
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 132 ( Diki Bertemu Adrian )
Keluarga Diki sedang dilanda prahara, berbeda dengan Novia saat ini dia sedang berbahagia karena Adrian menemani dia dan anak anaknya berjalan jalan layaknya keluarga kecil bahagia.
Sebelumnya mereka sudah berjalan jalan bersama kedua anak Novia. Sesuai janji Adrian pada Keyla dan Althaf mereka akan di bawa ke Wahana Salju yang sangat di inginkan Keyla.
Keyla bercerita dia iri pada teman temannya karena mereka pergi bersama kedua orang tua mereka. Beruntung Keyla sudah sedikit mengerti kalau Mama dan Papa nya tak lagi bisa berjalan bersama seperti dulu. Keyla meminta Adrian untuk menemani mereka.
Lagipula Keyla sudah terbiasa tanpa kehadiran Diki, jadi kehadiran Adrian mudah sekali menggantikan posisi Diki sebagai penggantinya.
Awalnya Novia bingung untuk mengikuti keinginan anak anaknya. Entah bagaimana ceritanya Adrian bisa tahu keinginan anak anak Novia dan dia langsung menawarkan diri pada Keyla sehingga Novia tak bisa menolak ajakan Adrian.
Padahal saat itu Adrian berada di luar kota sedang memantau bisnisnya dan sesuai janjinya dia meminta restu pada orang tuanya untuk melamar Novia.
Akhirnya saat Adrian kembali ke kota dimana Novia tinggal, dia langsung menghubungi Novia dan berjanji besok akan menemani Novia dan anak anaknya untuk pergi ke wahana salju tersebut.
Di wahana tersebut anak anak sangat antusias. Mereka terlihat tak sungkan pada Adrian. Bahkan Althaf meminta di gendong ketika dia merasa kelelahan dan Adrian pun mengikuti keinginan Althaf dengan senang hati.
Mereka berempat berfoto bersama layaknya keluarga kecil bahagia. Siapapun yang melihat tak akan menyangka kalau Adrian bukanlah ayah mereka.
Setelah dirasa cukup mereka beristirahat dan makan siang bersama. Keakraban kembali terlihat dengan manjanya Althaf meminta di suapi Adrian sampai Novia merasa tak enak karena Althaf begitu manja pada Adrian.
" Gak apa Via, namanya juga anak anak apalagi Althaf kurang dekat dengan Papanya "
Cuma itu yang selalu jadi jawaban Adrian membuat Novia tak bisa melarangnya. Namun kedekatan anak anak dan Adrian cukup membuat Novia senang. Setidaknya niat Adrian untuk meminangnya tidak akan terlalu mengalami kesulitan karena mereka sudah dekat.
Tinggal satu kekhawatiran Novia yaitu menyangkut restu dari keluarga Adrian. Padahal saat itu Adrian berjanji pada Novia dia pulang untuk meminta restu pada orang tuanya.
Tapi sedari dia pulang Adrian belum menceritakan perihal restu orang tuanya. Ada perasaan bimbang dan gelisah dalam hati Novia. Dia takut di tolak keluarga Adrian karena sampai saat ini Adrian diam saja untuk bertanya pun Novia sungkan.
Novia hanya bisa bersabar berharap ada kabar baik yang Adrian bawa. Kalau pun restu tak di dapatnya Novia sudah pasrah mengingat statusnya sebagai single parent dengan dua anak.
Sore hari mereka bergegas pulang karena hampir seharian mereka berjalan mulai dari wahana salju, main time zone, makan siang bareng dan terakhir mereka berbelanja ke toko buku. Karena itu merupakan tempat favorit Keyla dan Althaf.
Pulang dari acara mereka bermain anak anak terlihat lelah, dan sedari perjalanan pulang di mobil mereka sudah tertidur bahkan terlihat lelap.
" Rian, makasih ya buat hari ini anak anak terlihat senang. Sudah lama mereka tidak jalan jalan, beruntung kamu mau meluangkan waktu untuk menemani kami " ucap Novia sambil menatap ke sebelah kanan di mana Adrian sedang menyetir.
Adrian tersenyum dan meraih tangan kanan Novia kemudian dia mencium tangannya " Buat kalian apa sih yang nggak? "
__ADS_1
Blussshh
Wajah Novia langsung merona kemudian melihat ke depan, kanan, kiri terakhir ke belakang. Adrian menjadi Heran dengan tingkah Novia.
" Kamu nyari apa Via? " dia pun melakukan hal yang sama melihat sekeliling.
" Eh itu aku takut ada yang lihat " jawab Novia tersipu malu.
" Ya ampun Via, aku kira ada apa hahaaa " Adrian tertawa setelah mendengar jawaban Novia.
" Ini kan kaca mobilnya gelap jadi gak akan bisa melihat kalau dari luar. Paling yang lihat anak anak tapi kan mereka tidur mana terlihat lelap " lanjut Adrian.
" Ah iya ya aku lupa " sahut Novia sambil menepuk jidatnya.
