arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Bagai Luka Di Siram Garam


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 137 ( Bagai Luka Di siram Garam )


Beberapa detik kemudian foto sudah di terima dan terpampang nyata. Wajah Diki langsung merah dan ingin menangis setelah melihat foto foto tersebut.


" Cobaan apa lagi ini Ya Allah hiks hiks "


Andai tak malu tentu saja Diki ingin menangis dan meraung raung melihat foto foto kiriman Bu Teti.


" Punya dendam apa dia bela belain minta foto ke orang hanya buat di kirim ke aku. Dasar tukang ghibah " gumam Diki merasa kesal dengan perbuatan Bu Teti.


Foto foto yang dikirim Bu Teti benar benar menyayat hatinya. Ketika Diki sedang bersedih melihat kebersamaan Adrian dan anak istrinya, ketika mereka sedang berjalan jalan kemarin.


Bahkan terselip sebuah video ketika mereka makan di sebuah gerai ayam goreng terkenal. Althaf di suapi adrian dan anak gadisnya bergantian menyuapi Adrian.


Perih periihh itu yang di rasa Diki, luka yang masih belum kering kembali menganga karena di siram air garam. Benar benar luka yang tak berkesudahan.


" Tunggu. Bu Teti punya foto foto ini, berarti dia pasti akan membaginya pada orang lain selain aku, yakin sekali pasti itu terjadi.


Aduh mau di taruh dimana mukaku benar benar kalah telak ini. Nih orang niat banget ngikutin kegiatan Novia sampe di fotoin begini. Bu Teti juga niat banget buat manas manasin aku "


Diki terus saja menggerutu, andai ponselnya tahan banting sudah sedari tadi dia ingin melemparnya. Sayang ponselnya tidak tahan banting kalau dia nekad melemparnya bisa rugi sendiri nanti.


Diki mengangkat wajahnya setelah sedari tadi melihat foto dan video kiriman Bu Teti, kemudian menggerutu. Dia tersentak kaget ketika mengangkat wajahnya ternyata karyawan di sekelilingnya sedang memperhatikannya dengan wajah heran bahkan kasihan.


" Setres kayaknya " terdengar samar samar ucapan seorang wanita tapi tak tahu siapa, karena 80% karyawannya memang wanita.


" Ekheemmm, maaf saya gak setres saya cuma lagi kesal saja. Tolong kembali bekerja ya "


Ucap Diki terdengar bijak karena orang orang didepannya adalah bawahannya. Dia tak mau image nya rusak gara gara kejadian tadi.


Untung saja para karyawan menurut dan kembali bekerja lagi. Kalau tidak aku bisa malu jadi tontonan.


Setelah kejadian itu semua berjalan seperti biasa, tapi di kepalanya tetap terlintas bagaimana caranya agar dia tak menanggung malu terlalu banyak. Salah satunya Diki berpikir harus segera mendapat ganti Novia.


" Apakah Nuri harus segera aku lamar? tapi aku tak begitu yakin dengannya. Lebih baik aku meminta pendapat dulu pada Bapak dan Cantika bagaimana bagusnya " gumamnya.


Jam 12 siang seperti biasa waktunya beristirahat. Sekarang Diki tak pernah bertemu Adrian karena tugasnya sebagai auditor sudah selesai.

__ADS_1


Dia pikir setelah Adrian pergi semua akan kembali normal nyatanya malah berita sedih yang didapat. Mereka makin dekat bahkan Novia akan segera di lamar Adrian.


Sekarang yang sering di lihat sebagai rival hanya Candra atasan Novia. Menurut penglihatannya Candra sepertinya menyukai Novia. Tapi beberapa kali dia melihat Candra jalan bersama Manda dan kedua anaknya. Mereka seperti keluarga kecil bahagia saja. Waktu itu Diki melihat ketika menjemput Nuri ke rumahnya.


Ting


Ada pesan masuk ke ponselnya ketika sedang makan, di buka ponsel dan melihat ada pesan dari Cantika.


[ A' aku sudah beres audit toko, bisa kita ketemu gak tapi jangan di rumah di toko saja ]


[ Bagaimana hasilnya? ]


[ Bikin muak, pokoknya buruan kesini ]


[ Ok, pulang kerja aku langsung ke toko sekitar jam 5 ya ]


[ Ya ]


" Syukurlah Cantika sudah beres mengaudit toko, feelingku akan ada masalah baru menyangkut Robi "


Jam pulang yang ditunggu Diki sudah tiba, para karyawan sudah keluar terlebih dahulu. Seperti biasa sebelum pulang Diki akan memeriksa area yang menjadi tanggung jawabnya. Khawatir ada anak buahnya yang lupa mematikan mesin atau yang lainnya.


