
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 106 ( Gara Gara Nasi Kotak )
Kini beberapa nasi kotak sudah dibagikan karena berpapasan dengan beberapa orang, di tambah lagi setiap ada rumah yang dilewati Bu Murni maka dia akan memberikan satu kotak nasi.
Mulutnya tak berhenti promosi setiap memberikan nasi tersebut. Banyak ucapan do'a dan selamat yang diberikan pada Bu Murni bahkan tak sedikit pujian.
Walaupun pujian dan do'a tersebut entah ikhlas atau tidaknua. Atau karena ada satu kotak nasi yang disodorkan sehingga mereka terpaksa bermulut manis.
Bu Murni tak perduli yang penting perkataan mereka enak di dengar di telinganya. Walau sebenarnya dia masih kesal pada Cantika karena gagal mengadakan syukuran tapi apa mau dikata daripada tidak sama sekali.
Walau dia malu ketika membagikannya dia berusaha menebalkan mukanya. Dia malu pada tetangga dan ibu-ibu rumpi di sekitaran rumahnya sudah dari minggu kemarin, dia menggembar gemborkan akan mengadakan pengajian dan juga mengundang anak yatim tapi ternyata Zonk.
Dia tak bisa marah pada Cantika karena anak perempuan satu satunya itu yang sering memberikan uang setelah Diki. Sekesal apapun dia pasti berusaha menahan amarahnya.
Ayu berjalan terseok seok karena membawa dua plastik besar nasi kotak yang belum diambil satu pun. Badannya yang lebih kecil dari Bu Murni membuatnya kewalahan. Nafasnya sudah ngos ngosan.
Dia sempat protes pada mertuanya, kenapa nasinya belum di ambil satu pun. Bu Murni memberi alasan Ayu masih muda dan kuat beda dengan dirinya yang sudah tua walaupun badan besar tapi pasti tenaganya sudah melemah.
Walaupun kesal Ayu memilih tak membalas ucapan mertuanya karena bukannya akan dituruti keinginannya, yang ada malah akan kena semprot. Selain itu wajah ketus Bu Murni sudah menggambarkan kalau dia sedang marah.
Kini mereka berdua menuju warung Ceu Juju, karena menurut Bu Murni biasanya sore sore Ibu ibu akan banyak berkumpul di warung Ceu Juju sambil mengasuh anak atau sekedar berghibah.
Dan benar saja perkiraannya dari kejauhan dia bisa melihat banyak Ibu-ibu dan anak anak yang sedang berkumpul karena kebetulan warug Ceu Juju di depan tanah kosong milik Pak Haji juragan kostan.
" Sore Ibu-ibu " sapa Bu Murni mencoba memasang wajah ramah walau hatinya sedang kesal. Ayu pun mengakui kepandaian mertuanya merubah mimik muka yang tadi ditekuk kini menjadi sumringah.
Kini Ayu bisa sedikit bernafas lega karena dia beristirahat setelah berjalan membawa dua plastik besar nasi kotak.
" Wah repot banget kelihatannya ya Bu " tanya seseibu yang sedang berdiri dekat Bu Murni.
" Iya ni saya mau bagiin nasi kotak buat syukuran pembukaan toko saya besok, silahkan di ambil Ibu-Ibu satu orang satu ya "
__ADS_1
" Oh ini selamatan toko baju yang didepan itu ya Bu Murni? saya lihat kemarin Robi lagi nurunin barang dari mobil "
" Iya bener bu besok datang ya bajunya bagus bagus Bu, harganya juga murah gak kalah sama toko milik Novia " ucap Bu Murni sambil mendelik ke arah Yuyun yang sedang duduk di bangku sambil memasang wajah sebal.
" Jadi ceritanya mau ngalahin Novia? mana bisalah dari bentukan tokonya aza sudah jauh beda. Aku gak yakin sama kualitas bajunya " mendapat delikan mata dari Bu Murni seketika jiwa julid Yuyun bangkit.
" Sok tahu kamu, kayak yang suka pernah kesana saja. Kulihat baju kamu pun itu itu aza gak ada bagus bagusnya. Makanya besok datang ke toko saya biar saya kasih diskon khusus buat kamu. Hitung hitung sodaqoh gitu lah " ucapan Bu Murni tak kalah pedasnya dari ucapan Yuyun.
" Yeeh Bu Murni gak tahu saja saya kan sering lewat sana kalau ke rumah mertua ya sekalian mampir saja kalau pas kebetulan hari libur Novia. Malah Novia baik udah gitu ramah, pernah ada yang titip beli baju lewat saya eh dapat bonus dari Novia katanya buat uang lelah "
" Halah itu bisa bisanya kamu saja, mana mungkin dia ngasih duit cuma cuma dia itu pelit kok " bantah Bu Murni.
