jangan sampe ketauan kalau aku ada main diluaran bisa berabe nanti.


" Tapi mas tadi Reyhan bilang kalau dia mau ketemu mama baru diajak kamu. Maksudnya apa?" dia kembali bertanya sembari melepas pelukan kami.


" Apa?" aku langsung membelalakan mataku.


" Iya katanya kamu mau ngasih mama baru, bahkan dia sering diberi mainan. Maksudnya apa aku gak faham ? "


" Ah euummm gak tau sayang aku gak ngerti malah aku kaget dengernya " duh dasar bocil pake ngomong lagi sama emaknya.


" Bener kamu gak lagi bohongin aku, anak anak gak mungkin bohong loh?"


" Ah kamu yang, kenapa sih ngajak ribut terus gak percaya banget sama aku.


Namanya anak kecil entah dia denger dari mana mungkin dia liat youtobe atau denger dari temannya.


Sudah sudah kita tidur udah malam jangan ribut terus nanti anak anak bangun gara gara kamu ngomel "


" Huuhhh awas kalau kamu cari masalah sama aku, kubuat kamu menyesal seumur hidup " Cantika langsung naik ke atas ranjang dan menaikan selimutnya.

__ADS_1


" Ngga lah sayang udah tidur ya" kupeluk dia dalam dekapanku, Cantika langsung terdiam dan memejamkan matanya.


Selamat selamat untung saja dia bucin akut, dia selalu percaya apa yang aku bilang.


__ADS_2