
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 145 ( Dapat Ganti sultan )
" Heheee gak kok, kami masih betah masih cape lah Yang perjalanan jauh dari sana " ujar Adrian sambil memelas.
" Huhuu tadi saja nakutin kita " ucap Novia sambil mencebikan bibirnya.
" Becanda Yang hehee" jawab Adrian sambil terkekeh.
" Jangan marah dong masa marah gak kasian gitu sama aku hari ini mengalami hal seram " wajah Adrian memelas.
Arif langsung duduk diantara mereka lalu bertanya " Memangnya ada apa? "
" Seram Paman tadi Pas main ke rumah Bi Nania " ucap Manda.
Kali ini Manda yang bercerita dan semua menyimak dengan serius.
" Makanya kalian kalau ke tempat baru harus permisi. Walau bagaimana pun kita ini sebagai tamu harus bersikap sopan. Beruntung tadi Adrian langsung menemui Pak Ustadz. Sudah sekarang kita siap siap sholat maghrib ya "
Semua mengangguk setuju, Arif langsung berdiri dua keponakannya pun ikut berdiri dan mengikutinya.
Mereka seperti anak kecil yang mengikuti induknya. Bahkan mereka saling menunggui ketika di kamar mandi. Arif jadi tertawa karena kejadian ini persis ketika mereka masih kecil dulu, sama sama penakut.
Adrian dan Candra tertawa walaupun dengan suara tertahan. Manda yang barbar saja sampai ketakutan apalagi Novia yang berperangai lembut.
Akhirnya mereka sholat berjamaah di rumah, awalnya laki laki berniat sholat di mesjid namun Manda dan Novia menolak dan meminta sholat berjamaah di rumah karena mereka merasa ketakutan.
Pukul sembilan Adrian dan Candra pamit pulang karena sudah malam dan besoknya mereka akan bekerja kembali.
***
Setelah beberapa hari barulah Novia membawa motor barunya karena sudah memakai plat asli.
Awalnya Manda dan Novia selalu tidur tak nyaman mengingat cerita Adrian. Mereka tidur berdua di satu kamar karena tak berani tidur sendiri. Untung saja Ibu mereka dan anak anak Novia sudah pulang jadi rumah tidak terlalu sepi.
Walaupun tidak seramai dulu ketika ada Nania dan anak anaknya, belum lagi nenek mereka Emah sudah berbulan bulan tinggal bersama Riki paman mereka.
Pagi ini Novia sudah siap berangkat bekerja dengan wajah yang berbinar.
Ting
Ada pesan masuk dari Adrian.
[ Hati hati pakai motornya ya, aku sayang kamu ]
Novia tersenyum melihat kiriman pesan tersebut.
[ Aku juga sayang kamu ]
Jawabnya sambil terkekeh geli.
" Lebay " ucap Manda tepat di belakangnya. Rupanya dari tadi Novia terlalu serius membaca pesan dari Adrian sampai tak sadar Manda sudah ada di belakangnya.
__ADS_1
" Ngiri " balasnya.
" Gaya pake motor baru, nebenglah " pinta Manda pada adiknya.
" Boleh tapi kita kan gak searah paling cuma sampai perempatan saja. Gimana? "jawab Novia.
" Oh iya ya. Ya sudah gak usah aku mau pakai mobil paman saja. Sayang daripada di biarin nganggur. Aku duluan ya " ucap Manda sambil membuka gerbang dan masuk ke dalam mobil.
" Bye hati hati " Novia melambaikan tangan pada kakaknya.
Novia pun segera berangkat menggunakan motornya. Hari ini wajahnya tampak cerah, mungkin banyak beban sudah terlepas di pundaknya.
Dalam perjalan beberapa kali Novia berhenti karena lampu merah. Motor yang Novia gunakan termasuk motor mahal dan jarang yang memilikinya.
Sehingga ketika Novia berhenti di lampu merah banyak sekali yang membicarakannya.
" Waahhh motornya bagus ya "
" Iya itu kan motor keluaran baru, harganya juga menguras kantong "
" Motor seperti itu cocok di naiki perempuan jadi menambah kesan elegan "
" Kalau banyak duit pengen rasanya memiliki motor seperti itu "
Itulah beberapa ungkapan dari pengendara lain yang Novia dengar. Hal itu bukan membuat Novia bangga namun membuat Novia jadi malu karena menjadi perhatian orang banyak.
Motor kembali melaju karena lampu sudah berubah menjadi hijau. Tinggal beberapa menit lagi dia sampai di pabrik. Area parkiran sudah terlihat ternyata di sana ramai karena bel masuk masih lama.
