
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 51 ( Diki Membuat Ulah )
" Papah " ucap Keyla dan Althaf berbarengan.
Bukannya menjawab panggilan anak anaknya Diki malah mengabaikannya bahkan terlihat sangat emosi " Kamu perempuan murahan, susah payah aku bersabar dengan sikapmu yang acuh ternyata ini penyebabnya "
Diki berbicara berapi api sambil menunjuk wajah Novia. Melihat itu Althaf menangis di pangkuan Adrian dan Keyla bersembunyi dibalik tubuh Novia mereka ketakutan.
" Jadi seperti ini kelakuanmu dibelakangku, kurang apa aku? "
Seketika orang dalam rumah berdatangan " Ada apa ini? " ucap Ibunya Novia.
" Ini lagi sudah tua bukannya menasehati anaknya malah dibiarkan berduaan dengan laki laki yang bukan muhrimnya " Diki menatap tajam Ibu Novia.
" Hey kamu jangan kurang ajar bicara pada orang tua seperti itu " Adrian merasa tak suka dengan ucapan Diki. Dia lebih mengenal bagaimana Ibu Novia.
" Kurang ajar kamu Diki dasar laki laki gak tahu diri " Manda tersulut emosinya.
" Kamu yang diam perawan tua, urus saja urusanmu yang belum bertemu jodoh karena kebarbaranmu itu "
" Berengsek kamu " Manda sudah maju berniat menendang Diki namun dihalangi Novia.
Ditariknya lengan Manda " Tahan teh, Ibu Bi Nania tolong bawa anak anak ke dalam dan tenangkan Emah "
Ibu Atikah dan Nania segera membawa Emah dan anak anak ke dalam. Kondisi seperti itu memang tak layak dilihat anak anak.
" Apa maumu A' untuk apa kamu kesini? "
" Aku datang baik baik mencoba membujukmu pulang tapi aku gak nyangka bisa melihatmu sedang bersama dia.
Rupanya benar apa yang orang bilang kalau kamu main dibelakangku. Jangan jangan kamu dari dulu seperti itu.
Menyesal aku selalu membelamu harusnya aku ceraikan kamu dari kemarin " panjang lebar Diki berbicara sambil terlihat dadanya naik turun.
" Sudah ngomongnya? masih belum puas. Kalau kamu gak tahu apa apa gak usah banyak bicara.
Malu lihat kelakuanmu seperti itu, menuduhku yang bukan bukan apalagi berbicara kasar pada Ibuku.
Bahkan didepan anak anak kamu berbicara kasar tidak menyaring ucapanmu.
Sekarang aku sadar aku sudah milih orang yang salah. Gak ada yang perlu aku jelasin semuanya rasanya gak penting.
Sebaiknya kamu pulang jangan datang lagi kesini, aku sudah muak " Novia berbicara dengan lantang sambil menunjuk arah pintu keluar.
Namun ucapannya bukan meredakan amarah Diki tapi membuat Diki makin emosi.
__ADS_1
" Sudah berani sekarang kamu ya dasar perempuan murahan " Diki menarik tangan Novia dengan kasar.
" Lepaskan " Adrian berteriak dan menghempas tangan Diki.
" Hey siapa kamu jangan ikut campur urusanku " Diki mencoba memukul wajah Adrian, namun usahanya sia sia karena Adrian dapat menghindar.
Bahkan Adrian memukul balik Diki tepat di wajahnya. Diki terlihat meringis kesakitan.
Kemudian Adrian menyeret Diki keluar " Kalau kamu laki laki kita selesaikan diluar sekarang "
Mereka sudah bersiap bertarung, namun terhenti mendengar suara yang menggelegar dari arah pintu pagar.
" Ada apa ini? " ternyata Arif datang bersama Fayza. Mereka baru saja datang membeli makanan pesanan Emah.
Seketika nyali Diki menciut melihat kedatangan Arif. Dia mundur beberapa langkah.
" Ada apa kenapa bikin keributan disini?" Arif menatap tajam Diki. Yang ditatap hanya menunduk.
" Dia datang tiba tiba dan berteriak teriak sampai anak anak ketakutan. Bahkan sudah menghina Ibu dan aku " ucap Manda sambil menunjuk Diki.
" Benar itu Diki?" mendengar pertanyaan Arif dia merasa gentar. Namun tak mau diperlihatkannya.
Dia tak mau harga dirinya hilang di depan Novia dan Adrian. Diki lantas membuang buka.
