
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 101 ( Manda Dan Candra )
Pov Candra
Semenjak kejadian di parkiran Novia yang menghindariku aku mulai berpikir sepertinya dia tak punya perasaan sedikit pun padaku.
Awalnya aku mengira semuanya akan mudah dengan memberinya sedikit perhatian apalagi setiap hari kami bersama karena satu departement.
Sebenarnya aku pun belum menyatakan perasaanku karena menghormatinya yang belum selesai dengan Diki, mereka masih proses sidang.
Dari cerita Manda aku tahu kalau Novia pernah dekat dengan Adrian mereka berpisah bukan karena keinginan masing masing tapi karena kondisi.
Sebagai anak yang masih bergantung pada orang tua yang hanya bisa pasrah mengikuti aturan mereka.
Aku juga melihat masih ada binar cinta di mata mereka, walau Novia berusaha menutupinya.
Awalnya setelah tahu cerita mereka berdua tidak lantas aku menyerah begitu saja. Bagiku selama janur kuning belum melengkung maka masih ada kesempatan untuk berjuang.
Pertemuan yang tidak sengaja dengan Manda membuat kami saling mengenal. Saat itu dia berniat menjemput Novia.
Karakter mereka berdua sangat berbeda Novia yang lembut dan pendiam berbanding terbalik dengan Manda yang sangat pemberani dan sedikit mudah emosian.
Namun mereka memiliki kesamaan yaitu tipe wanita mandiri, pintar, aktif dan tentu saja cantik.
Beberapa kali aku datang ke acara keluarga mereka aku disambut dengan hangat. Aku kira hanya aku saja tamu spesial yang hadir tenyata ada Adrian yang dianggap lebih istimewa oleh Novia.
Awalnya aku mengira Manda memiliki hubungan dengan Adrian karena terlihat lebih dekat dan tidak canggung.
Ternyata aku salah mereka dekat karena dari dulu sudah saling mengenal dan karena Adrian ada hubungan dengan Novia.
Adrian pun pernah menganggapku saingan dia bersikap kurang ramah, namun entah bagaimana ternyata kami bisa dekat apalagi Adrian sekarang sedang bekerja sebagai auditor di tempatku bekerja.
Kami sering bertemu ketika makan siang, lama lama kami jadi akrab sering sharing berbagai hal.
__ADS_1
Dan malam ini kami sedang berkumpul direstoran ini untuk makan malam bersama. Walaupun acara kami sedikit terganggu karena kehadiran Diki calon mantan suami Novia.
Sikapnya sungguh memalukan, dia sungguh tak punya malu. Benar benar tidak mencerminkan sosok seorang suami dan sosok seorang ayah. Beruntung Novia akan segera lepas darinya.
Acara ini terjadi karena ide dari Adrian walau dia tak berbicara langsung namun aku faham akan maksudnya. Aku pun harus berbesar hati melepas Novia karena dia pun tak memberikan harapan padaku.
Justru aku semakin dekat dengan kakaknya, ini karena kedua anakku selalu meminta untuk bertemu dengannya. Apalagi Difa yang masih kecil masih butuh sosok seorang Ibu.
Denis pun cukup dekat dengan Manda, dia sering curhat pada Manda. Terkadang dia meminta pendapat tentang seorang gadis. Kalau di pikir aku sebagai ayah mereka kalah oleh Manda yang bisa mengambil hati mereka.
Tapi yang namanya hati tentu tak bisa dipaksa, aku pun tak bisa melupakan rasaku pada Novia secepat itu. Apalagi aku harus beralih pada Manda yang merupakan kakak kandungnya.
Tak bisa kubayangkan kami akan sering berjumpa. Andai aku belum sepenuhnya melupakan Novia maka ini akan menjadi masalah baru.
Aku tak boleh mempermainkan perasaan seorang wanita, apalagi wanita sebaik Manda. Jadi aku putuskan untuk mengikuti arus air mengalir saja. Andai ke depannya kami ditakdirkan untuk bersama maka kami pasti bersama.
***
Pov Manda
Aku bertemu Candra ketika hendak menjemput Novia di tempat kerjanya. Dari pertama kali berjumpa entah kenapa hatiku langsung tertaut padanya.
Aku bercerita pada Novia ketika menunggunya aku bertemu seorang laki laki. Novia langsung memberitahu bahwa laki laki yang kutemui itu merupakan atasannya.
Laki laki itu bernama Candra, dia menyampaikan pada Novia bahwa aku menjemputnya dan sedang menunggunya pulang.
