arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Bersaing Dengan Novia


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 85 ( Bersaing Dengan Novia )


Ting


Ada pesan yang masuk ke ponsel Cantika, dia yang sedang menyetir hanya melirik sekilas ke ponselnya.


Drrtt Ddrttt


Bunyi berikutnya ada panggilan ponselnya. Terlihat nama Ayu di layar ponselnya.


" Mau apa sih dia, maksa banget " Cantika menggerutu. Dia masih kesal dengan kejadian kemarin di rumah Ibunya.


Dengan terpaksa Cantika mengangkatnya " Apa? "


" Huuuhh ketus sekali sih, kalau bukan karena butuh males aku hubungin kamu " gerutu Ayu dalam hatinya. Namun dia harus bermanis manis mulut agar keinginannya tercapai.


" Teteh kok gitu sih " ucap Ayu dengan manja.


" Sudahlah gak usah basa basi aku lagi males " sahutnya.


" Teh aku mau bicara soal toko, kemarin kan Teteh pengen buka toko "


" Sudah gak minat " potong Cantika.


" Teteh kok gitu aku belum beres bicara loh, atau aku ke rumah Teteh ya " tawar Ayu pada kakak iparnya.


" Gak usah lah paling kalian mau makan gratisan lagi " Hening tak ada suara.


" Ya udah kalau Teteh gak mau denger aku padahal aku pengen bicara soal toko. Bukannya kemarin Teteh yang ngajakin buka toko buat nyaingin Novia " papar Ayu


Cantika merasa tertarik tapi dia belum menjawab, rasa kesalnya masih terasa karena kejadian kemarin.


" Gimana Teh? " tanya Ayu lagi.


" Oke kita ketemu di rumah Amah saja kalau gak mau ya sudah gak usah "


" Bukan aku gak mau Teh, tapi sebaiknya jangan di rumah Amah " Ayu menolak ajakan Cantika.


" Ya sudah kita ketemu di warung baso dekat pasar saja. Aku jalan sekarang "


Tuttt

__ADS_1


Ponsel dimatikan sepihak, Ayu langsung menggerutu.


" Huhhh kalau bukan karena butuh malas deh. Mana ngajak ketemu di warung baso, gak modal banget sih "


Ayu sebenarnya ada di rumah mertuanya, berharap bertemu dengan Cantika di cafe atau setidaknya ke rumah Cantika agar perutnya bisa kenyang makan tanpa keluar uang.


Namun ternyata apa yang diinginkannya diluar harapan. Kakak iparnya mengajak bertemu di Warung baso di pasar.


Ayu langsung bergegas keluar untuk menemui Cantika sendirian karena Robi sedang mengajar dan anaknya di asuh Amah.


Dia memilih jalan kaki walaupun panas karena dia tak mau keluar uang untuk membayar ojeg.


10 menit berjalan dia sudah tiba di warung baso yang dipakai janjian untuk bertemu Cantika.


" Loh Teh udah ada disini? " Ayu kaget ternyata Cantika sudah tiba dan sedang makan es campur.


" Huuh, aku emang niat ke rumah Amah. Lagian aku yakin kamu pasti di rumah makanya ngajak ketemu disana. Tapi kamu gak mau " dengan santainya Cantika melahap es campurnya tanpa peduli pada Ayu.


Ayu terlihat meneguk ludahnya melihat es campur yang segar menggugah selera.


" Teh aku mau ya " pintanya menghiba.


" Ya sudah sana es campur saja gak pake baso, aku yakin kamu gak bawa duit. Heran deh "


Ayu terpaksa mengikuti perintah Cantika walau hatinya kesal. Dia hanya memesan es campur.


" Mmhhh gini Teh sebenarnya aku setuju waktu Teteh ajak buka toko hanya aku terkendala biaya. Aku gak bisa minta bapakku karena tokonya sedang sepi di tambah adik perempuanku mau menikah " papar Ayu.


" Jadi mau kamu apa, langsung aza deh kalau semua modal dari aku kan gak mungkin " ucap Cantika terlihat tak sabar.


" Iya aku juga tahu Teh, menurut aku gimana kalau minta bantuan Amah saja. Kalau Teteh yang minta pasti dikasih " bujuknya pada kakak iparnya.


" Biasanya juga kalau kamu yang minta suka langsung dikabulkan " ucap Cantika sambil menatap sinis pada Ayu.


" Ngga juga, lagian ya Teh bulan kemarin ka A' Robi baru ambil motor nah yang bayar cicilannya kan Amah "


" Apa? enak banget hidup kalian. Pantaslah Diki sering marah, karena kelakuan kalian begini "


" Kami juga tak mau, ya mau gimana lagi gaji A' Robi kecil hehee " bela Ayu sambil terkekeh.


