arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Modal Toko


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 110 ( Modal Toko )


" Bi kalian habis berapa buka toko ini, Bapa tadi nanya Keenan dia gak kasih modal. Lalu kalian dapat modal darimana? " tanya Pak Imam


Degh


Robi tersentak dengan pertanyaan Pak Imam, dia bingung menjawab pertanyaan bapaknya. Karena ketika menggadaikan sertifikat mereka tak meminta izin pada Bapaknya.


" I- itu Pak dari..."


" Hey kalian lagi apa disini, kamu juga Robi bukannya bantuin. Amah cape di bawah kamu malah enak enak ngerokok disini " tegur Bu Murni pada Robi.


" Aduh untung ada Amah, lebih baik aku turun kebawah mumpung Amah nyusul daripada di tanya tanya Bapak. Takut keceplosan " gumam Robi dalam hati.


" Iya Bi cepetan turun yang rajin kamu kerja biar bisa beli kalung lagi " ucap Pak Imam.


" Hahaaaa " mendengar ucapan Bapaknya Diki langsung tertawa keras.


Pak Imam heran melihat Diki tertawa dengan puasnya padahal dia tak berniat untuk mengucapkan hal buruk.


Lain lagi dengan Robi dia merasa disindir Bapaknya, tapi dia berpikir apa Bapaknya tahu apa yang dilakukannya. Sekilas dia melihat Diki hatinya merasa kesal seakan di ledek.


" Aku turun " Robi langsung berdiri seraya mematikan rokoknya.


Bu Murni berjalan bersisian di tangga Robi berbicara pada Ibunya sambil berbisik " Mah tadi Bapak nanyain kita buka toko dapat modal darimana? "


" Terus kamu jawab apa, tinggal bilang aza dari Keenan " sahut Bu Murni.


" Justru itu Mah, bapak udah nanya sama Keenan sebelum aku datang. Keenan bilang gak tahu. Untung aza tadi Amah keburu datang jadi aku selamat " ucap Robi.


" Yah gimana dong, kita harus buru buru ngomong sama Cantika. Harusnya Keenan gak usah datang biar gak di tanya Bapak ya " ujar Bu Murni.


" Ya sudah kamu bantu dulu layanin pembeli kasian istrimu itu. Amah mau bilang sama Cantika. Supaya bisa cari alasan yang lain "


Bu Murni hendak menghampiri Cantika tapi urung dilakukannya karena anak perempuannya itu sedang bersama temannya sambil memegang ponsel seperti yang sedang syuting.


" Robi itu si Cantika lagi ngapain? " tanyanya pada Robi.


" Itu lagi live Mah, lagi siaran langsung. Mungkin dia lagi promosiin ke teman temannya " jawab Robi.


" Oh gitu ya, baguslah biar laku supaya gak pusing mikirin setoran "


" Setoran apa Mah? " tiba tiba Pak Imam sudah berada di belakang mereka tanpa tahu kapan datangnya.


Robi dan Bu Murni kaget matanya serasa mau loncat.


" Eh ngg-enggak Pak, ya itu setoran si Robi kan punya setoran motor, Cantika punya setoran mobil sama setoran rumah. Jadi kalau toko ini laku kan lumayan Pak bisa bantu bantu mereka " jawab Bu Murni tergagap.

__ADS_1


" Oh begitu baguslah, kirain setoran toko ini. Karena modalnya pinjem, awas ya Mah Bapak gak mau kalau Amah macam macam "


Pak Imam melihat wajah istrinya menjadi pucat, dia merasa curiga dengan tingkah laku anak istrinya itu.


Dia merasa yakin kalau mereka berdua menyembunyikan sesuatu seperti yang dibilang Diki.


" Enggak lah Pak, Amah gak akan berani. Udah lah Bapak di atas aza kasihan takut cape. Temenin Keenan aza "


" Gak Mah Bapak bosan, mending Bapak pulang ke rumah saja "


" Pak biar saya antar aza, saya juga mau pulang " ucap Keenan yang ikut turun dari atas.


" Saya mau bilang dulu Cantika ya Mah " jawab Keenan.


Dia langsung berjalan menghampiri Cantika yang sedang bersama teman temannya. Keenan merapikan pakaiannya karena ingin terlihat tampan.


" Hallo " sapanya pada teman teman Cantika, mereka pun hanya tersenyum membalas sapaan Keenan.


" Mas mau kemana? " Cantika heran melihat suaminya sudah rapih.


" Aku mau ke rumah Mamih, kamu disini aza dulu urusin toko, biar nanti pulangnya aku jemput. Gimana? "


" Mmhhh ya udah deh salam ya buat Mamih " balas Cantika dia merasa senang karena diperlakukan manis oleh suaminya membuat iri teman temannya.


