arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Kasihan Diki hahaaa


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 140 ( Kasihan Diki hahaaa )


Tok tok tok


" Belum halal masuk masuk masuk "


Ketukan di kaca mobil Adrian membuat Adrian dan Novia tersentak kaget. Novia langsung salah tingkah melihat kakaknya Manda sudah berada di luar pintu mobil.


Adrian berpura pura tenang dan mengatur nafasnya. Kemudian membuka kaca mobil perlahan.


" Kalian mau adegan dewasa ya, jangan di sini dong nanti di grebeg loh hahaaa " ucapnya sambil berlari.


" Halahhh mengganggu saja " Adrian menggerutu tapi wajahnya tersenyum.


Novia pun sama kesalnya seperti Adrian melihat tingkah kakaknya yang membuat mereka kaget lalu main pergi saja.


" Ayo kita turun Vi " seru Adrian dan mengambil 4 kotak martabak di kursi belakang yang tadi sudah dibelinya. Mereka pun masuk ke dalam rumah beriringan.


" Pada kemana kok sepi? " tanya Novia.


" Semua pada nginap di rumah Bi Nania, suaminya kan sudah pindah kesini jadi sepertinya Bi Nania juga gak akan tinggal disini lagi " sahut Manda.


" Wah gimana dong padahal kita udah beli 4 kotak martabak, sayang dong jadi sia sia " ucap Adrian seraya menyimpan 4 kotak martabak tersebut di meja.


" Ya sudah berarti pas kita kan cuma berempat, masing masing kita makan satu dus gimana? yang duluan habis dapat hadiah piknik ke Bali " ujar Manda.


" Huhuuu maunya, kamu kan paling cepat makan ya jelas kamu yang juara lah hahaa " jawab Arif sambil tertawa.


" Hahaaa " semua ikut tertawa.


" Kenapa Ibu gak bilang ya mau nginap di rumah Bi Nania? " tanya Novia.


" Udah kok, kamu di telepon gak balas balas. Kirim pesan juga ceklis. Tadinya aku mau ikut tapi kasihan sama kamu disini sendirian "


Novia mengerutkan keningnya lalu mengeluarkan ponselnya " Ah pantesan baterenya habis hehee "


" Huhuuu kirain keasikan pacaran, kawinin buru buru paman bahaya ini "


Novia langsung mendelik melihat tingkah kakaknya, jangan sampai nanti diceritakannya pada pamannya soal kejadian tadi di mobil kalau gak bisa malu.


" Nah kebetulan ada kalian berdua paman mau bicara terutama pada Manda "


Manda yang sedang makan martabak langsung menghentikan kunyahannya dan beralih menatap Arif dengan serius.


" Paman menikah seminggu lagi kan. Nah mungkin beberapa hari sebelum pernikahan Paman, keluarga Adrian akan datang melamar Novia. Tapi paman khawatir sama kamu Man, apa kamu tak masalah jika dilangkahi Novia lagi? "


Glek

__ADS_1


Novia menelan ludahnya kasar, begitupun Adrian. Dia takut Manda menolak dan mereka harus menunggu sampai Manda menikah.


Manda memandang Adrian dan Novia bergantian dengan tatapan datar membuat dua insan itu gelisah akan mendapat tentangan dari Manda.


" Tentu saja aku tak masalah, kalau kalian mau menikah ya menikah saja. Aku bukan orang yang berpikiran kolot. Lagipula aku kasihan sama Adrian nanti dia ketuaan menunggu Novia hahaa "


Arif, Novia dan Adrian saling berpandangan kemudian ikut tertawa walaupun sedikit ragu karena ingin lebih yakin. Mereka khawatir Manda terpaksa menyetujui permintaan Arif.


" Teteh yakin, berarti aku dua kali melangkahi Teteh loh "


Manda langsung memeluk Novia " Tentu saja Teteh yakin, tapi kamu harus bayarin Teteh liburan ke Bali ya "


" Oh minta tanjakan nih ceritanya hehee, pengen banget ya kesana " potong Novia.


" Itu masalah gampang Teh, aku pasti kasih hadiah liburan ke Bali. Kalau perlu kita sekeluarga kesana berlibur bersama sama" tegas Adrian.


" Ah yang benar, berarti kita bisa ramai ramai dong. Asiiikk "


" Iya aku serius Teh " ujar Adrian lagi.


" Kalau seperti ini Paman jadi tenang, terus kamu kapan dong Manda. Jangan cuma main dan jalan jalan saja tapi gak ada kepastian " sindir Arif pada Manda.


Karena dia beberapa kali melihat Candra menjemput Arif bersama anak anaknya.


" Heheee itu ya, nanti lah aku kabarin " tukas Manda tak mau panjang lebar.


" Mmhhh aku mau ngasih martabak ini ke satpam saja ya, sayang banget kan kebanyakan " ujarnya sambil mengambil dua kotak martabak.


" Isshh kalian godain aku ya, awas nanti aku bilangin Bang Candra "


" Deuuh yang punya Abang mau ngadu nih yeee " goda Adrian lagi.


