arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Keributan Di Tempat Parkir


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 90 ( Keributan Di Tempat Parkir )


Novia terus berjalan menuju ke tempat Adrian menunggu, sebelum jaraknya dekat Novia sengaja melihat ke arah Nuri, dia masih penasaran dengan reaksi kedua orang itu saat bertemu tadi.


Nuri terlihat sedang memandang Adrian walau terlihat curi curi. Sedangkan Adrian seperti tidak peduli dia sibuk dengan ponselnya.


Setelah dekat Novia sekilas melihat ponsel Adrian yang ternyata sedang main game " Kayak anak kecil saja main game anteng banget "


Adrian kaget tiba tiba mendengar suara Novia sudah ada disampingnya " Hehee sekali kali saja, kamu udah beres? kemana pengacara kamu "


" Sudah, tadi aku sudah pamit buat pulang duluan. Mungkin dia juga lagi ngurus kliennya yang lain sekarang "


" Oh ya sudah kita pulang sekarang atau mau kemana dulu? " tanya Adrian.


" Kita pulang saja aku gak enak sama mereka, ntar mereka mikir yang enggak enggak. Aku cuma gak mau masalah karena mau gimana pun aku masih istri A'Diki " paparnya.


" Ya udah ayo kita pulang sekarang ya " Adrian langsung beranjak dari duduknya.


Untuk menghargai orang yang lebih tua Novia menghampiri Bu Murni dan pamit " Saya duluan Bu "


Panggilan untuk Bu Murni pun sudah tak sama, dulu Novia memanggilnya Amah seperti anak anak yang lain, sekarang Novia memanggil dengan panggilan ' Bu ' dan untuk ke depannya pun dia akan tetap memanggil seperti itu.


Bu Murni sempat terkesiap dengan panggilan barunya, padahal Novia belum resmi bercerai namun panggilannya sudah berubah.


Ada sedikit perasaan mencelos dalam hatinya, rasa kehilangan mulai menyeruak namun egonya lebih tinggi dia memilih mengabaikan bahkan bersikap ketus, dia tak menjawab perkataan Novia lebih memilih membuang mukanya ke sembarang arah.


Novia gak peduli yang penting dia sudah berpamitan pada calon mantan mertuanya tersebut.


Adrian berada di belakang Novia sekilas dia melihat ke arah Nuri, dan Nuri menundukan wajahnya seperti tak berani melihat wajah Adrian.


" Via, ayo kita pulang " ajak Adrian.


Adrian dan Novia langsung melangkah, terdengar suara Ayu pelan namun jelas " Belum cerai sudah gandeng laki laki lain gak tahu malu "

__ADS_1


Kaki Novia langsung terhenti badannya memutar dan hendak menghampiri Ayu " Ucapan itu pantas kamu berikan pada kakak iparmu, kamu fikir aku gak tahu kelakuan iparmu. Oh iya aku lupa kamu kan kenyang dengan sogokan jadi mulutmu diam. Kalau aku ogah mending aku kasih buat anak yatim daripada pengemis bergaya sosialita "


Wajah Ayu merah padam dia tak percaya sekarang Novia sudah tak diam dia berani melawan. Bibir Cantika menyunggingkan senyum tipis mendengar ucapan Novia


Walau dia tak suka suka pada Novia, tapi menurutnya kata kata yang ditujukan Novia memang tepat. Ayu seperti pengemis namun ditutupi dengan gayanya.


Adrian memanggil Novia kembali kemudian berbisik " Ayo kita pulang gak usah ladenin mereka ".


Novia pun melanjutkan langkahnya dia sekarang berada di belakang Adrian.


" Maaf ya kamu harus melihat kejadian seperti tadi " ucap Novia.


Hal itu sebenarnya sudah dia duga sebelumnya, mengingat mulut mulut lemas keluarga calon suaminya itu.


" Sudahlah Vi, gak usah di bahas. Pertama kali aku melihatnya saja aku sudah bisa baca bagaimana karakter keluarga suami kamu " jawab Adrian.


" Pantas saja Novia ingin bercerai, keluarga suaminya modelan gitu. Dia gak tahu aku melihat kejadian tadi pagi dari awal, cuma aku memilih melihat dari jauh selagi Novia masih bisa mengatasinya. Benar apa yang dibilang Teh Manda keluarga suaminya benar benar keluarga toxic " Adrian bermonolog dalam hatinya.


Keluar dari pintu gedung pengadilan mereka langsung menuju parkiran " Kamu yakin pulang sekarang? "


" Ternyata sudah hampir jam makan siang pasti kamu lapar. Bagaimana kalau kita makan siang dulu sekalian ucapan terima kasih karena udah mengantar aku " lanjut Novia.