" Bentar ya aku antar suami dulu ke mobilnya " Cantika minta izin pada teman temannya.


" Eh kamu lihat gak suaminya tebar pesona gitu. Aku yakin dia laki laki gak setia deh "


" Iya aku juga lihat, kelihatannya aza romantis justru yang begitu biasanya dia menyembunyikan sesuatu "


" Udah ah kalian jangan berisik nanti Cantika denger gak enak loh. Biarin aza itu kan urusan mereka "


" Ya bukan gitu cuma kasihan aza kan dia dibohongi "


" Tapi kan belum tentu suaminya gitu "


" Ayo kalau gitu kita taruhan tebakanku bener gak? "


" Boleh kalau kamu bener aku kasih traktir kamu deh, tapi kalau kamu salah kamu yang teraktir aku. Gimana? "


" Ayo siapa takut? "


" Hey kalian lagi ngomong apaan kok serius banget sih "


" Mmhhh gak ada Tik, aku mau permisi pulang ya ada acara sama suamiku " ujar perempuan berambut sebahu yang bertaruh Kalau Keenan nakal.


" Ya aku juga sama, nanti lah kapan kapan kita jalan lagi ya " sahut perempuan yang pakai hijab.


" Boleh lah kalau gitu, aku juga mau bantu bantu dulu disini. Kalian jangan lupa promosiin toko aku ya " pinta Cantika pada teman temannya.

__ADS_1


" Iya gampang itu "


Semua teman Cantika pamit untuk pulang, Cantika kembali membantu ibunya menjadi among di tokonya.


Banyak tetangga Cantika yang datang untuk sekedar tahu bagaimana toko yang selalu dipamerkan Bu Murni.


Mereka terlihat biasa saja bahkan seperti tak tertarik. Ada dari salah satu tetangganya yang berkomentar bahwa toko Novia lebih baik namun hanya berani berbisik bisik karena tak mau Bu Murni mendengarnya.


***


Kejadian di lantai 2 sebelum Pak Imam turun.


" Pak saya ke toilet dulu ya " ucap Keenan setelah Robi dan Amah turun.


" Iya silahkan " jawab Pak Imam.


Keenan beranjak dari duduknya dia menuju toilet di pojok belakang.


" Pak tahu gak kenapa aku tertawa kalau bicara soal kalung? " ucap Diki sambil berbisik karena tak mau di dengar Keenan walau jaraknya jauh.


Pak Imam menggeleng " Ya gak tahu lah. Bapak aza aneh kamu selalu tertawa kalau bicara soal kalung. Apa kamu gak suka lihat adikmu itu ada kemajuan. Harusnya kamu senang Ki "


" Bapak nih, ya pasti aku senang lah daripada nyusahin terus. Cuma aku sama Cantika lagi nyelidikin darimana Robi dapat duitnya " sambung Diki sambil melihat ke arah pintu toilet takut Keenan sudah selesai.


" Emang kenapa, apa dari uang tak halal? " mata Pak Imam menyipit meminta jawaban dari Diki.


" Jadi kemarin yang nyari toko ini si Robi, masa harganya 30juta setahun udah gitu tokonya kecil mana renovasi di tanggung kita Cantika protes pengen ketemu sama yang punya. Tapi dihalangi Robi terus.


Makanya kita curiga dia nilep uang toko, kejadiannya pas banget dia beli kalung tuh setelah terima uang toko " beber Diki pada Bapaknya.


" Kamu jangan suudzon gitu Ki gak baik lah mana sama adik sendiri "


" Aku gak mau suudzon makanya aku sama Cantika mau nyelidikin semuanya. Semoga aza salah, tapi setiap kali disindir muka Ayu sama Robi terlihat panik "


Pak Imam hanya manggut manggut mendengar penuturan Diki.


" Ya kamu selidiki saja dulu, tapi Bapak ingatkan jangan sampai kalian ribut ya kalian bersaudara. Lebih baik kalian bicarakan baik baik. Kamu sebagai anak laki laki tertua harus bisa jadi pemimpin adik adikmu "


" Iya Pak " jawab Diki singkat.


" Sekarang yang harus diselidiki itu darimana mereka mendapat modalnya Pak " tambah Diki.


" Nah itu kamu sekalian selidiki ya " titahnya pada Diki.


Tak lama Keenan keluar dari toilet dan segera bergabung kembali. Mereka langsung mengehentikan obrolannya.


" Bapa turun dulu ya rasanya bosan di atas " ucap Pak Imam pada anak menantunya.


" Iya Pak "mereka menjawab serempak.

__ADS_1


__ADS_2