" Pucuk dicinta ulam pun tiba, Novia juga mau pulang. Beruntung aku, biasanya jam segini parkiran sudah sepi jadi aku bisa ngobrol sebentar dengan Novia. Siapa tahu dia berubah pikiran dan mau kembali padaku hehee " Diki terkekeh sendiri.


Dengan sedikit di percepat akhirnya Diki bisa menyamai langkahnya dengan Novia.


" Vi, Novia " panggilnya dibuat selembut mungkin.


Novia melihat ke arah asal suara, dilihatnya Diki sedang berjalan mendekatinya.


" Ih mau apa lagi sih, malas banget nanti ujung ujungnya ribut lagi " Novia membatin.


" Iya A' kenapa? " Novia berusaha ramah karena tak mau hubungannya memburuk.


Bila hubungannya memburuk dia khawatir akan berimbas pada anak anaknya.


" Mau pulang ya? " Diki mencoba berbasa basi.


" Iya lah kalau mau kerja bukan ke sini arahnya " jawab Novia tanpa senyum hanya memberi tatapan datar.

__ADS_1


" Ih kok galak sih, padahal kan aku cuma mencoba ramah. Mentang mentang udah dapat ganti " gumam Diki dalam hati.


Jawaban Novia membuat Diki kesal namun tak urung juga membuat dia salah tingkah di depan Novia.


" Ya aku tahu Vi, aku kan cuma nanya. Lagian kamu judes amat sih " sahut Diki membuat Novia melipat keningnya.


" Judes gimana A' perasaan aku biasa saja kok. Kamu saja yang sensi mungkin, emang ada yang mau dibicarakan? " tanpa basa basi Novia kembali bertanya.


" Mmmhhh gak ada sih cuma kebetulan lihat kamu saja. Ngomong ngomong motor kamu bagus ya. Yang lama di kemanain? "


" Yang lama ada di pakai buat operasional toko angkut angkut barang atau nganterin barang gitu. Ini bukan motorku A'. Ini motor Adrian " jawab Novia dengan lugasnya.


" Apa motor kemarin di pakai angkut angkut? tega banget Novia masa motor kenangan aku sama dia dipake kerja kuli. Motor Adrian saja di pake nya kerja. Kelihatan banget mau pamer " Diki kembali bergumam dalam hatinya.


" Kok motor kita di pake angkut angkut barang sih Vi, padahal kan itu kenangan kita berdua " Diki bertanya dengan tatapannya yang nanar.


" Ya maaf A' kemarin anak anak kalau kirim barang pake mobil kegedean, kalau pake motor pas. Terus gak terhalang macet jadi aku pakein motor itu.


Awalnya aku bingung karena gak ada motor lain tapi Adrian ngasih solusi dia ngasih aku motor ini buat kerja " papar Novia pada Diki.


" Kamu di kasih sama Adrian? " mata Diki membulat.


" Bilangnya sih ngasih malah Bpkb dan Stnk nyan juga sudah atas nama aku. Tapi aku gak enak mungkin bakal aku cicil saja " sekalian saja Novia bercerita, sombong dikit boleh kan heheee.


" Wah enak juga belum resmi sudah di kasih motor sebagus dan semahal ini. Baguslah Novia mau mencicilnya supaya Adrian gak bisa minta timbal balik pada Novia. Dari dulu istriku ini memang tak pernah nyusahin orang hehee " gumam Diki lagi.


" Ya baguslah kalau kamu mau nyicil, lagian gak bagus juga kalian belum resmi tapi sudah mau nerima barang semahal ini. Nanti takutnya dia macam macam lagi " ucap Diki tanpa melihat wajah Novia yang kini sudah memicingkan matanya.


" Ya itu juga kalau Adrian terima, soalnya dia royal banget gak pernah perhitungan. Dulu saja waktu pacaran zaman SMA walaupun belum bekerja dia gak pernah tuh mau aku traktir.


Apalagi sekarang sudah mapan dan punya usaha sendiri motor segini mah gak ada artinya buat dia. Kalau pun aku minta mobil pasti di kasihnya.


Dan satu lagi A' dia bukan laki laki kurang ajar. Dia mengerti batasan, beruntung sekali aku bisa ketemu dia lagi. Sudah ya aku duluan "


Novia langsung naik ke atas motornya tanpa basa basi lagi dia langsung tancap gas meninggalkan Diki yang wajahnya merah padam.


" Sial*n dasar matre baru juga segitu, pake nyindir nyindir segala bilang laki laki royal. Mentang mentang dulu aku kasih uang belanja pas pasan. Huhhhh brengs*k "


Diki menendang ban motor di sampingnya, yang ternyata keras. Dia mengaduh karena jempolnya terasa nyeri.

__ADS_1


" Aduuhhh " wajahnya meringis kesakitan.


__ADS_2