
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 133 ( Adrian Melamar Novia )
" Papa Ryan kayak Dilan saja ih " tiba tiba Keyla berbicara membuat semua berpaling ke arahnya dan ke arah Adrian bergantian.
" Pa-pa? "
Wajah Diki berubah merah karena kaget dan marah. Ternyata anaknya sudah seakrab itu dengan Adrian dan dia merasa kalah telak.
Wajah Novia pun merah tapi karena malu tak menyangka anaknya sudah memanggil Adrian Papa. Wooowww amazing ucapnya dalam hati.
Mendengar panggilan Papa dari Keyla Adrian tersenyum dan mengusap pucuk kepala Keyla " Keyla mau jadi Milea nya? "
" Enggak ah Mama saja deh yang jadi Mileanya. Papa Ryan ketuaan buat aku " jawabnya polos.
Adrian dan Arif langsung tertawa tergelak melihat tingkah Keyla.
" Ya ampun Keyla gak boleh gitu " ucap Novia.
" Tuh ada Papa mau ketemu Keyla, Mama mau kedalam ya nidurin De Al "
" Iya Ma " jawab Keyla walaupun dia terlihat malas dan Diki menyadari itu.
Adrian bersama Novia masuk ke dalam menidurkan Althaf yang sudah lelap. Kemudian Adrian kembali ke depan bergabung dengan Arif dan Diki.
Adrian melihat Diki memegang sebuah undangan, dia pun penasaran " Pak mau nikah lagi? "
" Eh ini bukan punya saya " jawabnya tanpa menoleh ke Adrian.
" Itu punya saya dan fayza, sekalian saya juga mau ngasih ini ke kamu dan titip buat orang tua kamu " Arif menjawab pertanyaan Adrian.
" Iya paman terima kasih, saya akan sampaikan pada ayah dan ibu. Saya rasa moment ini sangat pas sekalian ayah dan ibu ingin bersilaturahmi bersama keluarga disini "
Mendengar penuturan Adrian dada Diki berdegup kencang " Maksudnya apa ini, apa mereka sudah mau menikah? kenapa rasanya aku tak rela? " Diki bermonolog dalam hatinya. Namun Diki enggan bertanya karena takut di bilang kepo. Padahal sesungguhnya jiwa keponya sudah meronta ronta.
" Gimana bisnis kamu lancar? Paman dengar kamu buka cabang resto khusus masakan sea food " tanya Arif lagi pada Adrian.
Sebenarnya Arif bertanya pada Adrian sebagai bentuk basa basi karena mereka sudah lama tak bertemu hanya mendengar kabar dari Novia atau Manda saja tentang Adrian.
__ADS_1
Bukan maksud untuk mengacuhkan Diki sebab Diki sudah datang 2 jam lalu dan di temani Arif sejam terakhir karena kasihan Diki duduk sendirian Arif pun menemaninya.
Dari yang Diki dengar sepertinya Adrian memiliki beberapa Resto, tapi Diki masih belum menemukan jawaban apakah Adrian seorang auditor seperti di pabrik tempatnya bekerja atau memang owner dari Resto tersebut.
Andaikan Adrian owner Resto tersebut sungguh beruntung Novia mendapat suami single dan pengusaha. Diki benar benar kalah telak, namun dia jadi merasa tenang karena anaknya akan hidup terjamin.
" Pantas saja penampilan dan mobil Adrian terlihat mewah, kalau sekedar karyawan rasanya tak mungkin memiliki kendaraan seperti itu kecuali kalau dia anak orang kaya.
Kalaupun dia anak orang kaya pasti dia akan mengurus perusahaan Bapaknya bukan bekerja jadi auditor. Atau jangan jangan dia pura pura kaya. Ah aku jadi pusing sendiri.
Tapi bagaimana kalau Adrian hanya menginginkan Novia saja dan mengabaikan anak anak? "
Diki sibuk dengan pemikirannya sendiri, padahal ada Keyla yang duduk di sampingnya kebingungan. Biasanya Papa nya datang untuk bertemu dengannya dan adiknya. Tapi Papanya malah sibuk melamun.
" Pa, aku mau ke dalam ya cape pengen tidur " ucap Keyla sambil mengguncang lengan papanya.
Diki tersentak dari lamunannya " Kakak cape? ya sudah tidur ya "
Keyla mencium tangan Diki, Arif dan Adrian.
" Papa Ryan makasih ya buat hari ini, Key seneng banget " ucap Keyla seraya mencium tangan Adrian.
Hati Diki mencelos mendengar perkataan Keyla yang merupakan putri kandungnya namun terlihat lebih dekat dengan Adrian. Ada perasaan malu yang menelusup hatinya. Dalam hati dia berkata " Sabaaarr Diki "
" Iya sama sama Key, lain kali kita jalan jalan lagi ya. Key tinggal bilang mau ke mana nanti Papa Ryan antar " balas Adrian sambil mengusap pucuk kepala Adrian.
