arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Rumah Untuk Novia


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 142 ( Rumah Untuk Novia )


Satu jam perjalanan akhirnya mereka tiba di daerah tempat tinggal Bi Nania yang berada di kawasan kabupaten. Sepanjang perjalanan kami banyak di suguhi pemandangan alam terutama persawahan luas yang sudah siap panen.


Bahkan ada banyak kolam ikan yang dibuat menjadi pemancingan umum. Tiba tiba Adrian menghentikan motornya di pinggir sawah namun di bawah pohon yang rindang.


" Kenapa Yang kamu cape, mau gantian? " tanya Novia pada Adrian.


" Duh malu dong Yang masa aku di boncengin cewek hehee " dia terkekeh lalu mengeluarkan sebotol air mineral.


" Ya kali saja cape, Oh kamu haus ya "


" Nggak juga, kebetulan saja sambil berhenti. Yang nanti kalau sudah menikah kita beli rumah disini ya. Sepertinya enak masih asri, udah gitu banyak kolam pemancingan jadi aku bisa mancing kalau lagi suntuk " tiba tiba saja terlintas di benak Adrian ingin membeli rumah di daerah itu.


" Boleh juga sih, tapi aku gak mau kamu mancing ikan keseringan nanti digodain tukang jaga warungnya. Teman aku saja suaminya selingkuh sama tukang jaga warung di pemancingan " Novia langsung merengut.


" Isshhh kamu gemesin kalau sudah cemburu begini, ya salam jadi pengen gigit deh eeugghhh " geram Adrian membuat Novia terkikik.


" Kamu mau makan siang dulu gak, tapi sebentar lagi kita nyampe loh " tawar Novia karena sekarang sudah jam nya makan siang.


" Gak usah lah tanggung ayo kita jalan lagi " tolak Adrian.


Setelah itu Adrian pun kembali menjalankan motornya karena jam sudah menunjukan tengah hari dan sudah terasa terik.


Benar saja hanya dalam waktu 10 menit mereka sudah sampai di depan rumah Nania. Rumah sederhana dengan halaman yang luas dan asri.


" Mamaaa " teriak Althaf dan Keyla.


" Papa Ryan " setelah memeluk Novia kini mereka beralih memeluk Adrian.


Atikah dan Nania saling berpandangan mendengar panggilan yang disematkan anak Novia pada Adrian. Novia dan Adrian mencium tangan Ibu Novia dan Bibinya.


" Kita gak ngajarin kok Bu, Bi. Mereka manggil Papa atas keinginan sendiri. Malah mereka manggil di depan A'Diki " ucap Novia ketika dia berjalan masuk ke dalam.


Sedangkan Adrian sedang di luar di ajak para bocah ke kolam ikan d belakang rumah lewat jalan samping.


" Waahhh, terus gimana tampang si Diki pas dengar panggilan Papa buat Adrian " tanya Nania antusias.


" Asem lah mukanya "


" Hahaaaa " semua tertawa serempak membayangkan wajah Diki.


" Eh ada Novia juga, itu tadi calonnya ya? " Danu suami dari Nania menyapa Novia.

__ADS_1


" Insha Allah paman, minta do'a nya saja " balas Novia sambil mencium tangan pamannya.


" Baguslah kalian datang jam segini kita sekalian makan siang. Tadi kita kan mau bakar bakar ikan. Udah matang lagi nunggu karedok buatan Bibimu "


" Wah mantap Paman, pas banget lagi lapar laparnya. Untung tadi kita gak makan di jalan " sahut Novia sambil memegang perutnya.


" Ayo ayo kita ke belakang, kita makan sekarang " ajak Danu, semua pun mengikutinya ke taman belakang.


Ternyata di belakang Adrian sedang bersama anak anak menyiapkan ikan yang sudah di bakar.


Mereka pun langsung makan siang menikmati ikan bakar, nasi liwet, sambal dadakan plus karedoknya.


" Yang disini enak banget ya adem, aku benar benar pengen punya rumah disini buat ngadem. Aku yakin kita bakalan cepat punya bayi kalau tinggal disini " bisik Adrian menggoda Novia.


" Issshh apa hubungannya sama bayi " jawab Novia dengan wajah bersemu malu.


Adrian hanya menaik turunkan matanya sambil menggoda Novia " Pokoknya kita beli satu disini, kalau bisa dekatan sama Bi Nania biar ada yang ngejagain. Kalau sering ditinggal kan bahaya "


" Iya iya, sekarang makan dulu. Bicaranya nanti takut kesedak loh "


" Uhuukk uhuuukk " baru juga selesai bicara Adrian benar benar tersedak.


" Hati hati makannya pelan pelan saja ikannya masih banyak kok hehee " ujar Danu sambil terkekeh.


Selesai makan mereka sholat dhuhur bergantian karena rumah Nania masih berantakan. Barang barang belum tertata rapi.


