
# Arisan Bodong Keluarga Suami
# Bab 41 ( Gosip Novia )
Pov Diki
Akibat kemarin memilih barang untuk hadiah Ulang tahun Novia sampe malam, aku bangun kesiangan. Aku menuju rumah Amah untuk mengambil motor.
Di rumah terlihat sepi, hanya ada Bapak sedang menonton TV sambil menikmati gorengan pisang. Kucomot satu pisang karena aku belum sarapan.
" Pak pada kemana kok sepi, biasanya Amah udah teriak teriak gak jelas kalau pagi kayak gini ? "
" Ikbal sudah berangkat sekolah, kalau Amah katanya ke pasar tadi bilang gitu sama bapak " jawab bapak sambil sekilas melihat wajahku kami duduk bersisian.
" Amah ke pasar belanja kan pak, takutnya bikin ulah lagi seperti kemarin aku malu pak sama Novia sama keluarganya. Ini juga gara gara istri si Robi ngasih ide gak jelas jadi malah nambah masalah buat aku "
" Makanya kamu harus tegas jangan terus ngikutin mau amah, kita kan tahu kalau Amah kurang menyukai Novia. Bapak udah seringkali nasehatin Amah supaya berubah tapi bebal " Bapak memberi nasehat padaku padahal seingatku Bapak pun kalah sama amah.
Setiap apa yang diinginkan Amah itu seperti titah raja yang harus dilaksanakan.
" Tegas gimana Pak, Bapak seperti gak tau Amah saja kalau apa apa harus selalu diturut. Bapak juga selalu ngikutin mau Amah gak pernah bisa nolak kan apalagi aku Pak. Tiap ngomong dikit langsung dikata durhaka " tukasku
" Iya dan sekarang Bapak menyesal, Amah selalu bertindak semaunya.
Bapak gak mau rumah tanggamu jadi korban keegoisan Amah, kamu harus bisa memperbaiki keadaan rumah tanggamu.
Bapak juga sayang sama anak anakmu. Novia itu baik kamu gak salah memilih istri " bapak berbicara panjang lebar, aku pun mengakui kalau Novia itu baik dan pengertian.
" Aku ngerti pak, semoga saja Novia mau berubah fikiran, aku sengaja belum jemput dia supaya bisa berfikir jernih "
" Yang bener kamu, kirain takut di hajar pamannya hahaaa " Bapak meledekku sambil tertawa keras. Bikin malu saja buka kartu.
" Huhh Bapak jangan di omongin kenapa sih.
Bapak belum lihat secara langsung sih pas Paman Novia ngehajar dua orang preman yang badannya besar besar pake tangan kosong sendirian.
Sampe sampe si premannya minta ampun.
__ADS_1
Udah siang pak aku berangkat dulu ya, takut macet nanti telat gak enak sama anak anak. Assalammu alaikum "
" Waalaikum salam "
Aku bergegas keluar dan segera berangkat menuju pabrik. Kukendarai motor milik Novia. Untung saja motor ini tidak dibawanya sempat dibawa bingung juga mau pake apa.
*****"
Cuma 15 menit waktu yang kuhabiskan untuk sampai ke pabrik. Aku duduk di atas motorku, sengaja karena ingin menunggu Novia datang.
Tak lama aku melihat Novia masuk gerbang pabrik, lekas aku berlari menghampirinya.
" Vi, vi izinkan aku bicara sebentar, sebentar saja " aku mendekati Novia seraya memohon.
" Mau bicara apa sih A' mau nyalahin aku lagi, atauu mau nalak aku? "
Kenapa sih Novia yang manis dulu berubah jadi ketus begini, apa kesalahanku tak bisa dimaafkan?
Aku sampai kaget mendengar ucapannya tentang talak. Apa dia serius menanggapi ucapan Amah ya?
" Astagfirullah vi, kamu jangan begitu aku gak mungkin nalak kamu. Aku masih sayang kamu dan anak anak kita "
Mendengar ucapan Novia sejujurnya aku malu, karena aku mengakui jarang sekali berkumpul bersama anak anakku. Aku berusaha sabar dengan sikapnya yang ketus dan berusaha kembali mengambil hatinya.