" Kalian memang keluarga berengs*k beraninya keroyokan. Tunggu pembalasanku " sambil berjalan mundur kemudian berlari ke arah motornya.
Manda hendak mengejar Diki namun dilarang Arif " Sudah biarkan saja "
" Dasar orang gila " ucap Manda. Semua saling berpandangan tiba tiba mereka tertawa bersama sama.
" Suami kamu emang aneh Vi " Manda makin keras tawanya.
" Ipar teteh itu "
" Mantan ya mantan, gak mau aku punya adik ipar kayak gitu "
" Ehem " Arif berdehem mengingat disitu ada Adrian. Adrian pun menunduk sambil tersenyum malu.
Mereka kemudian masuk ke dalam. Disambut Ibu Atikah dan Nania.
" Udah beres, ngapain itu si Diki kesini teriak teriak bikin anak anak ketakutan dasar menantu gak tahu diri " Nania terus menggerutu.
" Ah biasalah satu keluarga gak ada yang jelas kayak emaknya semua " balas Manda.
" Duh maaf ya Ryan malah harus melihat kejadian yang memalukan gitu " Ujar Ibu Atikah.
" Gapapa Bu, mungkin Diki sedang emosi saja "
__ADS_1
" Nak Ryan kenal sama Diki?"
" Kenal dekat enggal sih Bu, kami baru kenalan tadi siang kebetulan saya sedang menjadi auditor di tempat kerja Novia. Makanya bisa bertemu kembali "
" Oh gitu, ya sudah masuk lah semua jangan diluar malu dilihat tetangga "
" Bu gimana anak anak?" Novia terlihat khawatir.
" Udah gapapa mereka sudah tenang kamu gak usah khawatir "
" Syukurlah "
" Neng nih bibi punya rekaman video si Diki lagi ngamuk. Cuma gak full soalnya bibi datang terlambat. Yang pasti pas si Diki mau pukul Adrian ini ada rekamannya " dengan sigap Nania memperlihatkan rekaman di HP nya.
" Baguslah Bi ini sudah cukup, kalau dia macam macam kita punya bukti nanti aku minta ya Bi "
Semuanya masuk ke dalam rumah sambil bercerita kejadian tadi bahkan suara tawa Manda terdengar paling keras menertawakan kelakuan Diki.
" Vi sepertinya aku harus pamit pulang ini sudah malam "
" Oh iya, maaf ya atas kejadian tadi. Aku juga gak nyangka A'Diki bakalan datang "
" Aku yang harusnya minta maaf, andai saja aku gak datang mungkin dia gak akan melihat kita bersama "
" Sudahlah lagi pula hubungan kami sudah tak baik baik saja. Gak usah terlalu difikirkan "
Adrian pun pulang setelah pamit pada keluarga Novia. Di antar Novia sampai keluar pintu rumah.
" Deuuhh yang ketemu mantan " Manda meledek Novia ketika sudah di dalam kamar.
" Apaan sih teteh, kenapa juga gak nanya aku mau ngundang Adrian "
" Ya gak jadi kejutan dong kalau tau ada yang diundang. Tadi tuh teteh ambil cake ultah makanya pakai mobil paman.
Ya udah sekalian jemput kamu, eh ketemu Adrian sama calon ipar kamu "
" Calon ipar? " Novia mengkerutkan keningnya.
" Itu Pak Candra heheee " ujar Manda sambil terkekeh.
" Hadeuuuh ngareup, berat teh dia tuh cowok paling cool. Orangnya cuek banget "
" Justru yang gitu teteh suka, tadinya mau teteh undang juga kesini biar kita pasangan. Paman aza udah bawa calonnya "
" Ih ngadi ngadi teteh, sudah tidur sana. Jangan mimpiin Pak Candra entar dikejar mantan istrinya. Mereka cerai kan gara gara cemburuan "
" Waahh gak masalah yang penting teteh gak jadi valakor. Kan mereka udah pisah, teteh udah yakin sepertinya Pak Candra orang yang tepat buat teteh " wajah Manda begitu berbinar membayangkan wajah Candra.
__ADS_1
" Gelay, gimana teteh aza lah aku mau tidur "
Novia menutup tubuhnya dengan selimut dan wajahnya dengan bantal. Dia merasa jengah karena kakaknya terus mengganggunya meminta kontak atasannya dan banyak bertanya tentangnya.