Ternyata aku tak kesulitan untuk mengetahui siapa laki laki tersebut. Aku pun berharap bisa berjumpa lagi dengannya.
Dan kesempatan itu datang namun dalam kondisi yang tidak baik, Candra mengantar Novia dalam keadaan terpuruk gara gara ribut dengan Diki di pabrik.
Beruntung Candra membantu Novia bahkan mengantarnya pulang sampai rumah. Aku bertambah kagum padanya selain ganteng ternyata dia juga laki laki yang sangat perhatian.
Kuucapkan banyak terima kasih padanya, sengaja kuminta bertukar nomor ponsel dengan alasan aku mengkhawatirkan Novia bila terjadi hal yang sama jadi kami bisa saling menghubungi.
Beruntungnya aku tanpa banyak bertanya dia mau memberikan nomor ponselnya padaku. Tapi setelah itu aku tak pernah menghubunginya karena aku tak mau di bilang mengejar laki laki.
__ADS_1
Aku tahu dari Novia, Candra berstatus duda cerai. Namun dari status yang dibuatnya aku melihat dia sering memposting dua anak laki laki. Yang satu remaja dan yang satu masih anak anak.
Aku pun tak pernah mengomentarinya nanti disangka caper pula lagi, kan gak banget. Aku lebih sering bertanya pada Novia sosok Candra seperti apa.
Ya hitung hitung pengenalan saja kan andaikan berjodoh jadi aku sudah tahu dia orangnya seperti apa hehee.
Kesempatan kedua aku bertemu dengannya ketika Novia mengadakan acara selamatan untuk tokonya. Sengaja aku meminta Novia untuk mengundangnya.
Saat itu aku melihat ada pancaran rasa cinta Candra pada Novia, entah itu hanya perasaanku atau memang itu kebenarannya.
Aku tak mau terjadi salah faham dengan Novia, setelah acara aku bertanya pada Novia untuk memastikan padanya apakah dia memiliki perasaan lain pada Candra atau hanya menganggap biasa saja.
Dengan yakin Novia menjawab bahwa dia hanya menganggap Candra atasannya saja dan itu tidak lebih.
Mendengar hal itu perasaanku menjadi sangat lega, tapi tidak sampai disitu aku pun kembali mengorek isi hati Novia dan memintanya untuk benar benar jujur.
Andaikan dia memang memiliki perasaan spesial pada Candra aku bersedia mundur lagipula perasaan ini belum berkembang jauh jadi masih mudah memadamkannya.
Novia pun kembali menjawab dan memberi alasan yang sama. Justru Novia senang seandainya aku bisa bersama atasan gantengnya itu.
Dengan polosnya dia berkata " Aku tak mau sama Pak Candra, kebayang gak sih kalau kami berjodoh aku membawa dua anak, Pak Candra bawa dua anak belum lagi kami pasti memiliki anak. Ah gak kebayang gimana ramenya.
Belum lagi mantan istrinya yang super galak. Walaupun mantan dia masih suka ikut campur. Nah kalau Teteh jadi istri Pak Candra pasti dia nemu lawan yang tepat "
Hahaaa lucu juga sih kalau ingat Novia berbicara seperti itu. Ya setelah bicara panjang lebar akhirnya aku memantapkan diri untuk mencoba mendekati Candra.
Tapi soal kedekatan aku dengan anak anaknya bukan karena aku cari muka, itu murni karena aku cocok dengan mereka
Andai Allah mengizinkan aku ingin berjodoh dengannya. Tapi andai Allah tak mengizinkan ya mau gimana lagi mungkin jodohku memang bukan dia.
Setelah sekian lama akhirnya aku bisa makan malam bersama Candra walaupun tidak berdua namun bersama Adrin, Novia dan anak anak mereka.
Ide makan malam ini muncul dari Adrian. Dia sudah menyampaikan keinginannya untuk kembali pada Novia. Tanpa sepengetahuan Novia dia pun sudah meminta izin pada Ibu dan Paman Arif.
Dia belum menyampaikan pada Novia karena menghargai status Novia yang masih berstatus istri Diki.
__ADS_1
Makan malam ini cukup menyenangkan berakhir dengan aku yang berkeliling kota bersama bocah bocah dan Novia bersama Adrian entah kemana.
Semoga saja malam ini Adrian menyampaikan niat dan kesungguhannya pada Novia. Walaupun makan malam kami sedikit ternoda karena ulah Diki.