" Udah ah aku mau ngasih ini dulu ke Satpam "


" Eh jangan Teh " Adrian menahan Manda dan wajahnya berubah menjadi serius.


" Kenapa? " tanya Manda heran bercampur kaget.


" Aku belum cerita " Adrian menatap Novia meminta persetujuan Novia untuk bercerita karena Novia tampak enggan membicarakannya.


" Ada apa sih, sudah ceritakan saja jangan ada yang disembunyikan " titah Manda pada sepasang kekasih tersebut.


" Waktu itu aku baru cerita pada Novia saja, tapi sepertinya orang rumah juga perlu tahu "


" Teteh ingat Nuri pacar A'Diki yang tinggal di blok belakang? " tanya Novia dan Manda pun mengangguk pelan.


" Dulu aku punya masalah sama dia tepatnya adikku Nayra. Jadi mereka sahabatan, nah Nayra punya pacar yang ternyata disukai Nuri juga tapi Nayra tak mengetahuinya.


Dan ternyata Nuri emosinya labil dia merasa tak terima dan menganggap Nayra sebagai rivalnya. Waktu itu Nuri datang ke rumah dalam keadaan kusut dan membawa pisau.

__ADS_1


Dia hendak menusuk Nayra untung saja ada aku jadi rencana Nuri gagal karena aku berhasil mengambil pisaunya. Tak lama kemudia orang tuanya datang dan membawa Nuri.


Tapi kami melaporkannya pada Polisi, Nuri pun ditahan beberapa hari di sel. Namun orang tuanya datang membawa surat dari dokter kalau emosi Nuri labil dan dia sedang depresi "


" Maksud kamu dia gila gitu? " potong Manda sambil tercengang.


" Ya gak juga mungkin belum sampai tahap kesitu. Karena mereka membawa bukti dari dokter akhirnya kami melepasnya dan kami sekeluarga membuat surat perjanjian kalau Nuri tak akan mengganggu keluarga kami lagi " pungkas Adrian mengakhiri ceritanya.


" Ih ngeri juga, terus hubungannya sama martabak yang mau dikasih ke Satpam apa coba? dia bakal nusuk satpam gitu hahaaa " seru Manda sambil tertawa.


" Ya ngga Teh, tadi aku pas beli martabak kan turun sendiri. Adrian masih di mobil karena ada telepon.


Aku tuh lagi diem tiba tiba ada yang menabrak bahu aku seperti sengaja malah kencang banget sampai aku terhuyung. Pas aku lihat ternyata Nuri.


Tadi dia ngancam aku supaya gak deketin A' Diki katanya jangan dekati Diki dia milikku awas kalau kamu mendekatinya " ucap Novia sambil mencontohkan ancaman Nuri padanya.


Manda hanya melongo mendengar cerita Novia tak lama dia pun tertawa.


" Hahaaa " semua orang melihat ke arahnya.


" Dia lucu ya, siapa juga yang mau sama si Diki, bilang ambil sono di kasih gratis pun tak mau. Kepedean banget ya " ucap Manda sambil tetap tertawa.


" Tapi kasihan Diki hahaaa masa dia punya pacar setres. Tapi baguslah cocok tuh biar ada lawan buat Amah hahaaa "


" Husss kamu tuh kalau sudah tertawa gak bisa berhenti. Jadi menurutmu kita harus hati hati ya kan? " ujar Arif sambil menatap Adrian.


" Iya benar Paman, sepertinya Nuri orangnya nekad. Atau mungkin bisa jadi dia kambuh lagi. Saya minta maaf baru bercerita sekarang. Karena saya pikir dia sudah kapok " sahut Adrian.


" Tapi kenapa dia mengancam Novia, bukannya dia sudah bercerai dari Diki? " tanya Manda keheranan.


" Nah kalau soal itu aku gak tahu Teh, mungkin saja dia cemburu pada Novia makanya dia menganggap Novia rival "


" Adrian benar juga kita semua harus hati hati, bukan hanya Novia. Paman akan pikirkan langkah selanjutnya. Mungkin Paman akan menemui orang tuanya nanti "


Arif akhirnya mengambil keputusan karena ini menyangkut keselamatan keluarganya.


" Apa ini gak berlebihan Paman? aku takut orang tuanya tersinggung" tanya Novia merasa sedikit khawatir.


" Tentu saja tidak karena ini menyangkut keselamatan keluarga kita. Lagipula kita punya banyak saksi kan pas dia ngancam kamu? "


" Ada paman, orang orang sekitar ruko dan juga pedagang martabaknya " jawab Novia sambil mengingat ngingat.


" Bagus itu sekitaran ruko juga pasti banyak CCTV. Sekarang kita sudah tahu sebaiknya kita lebih berhati hati " seru Arif pada dua keponakannya.


" Lah terus ini martabaknya gimana? "


" Makan semua sama kamu boleh hahaaa " goda Arif pada Manda sambil berdiri dari duduknya.


Manda hanya merengut sebal " Sembarangan " ujarnya.

__ADS_1


" Kasih satpam lah teh telepon mereka supaya ambil kesini " Novia memberi usul pada kakaknya.


" Ah iya bener ya hehee "


__ADS_2