
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 78 ( Tuntutan di Sidang Perceraian )
" Lah A' kenapa mukanya kusut gitu? " Cantika mendekati Diki sambil melihat wajahnya dari dekat.
Diki hanya membuang muka dan memasang wajah cemberut.
" Gak tau nih udah seminggu mukanya kayak selempak baru, ketat amat " Ucap Bu Murni.
" Hahaaaa "
Ayu, Robi dan Cantika tertawa mendengar ucapan ibunya. Muka Diki makin terlihat ketus.
" Amah lupa besok kan sidang perceraianku yang pertama "
Semua langsung melihat ke arah Diki, Bu Murni berdiri dan duduk di sebelah Diki.
" Oh jadi kamu sedih gara gara itu, cckkkk ngapain sih kamu mesti sedih. Udah Amah bilang kan ada Nuri "
" Iya nih A'Diki ngapain sedih lagian Nuri itu baik loh dia loyal banget sama kita. Setiap datang kesini pasti bawa oleh oleh " Ayu ikut menimpali ucapan mertuanya.
" Halah itu kan emang hobi kamu cari gratisan. Itu sama aza kalian manfaatin aku " jawab Diki, dia kesal di saat seperti ini yang difikirin hanya soal gratisan.
" Halahh sama saudara apa salahnya sih, gitu aza perhitungan " Robi membela Ayu istrinya.
" Iya kalian kan satu tim seneng banget manfaatin aku. Apa gak jadi pelajaran gara gara kalian rumah tanggaku jadi berantakan "
" Bukan gitu Ki.."
" Udahlah Mah, heran kadang gak lihat saudara lagi punya masalah tapi malah mikirin cari gratisan mulu " Diki berucap dengan sedikit membentak.
Belum selesai Ibunya bicara Diki langsung memotong ucapannya.
Karena kesal dia langsung berbaring di sofa panjang sambil melihat langit langit rumahnya.
Semua langsung terdiam tak ada yang berani berbicara.
" Tapi A' aku denger Aa udah jatuhin talak buat Novia bukannya itu sudah bisa diartikan kalau kalian sudah bercerai " Cantika berusaha memecah keheningan.
Diki langsung bangun kemudian duduk dan memandang Cantika " Iya, tapi kamu juga tahu kan orang sudah keluar akta cerai saja masih bisa rujuk apalagi ini baru ucapan. Sepertinya bukan hal sulit kan kalau aku ingin membatalkan talak tersebut ? " Diki menjawab ucapan Cantika dan matanya sedikit melotot.
__ADS_1
Cantika sedikit menciut ketika ditatap tajam oleh kakaknya. Dia melihat kakak laki lakinya itu terlihat lain hari ini. Biasanya Diki tak pernah melotot apalagi membentak.
" Biasa aza A' gak usah melotot, gitu aza marah " Cantika mengkerucutkan bibirnya.
" Jadi mau kamu gimana Ki? sidangnya kan besok " Bu Murni bertanya pada anak sulungnya itu.
" Ya aku mau rujuklah, masih nanya lagi " jawab Diki ketus.
" Hufftt " Bu Murni menarik nafasnya.
" Kamu tuh Ki ngapain rujuk sih, kamu kan udah bilang Novia udah ambil keputusan final tak mau rujuk. Gak malu kamu ngemis sama dia? Kayak gak ada perempuan lain aza "
" Ngemis gimana Mah? sebelum ketuk palu kan ada sidang mediasi dulu ya siapa tahu Novia berubah fikiran.
Lagian ya aneh banget masa rujuk dibilang ngemis. Ngemis tuh kalau minta minta, pengen gratisan "
" Maksud kamu apa? " Robi merasa tersindir dengan ucapan Diki, dia langsung berdiri dari duduknya.
Ayu menahan Robi kemudian dia menariknya tangannya agar kembali duduk.
Bu Murni pun memberi kode pada anak anaknya yang lain agar diam karena dia tahu Diki sedang kalut.
" Suka bener kan Mah? " Diki kembali memotong ucapan Ibunya.
" Biarin Mah otaknya udah konslet gara gara di gugat cerai " ejek Robi sambil tersenyum miring.
" Yang konslet itu yang gak mikir, maunya enak sendiri gak pernah mikirin akibatnya buat orang lain. Ya itu seperti kamu " dengan santainya Diki menjawab tanpa mengalihkan matanya dari langit langit rumahnya.
