
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 121 ( Lamaran Adrian )
Berbeda dengan toko milik Cantika, toko Novia saat ini sedang sibuk menurunkan banyak barang.
Banyak sekali permintaan dari pembeli memaksa Novia untuk merestock barangnya. Barang yang dijual Novia sebenarnya serupa dengan yang lain tapi Novia membuat strategi penjualan yang menarik misal sering adanya promo, harga yang sedikit murah dan pastinya kualitas yang tidak di ragukan.
Terkadang Novia menyempatkan diri untuk mendesain sendiri produknya karena ingin membuat inovasi itu pun dengan bimbingan Adrian. Dan ternyata itu berhasil bahkan banyak diminati customer.
" Makasih ya Ryan kamu selalu support aku, bahkan sekarang usahaku bertambah maju dengan bisa menyewa tempat baru untuk gudang " ucap Novia sambil memandang Novia.
Saat ini Novia sedang makan malam berdua di sekitaran ruko. Disana ada sebuah warung angkringan yang cukup ramai.
Mereka sering makan malam berdua disana, selain masakannya enak dan murah juga karena jaraknya dekat tidak perlu lelah mencari makanan.
" Itu semua berkat usahamu sendiri Via, aku hanya membantumu sedikit. Aku rasa kamu memang memiliki bakat terpendam untuk mendesain " sahut Adrian.
" Mmhhh kamu selalu begitu, memujiku berlebihan. Support dari kamu benar benar sebuah semangat buatku "
" Bagaimana dengan restoranmu? " lanjut Novia.
" Alhamdulillah masih tetap ramai, bahkan sekarang aku sudah membeli tanah di sebelah resto Rencananya mau aku buat khusus untuk tempat parkir karena saking banyaknya pengunjung kadang kesulitan mencari lahan parkir " jawab Adrian.
" Alhamdulillah kamu hebat, jiwa bisnis kamu sudah tidak diragukan. Restoran semakin berkembang bahkan toko milikku makin bertambah besar " puji Novia membuat Adrian tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Itu semua hanya titipan dari Allah Vi, kita hanya berusaha menjalankannya dan menjaga baik baik titipannya " ujar Adrian.
" Masya Allah Bapak ustadz kita ini luar biasa " ucap Novia membuat mereka berdua jadi tersenyum.
" Apa kamu gak berminat bekerja lagi biar kita deket lagi hehee " goda Novia pada Adrian.
" Oh jadi sekarang kamu pengen dekat terus sama aku " Adrian malam balik menggoda Novia membuat wajah putih Novia merah seperti kepiting rebus.
Ya semenjak tugas auditor di pabrik tempat Novia bekerja selesai Adrian sudah tidak bekerja lagi, kini dia fokus mengurus seluruh resto miliknya.
" Via, aku ingin bicara " wajah Adrian menjadi mode serius.
" Dari tadi kita kan sedang bicara " goda Novia.
" Mmhhh Via aku serius " rajuk Adrian.
" Iya iya maaf "
__ADS_1
" Aduh apa ya yang mau Adrian bicarakan kok jadi serius gitu mana jadi deg-degan lagi " gumam Novia dalam hatinya.
" Via will you marry me? " ucap Adrian sambil mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil dan membukanya.
Ternyata isinya sebuah cincin, Novia sampai membelalakan matanya. Bahkan sekarang jantungnya seperti melompat lompat.
" Ini mmhhh kamu serius? " tanya Novia dengan suara gugup.
" Tentu saja aku serius, aku sudah lama menunggu moment ini. Apalagi masa idahmu sudah terlewati "
" Apa kamu sudah memikirkan semua matang matang? statusku, anak anakku dan juga restu orang tuamu? " Novia belum mengatakan iya walau hatinya ingin berucap iya sambil berteriak agar semua pengunjung mendengarnya. Ah selebay itu Novia.
" Tentu saja aku sudah memikirkannya, apa kamu meragukanku? " jawab Adrian mendekatkan badannya pada Novia.
" Eh iya iya aku percaya deh sama si Bapak jenius ini "
" Jadi gimana, kamu terima kan? " kini Adrian yang deg degan. Walaupun mereka sudah dekat tapi ada kekhawatiran Novia akan menolaknya karena keraguan di hatinya.
Baik itu soal status Novia yang janda dan memiliki dua anak atau restu dari orang tua Adrian yang sering Novia jadikan alasan.
" Kamu gak usah khawatir Vi, itu semua sudah aku atasi. Kini yang terpenting dari diri kamu sendiri. Mau kah kamu menerima lamaranku? " tatapan Adrian begitu sendu dan penuh harap.
