arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Robi Terusir


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 130 ( Robi Terusir )


Cantika masih menjambak rambut Ayu, sesekali badan Ayu di dorongnya. Terlihat jelas kemarahan di mata Cantika. Robi yang ingin menolong istrinya merasa tak sanggup karena karena adik kecilnya sendiri sedang merasakan sakit luar biasa.


Bu Murni hanya bisa menangis tak kuasa memisahkan anak menantunya. Sedangkan Pak Imam dia hanya melihat sambil mengurut pangkal hidungnya. Dia merasa tak ada tenaga untuk sekedar berdiri. Hatinya sudah benar benar lelah.


" Sudah Tik sudah, malu jangan ribut terus " ucap Diki namun tangannya mendorong tangan Cantika agar menjambak Ayu lagi. Dia pun punya dendam pribadi pada Ayu yang sering menyakiti Novia ( sedrama itu Diki hahaha )


Ketika mereka sedang sibuk masing masing tiba tiba pintu depan ada yang mendorong dengan kuatnya.


Bruughhhh


Kini di hadapan mereka ada Yuyun dan Euis yang sedang berdiri melihat sekeliling. Ayu yang sedang dalam kondisi memprihatinkan menatap Yuyun penuh harap.


Baru kali ini dia melihat kedatangan Yuyun dan Euis membuat perasaan bahagia. Padahal sebelumnya mereka laksana musuh bebuyutan.


" Teh tolong aku hiks hiks " tangisnya langsung pecah.


Yuyun melihat kondisi Ayu dan Cantika sangat memprihatinkan. Namun kondisi Ayu lebih parah dari Cantika.


" Ya ampun ini ada apa? " teriak Yuyun. Yang kemudian menghampiri Cantika kemudian membantu Ayu untuk bangun.


" Biarin gak usah di tolongin dasar adik ipar lakn*t pengkhianat gak tahu diri " maki Cantika pada Ayu, segala ucapan tak pantas terlontar dari mulutnya.


" Udah Tik sabar jangan emosi gitu " ucap Euis yang berdiri di belakang Cantika sambil mengusap punggung Cantika.


Padahal usapan itu lebih seperti dorongan agar Cantika kembali maju memberi pelajaran pada Ayu. Diki yang menyadari itu menatap Euis keduanya tersenyum penuh arti.


" Teh tolong bawa istri saya kesini " pinta Diki pada Yuyun.


Sebenarnya dia tak ingin melepas Ayu karena ingin melihat langsung Ayu di hajar Cantika. Namun hal itu tidak mungkin karena akan menambah keributan.


Ayu berdiri sambil meringis di bantu Yuyun. Ayu dan Robi kemudian berpegangan dan terdengarlah suara Ayu yang tersedu sedu.


" Aku laporkan kau ke Polisi " ancam Robi pada Cantika sambil meringis memegang adik kecilnya.

__ADS_1


" Oh silahkan siapa takut kamu duluan yang mau menamparku. Aku kan cuma membela diri. Mau lapor karena jambak istrimu? silahkan karena ini perkelahian kita sama sama terluka kalau dia lebih parah itu karena dia lemah " balas Cantika dengan wajah terangkat.


" Justru aku bakal lapor balik kamu atas tindakan penipuan. Buktinya sudah ada banyak bahkan setiap obrolan kita di rumah Bu Isma sudah kami rekam. Aku pastikan kamu tak akan bisa mengelak " lanjut Cantika dengan senyum menyeringai.


" Sebaiknya kamu segera cari uang buat ganti daripada aku laporkan kamu "


Sekarang Cantika yang balik mengancam Robi, wajah Robi yang tadi garang berubah menjadi pucat.


Robi beralih memandang wajah Ibunya penuh iba " Mah tolongin aku, mereka kerjasama mau fitnah aku hiks hiks "


Bu Murni menjadi salah tingkah, andai dia membantu Robi maka Cantika akan marah dan akan menghentikan jatah bulanan belum lagi masalah toko pasti Cantika akan angkat tangan.


Sedangkan Robi dan Ayu tak bisa di harapkan. Uang sewa saja mereka naikan dua kali lipat apalagi disuruh mengurus toko. Dalam hitungan bulan saja dipastikan akan bangkrut.


" Mmhhhh " Bu Murni hanya bergumam dia melihat ke arah Robi dan Cantika secara bergantian.


" Silahkan saja Amah bantu dia, aku pastikan uang bulanan aku hentikan dan aku tak mau mengurus toko lagi. Lagi pula aku curiga jangan jangan toko juga bermasalah " Cantika tersenyum miring memandang ke arah sepasang suami istri yang kini wajahnya benar benar pias.