Adrian tersenyum, niat dia memang ingin mengajak makan siang Novia namun bukan untuk meminta balasan karena sudah mengantar Novia.


" Iya aku lapar, tapi aku gak minta balasan karena udah nganter kamu loh " jawab Adrian.


" Iya iya anggap aza ini sebagai rasa terima kasihku " ucap Novia lagi sambil tersenyum.


Mereka berdua sudah sampai di mobil Adrian bahkan Novia hendak masuk ke dalam mobil setelah Adrian membukakan pintu untuknya.


" Jadi benar berita yang selama ini aku dapat kalau kamu bersama laki laki ini Vi " suara laki laki yang sangat Novia kenal menghentikan gerakannya untuk duduk dalam mobil.


Novia kembali berdiri tegak dan melihat ke arah suara, kini dia berdiri bersebelahan dengan Adrian karena Adrian sedang membukakan pintu untuknya.


" Apalagi sih mau kamu A'? mau bahas apalagi? lama lama aku merasa terganggu " Novia terlihat geram.

__ADS_1


Dari arah belakang Diki terlihat Bu Murni dan yang lainnya berjalan sedikit terburu buru.


" Ki kamu mau ngapain lagi sih Amah kan udah larang kamu buat ngejar dia. Harusnya kamu dengerin kata Amah, kamu lihat sendiri kan belum cerai saja dia sudah berani jalan sama laki laki lain depan mata kamu lagi. Apalagi di belakang kamu, Amah udah gak berani bayanginnya"


Bu Murni bicara lantang bahkan di kalimat terakhir dia terlihat bergidik seakan Novia melakukan hal menjijikan.


Novia hanya memandang calon mantan suaminya dan calon mantan mertuanya dengan pandangan datar. Buat dia hal seperti ini sudah merasa biasa.


" Kamu denger sendiri kan A' apa yang ibumu bilang, sebaiknya lakukan hal yang biasa kamu lakukan. Mengikuti perintah Ibumu, kali ini biar kuingatkan kata kata yang sering kudengar surgamu ada di telapak kaki ibumu "


Novia berkata seperti itu sambil tersenyum mengejek. Kalau boleh bilang Novia bosan mendengar kalimat itu yang sering diucapkan ibu suaminya itu.


" Lah ya wajarlah Diki kan anakku jadi harus ngikutin mauku. Kamu hanya orang lain yang beruntung jadi istrinya " balas Bu Murni.


Novia tersenyum lebar andaikan ini bukan tempat umum dia ingin tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Bu Murni.


" Kamu dengar kan aku hanya wanita beruntung? Kalau aku boleh jujur aku sangat menyesali pernikahan kita dan merasa tidak seberuntung yang diucapkan Ibumu.


Punya suami yang tidak tegas dan tidak bertanggung jawab sepertimu jauh dari kata beruntung. Satu hal yang tidak kusesali yaitu kehadiran Keyla dan Al.


Dan kamu harus dengar hai calon istri Diki, selamat datang dikeluarga barumu semoga kamu bahagia dan diterima dengan baik. Tapi jangan khawatir selagi kamu bisa memberikan keinginan mereka kamu pasti akan diterima bahkan dianggap ratu "


Novia mengalihkan pandangannya pada wanita yang disebut calon istri Diki oleh Bu Murni, bahkan Novia belum tahu namanya.


Nuri terlihat salah tingkah karena sekarang semua memandangnya. Dia tak menyangka wanita yang berada di ruko tempatnya berbelanja tempo hari adalah calon mantan istri Diki.


" Satu lagi A' mau siapapun nanti yang mendampingiku nanti itu bukan urusanmu, kamu urus saja urusanmu sendiri. Bukan rahasia lagi kalau kamu juga bersama wanita itu.


Maaf ya aku gak kepo dengan hidupmu, tapi hampir semua anak buahmu aku kenal dan mereka banyak bercerita acara kencanmu itu " lanjut Novia.


Diki yang sudah merasa senang ternyata Novia selalu mencari berita tentang dirinya langsung kecewa setelah mendengar ternyata anak buahnya sering bercerita tentang dirinya.


" Pasti Novia tahu cerita tentangku bersama Nuri saat terpergok anak buahku, belum lagi tetangga. Kali ini aku tak bisa mengelak " batin Diki, dia sedikit menyesali kejadian itu.


" Kamu jangan mempengaruhi Nuri, dia tentu saja berbeda denganmu. Satu lagi kalau kamu mau bercerai harusnya kamu membagi harta gono gini jangan dimakan sendiri " ucap Bu Murni.

__ADS_1


" Hahhh gono gini? " Novia dibuat heran dengan perkataan calon mertuanya itu.


__ADS_2