
# Arisan Bodong Keluarga Suami
# Bab 42 ( Usaha Perdamaian )
Seharian ini Novia tak sempat membuka HP lagipula pekerjaannya sangat banyak sehingga ia terfokus pada pekerjaan.
" Ada pesan dari Bapak, kenapa ya tumben banget Bapak kirim pesan. Oh ternyata bapak telepon tapi gak aku angkat angkat " gumam Novia.
[ Vi, nanti sore bapak mau ke rumahmu bareng Amah dan Ayu. Kalau bisa pulang kerja jangan kemana mana ya. Tadi bapak telepon tapi gak diangkat ]
[ Ya pak, Novia langsung pulang. Maaf tadi sibuk banyak kerjaan ] send
" Ri, teteh duluan ya ada mertua mau ke rumah. Teteh udah pesan ojeg online biar gak keduluan nyampe nya "
" Deeuuh yang udah baikan asik nih hahaa " ejek Lori
" Enak aza siapa juga yang musuhan, teteh cuma mau ngasih pelajaran aza biar mereka gak seenaknya " jawabku sembari mengambil tas ku.
" Oke hati hati, salam ya buat mertuanya " Ucap Lori.
Novia tertawa mendengarnya, kemudian dia keluar dari pintu dan bergegas menghampiri ojeg online yang sudah dipesannya.
*****
Setengah jam perjalanan Novia sudah tiba di rumahnya dia bergegas masuk rumah. Dilihatnya anak anaknya sedang bermain di halaman.
" Assalammu Alaikum "
" Horeee Mamah dah pulang " mereka mencium tangan Novia.
" Anak anak Mamah lagi apa, sudah pada mandi? "
" Sudah Mah, De Al pengen main di halaman jadi kita temenin. Mamah yang belum mandi " ucap keyla sambil terkekeh.
" Ih anak gadis Mamah udah pintar godain Mamah ya " dia menjawil hidung anaknya sambil ikut terkekeh.
" Mamah ke dalam dulu ya, mau mandi bentar biar gak bau "
" Iya Mah " jawab anak anaknya.
Di pintu masuk Novia berpapasan dengan Manda " Vi keburu buru amat sih, ada apa?"
" Teh, paman udah pulang belum?"
" Ada tuh di dalam, ada apa sih?"
" Kita mau kedatangan tamu agung alias Rival teteh?"
Manda mengerutkan keningnya " Emang siapa tamunya? "
" Si Ayu sama keluarga A'Diki bentar lagi nyampe kayaknya. Katanya pulang kerja aku jangan mampir mampir biar gak nunggu lama mereka"
" Oh, mau ngapain mereka masih kurang si Ayu jambakan dari teteh? Dia belum dikasih jurus terakhir saja udah minta ampun "
" Entah, kalau mau ngelaporin kita juga udah gak mungkin. Aku udah kirim video dari Bu Ningsih tadi pagi "
" Kok bisa, bukannya itu buat kartu AS kita kalau kalau mereka berniat ngelaporin kita?"
__ADS_1
" Iya sih, cuma tadi pagi Bu Ningsih chat aku kalau sang ibu mertua yang terhormat datang minta rekaman cctv artis barbar yang lagi bertarung.
Mungkin niatnya mau dihapus tahunya keduluan hahaaa " mereka berdua tertawa keras sampai sampai orang dalam rumah berdatangan.
" Ada apa sih heboh banget, bibi sama Emah lagi nonton TV sampe kaget " ucap Nania sambil datang tergopoh gopoh.
" Ini Bi, Teh Manda dapat jackpot mau olahraga sore "
" Hahaaa bisa aza kamu Vi " Novia dan Manda melakukan tos tangan dan tak berhenti tertawa.
tin tin tin
" Siapa sih sore sore ada tamu " Bu Atikah melihat keluar dengan menyingkap gorden jendela.
" Vi kayaknya itu mertua kamu deh, soalnya yang parkir seperti mobil suami Cantika "
" Ah iya bu emang itu lawan tanding Teh Manda, dari tadi Teh Manda nungguin udah gak tahan katanya "
" Ishhh kamu gak ada serius serius nya, ayo kita kesana sambut dulu mereka "
" Ah ibu kayak tamu agung saja, nanti Ibu bawa anak anak ke dalam aza ya jagain mereka.
Takutnya mereka mendengar apa yang gak perlu di dengar.
Teh Manda panggil paman Arif ya sekalian ceritain singkatnya aza.
Bi Nania bawa emah ke kamarnya biar ini urusan anak muda, jangan sampe Emah denger. Kasian udah sepuh.
Kalau sudah nanti boleh ngintip di ruang sebelah sambil nemplok di dinding" pinta Novia pada kakak, ibu dan bibinya.
" Oke siap dunungan " Nania dan Manda mengangkat tangannya dan disimpan di keningnya memberi hormat layaknya pada komandan.
Di depan halaman rumah Pak Imam dan Bu Murni turun dari mobil di susul Cantika, Ayu dan Robi.
" Assalammu Alaikum " Pak Imam mengucap salam seraya membuka pintu pagar.
