arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Pembagian Nasi Kotak


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 105 ( Pembagian Nasi Kotak )


Pukul 3 sore nasi kotak pesanan Cantika sudah tiba di rumah Bu Murni. Walaupun nasi kotak namun isinya cukup memuaskan dengan kemasan menarik dan diatasnya disertai tulisan permintaan do'a untuk kelancaran dan kemajuan toko mereka yang diberi nama ''Cantik Fashionable'.


Mereka menggunakan nama itu setelah melewati musyawarah yang alot dan menguras emosi. Karena semua ingin namanya digunakan untuk toko tersebut.


Setelah pengajuan Ayu dengan nama Ayu Collection dan suaminya Robi yang mengajukan Robi Berjaya di tolak Bu Murni karena terlihat pasaran dan seperti toko bangunan.


Walaupun Robi sempat merajuk akhirnya dia mau menerimanya, setelah disogok Bu Murni dibelikan nasi padang masing masing satu porsi bersama istrinya.


Akhirnya nama yang dipakai untuk toko tersebut 'Cantik & Fashionable' bukan karena mengambil nama cantika tapi ingin tampilan toko mereka terlihat cantik dan terlihat fashionable.


Yati sudah menunggu dari satu jam sebelumnya di rumah Bu Murni tugasnya yaitu untuk mendistribusikan nasi kotak tersebut pada tetangga sekitaran rumah Bu murni. Dia sendiri tanpa ditemani Yuyun sang bestie.


" Akhirnya datang juga ya udah di tungguin dari tadi sampai kita akaran " ucap Yati.


" Ah dari dulu kamu sudah akaran Yat akarnya sampe berwarna hitam malah kalau kepanasan bau asem " sahut Bu Murni.


" Ah yang mana? " tanyanya keheranan sampai kedua alisnya bertaut.


" Tuh di ketiak kamu hahaaa " tawa Bu Murni pecah melihat wajah Yati yang merah karena menahan malu.


" Becanda lah Yat kayak baru kenal saja. Jangan marah dong gitu aza marah sih " pinta Bu Murni pada Yati.


" Uh kalau gak kasian malas aku bantu dia, udah minta tolong malah ledekin aku lagi " gerutu Yati dalam hati.


Yati tak menjawab omongan Bu Murni dia berusaha menahan mulut julidnya untuk tidak terprovokasi ucapan Bu Murni.


" Loh kalian cuma berdua bagiinnya? " tanya Diki yang baru datang dari toko menggunakan motornya.


" Iya tadi mau ngajak Yuyun tapi dia gak mau katanya malas " balas Yati.


" Loh kata kamu bukannya Yuyun ada perlu mau pergi " Bu Murni menatap Yuyun.

__ADS_1


" Iya maksudnya itu gak mau karena ada perlu mau pergi " jawab Yati dan segera membuang muka karena ketahuan berbohong.


" Tapi tadi saya lihat dia lagi ngobrol sama ibu ibu depan gang, nggak kayak mau pergi penampilannya biasa saja "


" Dia mah emang gitu Ki, mau pergi mau di rumah gak ada bedanya. Bajunya cuma itu itu juga hahaaa " mulut Bu Murni tak bisa kontrol kalau soal menghina orang.


" Isshh jangan gitu Mah, kan itu bestie nya ceu yati masa diledekin sih "


" Ah cuma bercanda kok Ki, kamu mau bantuin gak niar cepet beres " ajak Bu Murni pada Diki.


" Nggak lah Mah, aku mau istirahat seharian ini kan bantuin di toko, besok hari sabtu libur tapi Amah pasti nyuruh lagi ke toko buat bantuin opening tokonya. Udah ah aku mau masuk dulu mau istirahat "


Tanpa menunggu jawaban dari Yati dan Ibunya Diki langsung masuk ke dalam. Lama ngobrol dengan Diki kini Bu Murni menatap Yati dengan tajam. Wajahnya langsung mode serius tidak seperti saat mengobrol dengan Diki tadi.


" Hehh Yati bener itu yang dibilang si Diki kalau Yuyun ada di depan sedang nongkrong?


Atau jangan jangan kamu gak kasih tahu dia buat bantu bagiin nasi kotaknya? " cecar Bu Murni pada Yati yang sedang menyusun nasi kotaknya.


" Ih enggak kok saya udah bilang ya emang dia nya aza gak mau bantuin " jawab Yati dia terlihat salah tingkah.


