
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 84 ( Rengekan Ayu )
Bugghh
Robi yang sedang tiduran di sofa sambil memainkan ponselnya kaget mendengar pintu di banting.
Menyusul Ayu masuk dengan mata merah menahan tangis dan nafas tersengal sengal.
" Kamu kenapa Yu, ada yang ganggu kamu siapa?" tanyanya.
Ayu hanya duduk di sofa dan menelungkupkan wajahnya di bantal. Badannya terlihat naik turun karena menangis namun tanpa suara.
Kemudian Bu Murni datang menyusul dan langsung duduk di kursi dekat Robi sambil ikut memandangi Ayu.
" Ngomong dong Yu jangan diam saja siapa yang udah buat kamu nangis? biar aku hajar " Robi memegang bahu Ayu.
" Dia ribut sama si Yuyun barusan, kalah jadi nangis dia " ucap Bu Murni sambil menatap Robi dan Ayu bergantian.
Mendengar suara mertuanya Ayu langsung mendongak " Amah kok gak bantuin aku sih? malah diem aza lihat aku di intimidasi kayak tadi hiks hiks "
" Kamu lagi A' bukannya mau hajar orang yang udah ganggu aku sana hajar tuh si Yuyun " lanjutnya masih tetap terisak.
Robi hanya nyengir mendengar ucapan Ibunya, kalau Ayu ribut dengan Yuyun.
" Mana berani dia hajar si Yuyun bisa bisa nanti suaminya yang preman pasar itu balik ngehajar dia "
" Iya kamu tuh Yu, lagian itu kan urusan Ibu-ibu masa aku ikut ikutan. Nanti kalau aku dihajar suami si Yuyun mau kamu obatin aku. Mana ada duit buat nanti ke rumah sakit " Robi mencari alasan.
" Lagian kamu tuh Yu ngapain cari ribut sama si Yuyun cari masalah saja " ketus Amah.
" Jadi Amah takut sama Yuyun? " ledek Ayu pada mertuanya.
" Bukan takut tapi kamu harus lihat situasi, disana banyak teman temannya. Kalau kamu ngotot bisa bisa mulut kamu bener bener di ulek sama si Euis " ancam Bu Murni pada Ayu.
Ayu langsung terdiam, memang benar apa yang dikatakan oleh mertuanya. Dia tidak memakai perhitungan. Harusnya dia tadi mengalah saja mungkin gak akan mengalami malu seperti tadi.
" Emang apa sih yang diributin kalian?" Robi terlihat penasaran.
" Sepertinya Ayu kesal si Yuyun muji muji si Novia. Tadi di Siti lewat katanya saudaranya mau kerja di toko Novia. Malah minta tiga orang. Si Yuyun mulut pedas langsung muji muji sama banding bandingin Ayu "
" Wah minta karyawan baru tiga orang? hebat juga dia " puji Robi tanpa sadar terlontar dari mulutnya.
__ADS_1
" Iiihh apaan sih malah ikut ikutan muji " muka Ayu langsung merenggut tak terima suaminya memuji Novia.
" Iya tapi emang bener hebat. Itu tandanya tokonya maju. Jangan jangan dia pake penglaris lagi " mulut Robi yang lemas langsung mengeluarkan racunnya.
" Iya bener bisa jadi gitu, kan gak mungkin baru juga buka langsung rame " mereka bertiga terlihat mengangguk angguk.
" Halah kamu tuh Bi mahal mahal Bapak sekolahin kamu masih percaya yang begituan. Kamu juga Yu sama saja masih muda berfikiran kolot. Yang pasti Novia berhasil ya karena kerja kerasnya."
Pak Imam yang sedari tadi mendengar percakapan mereka ikut mengomentari dan bergabung duduk di ruang TV.
Mereka bertiga langsung mendelik dan membuang muka merasa tak suka karena Pak Imam selalu membela Novia.
" Bapak ini jangan jangan kena jampi jampi dari Novia juga sampe segitunya ngebela " ucap Bu Murni ketus.
" Lah bukan ngebela ini kenyataan, makanya hilangkan iri dengki biar rezekinya dimudahkan. Bapak gak pernah denger loh Novia jelek jelekin kalian. Yang ada kalian selalu bikin masalah sama dia "
Tak mau berdebat lebih panjang Pak Imam berdiri kembali dan berniat keluar dari rumah.
" Bapak udah kayak fans garis keras Novia bela teruusss "
Masih terdengar gumamam Robi tapi Pak Imam tak mempedulikannya.
