
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 147 ( Kedatangan Keluarga Adrian )
Novia pulang terburu buru, karena dia ingin mengunjungi dulu tokonya sebelum ke rumah neneknya.
Dia ingin memastikan keadaan toko dan mengecek laporan sambil menunggu jam kedatangan orang tua Adrian.
Satu jam Novia berada di tokonya setelah dirasa cukup dia hendak ke rumah neneknya yang hanya butuh waktu beberapa menit.
Karena ruko Novia berada di jajaran gerbang komplek, sedangkan rumah neneknya ada di dekat gerbang dengan berjalan kaki oun sebenarnya cukup dekat.
Ting
Ketika Novia berdiri ponselnya berbunyi dan melihat ada pesan masuk dari Adrian.
[ Assalammu Alaikum, Yang dimana? ]
Novia yang sudah berdiri kembali duduk dan berniat membalas pesan tersebut.
[ Waalaikum salam, aku lagi di toko baru mau pulang ke rumah buat siap siap nyambut calon mertuaku ]
[ Aiihhh pintar menggoda sekarang ya. Kamu hati hati minta antar pegawaimu ya. Harusnya kamu jangan ke toko dulu, aku takut Nuri tiba tiba muncul lagi ]
[ Gak apa, aku naik motor lagian di gerbang kan ada Satpam ]
[ Ok ya sudah kamu hati hati ya, aku sayang kamu. Assalammu Alaikum ]
[ Iya sayang aku juga sayang kamu. Waalaikum salam ]
Novia duduk sambil tersenyum memandangi ponselnya.
" Ekhemmm "
Novia kaget mendengar deheman Nia yang ternyata ada di depannya.
" Aduh, Teteh lagi bahagia ya sampe senyum senyum sendiri seperti itu " ucap Nia menggoda Novia.
" Heheee kamu Ni, ada apa? "
" Gak ada Teh, aku cuma ambil buku laporan penjualan buat bikin laporan hari ini " jawab Nia sambil menunjuk ke buku yang Novia pegang.
" Oh iya, ini sudah beres kok. Saya mau pulang ke rumah karena acara keluarga. Saya titip toko ya "
" Iya Teh, aman " balas Nia sambil mengangkat ibu jarinya.
Novia langsung keluar dari tokonya mengendarai sepeda motor hadiah dari calon suaminya.
Tiba di rumah dia langsung mandi dan sholat. Setelah itu dia bersiap menyambut kedatangan calon mertuanya.
__ADS_1
Novia sudah siap dan berdandan natural dengan riasan tipis. Wajah Novia yang memang cantik dan baby face terlihat makin cantik bahkan tidak tampak seperti wanita yang sudah memiliki dua buah hati.
" Wah yang sudah siap sambut calon mertua " Manda menggoda Novia yang baru selesai berdandan dan duduk di meja rias.
" Isshhh suka gitu deh hahaa, makanya buruan suruh Pak Candra buat ngelamar Teteh " Novia balik menggoda Manda.
" Hhmmm entahlah " jawabnya singkat.
" Kok entahlah sih, kalau sekiranya Pak Candra gak serius mending cari yang lain Teh "
" Bukan itu masalahnya " jawab Manda sambil duduk di ranjang.
Novia memutar tubuhnya menghadap Manda " Ada masalah lain? "
" Istrinya "
" Bu Rachel? " tanya Novia.
" Iya, kamu tahu? " Manda balik bertanya.
" Ya tahulah, dulu sebelum mereka bercerai kalau ada acara family gathering Bu Rachel suka di ajak. Cuma kita gak dekat karena orangnya jutek, sudah gitu cemburuan "
" Emang mereka bercerai karena apa? " Manda terlihat penasaran, sebenarnya Manda ingin bertanya pada Candra tapi dia merasa sungkan.
" Kurang tahu juga Teh, Pak Candra kan gak pernah curhat atau berghibah sama kita kita hahaaa " Novia tergelak ketika menjawab pertanyaan Manda.
" Ya kali kalian dengar desas desus gitu kan hehee "
" Mmhhh gitu ya, Teteh mau nanya sama Candra tapi gak enak. Lagian hubungan kita belum jelas juga " jawab Manda lirih.
" Sebenarnya kalau sudah dewasa gak ada cerita tembak tembakan, ya sudah ngerti masing masing lah " ucap Novia sambil meraih ponselnya yang ada di meja rias.