" Kamu istirahat juga, pasti cape kan seharian kita jalan jalan "
" Kamu juga pasti cape, kalau aku istirahat kasihan kamu gak ada yang nemenin. Kalau menurut aku kamu pasti lebih lelah. Kemarin baru pulang dari luar kota sekarang langsung menemani kami jalan jalan " kilah Novia.
" Nggak kok kemarin aku tiba gak terlalu larut langsung istirahat. Jadi aku masih kuat "
Ingin sekali Novia bertanya soal orang tua Adrian tapi dia merasa sungkan. Akhirnya dia sedikit berbasa basi " Gimana keadaan Ayah sama Ibu disana? "
Aku juga jarang ketemu karena jaraknya lumayan jauh. Terus gimana kabar perkembangan toko kamu, semua baik baik saja kan, gimana penjualannya? "
Adrian malah bertanya balik pada Novia dan mengalihkan pembicaraan membuat Novia bertanya tanya dalam hati.
" Kenapa Adrian gak peka sih, dia bukannya cerita soal restu yang akan dimintanya. Apa di restui atau enggak, duh jangan jangan mereka gak setuju karena aku janda dengan dua anak.
Tapi tak apalah aku pasrah saja, lagipula belum ada setahun aku bercerai masa iya buru buru menikah. Nanti apak kata orang pasti pikirannya yang enggak enggak "
Novia bermonolog dalam hatinya, matanya melihat ke depan dengan tatapan kosong.
" Via kok melamun aku nanya kok gak di jawab " tegur Adrian sambil mengibas ngibaskan tangannya di depan wajah Novia.
" Eh iya maaf hehee, kamu nanya apa tadi aku lupa " Novia gelagapan dan malu.
" Tuh kan kamu melamun pasti kamu kecapean ya sudah tidur dulu ya "
Adrian menepikan mobilnya ke pinggir jalan kemudian dia membungkuk mendekati Novia. Melihat hal itu Novia menjadi gugup.
" Aku cuma mau benerin kursi supaya agak miring biar kamu bisa tidur dengan nyaman " ucap Adrian sambil membelai pucuk kepala Novia.
__ADS_1
Novia jadi merasa malu wajahnya memerah kembali " Tidur ya, gak usah mikirin yang bikin kepala pusing " ucap Adrian lagi sambil menggenggam tangan Novia.
Novia hanya menganggukan kepalanya dan membiarkan tangannya tetap berada di genggaman Adrian. Karena hati Novia merasa tenang dan nyaman.
Sayangnya mata Novia tak bisa terpejam, beberapa kali matanya di tutup tapi tak bisa tidur. Dia kembali membuka matanya.
" Kenapa gak bisa tidur? " tanya Adrian.
" Iya kayaknya aku pengen baso " jawabnya sambil memandang Adrian.
" Ya ampun bukannya bilang dari tadi, nanti kita antarin anak anak dulu sudah itu kita keluar lagi. Kalau misal kita makan sekarang kasihan bangunin anak anak. Masa iya di tinggal di mobil. Lagipula aku kangen kamu, pengen jalan jalan berdua "
Di kalimat terakhir Adrian berbisik sedikit mendekatkan tubuhnya pada Novia.
" Tuh bentar lagi kita sampai, bentar lagi kita makan baso ya. Sabar ya sayang " Adrian menggoda Novia.
" Ya ampun kenapa sih ini anak godain aku terus. Bikin aku salting " gumam Novia dalam hati.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah Novia. Adrian memarkirkan mobilnya di luar pagar. Ternyata Keyla sudah terbangun entah dari kapan.
Novia dan Adrian saling berpandangan, sepertinya Novia khawatir Keyla mendengarkan obrolan mereka. Tapi Adrian terlihat biasa saja.
Adrian turun lalu menggendong Althaf dan Novia menuntun Keyla " Ayo Key kita turun "
Mereka pun turun menuju rumah " Mah itu motor Papa " Keyla menunjuk sebuah motor yang terparkir di dalam pagar.
Novia memandang ke arah Adrian dan di jawab anggukan " Gak apa apa ayo kita masuk "
Ternyata di dalam sudah ada Diki sedang bersama Arif. Melihat kedatangan mereka berempat Diki langsung berdiri dan memasang wajah masam. Tapi dia tak bisa berbuat banyak karena dia dan Novia sudah bercerai apalagi sekarang ada Arif di ruangan tersebut.
" Sore Pak Diki, lama tak jumpa " sapa Adrian sambil mengulurkan tangannya dan disambut Diki dengan malas malasan.
" Ya " jawabnya singkat.
" Rian, biar aku gendong Althaf ke dalam " pinta Novia.
" Jangan nanti kamu gak kuat bair aku saja " mendengar jawaban Adrian Novia tersenyum.
" Papa Ryan kayak Dilan saja ih " tiba tiba Keyla berbicara membuat semua berpaling ke arahnya dan ke arah Adrian bergantian.
" Pa-pa? "
__ADS_1