arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Bujukan Amah


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 79 ( Bujukan Amah )


Pov Diki


Aneh orang orang di rumah ini tak sedikit pun menaruh simpati padaku. Padahal kalau di ingat ingat ini semua gara gara mereka.


Kesal juga sama si Robi dan istrinya, mereka itu the real keluarga benalu. Apa apa pengen gratis, giliran di sosmed serasa jadi orang paling kaya.


Sering posting makanan enak tapi kesini sering cari makan gratisan. Kadang aku mikir kalau mereka posting makanan jangan jangan mereka gak beli tapi main ke restoran terus mereka fotoin makanan para pengunjung.


Hahaaaa...Apa iya ya?


Suami istri sama saja bukannya saling mengingatkan. Sama sama muka tembok.


Sudah seminggu ini aku tidak bisa tidur nyenyak mengingat masalah rumah tanggaku. Kenapa sih mulutku ini lancar banget mengucap talak hanya karena emosi.


Sekarang kecil sekali kemungkinan untuk kembali. Apa yang dikatakan Amah memang benar Novia pasti menolak rujuk.


Apalagi sekarang dia memiliki tambahan penghasilan lain dari tokonya yang baru dibuka.


Tanpa setahu siapapun aku membuat fake akun dan sering melihat postingan bahkan live nya di sosmed.


Tokonya benar benar ramai pembeli. Setiap live saja bisa ribuan orang yang menoton.


Coba kalau rumah tangga kami baik baik saja pasti aku sangat bangga dengan Novia. Hidupku akan lebih sejahtera karena ada tiga penghasilan. Aku dan Novia bekerja ditambah penghasilan dari toko.


Tok tok tok


" Masuk " malas aku buka pintu biarkan saja masuk paling juga Amah.


" Ki kamu lagi apa? " tuh kan bener Amah, mau apalagi sih.


Kulihat dia membawa nampan dari baunya sih seperti Bubur Kacang Ijo. Tumben tumbenan dia bawa bubur kacang kesukaanku.


" Apa Mah? " aku pura pura gak peduli, masih kesal dengan kejadian tadi.


" Ih kamu judes amat sih, nih Amah bawain kamu bubur kacang ijo favorit kamu. Tadi Amah nyuruh Bapakmu beli di kedai langgananmu "


Amah menyimpan bubur di meja nakas, bahkan bukan bubur kacang ijo saja namun ada makanan lain seperti puding dan brownies.


Dalam rangka apa dibawain yang beginian, ini pasti ada maunya.


" Gak usah Mah aku gak pengen lagian banyak banget makanan ntar disuruh bayar lagi kayak waktu kemarin "


" Ih kamu nggak lah ini Amah bawain spesial buat kamu. Amah kasian lihat kamu kusut terus udah seminggu ini "


" Biasanya juga Amah kasih ke anak kesayangan Amah si Robi "


" Ngga ini serius Amah bawain buat kamu. Si Robi sama istrinya sudah pulang dari tadi "


Aku langsung bangun dari ranjangku, kuambil mangkok yang berisi bubur kacang ijo. Enak juga sudah lama tak ada yang perhatian semenjak Novia pergi. Ingat Novia dan anak anak sudut mataku langsung basah.


" Kamu kenapa kok melow gitu sih? "

__ADS_1


" Gak apa apa perih aza mata " ternyata Amah memperhatikan aku.


" Amah mau minta apa tumben tumbenan baik sama aku? "


" Kamu itu Amah perhatian salah gak perhatian di bilang pilih kasih. Apa sih mau kamu?" wajah Amah langsung masam bahkan dia menepuk bahuku sangat keras.


" Justru itu karena aku heran makanya bertanya tanya "


" Ya sudah habiskan makanan kamu, punya anak dibaikin salah di cuekin juga salah " Amah keluar sambil menggerutu, aku jadi malu sendiri.


Setelah tandas bubur kacang ijo nya aku langsung mengambil brownies. Baru satu gigitan Amah sudah masuk lagi ke kamarku.


" Gimana enak kan? " tanyanya.


"Mmmhhhh enak " jawabku.


" Ki besok kamu ke pengadilan Amah anter ya " ucapnya.


Heran juga ngapain Amah mau nganterin aku.


" Gak usah Mah aku tahu jalan kok gak bakalan kesasar "


" Ih bukan gitu Amah cuma mau support kamu. Lihat kamu seminggu ini kusut Amah kan jadi khawatir "


Kulirik Amah dengan ujung mataku, aneh saja ini baiknya sudah berlebihan.


" Amah mau apa sih bilang saja gak usah berbelit belit " langsung kusimpan potongan brownies yang belum habis.


