arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Diki Selingkuh?


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 64 ( Diki Selingkuh? )


Seminggu berlalu Novia disibukan dengan kegiatan baru yaitu pindah ke Ruko yang baru dikontraknya.


Ibu dan anak anaknya ikut bersamanya tinggal di ruko tersebut. Karena di ruko belum mulai berjualan jadi masih belum terlalu penuh dengan barang barang.


Dia sudah bertekad untuk mulai usaha dari nol dengan dukungan dari keluarganya.


Novia berjualan pakaian, tas dan sepatu. Untuk pakaian dia mengambil dari konveksi Fayza secara langsung sehingga harganya murah.


Kalau untuk sandal dan tas dia mengambil dari Pamannya Riki sebagai suppliernya.


Menurut perkiraannya seminggu ke depan dia akan mulai berjualan baik online atau offline.


Siangnya dia akan bekerja seperti biasa, untuk tokonya dia mempekerjakan satu karyawan, adik dari teman akrab Manda bernama Sinta.


" Udah berapa persen persiapan toko Vi? " tanya Manda.


" Kalau untuk toko 90% udah ready Teh, paling nambah nambah dikit lah. Semingguan lagi toko akan dibuka. Katanya barang untuk jualan akan datang sekitar 3 hari an lagi "


" Baguslah kalau gitu, sebaiknya kamu segera briefing Sinta yang bakal jadi karyawanmu. Dia sebenarnya sudah berpengalaman berjualan di market place jadi tak akan terlalu kesulitan "


" Nanti aza Teh kalau sudah ada barang biar langsung kerja buat penataan barangnya. Sekarang kita beresin aza dulu toko jadi pas datang tinggal pajang barangnya saja "


Manda mengangguk pertanda mengerti " Di tempat kerjamu ada yang udah tahu kamu mau usaha? "


" Belum Teh, gak perlu lah orang tahu nanti kalau ada masalah pekerjaan suka di sangkut pautkan dengan usaha kita. Di bilang gak fokus kerja lah, di bilang gak serius kerja lah karena punya penghasilan lain "


" Tapi kan kamu banyak teman, lumayan kan bisa promosi tokomu "


" Gampang itu Teh, yang penting usaha jalan dulu. Soal promosi ada Lori hehee "


" Oh iya cuti Teteh udah habis mulai minggu depan Teteh kerja lagi "


" Teteh ke luar kota lagi dong " wajah Novia langsung sedih.


" Nggak Teteh disini, kan Teteh minta mutasi di kantor cabang sini. Kemarin Teteh nunggu surat pindahan. Nah SK nya baru turun kemarin "


Novia langsung tersenyum lebar " Alhamdulilah syukurlah "


Novia dan Manda duduk di dalam toko yang masih belum ada barangnya. Hanya da manequin, lemari untuk pajangan sandal dan tas serta rak pajangan pakaian .


Toko Novia berada di jajaran Ruko depan dan itu sangat strategis karena langsung terlihat dari jalan raya. Kawasan ruko ini sangat ramai bahkan tak jarang halaman parkir Novia di pakai untuk pengunjung Ruko lain kalau sedang ramai.


Seperti hari itu, mereka sedang mengobrol di dalam, pintu Ruko di tutup karena belum beroperasi.

__ADS_1


Terlihat dari dalam ada motor parkir di depan Ruko Novia. Mereka menghentikan obrolan tersebut dan melihat ke arah luar.


Yang menarik perhatian Novia adalah motor itu yang biasa digunakan Robi dan membonceng seorang wanita.


" Bentar Teh, ada yang menarik nih. Itu kan motor Robi "


Seorang laki laki turun membuka helmnya dan menyimpan helm di spion kanan.


" Wahh Vi itu suami kamu hahaa " Manda tertawa namun ditahan agar tak bersuara keras takut menarik perhatian orang yang diluar.


Dia langsung mengeluarkan HP berniat merekam.


" Teh ngapain? " tanya Novia


" Sssttt " telunjuk Manda disimpan di bibirnya. Novia hanya menggelengkan kepalanya.


Diki dan perempuan yang diboncengnya turun dari motor. Bahkan Diki membukakan helm wanita tersebut.


" Waaww so sweet " ucap Manda bahkan terkesan meledek Novia.


Novia hanya mencebikkan bibirnya. Dalam hati ada rasa kesal tak terima kenapa Diki berbuat seperti itu, bukankah mereka belum bercerai.


Mungkin Novia pernah kepergok bersama Adrian tapi waktu itu dia di rumah dan bersama anak anak. Tidak berduaan seperti mereka.


Bahkan ini kedua kalinya Novia melihat Diki membonceng perempuan lain. Yang lebih mengerikan mereka terlihat bergandengan tangan. Fix mereka pacaran fikir Novia.