" Mulai besok kalian tak usah datang ke toko aku akan memeriksa laporan pemasukan dan pengeluaran barang. Aku pastikan kalian akan menangis darah jika berani mengambil uang walau cuma seperak tanpa alasan yang jelas " teriak Cantika.


" Tika, apa itu tidak berlebihan? " mendengar Bu Murni seperti keberatan senyum tipis tersungging di bibir Robi. Dia merasa ada peluang di bantu ibunya.


" Oh Amah mau bebasin dia? silahkan. Tapi aku pastikan ucapanku tadi akan segera terlaksana. A' Diki pun tidak akan memberi Amah uang bulanan lagi. Iya kan A' ? "


Diki yang mengerti kemana arah pembicaraan Cantika langsung mengiyakan.


" Iya lah Tik, sudah cape aku ngasih uang tapi dikasih ke orang lain. Mending dipake sendiri gak rugi bandar "


" Diki " bentak Amah.


" Itu sudah jadi keputusan aku sama Cantika Mah. Kalau Amah mau bantu dia silahkan gak masalah "


" Kalian sama saudara kok seperti itu sih hiks hiks " kini Bu Murni mulai mengeluarkan jurus tangisnya agar anak anaknya iba.


" Sudahlah Mah gak usah pura pura nangis. Kita gak akan luluh, Aku gak mau cape lagi. Habis tenagaku tapi yang kenyang orang. Benar gak Teh Yun, Teh Euis? "


Cantika mencari dukungan, Yuyun dan Euis yang memang musuh Ayu langsung saja mengiyakan.

__ADS_1


" Benar itu Teh, apalagi kalau yang dibantunya gak tahu diri iihhhh gemes. Kalau aku sudah aku remas remas " balas Yuyun.


" Brengs*k orang dua ini bukannya misahin malah ngomporin " maki Ayu dalam hati.


" Kalian dengarkan, jadi gimana Mah?" Cantika memandang Ibunya meminta jawaban.


" Maaf Bi Amah gak bisa bantu " akhirnya keluar jawaban Bu Murni yang di tunggu tunggu Diki dan Cantika.


" Nah gitu dong Mah harus tegas " perasaan Cantika sedikit tenang mendengar jawaban Ibunya.


" Amah udah gak sayang lagi sama aku Mah. Amah lebih sayang dia dan dia? " Robi mengeluarkan air mata buayanya kemudian jari telunjuknya menunjuk ke arah Diki dan Cantika.


" Bukan gitu Bi, semua sama saja anak Amah. Tapi apa yang kamu lakukan benar benar di luar batas. Apa kamu gak kasihan sama kakak kakak dan adikmu? "


" Amah gak sayang sama kami lagi, lebih baik kami pergi dan Amah gak akan bisa lihat cucu Amah lagi " Bu Murni tak menanggapi ancaman Robi.


Karena setelah dipikir ada benarnya juga yang diucapkan Cantika, akhirnya Bu Murni tak ingin menolong Robi.


" Mama mama " Ikbal datang sambil menggendong Chila yang terus memanggil Ayu.


" Amah apa gak kasian sama Chila? " bujuk Robi lagi sambil menggendong Chila setelah diserahkan Ikbal.


Bu Murni menangis dan memalingkan wajahnya. Kemudian dia menatap Cantika " Tik gimana ini? "


" Hufftt, itu semua terserah Amah aku gak akan larang. Bahkan kalau Amah mau ikut Robi sekalipun aku gak akan larang. Silahkan Amah tinggal sama Robi. Biar Bapak dan Ikbal aku yang urus. Lagipula di sini ada A'Diki lebih bisa di andalkan daripada dia " jari telunjuk Cantika mengarah pada Robi.


Robi mengepalkan kedua tangannya. Tapi dia tak bisa berbuat apapun karena posisinya memang salah. Dalam hatinya dia menyadari itu. Namun ego mengalahkan semuanya.


" Kamu kira bisa mengurus toko sendirian? paling nanti kamu nangis nangis " ejek Robi pada kakak perempuannya.


" Kamu pikir aku bodoh hahh, aku pun pernah bekerja bahkan lebih baik darimu. Justru dengan tidak adanya kamu pasti akan lebih baik. Jangan lupa aku akan mengaudit semua. Kalau sampai aku temukan kecurangan jangan harap hidupmu tenang "


Wajah Robi dan Ayu langsung pucat " Baiklah kami akan pergi jangan salahkan kami kalau ada apa apa "


" Gak usah banyak omong lebih baik kamu pergi sekarang " ujar Cantika dengan suara bergetar menahan amarah.


" Mah " ucap Robi memelas.

__ADS_1


" Pergilah! " kali ini Amah membentak Robi, membuat semua orang yang ada disana melongo.


__ADS_2