" Hehee itu Ki ya soal kamu. Kan tadi Amah udah bilang supaya kamu gak usah minta rujuk. Buat apa coba daripada nanti ditolak. Rujuk engga malu iya "


" Kamu tuh Ki di kasih masukan gak ngerti ngerti. Apa untungnya kalau kamu rujuk? "


" Ya aku balik lagi sama anak istriku lah, anak anakku gak kehilangan kasih sayang orang tua mereka "


" Memangnya mereka mau? kalau memang mau mungkin dari kemarin kemarin mereka sudah pulang "


Bener juga apa yang dibilang Amah, Novia sudah lama pergi dari rumah dan tidak mau kembali malah dia gugat cerai aku.


" Tapi Mah Novia sekarang punya toko, tokonya juga rame "


" Nah itu dia kalau kamu rujuk apa bisa kamu memiliki toko itu, ngga kan?


Justru kalau kamu cerai kamu bisa gugat sebagai harta gono gini "


" Gak bisa lah Mah, itu kan uang Novia "


" Kamu Ki di kasih tau ngeyel, selagi harta itu didapat bersama ketika kalian masih menikah itu jadinya harta milik bersama alias gono gini "


Aku langsung terdiam mencerna ucapan Amah. Tapi kok aku merasa gak sreg ya.


" Coba kamu tanya sama temen temen kamu, kali aza ada yang faham "


" Malu lah Mah, nanti orang orang tahu aku mau bercerai "


" Makanya kamu dengerin Amah, dikasih tahu ngeyel " sepertinya Amah kesal dia berubah menjadi ketus.

__ADS_1


" Kamu tuh jangan malu jadi duda Ki, kamu masih bisa cari ganti Novia. Gak usah nunggu lama tuh si Nuri bolak balik dia nanyain kamu sama Amah "


"Ah Amah ngapain sih bahas si Nuri terus udah aku bilang aku gak suka sama dia. Kayak ada yang gak beres sama dia, aku malas Mah "


" Gak beres gimana?itu mah kamu nya aza yang menutup diri. Lihat dunia luar dong jangan si Novia aza yang ada di otak kamu "


" Kalau kamu cerai banyak sekali keuntungannya. Toko si Novia bisa di bagi dua belum motornya. Nanti kan kita minta uangnya saja terus kita buka toko sendiri "


Kuletakkan telapak tanganku di kening Amah dan mengusapnya. Amah langsung menyentakan tanganku.


" Apa apaan sih kamu Ki, kamu kira Amah sakit? "


" Ya Amah kayaknya lagi sakit, pengen menguasai milik orang. Apa Amah gak malu toko itu hasil keringat Novia. Darimana ceritanya Amah ingin sebagian toko itu. Aneh "


" Ini kan bukan buat Amah tapi buat kamu Ki, selama kamu nikah apa yang sudah kamu beli gak ada kan? "


" Ya gak ada lah Mah, kan sebagian besar uang gajianku aku berikan pada Amah. Masa lupa sih? "


Amah langsung mengusap wajahnya kasar kemudian menggaruk kepala tak gatal.


" Ki kalau soal itu bukannya sudah dibahas ya anak laki laki itu tetap milik ibunya. Jadi wajar saja kamu memberikan gajimu sama Amah "


" Ya memang wajar Mah, tapi yang gak wajar itu kalau minta nya melebihi nafkah ke istri sendiri.


Amah ingat kan uang yang aku beri pada Novia berapa? setengahnya dari Amah bahkan sering aku minta lagi.


Dan lebih gak wajar lagi kalau aku ngasih uang ke Amah, tapi uangnya Amah kasih lagi ke si Robi. Padahal udah sama sama berumah tangga dan sama sama memiliki tanggung jawab "


" Kamu kok jadi ngomong ngelantur sih bawa bawa si Robi segala, Amah gak suka ya "


" Aku bukan ngelantur tapi cuma ngingetin aza. Lagian mau Amah suka atau ngga suka ya terserah Amah aku gak ambil pusing "


Kok aku jadi tambah pusing, ide Amah bener bener gak masuk akal. Bikin malu saja.


" Pokoknya Amah gak mau tahu ya besok kamu gak usah minta rujuk pas sidang. Langsung saja cerai dan tuntut gono gini udah kan beres "


" Amah kok ngatur ngatur aku sih, aku bukan anak kecil lagi jadi gak usah ngatur ngatur aku"


" Kamu tuh susah banget di atur, orang tua ngasih tau pasti buat kebaikan anaknya "


" Baik di sebelah mananya, mana ada orang tua yang nyuruh anaknya cerai, padahal istrinya baik "


" Sudah Amah gak mau debat sama kamu huaa huaaa "


Nah kan jurus nangisnya keluar kalau maunya gak diturutin.


" Amah gak akan berhenti nangis kalau kamu gak bilang iya "


" Terserah Amah saja lah " aku mengambil satu brownies dan mulai membuka bungkusnya


" Kalau kamu gak mau nurut, jangan makan apa yang Amah kasih "


Amah langsung mengambil sisa makanan di nakas. Bahkan brownies yang hampir masuk ke mulutku saja di ambilnya.


Hadeuuhh punya orang tua gini amat sih..

__ADS_1


__ADS_2