" Eeuuhh emang stress " Robi benar benar kesal, dia langsung berdiri dan menuju kamar yang biasa dia tempati bila menginap.
Bu Murni saling pandang dengan Ayu dan Cantika. Detik berikutnya kepalanya langsung menggeleng-geleng.
" Ya gimana kamu saja lah Ki, tapi Amah tetap menyarankan kamu bercerai karena melihat sikap Novia sepertinya tak akan mau rujuk "
" Sudah biarkan saja Mah percuma di omongin. Nanti saja kalau fikirannya udah agak tenang " Cantika berbisik di telinga ibunya.
Bu Murni hanya mengangguk, setelah difikir memang benar yang diucapkan Cantika percuma bicara dengan Diki yang sedang kalut.
" Ki kalau mau tidur jangan disini mending di kamar saja lah. Risi liat kamu tidur lagian kita mau ngobrol apa kamu gak keganggu "
Diki beranjak dari sofa berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
" Bilang aza mau ngomongin aku " jawab Diki.
" Heheee kamu kalau ngomong emang suka bener sih " mereka bertiga terkekeh.
Semenjak mendapat surat panggilan sidang wajah Diki memang selalu murung. Nuri yang sering menghubunginya selalu saja di abaikan.
" Emang bener ya kalau lagi pusing bawaannya emosi kayak dia " Cantika berucap sambil menunjuk punggung Diki yang masuk kamar.
" Mah gimana kalau besok kita antar A'Diki pas sidang. Biar kita ngasih dukungan sama dia. Kalau menurut aku ya mereka pasti cerai deh " ucap Ayu sambil menyuapkan cemilan.
" Ya iyalah itu udah pasti, kan Diki udah ngasih talak. Amah juga gak setuju kalau mereka rujuk gak ada yang bisa diharapkan. Novia sekarang susah diatur, apalagi semenjak ada kakaknya berasa punya bodyguard " jawab Bu Murni.
" Iya bener Mah, terus kalau bisa A'Diki harus nuntut gono gini. Motor yang diambil Novia sama toko itu harus dibagi dua loh. Rugi kalau A'Diki bercerai tapi gak dapat apa-apa" timpal Cantika.
" Emang bisa ya Tik nanti Diki minta motor sama toko Novia ? "
" Ya bisa lah Mah, semua harta yang dibeli setelah pernikahan itu jadi harta bersama jadi kalau mereka bercerai ya harus dibagi dua " tambah Cantika, dia begitu yakin dengan yang diucapkannya.
Ayu dan Bu Murni hanya mengangguk anggukan kepalanya.
" Baguslah kalau gitu, kalau misal toko dibagi dua kan lumayan. Amah denger dari gosip si Yuyun toko Novia rame pembeli belum jualan onlinenya.
Pas live di toktok banyak banget yang nonton terus mereka pada beli gitu katanya " mata Bu Murni langsung berbinar membayangkan uang yang didapat dari pembagian toko.
" Bener Mah, kita ambil alih saja tokonya. Aku yakin kalau kita yang ngurus tokonya pasti bakal lebih laku. Secara kalau soal mode kita lebih ngerti kan daripada Novia bener gak Teh ? " Ayu mengompori mertuanya dengan harapan dia juga akan mendapat bagian.
" Iya bener, kalau misal toko di bagi dua aku mau bikin cabang buat tokonya. Amah juga gak usah khawatir penghasilannya pasti besar jadi Amah juga dapat pemasukan " Ujar Cantika.
" Wah bagus juga tuh "
Mereka tersenyum bertiga, baru membayangkan keuntungan dari toko Novia saja mereka sudah tersenyum senyum.
" Makanya Mah, nanti harus bisa bujuk A' Diki supaya mau bercerai dari Novia. Kan yang untung Amah juga " lanjut Cantika.
" Iya Mah, pokoknya pas sidang nanti A'Diki harus nuntut toko milik Novia. Toko itu kan ada pas mereka masih menikah. Jadi masuknya harta gono gini bener kan Teh? "
" Iya bener Yu "
" Nanti malam Amah bujuk dia lagi deh. Terus kalian jangan lupa besok kalian harus antar Diki ya biar dia gak kusut gitu. Kasih juga dia masukan supaya mau bercerai"
" Iya Mah kami pasti anter tenang saja " Cantika dan Ayu saling berpandangan dan tersenyum.
__ADS_1