" Waalaikum salam, anak anak sun tangan dulu sana" ucap Bu Atikah.
Mereka bergantian mencium tangan kakek, nenek, om dan tantenya.
" Lagi apa cucu kakek, udah pada mandi belum? " sapa Pak Imam
" Udah kek, De Al pengen main diluar jadi aku temenin " Keysa menjawab pertanyaan kakeknya.
" Sudah sore anak anak sini masuk rumah kita nonton TV nanti maghrib kita mengaji ya.
Pak, Bu besan mari masuk semuanya " sebagai pemilik rumah Bu Atikah berusaha bersikap ramah.
" Iya bu besan makasih" hanya Pak Imam yang menjawab ajakan Bu Atikah.
Yang lain hanya terdiam dan memasang wajah masam dan tidak bersahabat.
" Wajah pada ditekuk udah kayak selempak baru aza " tiba tiba Manda sudah ada di belakang Novia dan berbisik ditelinganya.
Sekuat tenaga Novia menahan tawa mendengar ucapan kakaknya.
Setelah semua duduk dan Bi Nania menyuguhkan minuman Arif datang dari arah dalam rumah dan menyapa semuanya.
__ADS_1
" Assalammu Alaikum semua, maaf saya lagi tanggung makan di dalam. Ada apa ini pak Imam rame rame begini. Apa masih ada masalah yang belum beres?"
Arif berbasa basi walaupun dia sudah diberitahu Manda.
" Maaf Pak Arif saya mengganggu waktunya. Kami ada sedikit keperluan pada Novia terutama Manda. Ada sedikit masalah "
" Kenapa Pak Imam apa keponakan saya bikin ulah lagi?
Maaf mereka gak ada cerita pada saya. Keponakan saya ini bukan tipe pangadu mereka selalu berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri.
Mereka akan datang pada saya apabila dirasa sudah tidak sanggup menyelesaikannya "
" Iya saya percaya Pak Arif, apalagi saya dekat dengan Novia jadi saya tahu persis bagaimana sifatnya "
Ayu terlihat tidak nyaman duduk, seperti ingin segera pulang.
" Kamu kenapa Yu seperti gak betah gitu " ucap Manda sambil tersenyum miring.
Ayu tak menjawab hanya mendelikkan matanya pada Manda.
" Eheemm kedatangan kami kemari berniat untuk minta maaf atas kejadian kemarin di toko Bu Ningsih.
Istri saya dan Ayu berniat meminta maaf secara langsung pada Novia dan Manda.
Kami berharap masalah ini tidak diperpanjang pak Arif"
Arif hanya manggut manggut pertanda mengerti " Saya juga tidak suka keributan apalagi kita masih keluarga karena terikat pernikahan Novia dan Diki. Tapi saya kembalikan semuanya pada mereka saja"
" Coba Mah sama Ayu sampaikan langsung permintaan maaf kalian pada Novia dan Manda "
" Saya minta maaf pada Novia dan Manda, saya harap kalian berkenan memaafkan saya " Ayu berinisiatif bicara terlebih dahulu walaupun pelan dan sambil menunduk, sampai sampai suaranya tak terdengar jelas.
" Amah bagaimana? " Bu Murni hanya diam mulutnya seakan dilem tak mau bicara.
" Amah " Cantika menyikut pinggang Bu Murni pelan.
" Iya iya, saya minta maaf dan tolong masalah ini gak usah diperpanjang " kemudian Bu Murni membuang muka ke sembarang arah.
" Apa kalian serius untuk minta maaf, saya lihat seperti tidak ikhlas gitu?" ucap Manda.
" Kamu maunya gimana Amah dan Ayu udah merendahkan diri datang untuk minta maaf, kami datang jauh jauh kok kamu sepertinya gak menerima permintaan maaf kami " Cantika berbicara sambil memandang Manda.
" Apa salah aku nanya keseriusan kalian untuk meminta maaf?
Kamu duduk disamping ibumu dari tadi, bisa lihat kan bagaimana cara dia meminta maaf.
Gak ada rasa menyesal sama sekali " Manda balik menatap tajam Cantika.
" Aku hanya ingin ini cepat selesai, gara gara masalah kalian aku sampai harus datang kesini mengantar untuk meminta maaf "
" Itu urusan kalian toh kami gak pernah meminta kalian datang "
" Iya ini karena permintaan Bapak, harusnya kalian yang lebih muda datang pada Amah untuk meminta maaf "
" Minta maaf? kamu fikir sendiri dong masalahnya apa. Kok kenapa harus kami yang meminta maaf.
Kalau punya otak dipake, yang bikin masalah ibumu dan si Ayu. Andaikan otaknya tak kotor berfikir untuk mengambil uang sewa mungkin hal ini tidak akan terjadi " Manda berucap dengan lantang.
__ADS_1
" Masih baik adikku tidak melaporkan kalian, adikku ini terlalu baik bahkan bertahun tahun di jajah pun dia tidak melawan"
" Maksud kamu apa bicara di jajah?" Cantika seketika berdiri dengan wajah memerah.......