" A' setelah aku fikir memang bener kata Teh Cantika kita harus buka toko buat nyaingin Novia. Biar semua orang lihat kalau kita juga mampu.
Kalau perlu kita pake karyawannya orang sini semua biar semua bisa lihat kalau keluarga Amah paling hebat "
" Ya A' Robi lah yang harus nyari, masa aku yang harus nyari " jawab Ayu.
" Dia duit darimana gajinya semua diambil samamu. Apa kamu gak ingat tiap bulan kalian masih minta sama Amah. Ini mau sok sok an buka toko. Mikir dong Yu "
Bu Murni pun berdiri dia tak mau mendengar rengekan Ayu pada Robi yang ujung ujungnya pasti Robi akan meminta padanya lagi.
" Mah mau kemana, kan kita lagi ngobrol? kok main pergi aza sih " ucap Ayu menahan mertuanya supaya tak pergi.
" Gak perlu lah malas, mending balik lagi ngerujak sama Ibu-ibu . Pusing denger rengekan kamu. Lebih enak dengerin si Yuyun ngeghibah "
Blugghh
Pintu di tutup dengan kuat. Suami istri itu langsuk terlonjak kaget. Mereka langsung mengusap dada masing masing.
" Bener kata Bapak sebaiknya pintu di ganti gorden. Kalau bisa ngomong pasti tuh pintu udah nangis minta pensiun jadi pintu " seloroh Robi.
Ayu yang sadar diri tadi sudah mendorong pintu langsung mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
" Gimana A' aku pengen buka toko. Masa kamu diem aza istrimu dihina hina si Yuyun.
Ini baru si Yuyun yang ngomong mungkin di belakang masih banyak yang ngomongin sama jelekin aku.
Katanya mau lindungin aku. Ya udah caranya ini, kamu hanya perlu kasih modal buat aku buka toko " Ayu bicara panjang lebar merengek pada Robi.
" Hufttt "
Robi hanya menarik nafas dalam dan membuangnya lewat mulutnya.
" Kamu kan tahu aku gak ada duit, gimana sih? Duit aku semua kamu ambil " ucap Robi mulai gerah dengan permintaan Ayu.
" Ah duit tak seberapa, kalau besar aku juga gak bakalan minta sama Bapakku, sama Amah. Harusnya kamu sadar aku suka minta karena kurang. Coba kalau aku punya penghasilan pasti gak akan minta sama kamu lagi "
" Ya aku tahu tapi mau gimana lagi gajiku emang segitu " bela Robi.
" Alah kamu tuh gak bisa di andalin, Aa lebih seneng lihat istri dihina hina. Malu aku A' di omongin depan banyak orang "
" Ya terus aku harus gimana lagi? masa aku harus ngerampok "
" Ya gak gitu juga kali, kan Aa bisa minta sama Amah "
" Gak bisa gitu Yu, baru juga Amah ngasih motor. Cicilannya tiap bulan Amah yang bayar. Kalau misal ada yang diminta lagi bisa bisa Amah marah malah gak mau bayarin motornya lagi. Tadi aza udah ketus gitu. Emang kamu gak lihat? " Robi tetap menolak keinginan Ayu.
Namun bukan Ayu namanya kalau menyerah begitu saja.
" Ya aku juga lihat, tapi ada satu cara yang bisa Aa lakuin supaya Aa gak terlalu kelihatan maksa " Ayu tersenyum penuh seringai licik.
" Apa? " tanya Robi penasaran.
" Aa dukung teh Cantika buat minta modal ke Amah, biar nanti teh Cantika yang maju nah Aa kasih dukungan " terangnya pada Robi.
" Gimana oke gak? " lanjutnya.
" Bagus sih, tapi kan tadi dia marah. Kamu tahu sendiri kalau dia marah pasti susah baikannya "
" Itu gampang, serahin aza sama aku. Yang penting Aa ngerti gak maksud aku, terus setuju gak? "
" Iya ngerti setuju dasar bawel "
" Tapi cintakan hehee? " goda Ayu pada suaminya sambil menjawil dagu Robi.
" Lebay "
__ADS_1
" Kalau urusan Teh Cantika serahin aza sama aku pokoknya beres lah. Sekarang tugas kita baik baikin Amah "
" Atur atur sajalah sama kamu, aku mau tidur dulu " Robi langsung membenahi badannya tidur di sofa ruang tamu.