
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Pov Author
Melihat Keenan yang berubah diam Vity merasa heran " Mas kok diam aza, kenapa? gak suka ya makan disini. Makanan disini enak kok. Aku sering makan disini bareng temen "
" Enggak kok gak ada apa apa " jawab Keenan sambil terus menunduk tapi matanya kering melihat ke arah meja samping yang di duduki 2 wanita.
Karena merasa curiga Vity pun melihat ke arah samping " Mas kamu apaan sih mentang mentang ada cewek lihat lihat terus ke samping. Awas ya kamu "
" Nggak kok, ayo kita makan bukannya udah ini kita mau nonton, ayo buruan makannya " Keenan berusaha mengalihkan Vity agar tidak marah.
Tak lama Novia dan Manda pun selesai makan. Mereka segera bersiap pulang. Novia tak mau melihat ke arah Keenan karena dia pernah berkenalan dengan Vity, khawatir Vity akan menyapanya. Dia tak mau tau lebih banyak agar tak terseret masalah ke depannya nanti.
Lainnnya halnya dengan Manda dia terus memandangi Keenan dengan pandangan jijik dan meledek, membuat Keenan merasa kesal.
" Apaan sih kakaknya Novia ini, ngeliatinnya gitu amat. Tapi lumayan cantik juga sih hehee " gumamnya dalam hati.
Novia bergegas menarik lengan Manda untuk segera menjauh. Dia tau kakaknya sengaja mengerjai Keenan agar merasa takut dan terancam kebohongannya akan dibocorkan.
" Teteh apaan sih ngeliatin terus si Keenan jangan ngerjain dia lah. Gak usah ikut campur biarin aza " ujar Novia.
Manda terkekeh " gak apalah Vi kamu tuh ini kan lumayan buat senjata kita kalau si Cantika macam macam biar kita kasih tau suaminya gimana biar dia kena mental.
Teteh tadi berhasil ambil foto dia loh, untung az posisi kita pas. Coba kamu liat nih bagus kan, keliatan jelas si Keenan sama selingkuhannya? "
" Hahaaa si teteh nih ada ada saja. Bagus kok ini jelas hasil fotonya. Ya udah nanti kirim fotonya ke aku biar disimpan. Jiwa jiwa detektifnya meronta ya kalau liat yang beginian " Novia tertawa melihat keisengan kakaknya.
Sampai di rumah menjelang sore hari, Novia disambut anak anaknya. Mereka berkumpul karena hari ini libur hanya menonton tv dan seperti biasa menemani mereka menggambar dan mewarnai.
Sambil menunggu anak anak beraktifitas Novia membuka hp dia melihat notif grup wa.
Cantika [ Bar bar sekali, kelakuannya lebih dari laki laki ]
Robi [ Emang tuh perempuan gak ada otaknya ]
__ADS_1
Cantika [ Pantas saja adiknya susah diatur kakaknya saja barbar begitu, laporkan saja ke polisi ]
Robi [ Udah kami visum dan sudah kami laporkan ke polisi biar dia membusuk di penjara ]
Cantika [ A'Diki liat tuh kelakuan istrimu dan keluarganya seperti tidak pernah di didik saja ]
Ayu [ Sepertinya dia takut, sampai sekarang belum nongol nongol. Tunggu dijemput bakalan nangis kejer ]
Cantika [ Yang tegas dong kalau jadi suami A'Diki. Kalau dibiarkan nanti tambah ngelunjak ]
Amah [ Emang gak ada akhlak istrimu dan keluarganya. Sudah mengambil warung sekarang melukai Ayu. Lebih baik kamu ceraikan dia. Amah gak mau punya menantu dan keluarga yang barbar. Bikin malu saja ]
Deg..
Cerai?
Baiklah kalau itu mau kalian. Kalian kira aku bakalan takut.
" Heeyyy Vi serius amat sih. Kenapa? " Manda datang menghampiri.
Lalu Novi menarik tangan manda menuju kamar.
" Kenapa kenapa? " Manda keheranan dengan tingkah novia.
" Nih liat teh mereka udah mulai rame di grup " Novia memperlihatkan percakapan di grup WA keluarga pada Manda.
