arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Keresahan Cantika


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 44 ( Keresahan Cantika )


Pov Cantika


Aku dibuat geram oleh Manda, dalam hati aku terus mengumpat " Dasar perawan tua berengse*k, seenaknya saja mulutnya berbicara. Sialan ".


Jauh jauh aku datang tapi tak membawa hasil, kalau bukan karena Amah yang terus memaksa minta antar sebenarnya aku malas untuk ikut.


Tiiinn Tiiiinn


Kutekan klakson mobil dengan kuat bahkan berkali kali untuk memanggil bapak yang masih ada di dalam.


Kami hanya tinggal menunggu Bapak mungkin dia sedang berbasa basi untuk pulang. Karena kami pulang tanpa permisi.


Aku tak peduli banyak orang orang dikomplek ini melihat ke arah mobilku karena suara klakson yang bising. Sebab hatiku terlanjur emosi.


Kudengar amah terus menggerutu didalam mobil dan terus diamini Ayu, Amah sangat marah dan tidak terima dengan ucapan dan perlakuan Manda.


Tapi mau gimana lagi ini kan rumahnya. Tidak terbayangkan saja kalau sifat bar barnya keluar. Di luaran saja dia berani apalagi di kandangnya.


Kalaupun tadi aku berani melawan karena punya perhitungan, kulihat posisi Manda ada didepanku dan terhalang meja.


Sedangkan kanan kiriku ada Amah dan Robi. jadi kalau Manda akan beraksi untuk menghajarku seperti yang dilakukannya pada Ayu jelas itu tak akan mudah.


Sebelum itu terjadi dia harus melewati meja dan akan dihadang oleh Robi atau Amah. Pintar kan aku? hehee


Lain lagi ceritanya kalau dia melemparku dengan gelas atau vas bunga yang ada dimeja. Ya aku tinggal terima nasib saja.


Paling aku akan melaporkannya dengan pasal penganiayaan.


Tapi rugi juga kalau aku sampe terluka, yang kukhawatirkan dia menghajarku tepat di wajah.


Kalau sampai wajahku terluka bahkan meninggalkan bekas, jelas aku bakal rugi banyak.


Sia sia aku melakukan perawatan di salon menghabiskan uang yang tak sedikit.


Setelah beberapa kali aku klakson akhirnya Bapak keluar dengan tergopoh gopoh " Lama banget sih pak, kita nungguin dari tadi nih" ucap Robi dengan ketus.


Bapak segera masuk dan duduk di sebelah ibu " Bapak cuma pamit pulang, gak enak kita bertamu tapi pulang seenaknya tanpa permisi keliatan tidak punya etika " sanggah Bapak, sepertinya Bapak sedang menyindir kami.


" Bapak nyindir kami? salah mereka yang tidak sopan menerima tamu. Mereka juga tidak punya etika kok " tukas Ibu.


" Sudah berisik, jangan ada yang bicara lagi " Semua terdiam dan melihat ke arahku, mereka menyadari kalau aku sedang kesal wajahku benar benar tidak bersahabat.

__ADS_1


Kulajukan mobil dengan kecepatan tinggi, selain karena kesal gara gara kejadian tadi aku juga ingin segera pulang ke rumahku.


Entah mengapa mendengar ucapan Manda aku menjadi resah. Aku menjadi curiga pada suamiku.


Apakah benar suamiku selingkuh atau hanya tersugesti saja oleh ucapan Manda? tapi kenapa setiap perkataan Manda seakan memberi petunjuk padaku.


Dalam hati kecilku aku pun merasakan sudah lama sikap Keenan berubah, konon orang bilang ada beberapa ciri ciri suami yang sedang berselingkuh.


Yang paling kuingat yaitu bila suami berubah baik, lebih perhatian dan memberi apapun yang kita mau bisa jadi dia menutupi kebusukannya, hanya saja dia masih menjaga perasaan kita sebagai istrinya.


Lain lagi kalau dia sudah tidak peduli sama sekali pada istrinya, dia akan terang terangan berselingkuh depan kita.


Aku pun jadi teringat di setiap akhir pekan sering kali Keenan minta izin keluar dengan alasan ada acara di kantor yang mengharuskan dia pulang malam, malah terkadang dia tak pulang.


Aku selalu saja percaya karena dia memberiku hadiah sogokan agar aku memperbolehkannya pergi.


