arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Ganti Rugi


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 115 ( Ganti Rugi )


" Diam semua diam, benar kata Bu Murni kalian semua bikin gaduh. Sekali lagi saya peringati kalau kalian gak mau diam saya bubarkan semuanya " kali ini Pak RT mendukung Bu Murni.


Karena Pak RT juga pusing dengan kerumunan warga yang sudah seperti pasar malam. Mereka ingin melihat pertemuan tersebut sampai memenuhi teras rumahnya.


" Jadi bagaimana Bu Murni dan Bu Mayang, apa Ibu sudah mau bercerita? " tanya Pak RT lagi yang nampak mulai kesal.


" Kalau kalian tak mau bercerita nanti saya akan ambil keputusan tanpa minta pertimbangan kalian. Bagaimana? " suara Pak RT lebih tegas kali ini.


" Maaf Pak RT setahu saya yang pertama datang itu Bu Murni ke rumah Bu Mayang. Dia Berteriak teriak sampai Bu Mayang keluar.


Bu Mayang keluar sambil bawa pisau. Mereka terlibat cekcok terus Bu Murni marah sama Euis karena ikut memojokannya.


Bu Murni melempar sandalnya tapi kena Yuyun yang kebetulan berada di belakang Euis setelah itu terjadilah aksi saling lempar " papar Ceu Juju.


" Maaf Pak RT waktu itu saya lagi ngiris bawang untuk masak jadi gak sadar bawa pisau. Bukan buat nusuk orang kecuali kalau harus banget sih " potong Mayang sambil melirik Bu Murni.


" Iya benar Pak RT begitu kejadiannya, saya juga lihat kan kita lagi nongkrong pas sore tadi" ujar seseibu berteriak dari luar.


" Huhuuuu "


" Benar itu Bu Murni? " tanya Pak RT.


" Iya Pak, tapi dia mulai duluan, dia komentar di postingan saya dan dia juga bikin saya malu " bela Bu Murni.


" Memang ibu posting apa? " tanyanya lagi.


" Mmhhh itu Pak " matanya melirik ke suaminya lalu melihat semua orang yang ada disana.


" Itu Pak RT Bu Mayang komentar kalau modal toko Bu Murni dapat dari gadein sertifikat rumah " timpal Yuyun bahkan suaranya sengaja di perbesar agar semua warga yang di luar bisa mendengar.


" Astagfirullah benar itu Mah? " Pak Imam kaget dia langsung mengusap dadanya.


" Pak, pak " Bu Murni terlihat panik.


" Kasih minum kasih minum " ujar Pak RT.


Semua ikut panik mereka fokus pada Pak Imam. Yati menyenggol lengan Yuyun " Kamu Yun ngomong gak disaring kasihan kan Pak Imam "


" Apa sih aku kan gak tahu Pak Imam bakal shock " jawab Yuyun ketus, tapi dalam hatinya dia juga takut terjadi sesuatu pada Pak Imam yang pastinya dia yang akan disalahkan kalau sampai terjadi sesuatu pada Pak Imam.


Setelah minum Pak Imam terlihat tenang " Saya tidak apa apa lanjutkan saja, maaf saya membuat kaget semuanya "


Sambil berucap Pak Imam menatap tajam istrinya, Robi dan Ayu. Mereka langsung salah tingkah sadar apa yang akan menunggu mereka nanti.


" Jadi ini semua gara gara komentar di facebook. Harusnya kalian jangan bersikap kekanak kanakan seperti itu. Malu di lihat warga " ucap Pak RT.

__ADS_1


" Iya ini kan salah Mayang harusnya dia gak usah komentar seperti itu. Toh yang bayar kan saya bukan dia " ketus Bu Murni.


" Jadi bener dong ya kalau modal toko dapat dari gadein sertifikat " ucap seseibu di luar.


" Huhuuuu "


" Aduh aku keceplosan, jadi aza mereka tahu kalau aku beneran gadein sertifikat " gumam Bu Murni dalam hati, dia secara tak sengaja berucap tadi.


Robi dan Ayu saling berpandangan kemudian mereka menunduk.


" Kok Bu Murni nyalahin saya sih, bebas aza dong saya mau komentar apa namanya juga facebook kalau gak mau di komentarin ya gak usah tulis status " jawab Mayang tak kalah ketus.


" Lagian kamu itu persis netizen julid gak suka lihat saya senang. Kalau iri bilang boss " sahut Bu Murni.


" Apaaa saya iri, gak salah tuh? yang irian tuh situ. Iri sama mantu sendiri. Emangnya kita pada gak tahu Bu Murni buka toko buat nyaingin Novia. Hahaaa kasian bela belain gadein sertifikat rumah buat modal "


" Dasar kurang ajar kamu tahu apa soal Novia. Aku gak perlu iri sama dia lagian mulai hari ini dia bukan mantuku lagi udah aku pecat jadi menantu " balas Bu Murni.


" Jadi bener Diki udah jadi duda Bu Murni? " teriak seorang warga dari luar.


