
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 99 ( Makan Malam )
Malam ini Novia sedang berada di restoran bersama kedua anaknya. Dia sudah memiliki janji makan malam bersama Manda, Adrian, Candra dan kedua anaknya.
Novia tiba lebih dulu, menyusul Candra bersama kedua anaknya. Mereka bisa tiba lebih dulu karena jam pulang mereka lebih cepat.
Sedang Adrian dan Manda masih dalam perjalanan karena mereka masih ada pekerjaan yang belum dibereskan.
Kini Novi dan Candra sudah duduk di meja besar bersama anak anak mereka. Sekilas orang yang tidak mengenal mereka pastinya akan menganggap mereka keluarga karena usia anak anak tersebut bertahap.
" Tante Manda datang jam berapa aku kangen? " tanya Difa pada ayahnya.
" Tante Manda dalam perjalanan dia ada pekerjaan yang belum selesai jadi pulangnya agak terlambat " sahut Candra.
" Kalau nanti Tante Manda jadi Mamaku pasti gak aku bolehin kerja biar nemenin aku di rumah ya Pah " pinta Difa.
Candra tersenyum tak mengiyakan anaknya, karena sebenarnya hatinya untuk Novia tapi dia melihat Manda lebih dekat dengan anak anaknya. Apalagi melihat Novia seperti menjaga jarak dengannya.
" Pah ya Pah? " Difa meminta jawaban pada Papahnya.
" Mmhhhh iya " jawabnya lirih dan singkat.
Melihat hal itu Novia tersenyum, tidak sia sia dia menjaga jarak dengan Candra karena dia berharap Candra berjodoh dengan Manda kakaknya.
" Adrian masih lama gak ya? " Candra mulai mengalihkan obrolan dia tak mau Difa terus bertanya soal Manda.
" Katanya sih lagi di jalan " jawab novia singkat.
Anak anak mereka pun berbaur seperti keluarga kecil yang akur.
***
Diki baru saja memarkirkan mobil di sebuah restoran, dia dan Nuri makan malam berdua dengan menggunakan mobil milik orang tua Nuri.
" A' bukannya itu mantan istri Aa ya sama laki laki yang aku lihat ditokonya malahan anak laki lakinya juga ada. Bener yang itu aku yakin banget " ujar Nuri sambil menunjuk ke arah meja yang di duduki Novia.
Diki langsung mengikuti arah telunjuk Nuri, dia pun merasa terkejut plus cemburu melihat kedekatan mereka. Anak anak Diki terlihat akrab dengan anak Candra.
__ADS_1
Bahkan keakraban itu tak pernah ia rasakan kala dulu masih menjadi suami Novia. Dia terlalu sibuk membahagiakan keluarganya hingga lupa kebahagiaan anak istrinya.
Tapi bukan Diki namanya kalau dia tidak menyadari kesalahannya, dia tetap merasa benar dan mencari kambing hitam.
Dia berjalan cepat menuju meja Novia sampai melupakan Nuri yang ada disampingnya. Nuri berjalan tergopoh gopoh mengikuti Diki dari belakang.
" Ekheemm, bagus sekali ya kalian sudah seperti keluarga utuh. Ternyata begini kelakuan kalian di belakang saya " dengan suara yang cukup keras Diki berbicara tepat di depan meja Novia.
Novia dan Candra terkejut melihat kedatangan Diki yang begitu tiba tiba. Keyla dan Althaf langsung berlindung di badan Novia.
" Duh dia lagi, mana ada anak anak lagi. Diladenin jadi contoh gak baik buat anak anak. Gak diladenin mulutnya tambah lantam " gumam Novia dalam hati.
Novia dan Candra hanya saling berpandangan tak membalas ucapan Diki kemudian mereka melihat ke arah anak lalu menggelengkan kepalanya masing masing.
" Kenapa, kalian malu? makanya diam saja. Kamu juga Vi ngasih contoh buruk sama anak anak. Kita belum ketuk palu tapi kamu sudah mengajak jalan jalan mereka dengan laki laki lain. Dimana hati kamu sebagai seorang istri dan seorang ibu " dengan penuh percaya diri Diki berucap panjang lebar.
Dia tak menyadari Manda dan Adrian ada dibelakangnya sedang berdiri dan ikut mendengarkan semua ucapannya.
Nuri memberi kode dengan cara menarik narik pakaian Diki, namun karena Diki terlalu bersemangat menyela Novia sampai dia mengabaikan Nuri.
