
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 138 ( Ancaman Nuri )
Setelah keluar dari dealer Adrian langsung mencari tempat makan karena memang dia pun sudah merasa lapar.
Di dalam mobil Adrian terus tersenyum sambil sekali kali melirik Novia.
" Perasaan dari tadi kamu senyum senyum terus deh. Apa ada yang lucu ya? " Novia melihat curiga ke arah Adrian lalu dia mengambil cermin dan melihat wajahnya takutnya ada belek mungkin hahaaa.
" Gak ada kok, kamu cantik banget malam ini. aku ngerasa senang banget tadi ada yang minta aku buat menggandengnya terus. Tanganku di lingkarin ke pinggangnya, tapi aku bahagia banget. Jarang jarang kan bisa kayak gitu apalagi tanpa aku minta atau aku paksa heheee " Adrian terkekeh namun berubah jadi mengaduh.
" Aduuuhh jangan keras keras dong heheee "
Rupanya Novia mencubit pinggangnya tapi sambil tersenyum karena malu.
" Habisnya aku sebal banget sama perempuan gitu, genit. Padahal dia lihat ada aku di samping kamu, kelihatan itu kegatalan. Sok kecantikan pokoknya aku sebal banget "
Novia terus saja nyerocos bicara tanpa henti membuat Adrian gemas padanya.
" Awas kalau kamu kesana sendiri aku gak suka, aku bakalan marah. Terus marahnya lama, aku gak bakalan nanya kamu sampai kamu minta ampun. mmffttt " suara Novia tak terdengar lagi karena sebelah tangan Adrian menutup mulut Novia.
" Iya iya aku gak akan kesana sendirian dari pada aku kena marah, di diemin kamu gak di tanya tanya mana lama lagi, terus aku harus minta ampun. Ampuunn deh "
" Hahaaa " Novia tertawa mendengar perkataan Adrian yang mengulang perkataannya tanpa henti.
" Tapi aku senang di cemburuin berarti kamu benar benar cinta aku "
Mereka kembali berpegangan tangan sampai tiba di tempat makan yang mereka tuju.
Pukul setengah 9 malam mereka baru selesai makan dan hendak pulang, hari ini Novia ingin tidur di rumah Emah.
" Ryan nanti aku mau tidur di rumah Emah antar aku kesana saja ya. Tapi nanti kita beli martabak saja dulu di ruko "
" Iya ini bentar lagi nyampe, Yang kamu beli yang banyak ya buat orang rumah " ucap Ryan.
" Ishhh godain aku terus " Novia kembali mencubit pinggang Adrian.
" Aduh Yang sakit dong, tak apalah kan gak ada siapa siapa. Masa gak boleh mesra mesraan "
" Iya iya " Novia langsung turun dari mobil karena Adrian sudah memarkir mobilnya tepat depan penjual martabak di depan gerbang komplek rumah Novia.
Novia segera memesan beberapa kotak martabak yang di butuhkan. Tiba tiba bahu nya terasa seperti di senggol sampai dia sedikit terhuyung. Adrian masih di dalam mobil baru saja mendongak setelah melihat ponselnya langsung memicingkan matanya melihat ke arah Novia dan wanita yang sangat dikenalinya.
__ADS_1
Dia melihat ada Nuri saling berhadapan dengan Novia. Wajah Nuri memancarkan kebencian pada Novia, karena sangat tiba tiba Novia yang masih kaget terlihat kebingungan.
Orang orang yang sedang berada di pedagang martabak pun langsung melihat ke arah mereka berdua. Namun Nuri tak peduli sama sekali sepertinya dia menyimpan amarah besar pada Novia.
" Ada apa ya? " sambil berdiri tegak Novia bertanya pada Nuri.
Novia sangat mengenal Nuri selain karena mereka bertetangga wajah Nuri pun sering nongkrong di beranda FB Novia karena sering berfoto bersama keluarga Diki.
Mereka seperti memamerkan kedekatannya dengan calon iparnya itu. Apalagi Ayu, banyak kata sindiran yang secara tidak langsung menyentil Novia.
Untung saja Novia orangnya gak mau ambil pusing dan memilih masa bodoh. Tapi yang paling di ingat Novia adalah cerita dari Adrian tentang Nuri. Menurut Novia cukup ngeri ngeri sedap bila mengingat emosi Nuri yang labil.
Wajah Nuri tampak tidak ramah, bukannya menjawab pertanyaan Novia dia malah mendorong bahu Novia.
Adrian yang melihat kejadian itu langsung turun dari mobil.
" Hey " teriak Adrian sembari menatap tajam Nuri.
Nuri tersentak kaget tak mengira ada Adrian disana. Apalagi Adrian turun di mobil yang berada tepat di hadapan mereka. Dan pastinya Adrian melihat kejadian itu.