" Kamu tuh kalau tahu gaji suami kecil harusnya tahu diri jangan banyak gaya. Aku lihat kamu suka pasang status makan enak, barang mahal. Itu duit dari mana? "


Ayu hanya terdiam tak bisa menjawab. Barang yang sering dipamerkannya hanya barang pinjaman. Sedangkan untuk makan dia lebih sering di traktir teman temannya.

__ADS_1


Itu pun sekarang banyak temannya yang menghindari ajakannya. Karena sering kali meminta di traktir.


" Gini aza Teh aku kesini ajak Teteh supaya nanti kita sama sama minta bantuan Amah. Teteh kan yang kemarin semangat buat nyaingin Novia. Sekarang aku dukung keinginan Teteh " balasnya.


" Dukung saja gak cukup, harus ada duit " ucap Cantika.


" Cckkk Teteh ini bolak balik ngomong, jalan satu satunya kita minta Amah karena kami gak punya uang. Nanti kita rayu Amah bareng bareng supaya mau bantu. Gimana Teh? "


Cantika diam berusaha mencerna ucapan Ayu. Setelah difikir cara yang Ayu tawarkan adalah solusi termudah saat ini. Sekarang hanya harus berfikir bagaimana caranya agar Amah mau membantu.


" Oke kita akan minta bantuan ke Amah soal modal, tapi kamu juga harus ikut tanggung jawab ya. Jangan sampai lepas tangan begitu saja. Awas saja kalau kalian gak mau tanggung jawab. Jangan samakan aku dengan Diki yang selalu diam " ancam Cantika.


Glekkk


Ayu menelan ludahnya kasar, dia tahu ancaman Cantika tidak bisa di abaikan. Kalau dia berani macam macam Ayu akan habis di makinya.


Apalagi selama ini Ayu juga bergantung pada Cantika. Dia selalu menempel kemanapun Cantika pergi. Tak peduli bila dia di suruh suruh untuk membawa tas yang penting bisa jalan jalan dan makan gratis yang nantinya di upload di sosmednya.


" Iya iya Teh aku ngerti, jadi kapan kita ke rumah Amah. Sekarang A' Robi belum pulang mungkin lagi diperjalanan "


" Coba kamu hubungi Robi biar kita minta ke Amah bareng bareng supaya tanggung jawab juga bareng bareng " Cantika menekan kata kata terakhir agar Ayu mengingat tanggung jawabnya.


" Ya udah Teh aku tahu gak usah dibahas terus ya. Sekarang aza kita ke rumah Amah sambil nunggu A'Robi "


Setelah sepakat Cantika membayar minuman yang sudah mereka pesan. Kemudian mereka berdua masuk mobil menuju rumah Bu Murni.


" Kamu kapan sih bisa neraktir aku, kalau di fikir fikir tuh ya yang ada kamu terus yang aku bayarin " ucap Cantika pelan tapi menusuk ulu hati Ayu.


" Nanti lah Teh kalau misal usaha yang bakal kita jalanin sukses orang yang pertama aku traktir pasti Teteh " jawabnya sambil tersenyum.


" Itu terus yang dibahas, tunggu aza kalau aku nanti kaya aku bakalan jadiin kamu pesuruh buat bawain tas aku kalau ngemall. Kalau perlu pijatin kaki aku kalau pegal sesudah jalan jalan " Ayu menggerutu dalam hati.


Sekilas dia membayangkan banyak uang berjalan jalan di mall, belanja apapun yang dia suka tanpa berfikir atau menghitung dulu uangnya cukup atau tidak.


Bahkan dia membayangkan Cantika lah yang membawa tas tas belanjaannya, lalu mereka masuk mobil kemudian Ayu menyelonjorkan kakinya untuk dipijat Cantika.


" Hehhh heeehhh ngapain kamu melamun? lagi ngebayangin jadi orang kaya ya? orang ngomong gak di dengerin "


Lamunan Ayu buyar ketika mendengar hardikan Cantika.


" Eh nggak Teh ini enak dalam mobil Teteh adem pakai AC sampai sampai aku ngantuk iya gitu Teh " jawab Ayu gelagapan.


" Halahhh makanya beliii, jangan numpang mulu. Nih udah sampe dari tadi di tanya diem saja. Satu lagi aku ingetin jangan sering sering minta gratisan nanti temen kamu pada kabur " ucap Cantika sambil membuka pintu mobilnya hendak turun.

__ADS_1


" Sialan tunggu saja, mulutmu pun nanti aku beli. Tahu aza teman temanku banyak yang kabur " maki Ayu dalam hati.


Kemudian dia ikut turun dan berjalan menuju gang rumah beriringan dengan Cantika.


__ADS_2