Arif yang melihat hal itu tersenyum dan sesekali melihat ke arah Diki ingin melihat reaksinya.
Setelah Keyla masuk ke dalam, karena merasa tak nyaman Diki akhirnya pamit pulang. Langkahnya terasa lemas tak bertenaga mengingat kejadian tadi. Suaranya Keyla terus terngiang ketika Keyla memanggil Papa pada Adrian.
Belum lagi kepulangan mereka berempat yang terlihat seperti keluarga kecil bahagia. Mereka berjalan bersama sama, hal yang sangat jarang dia lakukan bersama anak istrinya.
Bahkan setelah bertahun tahun menjadi kepala keluarga mungkin bisa di hitung jari mereka pergi bersama. Itu pun pergi bila ada acara keluarga besarnya saja.
Dia kalah telak dengan Adrian yang menang dari berbagai sisi. Adrian bisa begitu akrab dengan anak anaknya. Diki hanya bisa menyesalinya saja karena tak mungkin Novia mau kembali padanya. Kalau dia seorang wanita pun pastilah akan memilih Adrian untuk menjadi pendamping.
Diki pun menaiki motornya dan pulang kembali ke rumahnya padahal niat awalnya dia ingin mengajak jalan anak anaknya. Syukur syukur kalau Novia bersedia ikut, itu akan menjadi bonus untuk Diki.
Setelah kepulangan Diki, kini Arif beralih mengobrol bersama Adrian. Sebelum Diki pulang Arif lebih banyak mengobrol soal bisnis dan usaha dan sekarang dia mengubah topik dengan obrolan sekitar hubungan Adrian dan Novia.
__ADS_1
" Adrian, maaf Paman mau bertanya. Bukan maksud Paman ikut campur kedekatan kalian. Tapi sekarang Novia menjadi tanggung jawab Paman. Kamu pasti faham apa yang Paman maksud kan "
Adrian sudah mengerti alur pembicaraan ini kemana. Dia pun tersenyum menanggapi.
" Iya saya faham Paman, justru saya datang pun untuk membicarakan hal ini. Kemarin saya pulang untuk meminta restu dan mengatur kedatangan Ayah dan Ibu untuk bersilaturahmi kesini.
Nah kebetulan Paman akan mengadakan pesta pernikahan jadi saya akan datang bersama keluarga untuk melamar Novia secara resmi sekalian hadir ke pesta Paman nanti bersama Ayah dan Ibu " papar Adrian.
" Alhamdulillah kalau begitu Paman sudah tenang " wajah Arif terlihat sumringah mendengar penuturan Adrian.
" Iya Paman, tapi saya belum menanyakan kesediaan Novia.. "
" Oh iya Paman mengerti, sebentar " Arif berdiri dan memanggil Novia yang baru saja menidurkan anak anaknya.
Arif datang bersama Novia dan Ibunya, mereka duduk bersama di ruang tamu.
" Neng, duduklah. Teh ini ada Adrian, barusan kami mengobrol serius tentang hubungan Adrian dan Novia ke depannya " Arif langsung memandang ke arah Adrian.
Adrian langsung faham maksud Arif, agar dia menyampaikan maksudnya langsung pada Ibu Novia.
" Begini Bu, mengingat hubungan saya dan Novia sudah dekat dan kami juga sudah dewasa apalagi masa idah Novia sudah selesai. Saya bermaksud untuk melamar Novia dan Inshaa Allah nanti berbarengan dengan pesta pernikahan Paman Arif Ibu dan Bapak saya akan datang secara resmi untuk melamar Novia "
Novia langsung menundukan wajahnya menutupi senyum bahagianya. Atikah melihat ke arah Novia dan Adrian bergantian. Ada binar bahagia namun ada sorot kekhawatiran mengingat status Novia sebagai single parent.
" Ibu senang kalau Adrian berniat serius karena ibu sudah mengenal baik Adrian. Hanya saja apa Adrian dan keluarga dapat menerima status Novia yang janda dan sebagai single parent? " tanya Atikah pada Adrian.
Adrian sangat mengerti kekhawatiran calon mertuanya apalagi kegagalan rumah tangga Novia karena ada campur tangan keluarga suaminya
" Inshaa Allah Bu kami menerima, saya pun sudah membicarakannya dengan kedua orang tua saya. Ibu jangan khawatir saya akan menjaga, menyanyangi, membimbing Novia dan anak anaknya " dengan sangat yakin Adrian menyampaikan niatnya.
" Baiklah kalau begitu Ibu memberikan restu untuk kalian berdua. Sekarang kita tinggal bertanya kesediaan Novia "
Semua beralih menatap ke arah Novia. Merasa namanya di sebut Novia langsung salah tingkah.
" Gimana Via, apa kamu bersedia menikah denganku, membesarkan anak anak bersama, dan memberiku izin untuk menjaga dan membimbing kalian? "
Novia menundukan pandangannya lagi karena dia yakin wajahnya pasti sudah merah merona " Iya aku mau "
" Alhamdulillah " mereka menjawab serentak.
__ADS_1