Tentu saja Novia tak akan menolaknya karena melihat kesungguhan di mata Adrian dan yang terpenting rasa cinta yang dulu pernah sirna karena keadaan yang memisahkan mereka dan kini telah kembali subur.
" Alhamdulillah " ucap Adrian kemudian menyematkan cincin di jemari Novia dan reflek mencium tangan Widya.
" Makasih sayang "
" Eh " wajah Novia kembali memerah.
" Iya sayang, gak apa apa kan aku panggil sayang hehee "
" Mmhhh " Novia hanya menjawab dengan gumaman namun senyumnya begitu merekah.
" Nanti kita pergi menemui ayah dan ibuku. Aku sudah menceritakan tentang kamu Vi dan mereka ingin mengenalmu lebih dekat "
" Lebih dekat? " Novia memicingkan matanya.
" Iya, aku dulu pernah bercerita tentangmu dan ayahlah yang memberi tantangan agar aku sukses terlebih dahulu untuk memantaskan diri bila nanti meminangmu.
Aku pun sudah bercerita semua tentang kamu dan anak anakmu. Ayah dan Ibu pun tak pernah keberatan " papar Adrian membuat Novia terharu.
" Iya aku mau " balas Novia.
__ADS_1
" Alhamdulillah hari menegangkan sudah terlewati "
" Hahaaa "
Mereka berdua tertawa bahagia, untung saja hari sudah malam sehingga pengunjung tidak terlalu banyak.
Namun mereka tak menyadari ada dua pasang mata yang memperhatikan kebahagiaan yang sedang mereka rasakan berdua.
Dua pasang mata itu Diki dan Nuri yang sama sama sedang menikmati makan malam mereka juga ditempat yang sama. Nuri yang memang tinggal satu komplek dengan Novia tentu saja sering berkunjung ke angkringan tersebut.
Dan malam ini buat Diki merupakan ketidak beruntungannya karena melihat Novia dilamar Adrian di depan matanya. Walau pasangan bahagia itu tidak menyadari kehadiran Diki.
" Kamu cemburu A'? " tanya Nuri pada Diki yang sedari tadi memperhatikan pasangan yang sedang berbahagia itu.
" Mmmhhh engga kok, ayo kita lanjutkan makan kita nanti keburu gak enak " ajak Diki berusaha mengalihkan perhatian Nuri.
" Aku tahu Aa cemburu, sabar ya A' nanti akan tiba waktunya Aa akan menemukan pasangan kembali dan berbahagia seperti mereka bahkan akan lebih bahagia " ucap Nuri memandang Diki penuh harap.
" Sama kamu maksudnya gitu, dasar perempuan kamu kira aku gak tahu maksudnya apa? " Diki bermonolog dalam hatinya. Ya dia cuma berani dalam hati, dasar Diki.
Namun Diki hanya menampilkan senyuman di depan Nuri tidak mau memperlihatkan kesedihannya.
Tanpa perlu diungkap Diki masih sangat mencintai Novia. Dia merasa sangat kehilangan, setelah bercerai Diki sama sekali belum pernah berbicara langsung dengan Novia.
Ketika Diki mengunjungi anak anaknya Diki hanya bertemu Ibu Novia, Arif atau Nania.
Bahkan Manda saja seperti malas dan sering terlihat acuh bila dia berkunjung. Jika Diki bertanya pada Keyla dan Althaf dimana Novia mereka akan menjawab Ibunya sibuk dan tinggal di ruko miliknya.
Namun dari keterangan anak anak mereka selalu bertemu Novia setiap hari dan membuat PR bersama. Sehingga Diki menyimpulkan walaupun Novia sibuk tapi masih memperhatikan anak mereka.
Sehebat itu Novia di mata Diki, membuat Diki menyesali semua kesalahannya dulu.
Diki melanjutkan makannya, tapi pasangan yang sedang berbahagia itu rupanya telah selesai dan tak sengaja melewati meja Diki karena hanya di situ letak jalan keluarnya.
" Eh ada Pak Diki " sapa Adrian berusaha ramah.
" Mmhhh " jawab Diki dengan wajah masam.
" Kami duluan Pak sudah malam " lanjut Adrian yang jadi tak enak hati melihat tingkah Diki.
Diki hanya mengangguk dan untuk Nuri seperti biasa setiap bertemu Adrian dia hanya bisa menundukan wajahnya.
Novia dan Adrian berlalu pergi tanpa melihat ke belakang, meninggalkan Diki yang merasa kesal.
__ADS_1
Kasihaaann Diki...