
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Pov Author
Selepas semua pergi mereka duduk di dalam warung melepas ketegangan. Dengan disuguhi air botol mineral oleh Bu Ningsih
" Bu disini ada cctv gak ? " tiba tiba Manda bertanya pada Bu Ningsih.
" Ada, kebetulan ibu pasang 2 yang 1 ada di dalam, yang 1 lagi ada diluar. Itu sengaja ibu pasang karena waktu itu banyak kejadian barang hilang " jawab bBu Ningsih.
" Bagus kalau gitu, seingat saya kemarin Bu Murni kesini kan bareng menantunya untuk minta uang sewa.
Nah bu saya minta rekamannya ya, yang hari ini sama hari kemari luar dalam ya bu.
Terus saya mau minta foto kuitansi bukti Bu Murni menerima uang 1 juta kemarin " pinta Manda pada Bu Ningsih.
" Oh ada di laci kalau kuitansi, kalau rekaman ada di hp saya. Kalau mau sekarang bisa." suami Bu Ningsih menjawab permintaan Manda.
" Baiklah saya minta sekarang aza semuanya " mereka pun segera memfoto kuitansi yang di tanda tangani Bu Murni.
Serta menyalin video cctv yang berisi adegan Bu Murni dari awal kedatangan sampai pulang setiap datang ke warung untuk hari ini dan kemarin.
" Kamu faham kan Vi maksud teteh ngumpulin ini semua? " Manda bertanya pada Novia.
" Iya aku faham, ini sebagai bukti apabila di kemudian hari ada masalah. Bisa jadi Robi akan menuntut melihat Ayu yang terluka seperti tadi " Novia menjawab pertanyaan Manda dengan tepat.
" Nah itu dia, udah tau kan liciknya keluarga suami kamu. Tipe mereka itu meresahkan, mereka pasti mengancam akan melaporkan ke polisi.
Padahal ujung ujungnya mereka pasti minta kekeluargaan paling hasil akhirnya minta duit. Basi " ucap Manda seperti jijik.
" Jadi ini kedepannya gimana ya kalau misal Bu Murni kesini lagi untuk minta uang sewa saya bingung " ujar Bu Ningsih.
" Ya gak akan lah bu, kan sudah jelas sekarang pemiliknya Novia masa dia minta lagi uang sewa " suami Bu Ningsih menjawab pertanyaan istrinya.
" Ya bisa aza pak, lah itu udah jelas jelas sah milik Novia tetap aza dia datang kesini.
Sebenarnya gimana cerita nya bisa gini, padahal dulu kan nNovia sering kesini bareng Bu Murni.
Malahan pas Bu Murni buka warung nasi disini Novia kan yang sering bantu bantu. Ibu ingat banget, kan ibu sering beli " ujar Bu Ningsih karena dia ingat betul melihat keakraban Novia dan Bu Murni.
" Kemungkinan itu selalu ada pak, bu. Mengingat sifat mertua adik saya ini begitu antik alias gak tau malu.
Andaikan dia datang lagi suruh saja supaya datang ke Novia, atau ibu hubungi Novia langsung.
__ADS_1
Nanti kita kasih nomor hp buat jaga jaga kalau Bu Murni datang lagi " Manda memberi solusi pada Bu Ningsih.
" Intinya bu, saya harap ibu tidak menyerahkan uang sewa pada ibu mertua saya, untuk urusan lainnnya biar saya tangani sendiri " Novia menambahkan.
" Baiklah ibu sudah tenang sekarang, semoga aza Bu Murni kapok dan gak berani datang lagi " akhirnya Bu Ningsih sudah tidak merasa khawatir lagi.
" Ya sudah bu kita permisi ya, makasih ya bu, pak untuk salinan video dan foto kuitansinya.
Maaf juga udah bikin ibu sama bapak gak nyaman karena masalah keluarga saya " Novia pamit untuk pulang pada pasangan suami istri tersebut.
" Iya sama sama nanti kalau ada apa ibu bakalan info sama Novia langsung, kan no hp nya udah ibu save.
Hati hati di jalan, semoga permasalahan keluarga nya segera selesai " ucap Bu Ningsih.
" Iya bu makasih. Kami permisi ya assalammu alaikum "
" Waalaikum salam " pasangan suami istri itu kompak menjawab.
Akhirnya Novia dan Manda berlalu. Tapi mereka tidak langsung pulang ke rumah karena mereka berniat jalan jalan terlebih dahulu.