" Aku sayang keluargaku, aku juga sayang keluarga kecil kita Vi "
" Vi aku ingin meminta maaf untuk kejadian kemarin, aku tidak tau apa yang Amah dan Ayu lakukan " .
" Aku yakin kamu wanita yang pemaaf Vi, pasti mau memaafkan mereka kan? Mereka keluargaku jadi otomatis itu keluargamu juga. Kembalilah ke rumah kita mulai lagi dari awal "
Aku yakin Novia terbujuk karena kulihat dia hanya diam mendengarkan aku bicara. Tiba tiba dia tersenyum manis.
" Mimpi sana !! "
Hahhh aku tersentak mendengar jawabannya. Kufikir diam nya dia karena menerima dan mengerti semua yang aku katakan.
Dia langsung pergi ninggalin aku sendiri dengan wajah cengo. Aahh sial udah kususun rapih rapih kata kata bujukanku dari semalam malah ditinggalin gitu aza.
__ADS_1
Kamu kenapa sih Vi berubah seperti itu, semarah itu kah kamu sama aku. Apa aku gak pantas mendapat maaf darimu?
Lama aku berdiri sambil melongo, terdengar suara bel masuk aku bergegas menuju ruanganku.
" Pak, kok jarang lihat bapak boncengan sama Bu Novia Adm gudang sana, Bapak lagi ada masalah ya?" Baru juga duduk di kursi Bu Teti Cleaning service di tempatku bekerja tiba tiba bertanya.
" Ngapain dia nanya nanya, pasti dia mau ghibahin aku. Pantes aza dari tadi dia bolak balik nyapu di dekat mejaku padahal lantainya bersih gak ada sampah sama sekali sepertinya dia sengaja nunggu aku " aku menggerutu dalam hati kesal juga kalau ada yang ikut campur urusanku.
" Ah gak ada apa apa kami gak lagi marahan. Cuma terkadang jam masuk istri saya lebih cepat karena dia lagi ada audit. Jadi kepaksa pergi masing masing " jawabku ngasal.
Memang pernah dengar sih mau ada audit dari pusat, pastinya bagian Novia yang paling disorot karena audit lebih fokus untuk mengaudit material barang mentah dan barang jadi.
Selepas itu baru mereka akan mengaudit bagian produksi. Itu sudah rutin dilakukan setahun sekali.
" Oh gitu ya pak sibuk audit, saking sering ketemu sampe akrab gitu ya pak sama bapak auditnya " aku langsung menatap wajahnya. Ucapannya membuat aku penasaran.
" Maksudnya akrab gimana, istri saya emang mudah bergaul dia cepat dekat dengan siapa saja "
" Ya gitu pak akrab banget, malah ada yang pernah lihat Bu Novia masuk ke mobil bapak audit itu pas pulang kerja. Bapak sebaiknya hati hati jaga Bu Novia. Bu Novia kan cantik "
deghh
" Maksudnya apa ya Bu jangan bicara sembarangan apalagi sampai fitnah. Istri saya gak seperti itu orangnya mungkin salah lihat " aku mengepalkan tangan suaraku naik satu oktaf mendengar ucapan Bu Teti.
" Bapak jangan marah dong, itu kan cuma kata orang. Saya cuma kasian sama bapak kalau sampai itu semua benar.
Udah cape cape bapak kerja ternyata Bu Novia malah ada main sama yang lain.
Harusnya bapa terima kasih sama saya karena udah ngasih info ke bapa.
Pantesan Bu Novia mau jalan sama bapak audit itu.
Udah orangnya ganteng, sopan, punya mobil dan keliatan berwibawa. Jauh banget sama bapa " Bu Teti malah balik marah padaku, dia pergi sambil menghentak hentakan kakinya.
Sial*n nih orang pagi pagi udah bikin kesal ngebanding bandingin aku lagi. Aku harus bisa menahan emosi jangan sampai anak buahku tahu permasalahanku. Bisa hilang harga diriku.
Tapi apa benar ya yang diucapkannya. Pantas saja kamu berubah Vi, rupanya kamu sudah punya penggantiku ya.
__ADS_1
Aku harus segera menyelidikinya jangan sampai aku kecolongan. Awas aza kamu Vi kalau berani selingkuh dariku.