arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Rencana Usaha


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 62 ( Rencana Usaha )


Diki menjadi salah tingkah karena siulan Yati, dia pun tak mau menambah kesalah fahaman langsung saja motornya tancap gas.


Brrrmmmm..


" Huhuuu "


Teriak Ibu-ibu yang sedang berkumpul di luar. Mendengar itu Bu Murni menjadi penasaran.


" Ada apa sih rame banget diluar? " Dia pun keluar ingin melihat langsung.


" Hehhh Yati ada apa sih rame rame berisik banget " tanyanya.


" Eh Bu Murni, itu loh Diki boncengan sama perempuan siapa sih? cantik lagi orangnya "


Untuk sementara waktu Bu Murni melamun mencari jawaban, tapi selintas dia mendapat ide.


" Oh itu, temen deket Diki. Emang kenapa? "


" Yang bener Bu Murni bukannya Diki belum cerai sama Novia. Kok di dukung sih Bu, dosa loh Bu " timpal ibu ibu lain yang sedang ikut nongkrong.


" Saya kan cuma bilang deket bukan pacar atau calon istri. Ya kalau kesananya mereka berjodoh siapa yang mau ngelarang " Bu Murni membela diri.


" Ya harusnya mereka gak usah deketan dulu kalau belum resmi bercerai sama aza kan itu namanya selingkuh " lanjut Ibu itu lagi.


" Hehh ngapain sih kalian usil, anak anak saya gak minta makan situ kok " Bu Murni merasa kesal, dia langsung masuk ke rumah dan membanting pintu.


" Dasar orang tua aneh, bukannya nasehatin anak "


" Iya ya, lagian belum tau aza perempuan itu sifatnya Bu Murni gimana. Kalau udah tau mah pasti kabur kayak Novia "


" Iya bener hahaaa "


Mereka tertawa serentak menambah ramai suasana sore.


Yati pun ikut tertawa, tadi dia hanya menyimak obrolan ibu-ibu tersebut tanpa ikut menimpali.


" Ahh dapat berita lagi aku, mana beritanya hot dan fresshh " Yati bergumam dalam hati, dia tersenyum senang.


***


Rumah Novia


Di rumah Novia sedang berkumpul bersama keluarganya. Hari ini kedatangan Pamannya yang dari luar kota.


Paman Riki datang bersama anak dan istrinya. Dia ingin menengok Emah yang sudah lama tidak di kunjunginya.


Riki mempunyai 2 orang anak laki laki yang sudah remaja. Dani yang sudah kelas 3 Sma dan Angga kelas 1 Sma.


Anak Novia dan Nania berlari lari di halaman sedangkan orang dewasa berada di teras sambil ngobrol ngobrol.


" Alhamdulillah Emah sehat, maafkan kami yang baru bisa berkunjung. Kami mohon maaf karena usaha Kang Riki butuh pantauan langsung " ucap Neni istri dari Riki.


" Sepertinya usaha Kang Riki lagi maju ya " Arif bertanya pada kakaknya.


" Iya Alhamdulillah, pesanan sangat membludak apalagi beberapa bulan lagi lebaran jadi sudah mulai banyak pesanan buat stock penjualan lebaran nanti " jawabnya.


" Paman masih produksian sandal sama tasnya? " ujar Novia.


" Iya daerah Paman kan penghasil kerajinan tangan terbaik seperti tas anyam, tikar, sandal dan lain lain. Tapi paman memilih memproduksi sandal kulit dan tas. Malah paman jualan juga di market place "


" Kalau aku mau jualan ambil barang dari Paman bisa gak? "ucap Novia.


" Ya bisalah, malah kamu bakal dapat harga spesial " jawab Riki sambil terkekeh.


" Ih Paman aku serius ini "

__ADS_1


" Paman juga serius, emang kelihatannya bercanda gitu? paman senang main kesini malah dapat customer "


" Terus kalau Via mau usaha, nanti kerjanya gimana? "


" Lihat nanti lah, kalau untuk awal awal sambil prepare aku masih kerja paling aku cari pegawai satu orang buat jaga. Nanti kalau toko ku udah maju ya aku bakal resign aza lah "


" Bagus itu, lebih baik jadi bos daripada pegawai. Tokonya udah ada? "


" Ada paman, aku udah sewa ruko yang di depan "


" Wah hebat keponakan paman calon pengusaha. Semoga sukses ya "


" Aamiin, makasih paman " ucap Novia


" Jadi kamu mau jualan apa aza Vi? " tanya Arif.


" Ya yang tadi aku mau jual sandal dan tas dari paman, untuk pakaian aku ambil di ke konveksi yang tante Fayza "


" Baguslah kalau sudah matang rencananya. Tinggal eksekusi saja "


" Iya Paman Novia udah dapat duitnya dari penjualan tokonya kemarin, nanti aku bantu bantu lah di tokonya yang baru " Manda ikut menimpali obrolan.


" Lah bukannya kamu kerja, gimana kerjaan kamu? "


" Tenang paman sudah kuatur. Aku mau pindah ke sini jadi gak akan jauh jauh lagi "


" Bagus itu, tapi kapan kamu nikah? Paman Arif udah ada calonnya, bentar lagi nikah sama Fayza masa kamu mau sendiri terus "


" Heheee, masalah itu berat Paman. Tapi sudah ada yang aku incar " Manda mengedipkan matanya pada Novia sambil mendorong dorong bahunya.


" Apaan ih Teh? emang serius mau ke Pak Candra " tanya Novia.


Manda mengangguk mantap " Yup aku sudah yakin 1000 persen "


" Wah gawat kalau sudah di incar Manda gak bakalan bisa lepas hahaaa "


Teng teng teng


" Eh ada tukang baso, kalian mau? " Manda bertanya pada yang lain.