" Teh Adrian bentar lagi sampe, duuhhh aku deg deg an " ujar Novia sambil memegang dadanya.
" Lah kayak anak gadis saja " Manda mencebikan bibirnya.
" Yeeehhh ngiri hahaaa "
" Ya sudah kamu siap siap ya, aku mau bilang sama Ibu supaya siap siap juga. Anak anak tadi sudah Teteh brifing supaya gak rewel apalagi Althaf dia kan suka tidur dari siang "
" Oke makasih Teteh sayang " balas Novia sambil memeluk Manda.
" Eh sudah anak gadis dandan dulu sana biar cetaarrr " sahut Manda sambil keluar dari kamar.
Sekitar pukul setengah 8 keluarga Adrian sudah tiba di rumah Novia. Mereka menggunakan dua mobil berbeda.
Adrian satu mobil bersama kedua orang tuanya. Sedangkan satu mobil lagi berisi Nayra dan suaminya yang memiliki balita.
Mereka turun dari mobil disambut Arif dan Ibu Novia beserta dua anak Novia.
__ADS_1
" Assalammu Alaikum " ucap Adrian dan keluarganya
" Waalaikum salam " jawab keluarga Novia dengan serentak juga.
Mereka langsung bersalaman dan dipersilahkan masuk ke ruang tamu.
Adrian menurunkan oleh oleh yang dibawa keluarganya dari mobil dibantu suami Nayra.
" Aduh harusnya tak usah repot repot Pak, kami jadi malu. Mari silahkan masuk anggap saja seperti rumah sendiri " ujar Arif pada keluarga Adrian.
Mereka pun berkenalan, Arif memperkenalkan kedua anak Novia yang sudah berada disana bahkan Althaf sudah sangat dekat dengan Adrian.
Ketika Adrian datang dengan keluarganya Key dan Althaf langsung mencium tangan tamu satu persatu kemudian duduk di pangkuan Adrian.
Adrian sudah memberitahu kedua orang tuanya tentang status Novia sebagai single parent dan memiliki 2 anak. Mereka pun tak keberatan selama Adrian menyayangi dan menerima mereka.
Manda memanggil Novia ke kamar " Hey anak gadis, sudah datang tuh camer " ledek Manda membuat Novia tergelak.
" Ih Teteh aku lagi gugup gini " balas Novia sambil mencubit pinggang Manda.
" Aawwhh, kayak baru pertama saja. Ayo buruan mereka nunggu "
" Wish Me Luck Teh hehee " ujar Novia sembari tersenyum.
Kedua adik kakak itu berjalan beriringan menuju ruang tamu.
" Assalammu Alaikum " Novia menyapa semua orang di ruang tamu.
" Waalaikum Salam " jawab mereka kompak.
Disana mereka melihat Novia sudah berdiri dengan gaun cantik berwarna lilac dan rambut panjang tergerai.
Mata Adrian tak berkedip, melihat tampilan anggun Novia malam ini. Walaupun tanpa riasan tebal bahkan lebih terkesan alami tapi kecantikannya tetap terpancar.
" Jadi ini yang namanya Novia, cantik sekali. Pantas saja bikin Adrian tak bisa tidur " puji Ibu Adrian membuat Novia tersipu dan menundukan pandangannya.
" Hahaaa " semua tertawa bersamaan.
Adrian pun menunduk malu sama seperti Novia.
Akhirnya mereka pun berbincang dan mengutarakan tujuan mereka datang ke rumah Novia. Yaitu untuk melamar dan secara resminya mereka akan datang dua minggu kemudian bersama keluarga yang lain.
Kedatangan mereka saat ini untuk bersilaturahmi dan mengenal keluarga masing masing.
Orang tua Adrian sangat berterima kasih karena keluara Novia sudah menerimanya. Salah satu alasan menerima Novia yaitu kegigihan Adrian untuk berjuang agar suatu saat nanti layak bila bersanding dengan Novia.
Walaupun butuh waktu dan perjuangan akhirnya perjuangannya tidak sia sia. Kini Adrian sudah matang dan mapan meski Novia sudah menjadi janda Adrian tetap mencintai Novia.
Dua keluarga tersebut berbincang dengan hangat dan bercerita banyak, kemudian mereka makan malam bersama.
__ADS_1
Setelah di putuskan dua minggu lagi mereka akan melamar secara resmi dan diperkirakan sebulan kemudian mereka akan menikah.
Kini mereka sedang di meja makan menyantap makan malam yang sudah disiapkan.