" Wahh beneran duda, tapi aku gak minat ah amit amit punya mertua modelan gitu "


" Iya belum iparnya yang doyan gratisan, bisa masuk penjara aku "


" Lah kenapa? "


" Aku bunuh mertua sama iparku "


Terdengar obrolan warga jajaran paling depan membuat Bu Murni, Robi dan Ayu meringis.


" Lagian siapa juga yang mau mantu modelan situ " ujar Bu Murni sambil berdiri dan menunjuk tetangganya.


" Huhuuu " kembali Bu Murni mendapat sorakan dari warga.


" Udah duduk Mah jangan bikin malu " titah Pak Imam sambil menarik tangan Bu Murni.


" Sekarang saya tahu awal permasalahannya. Rupanya karena Bu Murni memposting status di FB dan Bu Mayang berkomentar kan? " jelas Pak RT sambil memandang ke arah Bu Murni dan Mayang bergantian.


" Iya Pak RT " jawab Yuyun dan Yati.


Semua langsung memandang ke arah Yuyun dan Yati yang duduk bersebelahan karena merasa aneh yang ditanya siapa yang jawab siapa. Sadar jadi pusat perhatian mereka senyum senyum sambil menunduk.


" Untuk pasang status sebenarnya bebas asal sopan dan Bu Mayang juga wajar berkomentar bukannya Bu Murni membuat status agar diketahui semua orang? "


" Iya Pak tapi gak perlu juga buka aib orang, apa untungnya sih? " kilah Bu Murni.


" Memang gak ada untungnya buat saya, tapi saya senang semua orang jadi tahu biar Bu Murni gak sombong lagi. Tetangga juga udah jengah sama kesombongan Bu Murni " jawab Mayang.


" Kalau kita terus berbicara tentu tidak akan ada habisnya saya sarankan ke depannya agar bijak menggunakan sosmed.

__ADS_1


Kita tak perlu memamerkan apa yang kita punya dan kita juga harus memberi komentar yang bijak. Sebaiknya Ibu-ibu intropeksi diri saja.


Saya berbicara begini juga ditujukan pada semua warga. Tolong ya kalian semua harus bijak jangan sampai menimbulkan masalah seperti ini lagi. Faham kan semuanya? "


Pak RT berteriak sambil melihat ke arah warga yang berada di luar.


" Fahaamm " para warga kompak menjawab Pak RT.


" Jadi ini bagaimana kelanjutan warung saya Pak RT " Ceu Juju menanyakan nasibnya karena warungnya itu satu satunya tempat dia mencari nafkah.


" Nah ini satu masalah lagi, karena kalian melakukannya bersama sama ya kalian harus patungan buat ganti "


" Apa saya juga harus ganti Pak RT? " tanya Yati sambil membulatkan matanya.


" Ya tentu saja kan kamu ikut aksi lempar lemparan " tegas Pak RT.


" Enggak enggak saya gak mau ikut ganti selain saya gak punya uang saya juga gak merasa lempar sayuran, saya lempar pakai sandal aza kok " belanya.


" Bohong Pak RT tadi saya lihat dia lempar pake timun dan tomat. Malah saya lihat Yati pulang bawa sayuran " ujar sesebapa yang berada diluar.


" Hahaaaa "


" Huhuuuu "


Warga kembali bergemuruh, Yati yang ketahuan bohong malah tersenyum sambil menutup wajahnya. Sedangkan Pak RT hanya menggelengkan kepalanya.


" Dasar kamu Yat bikin malu aza " timpal Yuyun.


" Lah lumayan Yun daripada dibuang kan, mending sama aku di masak terus dibuang ke perut kan lebih manfaat "


Semua geleng geleng mendengar jawaban Yati dengan tampang tanpa dosanya.


" Pak RT tolong dipertimbangkan lagi yang duluan ngelempar kan Bu Murni harusnya dia yang bayar ganti rugi. Saya ikut melempar kan karena membela diri " Yuyun memohon pada Pak RT karena dia merasa keberatan.


" Iya saya setuju " tambah Euis dan Yati.


" Ya gak bisa gitu, kamu kan ikut ngelempar pokoknya semua harus rata untuk membayar " ucap Bu Murni.


" Terserah kalau kalian maksa tapi saya tetap gak akan bayar karena memang saya tak punya uang " balas Yuyun.


" Begini saja Pak RT karena masalah ini awalnya dari istri saya maka saya yang akan membayar kerugian warung Ceu Juju " ucap Pak Imam.


" Pak enggak enggak aku gak setuju, enak mereka dong kita kan lempar lemparan bareng "


" Sudah Mah diam ikuti aza apa kata Bapak, ini juga semua salah Amah. Andai Amah gak suka pamer dan memancing orang mungkin ini tidak akan terjadi " Pak Imam membentak Bu Murni.


Mendengar suara Pak Imam yang sedikit berteriak semua langsung diam, mereka cukup kaget karena biasanya sosok Pak Imam begitu ramah dan sabar tiba tiba membentak Bu Murni di depan banyak orang. Suasana langsung hening dan sepi.


" Hidup Pak Imam, hidup Pak Imam "

__ADS_1


Suasana yang sepi langsung berubah riuh dan bersahutan mengelu- elukan Pak Imam.


__ADS_2