Nuri langsung mundur beberapa langkah, wajahnya terlihat panik. Dari pancaran wajahnya terlihat antara kesal, marah, benci dan takut berbarengan jadi satu.
" Sebaiknya jangan cari masalah, lain kali tak ada ampun untukmu. Kamu gak lupa kan kejadian dulu yang mengharuskan kamu menginap di sel beberapa hari? "
" Hahhh ternyata dia napi "
" Cantik sih tapi muka penjahat "
Orang orang di sekeliling mulai mencibir Nuri. Tentu saja suara suara sumbang itu tidak bisa di abaikan Nuri karena memang terdengar sangat jelas.
" Jangan dekati Diki, dia milikku awas kalau kamu mendekatinya " ucap Nuri setengah berteriak kemudian dia pergi menuju mobilnya yang diparkir beberapa meter dari mobil Adrian.
" Orang aneh " cibir Novia.
" Siapa juga yang mau merebut pacarnya huhhhh " tambahnya lagi.
Setelah Nuri pergi orang orang yang tadi melihat Novia langsung kembali ke aktifitasnya.
" Kamu gak apa apa kan? " tanya Adrian sambil memegang kedua bahu Novia dan memutar mutarnya.
" Ada yang sakit gak? " tambahnya penuh rasa kekhawatiran.
" Aku gak apa apa kok " jawab Novia.
__ADS_1
" Sebaiknya kamu hati hati jangan keluar sendirian, dia orangnya nekad. Mungkin dia cemburu sama kamu " ujar Adrian sambil mendudukan Novia di bangku yang ada di dekatnya.
" Cemburu kenapa? aku kan gak pernah dekat dekat dengan A'Diki. Walaupun kami satu pekerjaan tapi kami belum pernah ngobrol sama sekali bahkan aku sering menghindar "
" Ya gak tahu juga, dulu waktu kasus sama Nayra pun seperti itu. Aku benar benar khawatir sama kamu Vi "
" Sudah gak apa kok, aku baik baik saja " Novia berusaha terlihat tenang dia tak mau Adrian merasa khawatir.
" Ini neng martabak pesanannya " ujar pedagang martabak seraya menyerahkan 4 kotak martabak beraneka rasa.
Adrian mengambil kotak martabak dan menyerahkan uang pada pedagangnya.
" Aduh Bapak tadi kaget neng, untung saja ada si Aa nya " ujar pedagang martabak.
" Iya Pak untung bodyguard saya langsung datang hehee " sahut Novia sambil bergelayut di lengan Adrian.
Adrian hanya tersenyum dan meremas pucuk rambut Novia.
" Ya udah Pak kami permisi pulang makasih ya Pak "
Setelah itu Adrian langsung membawa Novia masuk ke mobilnya.
" Kalau kita sudah nikah aku pasti akan bawa kamu pindah dari sini. Aku gak mau kejadian tadi terulang lagi. Dia tuh nekad banget loh, kayaknya obat nya habis " wajah Adrian terlihat kesal.
" Kamu tahu dimana rumahnya? biar aku datangi orang tuanya. Setidaknya kalau orang tuanya tahu kan pasti mengantisipasi supaya tak terjadi lagi " tambah Adrian.
" Ryan aku baik baik saja kok, aku janji gak akan keluar sendirian "
" Sebaiknya kamu jangan tidur di ruko ya kecuali ditemani Teh Manda atau Ibu dan anak anak. Tapi aku gak menyarankannya. Lebih aman kalau kamu tinggal di rumah. Atau kita cepat cepat nikah saja supaya aku bisa bawa kamu pergi dari sini bareng anak anak dan ibu. Gimana? "
Adrian terus bicara saking khawatirnya pada Novia. Kini mereka berdua sedang duduk di dalam mobil tepat di depan rumah Novia.
" Nanti kita bicarain lagi ya, ini sudah malam kamu juga butuh istirahat " jawab Novia sambil memalingkan wajahnya karena tak mau Adrian tahu kalau wajah Novia sedang tersipu malu.
" Vi aku sungguh sungguh sayang kamu, beberapa hari lagi orang tua aku akan datang. Aku harap kita membicarakan langkah kita ke depan. Ya soal pernikahan kita. Kamu mau kan? "
Adrian mengangkat wajah Novia dan memegang dagu Novia, jarak wajah mereka kini sangat dekat.
Mata Adrian menatap lekat mata Novia. Seperti terhipnotis Novia hanya mengangguk menjawab pertanyaan Adrian.
Melihat anggukan Novia, Adrian merasa senang. Sepersekian detik kemudian Adrian mendekat dan mencium bibir Novia.
Merasa tak ada penolakan, Adrian makin mendekat dan kini memeluk Novia.
__ADS_1
Tok tok tok
" Belum halal masuk masuk masuk "