Mereka ingin menikmati hari libur dengan berjalan jalan ke mall dan nyalon.
Setiba di mall mereka terlebih dahulu menuju salon. Hal yang paling ingin mereka lakukan ada massage untuk me rilek kan tubuh mereka setelah mengalami pagi yang tidak menyenangkan.
Setelah selesai mereka juga melakukan mani pedi, serta perawatan rambut.
Setelah beberapa jam berlalu kegiatan mereka pun selesai mereka segera membayar ke kasir.
Mereka menuju ke foodcourt yang tersedia di mall tersebut.
Selagi menunggu pesanan novia membuka hp, terlebih dahulu dia melihat apakah ada pesan yang masuk atau tidak.
Dilihatnya ada pesan masuk dari Diki beberapa jam yang lalu, sepertinya saat melakukan perawatan di salon
[ Vi aku gak nyangka ya kamu bisa sekasar itu pada Amah, apalagi kakakmu sampai melukai Ayu ]
Novia tersenyum kecut, merasa heran pada Diki. Tadi terlihat khawatir tapi sekarang menuduhnya berbuat kasar.
Harusnya dia berfikir tak akan ada asap kalau tak ada api. Ya itulah Diki mudah terpengaruh tanpa mencari tau kebenarannya.
Di pesan berikutnya dia melihat ada pesan dari Robi
[ Kami sudah ke dokter melakukan visum dan akan segera melapor polisi, bersiaplah kakak barbarmu akan segera membusuk di penjara ]
__ADS_1
" Kenapa muka kamu jadi muram gitu, ada masalah ?" melihat wajah Novia berubah muram, manda bertanya pada novia.
Novia pun menyodorkan hp nya pada Manda " Ini lihat, mereka sudah mulai beraksi "
" Ah biarin aza lah gak usah khawatir gitu. Lagian kita punya bukti cctv kalau Ayu yang nyerang teteh duluan. Sudah gak usah dikhawatirkan. Teteh udah biasa ngadepin yang beginian. Aman " Manda berujar pada Novia.
" Iya sih cuma berasa buang buang energi aza ngadepin mereka, sebentar aku penasaran ada yang pengen aku lihat " Novia menghentikan bicaranya dan dia kembali membuka hp, memeriksa status WA.
" Tuh ada lagi, sudah aku duga. Ayu bikin status berasa paling teraniaya "
" Coba teteh liat statusnya " ucap Manda, diambil nya hp Novia.
{ Dasar barbar, pantas kau tidak laku kelakuanmu seperti tak berakal. Kau akan merasakan akibatnya }
Status itu disertai foto pergelangan tangan Ayu yang memar dan helaian rambut yang digenggamnya.
Bergeser ke status berikut nya
{ Penjara menantimu }
Statusnya berisi foto kantor Polsek setempat, sepertinya mereka sedang membuat laporan.
" Hahaaa lebay banget, sudah gak usah difikirin mending kita makan dulu. Biar cepet pulang " ucap manda tanpa sedikitpun terpengaruh status yang dibuat Ayu.
Sedang asik makan, tanpa sengaja Manda melihat Keenan sedang bersama seorang wanita, tangan wanita itu bergelayut manja di lengan Keenan.
" Vi coba kamu liat, itu siapa? " Manda berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari pasangan tersebut.
Novia melihat ke arah pandangan Manda " Oh itu sudah tau aku, pernah liat pas jalan ma anak anak. Kayaknya mereka memang ada hubungan khusus. Itu makanya Keenan pas ke rumah gak banyak bicara dia takut aku ngadu ke Cantika. Sudah biarkan aza. Lagian gak ganggu kita"
" Pantesan keliatan santai gitu, rupanya kamu udah punya kartu AS nya " Manda terkikik.
Ternyata Vity memilih meja untuk duduk yang bersebelahan dengan Novia. Mereka tidak menyadari kalau di sebelahnya ada Manda dan Novia.
" Ekheemm uhuk uhuk " Manda dengan sengaja berpura pura tersedak.
Dan tanpa sengaja Keenan melihat ke arah meja sebelahnya.
" Uuhhh dasar iseng " gerutu Novia.
Deghh
Tatapan mereka beradu, Manda tersenyum miring menyeringai. Wajah Keenan langsung pucat dia langsung tertunduk tak mau melihat ke arah Manda dan Novia.
__ADS_1
" Sial kepergok lagi " Keenan menggerutu dalam hati.