" Apa mereka pacaran ya? Kamu cemburu ?" tanya Manda pada Novia sambil menggodanya.


" Gak lah aku gak mau hidup menderita lagi. Aku hanya kecewa ternyata dia jalan sama perempuan lain sebelum kami bercerai. Tapi dengan melihat ini aku jadi tambah yakin buat bercerai " papar Novia.


" Nah ini baru adik guweehh " mereka tertawa berdua.


" Kamu mau mergokin mereka Vi? "


" Gak lah gak usah, cukup video tadi juga. Proses cerai juga sepertinya gak akan sulit karena melihat kondisi kita seperti ini "


" Kalau mereka minta gono gini? "


" Cari mati itu namanya " ucap Novia sambil mendelik.


" Wiihhh ngeri ya sekarang, ketularan barbarnya "


" Hahaaaa " mereka berdua tertawa lepas tanpa di tahan lagi.


" Aku mau keluar ah beli baso " Manda dengan santainya berdiri.


" Eh ngapain Teh jangan cari gara gara " Novia langsung melarang.

__ADS_1


Dia tak mau terjadi keributan, apalagi dia baru memulai usahanya. Walaupun dia warga di komplek tersebut tapi Novia tidak mau memberi kesan buruk.


" Nggak lah, santai aza. Kalau kamu mau ikut ya ikut saja " jawab Manda.


Novia hanya menggelengkan kepalanya " Mending beberes disini aza lah "


***


Pov Diki


Seminggu berlalu nanti sore motorku bakalan datang ke rumah. Aku berniat mengantarkan motor ini pada Nuri. Semoga saja aku tidak ketemu Novia atau keluarganya.


Sebab untuk ke rumah Nuri harus melewati rumah Novia dan tak ada jalan alternatif.


Aku sudah menghubungi Nuri dan bilang akan mengantarkan motor. Awalnya dia seperti keberatan bahkan dibilangnya aku boleh meminjam motornya dengan syarat kalau dia ingin keluar dan aku ada waktu aku harus mengantarnya.


Aneh aneh saja bukannya dia beli motor berarti butuh, kalau gak butuh ngapain dibelinya. Aku semakin PD saja kalau dia memang menyukaiku dan berniat mendekatiku menggunakan motor ini.


Sengaja aku datang tak terlalu siang agar nanti kalau tiba motor baru aku sudah dirumah. Rencanaku sepulang dari Nuri ingin ke Istana Motor yang menjual berbagai accesoris motor.


Akan kubuat motorku sebagus mungkin supaya orang di pabrik tahu aku pun mampu memiliki motor tanpa menggunakan motor Novia.


Benar kata Amah aku harus buktikan pada Novia dan keluarganya kalau kami mampu. Mungkin Nuri pun bisa kugunakan untuk memanasi Novia.


Heheee pintar kan aku ??


Sesampai di rumah Nuri aku sudah disambut Nuri dan Ibunya. Nuri sudah berdandan cantik seperti sengaja menyambutku.


" Nak Diki silahkan masuk? " ajak Ibunya.


" Makasih Bu, saya gak akan lama kok, mau ada perlu pergi ke Istana Motor beli accesoris untuk motor baru "


" Wah kebetulan Ini Nuri sedang ingin jalan jalan, gimana kalau kalian berdua saja ke Istana Motornya " Bu Siska seperti sedang mencari cara agar kami dekat.


" Iya A' aku juga pengen beli accesoris buat beli motor ini biar tampilannya seperti cewek. Kalau sekarang kan cowok banget tampilannya. Sekalian A' Diki bantu pilihin " ucap Nuri sambil tersenyum.


Aku jadi bingung bagaimana cara menolaknya, rencanaku setelah ini langsung pulang ke rumah dan pake motor Bapak ke Istana Motor.


Kalau Nuri ikut aku harus pake motor dia, nanti harus nganterin dia lagi. Duh jadi bolak balik malas lah aku harus celingak celinguk tiap lewat rumah Novia.


" Mmmhh gimana ya Bu, saya takutnya gak bisa nganterin Nuri nanti pulangnya. Kan saya lagi nunggu datang motor baru " aku berusaha menolak dengan halus.


" Gampang itu nak Diki bisa difikirin nanti " Bu Siska terus memaksa.


Kulihat juga wajah Nuri seperti kecewa " Ya udah gapapa Nuri bisa ikut saya "


Nuri langsung tersenyum tanpa ku suruh dia langsung mengambil helm di mejanya. Sepertinya dia sudah menyiapkan semuanya dari awal.

__ADS_1


Dasar perempuan..


__ADS_2