" Sudah selesai bicaranya? "
" Suara itu rasanya kok tidak asing sih " beberapa saat Diki terpaku dan berharap tebakannya salah.
" Ada lagi yang mau kamu omongin " suaranya begitu tenang namun tegas.
" Vi kamu bawa anak anak ke sebelah sana jangan sampai mereka mendengarkan radio butut nanti telinga mereka rombeng "
Adrian dan Candra tersenyum mendengar ucapan Manda. Sedang Diki langsung keluar keringat panas dingin.
Novia langsung menggendong Althaf kemudian menuntun Keyla dan Difa, diikuti Denis dari belakang. Mereka menuju taman belakang resto ini untuk melihat kolam ikan agar anak anak teralihkan.
Perlahan Diki membalikan badannya dan tersenyum getir melihat ada Manda dan Adrian.
" Duduklah tak baik kalau bicara sambil berdiri " titah Manda pada Diki.
" Kayaknya ngga Teh aku mau makan takut keburu malam kasian Nuri nanti pulangnya kemalaman " Diki memberikan alasan pada Manda.
" Oke aku ngerti kok, lain kali kalau kamu bicara harus hati hati. Kamu gak boleh bicara keras dan membuat keributan di depan anak anak. Sampai situ kamu faham kan? " tanya Manda begitu tenang.
__ADS_1
Diki hanya menunduk begitupun Nuri dia ikut menundukkan kepalanya. Bukan karena takut pada Manda tapi dia takut melihat Adrian.
" Satu lagi kamu jangan bilang Novia tak punya hati baik sebagai istri atau sebagai ibu karena membawa mereka jalan jalan. Apa kamu pernah membawa mereka jalan jalan?
Enggak kan, karena apa? karena kamu sibuk dengan keluargamu sampai lupa sama anak istrimu, harusnya kamu malu. Bahkan kamu menuduh Novia jalan dengan laki laki, terus kamu apa? bukankah kamu juga jalan dengan Nuri sebelum ketuk palu.
Novia tidak jalan berdua seperti kamu, Novia jalan rame rame dengan kami. Kami sedang ngadain acara makan malam buat ngerayain perpisahan kamu dengan Novia "
Manda bicara panjang lebar agar Diki mengerti ucapannya, bahkan nada bicara Manda terkesan tenang tidak berapi api seperti biasanya. Entah dia sudah berubah atau karena di depannya ada Candra. Entah lah hanya dia dan Tuhan yang tahu hehee..
Mendengar perkataan calon kakak iparnya Diki langsung terdiam tapi bukan karena sadar melainkan dia merasa takut karena tiga orang yang berada dihadapannya bukan orang sembarangan.
Kalau dia melakukan kesalahan akibatnya akan fatal. Walaupun Manda wanita tapi dia tahu sifat aslinya Manda. Beruntung kali ini dia gak mengamuk sehingga Diki tidak terlalu malu.
" Cuma itu saja, kamu boleh pergi kasian Nuri takut kemalaman " dengan santainya Manda mempersilahkan Diki pergi. Terserah kalau mau makan atau mau pulang fikir Manda.
Tanpa fikir panjang Diki langsung berdiri dan menarik Nuri, bahkan dia sampai tidak berpamitan pada ketiga orang didepannya.
Sebelah tangannya terkepal menahan emosi yang sudah membuncah, selain itu ada Nuri bersamanya jadi dia harus jaim.
Manda langsung duduk di kursi dan menarik nafasnya perlahan. Adrian pamit untuk memanggil Novia dan anak anak.
" Kamu hebat " ucap Candra pada Manda sambil memegang tangan Manda yang berada di atas meja.
Ucapan Candra yang singkat dan sentuhan tangannya mampu membuat wajah Manda merah padam dan tersipu.
Menyadari hal itu Candra langsung menarik tangannya dan meminta maaf " Maaf tidak sengaja "
" Om sama Tante pacaran ya tadi aku lihat pegangan tangan " Keyla berbicara di dekat Candra dan Manda.
" Eh anak kecil tahu pacaran, siapa yang kasih tahu? " tanya Adrian sambil membawa Keyla menjauh dari Manda dan Candra.
" Teman aku yang bilang Om "
" Sok tahu " ucap Novia.
Mereka semua tertawa dan mulai duduk di bangku masing masing. Novia meminta maaf pada Candra dan Manda karena Diki sudah merusak acara makan malam mereka.
Untung saja mereka sudah tahu sifat Diki jadi mereka tak mempermasalahkannya malah mereka tertawa melihat wajah Diki yang merah padam.
__ADS_1