" Mau dong " semua kompak menjawab.


" Ya sudah aku pesenin, Vi ayo bantu aku. Kita pesenin ke mamang baso "


Mereka pun mencatat satu persatu pesanannya. Karena tiap orang punya selera berbeda.


" Oke udah ya, semua udah di tulis. tungguin dulu kita pesenin sekarang. Ayo Vi "


" Mah aku ikut " tiba-tiba Keyla berteriak.


" Ayo sini kalau mau ikut, De Al main aza ya disini "


" Iya " Althaf mengangguk.


Novia, Manda dan Keyla berjalan keluar menuju tukang baso yang berada dua rumah dari Novia. Kebetulan penjual baso tersebut juga sedang banyak pembeli.


Novia dan Manda memberikan catatan pada penjual baso, mereka duduk di bangku yang disediakan pedagang tersebut.


Keyla duduk berdiri dekat Novia dia memperhatikan kendaraan yang lewat.


Tiba tiba Keyla menarik narik tangan Novia " Mah, mamah itu tadi ada Papah lewat pake motor Om Robi tapi boncengan sama perempuan "


Degh


Novia langsung menoleh ke arah motor yang di tunjuk Keyla. Sekilas masih terlihat namun kemudian berbelok ke blok lain.


Tapi Novia masih ingat itu memang motor Diki yang selama ini dipakai Robi.


" Itu bukan Om Robi atau Papah, Kakak salah lihat mungkin " bantah Novia.

__ADS_1


" Ngga aku yakin itu Papah Mah pake motor om Robi " Keyla keukeuh dengan ucapannya.


Manda mendengar obrolan anak dan Ibu itu " Ya udah kita lihat lagi nanti pas balik kesini moga moga gak lama "


" Ih ngapain Teh gak ada kerjaan amat " Novia menolak usul Manda.


" Justru itu biar kita yakin, dia pasti lewat sini karena ini kan jalan utama pas deket gerbang. Gak akan ada jalan lain "


Sebenarnya dengan melihat sekilas 80% Novia yakin itu motor yang biasa dipakai Robi. Cuma tinggal memastikan pengendaranya Diki atau Robi?


" Sini sini pidah kesebelah sini, kalau disitu nanti kita kelihatan lagi ngintip "


Mereka pun berpindah tempat duduk sambil menunggu motor tadi lewat.


" Kamu kenapa Vi, cemburu ya denger Diki boncengin sama yang lain hehee? " Manda berbisik menggoda Novia.


" Ih apaan cemburu, aku cuma gak mau Key liat bapaknya boncengan sama yang lain. Dia masih anak anak kasian " Balas Novia sambil berbisik juga.


" Kirain hahaa "


" Apaa cemburu? gak banget " Novia mencebikan bibirnya.


Untung saja pembeli baso sangat ramai, jadi mereka bisa duduk lama disana tanpa ada yang curiga kalau mereka sedang mengintai seseorang.


15 menit kemudian motor yang tadi lewat mulai terlihat di belokan, namun sekarang dia sendirian.


" Key Key ambilin Mamah kecap ya nanti masukin plastik kecil bikin aza 2 " Novia berusaha membuat Keyla sibuk supaya tak melihat Diki.


Keyla langsung mengerjakan apa yang Novia suruh. Novia tak mau anaknya kecewa melihat Papahnya bersama wanita lain.


Manda dan Novia terus memperhatikan motor tersebut, setelah mendekat mereka melihat jelas bahwa itu Diki.


Walau Diki menutup helmnya penuh namun kaca helm tersebut berwarna bening jadi masih terlihat jelas kalau itu memang Diki.


Apalagi Novia hafal betul pakaian yang dikenakan Diki dan postur tubuh Diki.


" Udah fix itu suami kesayangan kamu "


" Hhmmm " Novia merotasi matanya.


" Untung saja Keyla gak lihat, teteh jangan bilang orang rumah ya. Aku gak mau tambah ribut "


" Ih kenapa, kamu mau lindungin suami kamu? "


" Bukan gitu, aku ikutin aza air mengalir. Hanya saja ini kan belum jelas yang diboncengnya itu siapa "


" Gimana kamu aza lah " Manda menarik nafasnya.


Keyla heran melihat kedua orang dewasa di depannnya seperti mendebatkan sesuatu.


" Apa sih Mamah sama Tante bisik-bisik dari tadi "


" Ngga kok, Pak baso nya udah? " Novia bertanya pada pedagang baso.


" Udah neng "


Mereka pun bergegas pulang setelah membayar pesanannya. Tapi Keyla menarik tangan Novia " Mah bukannya mau lihat orang yang tadi siapa? "


" Gak usah tadi Mamah udah lihat, bukan Papah bukan juga Om Robi " jawab Novia.


" Tapi aku yakin loh, aku ingat banget itu motor Om Robi " Keyla merasa yakin dengan yang dilihatnya.


" Bukan Key tadi Mamah sama Tante udah lihat itu bukan bukan motor Om Robi, yang naiknya juga gak kenal. Pabrik kan bikin motornya banyak mungkin aza ada yang mirip. Udah yuk jangan di fikirin "


" Duh untung saja Keyla gak lihat Papahnya " Novia berbicara dalam hati sambil jalan mengusap dadanya.


Sebenarnya dia ingin mengumpat pada Diki, berani beraninya dia lewat sini dengan membonceng wanita lain.


Apa dia gak mikir kalau anaknya lihat gimana. Kalau buat Novia sendiri perasaanya udah mulai pudar untuk Diki jadi gak terlalu masalah kalau pun suaminya itu bersama wanita lain.

__ADS_1


__ADS_2