Adrian terlihat sedang ngobrol dengan Danu di dekat kolam " Asli orang sini Paman? "


" Iya, orang tua Paman asli sini tapi mereka sudah meninggal. Tanah ini warisan dari orang tua. Semua anak sudah mendapat bagian.


Lama juga paman tinggalin karena kerja di luar kota. Tapi lama lama cape juga jadi paman putusin pensiun dini terus mau buat kolam ikan nanti biar paman jual hasilnya " papar Danu pada Adrian.


" Wah bagus itu paman, nanti coba saya tawari pada teman. Apalagi kalau ikan nila banyak sekali peminatnya " ujar Adrian.


" Boleh lah bagus itu. Paman dengar kamu punya resto kan bisa ambil dari paman juga ikan nya. Dijamin segarlah "


" Siap paman bisa di atur itu " jawab Adrian.


" Kira kira disini ada rumah yang mau di jual gak? saya tertarik punya rumah di sini suasananya asri terasa adem. Cocoklah nanti buat pengantin baru "


" Hahaaaa " mereka berdua tertawa berbarengan membuat penghuni rumah yang lain melongo melihat ke arah mereka.


" Apaan sih ada yang lucu ya? kok gak bagi bagi sih " teriak Nania karena penasaran dengan tingkah dua pria dewasa tersebut.


" Gak ada, ini khusus pria dewasa. Wanita dan anak anak gak boleh tahu "jawab Danu sambil berteriak juga. Adrian dan Danu lalu terkekeh.

__ADS_1


" Huhuuu " teriak Nania.


" Sepertinya mereka ngobrol jorok Vi, makanya kamu buruan nikah. Kayaknya Adrian udah ngebet itu " bisik Nani di telinga Novia.


" Apaan sih Bi " jawab Novia dengan wajah bersemu merah.


" Halaahh pura pura kamu, padahal mau hahaaa " tawa Nania begitu keras.


Kini giliran Adrian dan Danu yamg melirik ke arah mereka. " Ada apa sih? " teriak Danu.


" Gak ada ini khusus wanita dewasa. Pria dan anak anak gak boleh tahu hahaaa " balas Nania sambil berteriak.


" Huhuuu balas dendam nih yeee "


" Hahaaa " mereka tertawa walau jarak mereka berjauhan


" Jadi gimana Paman, ada gak? kalau bisa jangan jauh jauh dari rumah Paman biar nanti paman bisa bantu ngecek kan pasti sering kami tinggal. Kalau soal urusan beres beres kan bisa bayar orang "


" Oh soal gampang itu, nanti Paman tanya tanya dulu ya. Kemarin kemarin dengar rumah pas d pinggir jalan sana mau dijual. Nanti coba paman tanyain ya " balas Danu.


" Tapi nanti jangan dibilangin Novia, biar ini jadi hadiah perkawinan kami. Hitung hitung kejutan lah "


" Wah mantap itu, kamu benar benar mantu idaman ya. Sayang saja Novia ketemu si ontohod Diki. Dasar laki laki gak tahu malu. Eh heheee maaf Paman tadi ikut kesal pas ingat istri cerita "


" Heheee gak apa Paman, saya juga udah kenal sama Diki dan sering ketemu. Kan saya sempat kerja di pabrik Novia jadi auditor makanya bisa ketemu lagi sama Novia "


" Mmmhh gitu ya, itulah definisi jodoh tak akan kemana. Benar gak? "


" Benar paman, itu yang saya rasa. Meskipun saya bertemu Novia sudah jadi janda Insha Allah sayang akan menyayangi Novia dan anak anaknya dengan tulus " ujar Adrian.


" Alhamdulillah, itu sama juga dengan ibadah. Semoga dilancarkan maksud dan tujuan baiknya ya "


" Iya paman, terima kasih. Jangan lupa pesanan saya ya. Dan jaga kerahasiaannya " pinta Adrian pada Danu.


" Aman itu, kalau mau kita lihat rumahnya sekarang. Kita pura pura mau ke depan bilang saja kamu mau antar Paman " ajak Danu pada Adrian.


Karena adrian sudah tertarik dia pun langsung mengiyakan ajakan Danu.


" Yang, Paman Danu minta antar aku ke depan sebentar pake motor. Gak apa apa kan? "


" Oh iya gak apa apa. Kamu gak cape kan? ini kunci motornya " tanya Novia pada Adrian sambil menyerahkan kunci motor.


" Nggak, tenang saja " jawab Adrian sambil mengambil kunci motor di tangan Novia.


Setelah Adrian pergi Novia kembali berkumpul bersama anak anak dan ibunya. Karena seharian kemarin dia tak bertemu sehingga waktu yang ada digunakan untuk lebih dekat dengan anak anak agar tak kehilangan sosok ibu.

__ADS_1


__ADS_2