Atau bila dia tidak pulang maka keesokan harinya dia akan pulang dengan membawa hadiah dan bersikap manis sehingga aku menjadi luluh.


Bodohnya aku mengapa tak mengeceknya pada teman temannya atau pada atasannya.


Fikiranku tertutup karena telah menerima sogokan hadiah dari suamiku.


Dimobil terasa hening tanpa ada yang bersuara, kulihat dari spion tengah mereka terlihat tegang menahan nafas karena takut melihatku membawa mobil dengan kecepatan tinggi yang terkesan ugal ugalan. Tak jarang aku mendapat klakson dari pengemudi lainnya.


Sedangkan aku walaupun tanganku menyetir, mataku melihat ke arah jalanan tapi fikiranku terus berputar seakan seperti slide film yang menampilkan semua tingkah Keenan.


Aku langsung menghentikan mobilku, kurem sampe ban mobil berdecit.


Para tetangga yang sedang nongkrong sontak melihat kearahku dan terheran heran.


" Kamu gak mampir dulu? " turun dari mobil Amah langsung bertanya padaku.


Aku hanya menggelengkan kepala, menutup kaca mobil dan melajukan mobilku kembali.


Kulihat dari spion samping Amah masih berbicara tapi tak kuhiraukan. Hanya samar samar terdengar suaranya. Maafkan aku amah suasana hatiku benar benar sedang kacau.


*********


Akhirnya aku sampai di rumah, gegas aku turun dan masuk ke dalam.


Yang pertama kali kulihat ada anak anak di ruang TV yang sedang bermain Hp dan bermain game.


Kemudian aku berkeliling ke setiap sudut rumah mencari keberadaan Keenan.


" Papah kemana? " aku bertanya pada anak sulungku.

__ADS_1


" Gak tau aku gak lihat mah " jawabnya tanpa melihat ke arahku.


" Emang papa gak pamit sama kamu pas keluar ?"


" Ngga " dijawabnya tapi matanya tetap terarah pada HP.


Aku jadi merasa kesal dengan tingkah anakku kurampas Hp nya dari tangannya " Kalau mama bicara liat muka mama "


Anakku terlihat kaget mendengar bentakanku, dia langsung menangis dan masuk kamarnya " mama jahat huaaa huaaa "


Bikin kesal saja. Dari arah pintu kulihat pembantuku sedang berjalan memasuki rumah " Darimana Bi kok anak anak ditinggal "


" Ini Bu tadi ke warung depan beli jajanan buat ade " kulihat bibi menenteng kantong plastik dan memperlihatkan isinya padaku.


" Kalau bapa kemana Bi, bukannya tadi dah pulang? "


" Kurang tau bu, bapak gak bilang apa apa, tadi Ibu pergi 5 menit kemudian bapak menyusul pakai pakaian rapih "


Aku menghela nafas dalam, emang kurang ajar Keenan tadi aku minta antar dia bilang pengen istirahat. Tapi dia malah pergi keluar mana rapih lagi.


Lebih baik aku ke kamar dulu menenangkan putraku. Kasian dia jadi kena bentak gara gara aku kesal.


Ku ketuk pintu kamar putra sulungku " Kak boleh mama masuk? "


Sepertinya dia benar benar marah sampai tak mau menjawabku " kak, kakak ?"


Kutekan knop pintu ternyata tidak dikunci " Maafin mama ya kak, mamah cape jadi mama gak sengaja bentak kamu"


Hiks hikss


Putraku masih terisak " Kakak gak mau maafin mama? Mama janji gak akan bentak kakak lagi.


Asal kakak janji kalau mama nanya harus dijawab dengan sopan lihat wajah mama ya"


" Mama juga kalau kakak nanya suka gak pernah lihat kakak, asik main HP "


Deghh,,


Aku seakan tertampar oleh jawaban putraku, kuakui sering keasikan kalau sudah membuka sosmed. Kubiarkan anak anakku main sendirian. Ternyata hal ini menjadi contoh untuk mereka.


" Mama janji gak akan melakukannya lagi sayang "


" Iya, tapi kalau mama bentak aku lagi aku bakalan ikut papa ketemu mama baru. Mama yang baru baik gak pernah bentak aku terus sering ngasih aku mainan "


Seketika mataku melotot mendengar jawaban putra sulungku. Maksudnya mama baru apa?

__ADS_1


Aku harus segera bertanya pada Keenan. Aku gak bisa terima ini.


__ADS_2