" Bu Murni tanya saja sendiri sama orangnya kan lagi di depan, kok maksa saya sih. Kalau Bu Murni mengintimidasi saya terus mending saya pergi gak bantuin. Ini juga bantuin karena kasian aza " balas Yati dengan ketus dan tetap menyusun nasi kotak yang kini dimasukan ke dalam plastik besar.


" Bahasamu gaya banget intimidasi, kalau kamu gak mau juga gak masalah saya bisa kok sendiri. Gak usah ngerasa dibutuhin gitu " bentaknya pada Yati.


Bu Murni gak mau terlihat membutuhkan Yati sehingga dia berucap seperti itu. Yati yang mendengarnya langsung kesal dan sudah tidak bisa menahan mulutnya lagi.


" Ya sudah mending saya pergi saja lagian sebenernya saya malas bantuin. Kemarin aza udah cape cape cari pegawai eh yang di ambil dikit bikin malu aza. Mana gak dikasih uang cape. Rugi saya keliling keliling nyari orang. Kan butuh waktu dan tenaga. Time is money " jawab Yati tak kalah galaknya dari Bu Murni.


" Halah sok orang bisnis, cuma modal mangap aza kamu tuh. Udah sana pergi mending saya bagiin sendiri daripada kamu gak ikhlas. Lagian masih untung saya buka lowongan pekerjaan kan bisa bantu yang membutuhkan. Emang kamunya aza yang mata duitan " bela Bu Murni, satu tangan nya menunjuk ke arah jalanan agar Yati pergi.


" Huuhh dasar pelit awas aza kalau butuh lagi "


Pluk


Satu nasi kotak Yati lempar ke lantai karena kesalnya, sambil keluar dari teras Bu Murni dia terus bersungut sungut.

__ADS_1


" Eh dasar kurang ajar kamu ya, Heh Yati kamu gak akan dapat bagian karena jatah kamu udah kamu buang sendiri. Kalau mau nih tumpahannya kamu pungut sendiri " Bu Murni berkata sambil berteriak untung saja saat itu gang dalam keadaan sepi jadi tak ada yang melihat.


" Kurang ajar Si Yati kalau udah gini terpaksa panggil si Ayu buat bagiin nasi kotaknya "


Bu Murni langsung merogoh sakunya membuka ponsel dan mencari kontak Ayu.


Selang 15 menit Ayu sudah datang di antar Robi naik motor.


" Ada apa sih Mah gangguin aza kita lagi kerja? " tanya Robi.


" Yu bantuin Amah bagiin nasi kotaknya ya biar cepet " pinta Bu Murni dengan wajah di tekuk.


" Loh bukannya mau di bantu Yati sama Yuyun " tanya Ayu.


" Gak jadi, udah gak usah banyak nanya bantuin aza lah "


Melihat sikap mertuanya yang sedang bermuram durja Ayu langsung menyusun nasi kotak ke dalam tas plastik besar yamg sudah terisi setengahnya.


Dia tak mau bertanya lagi karena tak mau kena semprot mertuanya. Begitupun Robi dia memilih kembali ke toko " Aku balik ke toko lagi ya "


Kini Bu Murni da Ayu sudah menenteng keresek besar masing masing 1 plastik di tangan kanan dan kirinya, mereka terlihat kerepotan.


" Kok berdua saja Bu gak ada yang bantuin ya? " tanya Euis.


Dari ucapannya saja Bu Murni tahu Euis bukan niat untuk bertanya tapi untuk meledeknya.


" Kamu mau gak, kalau gak mau saya lewat aza mau pergi masih banyak kerjaan saya " ketusnya.


" Ya mau dong Bu kalau dikasih masa ada rezeki di tolak " jawab Euis sambil terkekeh.


Satu kotak nasi sudah berpindah ke tangan Euis, Bu Murni langsung berjalan lagi. Moodnya sudah rusak setelah ribut dengan Yati, dia tak mau menambah kesal untuk saat ini.


" Huhh makanannya mau tapi masih suka jelekin orangnya " sindir Ayu pelan namun terdengar jelas di telinga Euis.


" Berisik kamu mau saya sumpal pake sandal saya? " Euis terlihat marah diangkatnya satu kakinya dan melepas sandalnya.

__ADS_1


Melihat Euis yang murka Ayu langsung pergi setengah berlari mengejar mertuanya yang sudah berjalan terlebih dahulu.


__ADS_2