" Dikasih tahu gak percaya lagian saya kan gak bilang ngasih cuma cuma tdi saya udah bilang ada yang nitip beli baju jadi saya di kasih bonus. Masa gak dengar tadi saya ngomong apa? "
" Oh jadi bonus, kalau misal kamu mau dapat bonus ya jualin juga baju di toko saya nanti pasti di kasih bonus kok "
" Saya gak percaya, kemarin aza saya nyariin pegawai gak ada tuh uangnya capenya. Malas kalau bantuin orang yang gak pengertian. Udah cape gak dapat apa apa kan rugi "
" Wah Bu Murni kok gitu sih kasian kan Yuyun, pasti Yati juga gak dapat ya kan mereka kemarin sibuk nyari pegawainya berdua "
" Beris*k kalian tuh banyak omong harusnya Yuyun kan minta, saya mana ingat yang begituan kemarin saya lagi sibuk "
" Masa sih sibuk saya kan udah bilang sama Ayu, emang Bu Murni aza yang gak niat " sahut Yuyun.
Kini mata Bu Murni beralih ke Ayu, ditatapnya dengan tajam. Ayu yang di tatap tajam mertuanya langsung salah tingkah.
" Ma-maaf Mah aku lupa hehee " Ayu berkata sambil terbata bata.
" Huhuuuu "
Sontak semua berteriak menyoraki Ayu. Andai tak malu Ayu ingin menangis menjerit jerit.
" Sudah sudah saya kesini cuma bagiin ini aza, biar nanti soal Yuyun jadi urusan saya " ucap Bu Murni dia ingin menghindari keributan.
__ADS_1
" Bu, kemarin bilangnya mau ngadain pengajian ngundang Pak Ustadz kok sekarang cuma dibagi nasi kotak aza sih " Ceu Juju pemilik warung mendadak jadi julid.
Pasalnya dia bosan Bu Murni terus memamerkan tokoya yang belum jadi bahkan sudah menggembar gemborkan akan mengadakan selamatan dengan mengundang anak yatim.
Walaupun para tetangga sudah tahu dengan tabiat Bu Murni yang sombong suka pamer dan tak mau mengalah, tetap saja mereka suka kesal.
" Mmmhhhh iya kita gak keburu Ibu-ibu maklum sudah mepet banget " kilah Bu Murni.
" Masa sih? padahal ya ini sudah digembar gemborkan dari minggu yang lalu. Kok bisa ya sampe gak keburu " tambah Ceu Juju.
" Malu dong Bu sama Novia dia mah pas selamatan ngundang warga satu komplek mana ngundang anak anak yatim mereka dikasih bingkisan dan uang amplop juga " kali ini Yuyun ikut memuji Novia.
Ayu yang merasa bersaing dengan Novia merasa panas hatinya. Tak terima bila Novia mendapat banyak pujian.
Tapi dia tak bisa berbuat banyak karena yakin dia akan kalah seperti dulu pas ribut sama Euis. Jadi dia putuskan saja untuk menonton mertuanya yang dikeroyok tetangga. Hitung hitung dia balas dendam ketika dulu dia dibiarkan ribut melawan Euis.
" Ah iya Bu Murni cuma nasi kotak doang Mah gak ada spesial spesialnya. Lagian rasanya juga biasa biasa aza. Masih enakan cateringnya Teh Mimin "Euis yang baru saja datang langsung ikut berbicara.
" Eh kamu Euis udah di kasih masih juga menghina. Kalau gak suka ya balikin " Bu Murni mulai terpancing emosinya.
Dari tadi dia menahan diri supaya tidak marah akhirnya pertahanannya jebol juga.
" Ya gak bisa lah kalau udah ngasih masa dibalikin. Lagian ya aku bisa tahu rasanya gak enak kan karena udah nyobain kalau belum tahu rasanya masa aku comment sih " balas Euis dengan santainya.
" Kasian deh Bu Murni yang mau bersaing sama Novia tapi kalah telak hahaa " tiba tiba Yati bersuara dengan keras sampai sampai semua melihat ke arahnya.
Muka Bu Murni langsung memerah sepertinya emosinya sudah di ubun ubun andaikan semua orang bisa melihat mungkin semua akan ketakutan karena kepala Bu Murni sudah nampak bertanduk dan dari mulutnya keluar asap.
" Yati, kamu nantangin saya " kakinya di angkat satu, Nu Murni melepas sandalnya lalu melempar ke arah Yati.
Tapi Yati bisa mengelak namun sial sandal Bu Murni malah mengenai wajah Euis. Bu Murni kaget walaupun tak sengaja tapi ini fatal. Euis yang berbadan besar pasti dengan mudah mengalahkannya.
Euis marah dan dia mengambil sandal Bu Murni lalu berniat membalasnya. Melihat lawannya mulai maju Bu Murni langsung teriak " Lariiii "
__ADS_1
Sontak Ayu pun ikut berlari tak mau mendapat imbasnya. Bahkan mereka sampai lupa membawa kembali nasi kotak yang mereka bawa.