Manda membacanya dengan seksama " Mmhhh kita balas aza lah, bilang kalau kita tidak takut. Tapi video nya jangan di kasih lihat dulu. Itu Last minute aza biar jadi kejutan buat mereka. Sini biar aku yang balas pura pura kamu yang ngetik "
Novia [ Haduh haduh rame banget nih ]
Cantika [ Nah nongol juga, masih punya nyali kamu buat nongol disini? ]
Ayu [ Pasti kamu takut kan? jangan harap kamu bakal bebas karena kami tak akan mau diajak damai ]
Novia [ Hahaaa kenapa aku mesti takut?]
__ADS_1
Diki [ Vi minta maaflah pada Ayu dan Amah biar masalah segera beres ]
Amah [ Gak sudi aku memberi maaf, menantu kurang ajar ]
Ayu [ Aku juga gak mau mah maafin mereka, enak saja dia minta maaf dia sudah membuat malu keluarga ]
Robi [ Bilang pada kakakmu kami akan membalasnya. Biar tau rasa bagaimana rasanya tinggal di balik jeruji ]
Novia [ Sudah bicaranya, Kalian fikir aku takut? ]
Cantika [ Tentu saja kamu pasti takut, kamu fikir kami main main. Kami benar benar akan melaporkanmu ke polisi ]
Novia [ Ingat baik baik ya, sampai kapan pun aku tak akan meminta maaf pada kalian. Tak akan ada asap kalau tak ada api. Justru aku yang akan melaporkan kalian balik. Kamu lupa Yu siapa yang menampar terlebih dahulu? bahkan aku pun banyak saksi. Aku kan hanya membela diri. Kalaupun harus dipenjara maka kita berdua akan sama sama masuk penjara. Bahkan bertiga bersama Amah ]
Novia [ Aku pun akan melaporkan kalian untuk pasal Penipuan. Bukannya kalian mau ambil uang sewa warung pada Bu ningsih untuk 6 bulan ke depan tanpa seizinku. Padahal warung itu sudah milikku. Kelakuan kalian sama saja seperti PENCURI. Kalian tak akan bisa mengelak karena aku memiliki bukti kuitansi DP 1 juta untuk sewa tersebut ]
Diki [ Apa maksudnya ini? ]
Karena Diki sudah ikut komentar, Novia pun membalas secara langsung di grup. Dia merasa sudah saatnya ikut bicara soal perceraian.
Novia [ Tanya saja pada ibu dan adik iparmu. 1 lagi aku tak takut untuk bercerai dari mu A'. Aku tunggu surat cerai darimu secepatnya. Aku pun sudah tak ingin berada dikeluarga toxic seperti kalian ]
Novia [ Ini terakhir aku berada di grup keluarga ini. Aku pamit. Terima kasih ]
Novia langsung keluar dari grup. Manda melongo melihat Novia " Kamu serius Vi mau bercerai. Teteh gak suka sama Diki tapi gak berani kalau nyuruh bercerai "
" Iya teh aku udah serius kok, udah aku fikirin dari kemarin. Sebenarnya udah lama terbersit untuk pisah. Hanya saja masih mempertimbangkan anak anak. Tapi aku liat mereka juga biasa aza Malah gak pernah nanyain ayahnya. "
" Baiklah kalau begitu, kalau kamu udah merasa yakin. Sebaiknya kita ke paman dulu membicarakan niat kamu untuk bercerai dan kita cerita juga kejadian soal tadi pagi. Takutnya Polisi ada yang datang malah jadi panik " ucap manda.
" Ternyata takut juga ya hahaaa, gak akan teh mereka laporin. Kalau menurut aku mereka cuma gertak aza. Buktinya dari kejadian tadi pagi sampai sekarang udah mau malam polisi gak ada datang. Kalau soal foto di Polsek itu mah bisa bisanya aza mereka " Novia meledek kakaknya sambil tertawa.
" Isshhh siapa yang takut, teteh jaga jaga aza. Takutnya bener di laporin, kalau paman belum tau masalahnya nanti dia bingung. Belum lagi orang rumah bakalan jadi panik. Kalau udah dikasih tau mereka udah punya persiapan " ucap Manda.
" Ya sudah kita ke paman sekarang bareng bareng " Novia mengajak Manda untuk menemui paman nya.
__ADS_1