" Wah Bu Novia kirain siapa, motor baru ya Bu? bagus banget motornya "
" Iya bagus, ini kan harganya mahal. Platnya juga keluaran bulan ini "
" Keren euy Bu Novia "
Novia hanya menunduk dan menjawab dengan senyum malu malu.
" Motor lamanya kemana, pasti di jual ya. Baguslah itu pertanda sudah move on hahaaaa " ucap seseibu yang ikut mengitari Novia.
" Tuh kan benar mereka langsung berkumpul. Mana A' Diki terus ngelihatin aku, nanti dikiranya mau pamer "
Novia hanya bisa menunduk tanpa memberi komentar. Setelah beberapa lama akhirnya para ibu-ibu mulai pamit begitupun Novia dia sudah bersiap untuk pergi menuju gudang tempatnya bekerja.
Tiba tiba dia mendengar seorang Ibu berteriak " Pak Diki janda makin terdepan ya, nyesel loh kalau lihat Bu Novia tambah cantik dan tambah makmur hahaaa."
" Ya ampun itu siapa lagi yang berteriak kasihan juga A'Diki dia pasti malu " gumam Novia.
Sebenarnya dia ingin melihat reaksi Diki, tapi dia tak mau menoleh ke arah Diki khawatir mantan suaminya akan meradang.
Novia sudah sampai di gudang, dia langsung masuk ke ruangannya.
" Ekheemm ekheemm kok gak cerita sih ada yang sudah PDKT. Teteh jahat ya main rahasia rahasiaan sekarang sama aku " rajuk Lori pada Novia.
Novia terlihat kebingungan dia menautkan kedua matanya " Ada apa? "
__ADS_1
" Ih ada apa? masa aku tahu dari orang kalau Teteh lagi jalan sama Bapak Audit " tukas Lori.
Degghhh
Jantung Novia berdetak kencang mendengar perkataan Lori.
" Maksudnya gimana? " tanya Novia lagi.
" Nihhh "
Lori menunjukan foto foto kebersamaan Adrian dan Novia beserta anak anaknya.
" Hahhh kamu dapat dari siapa? " wajah Novia langsung pucat.
" Dari gedung 5 tapi dari siapanya gak tahu. Sepertinya foto ini bakal sampe ke Pak Diki "
" Emang kenapa ya biarin saja lagian kita kan udah resmi bercerai. A' Diki sudah tak bisa mengaturku. Lagian masa idah sudah terlewati " papar Novia.
" Iya sih, tapi orang kalau cerita banyak di bumbuinnya. Malah banyak yang bilang Teteh yang selingkuh karena sebelumnya ada yang pernah lihat Teteh naik mobil Bapak audit " tambah Lori lagi.
" Ih ngeri juga biarin saja lah karena kejadiannya tak seperti itu kok. Gak mungkin Teteh menutup mulut orang satu persatu "
Novia tak mau ambil pusing dia memilih membiarkan semuanya.
" Jadi benaran Teteh sama Bapak Audit? " tanya Lori dengan wajah penasaran.
" Huum " jawab Novia sambil mengerlingkan matanya.
" Wah hebaatt, lepas dari Pak Diki dapat sultan eunk " puji Lori pada Novia.
" Maksudnya gimana? " kini Novia yang jadi bingung mendengar perkataan Lori.
" Sebenarnya aku pernah buka profil Bapak Audit sampai aku kepoin sosmednya. Ternyata Pak Adrian itu salah satu pengusaha muda sukses yang memiliki banyak resto. Teh Novia benar benar beruntung " jawab Lori sambil mencubit pipi Novia.
" Ya ampun kamu sampe segitunya sih, kok niat banget sampe stalking gitu "
" Habis aku kagum, nge fans bahkan berharap punya pasangan seperti Pak Adrian. Tapi ternyata Teteh yang beruntung, selamat ya "
Lori mengucapkan selamat sambil memeluk erat Novia.
" Makasih ya Ri " balas Novia sambil memeluk erat Lori.
" Teteh cinlok disini? " setelah melepas pelukan mereka Lori kembali bertanya.
" Ngga juga sih, karena sebenarnya Adrian pacar Teteh pas zaman SMA dulu "
" Tunggu tunggu, jadi itu Adrian yang dulu Teteh ceritain? ya ampuunn " pekik Lori sambil menutup mulutnya.
" Kalau jodoh tak kemana ya, ceritain lagi dong aku pengen dengar "
Novia langsung melirik jam tangannya. Dilihatnya bel masuk masih cukup lama. Akhirnya dia pun memutuskan untuk bercerita.
" Jadi dulu tuh....... "
__ADS_1