
# Arisan bodong Keluarga Suami
Bab 129 ( Cantika Mengamuk )
Tiba di rumah Ayu langsung turun sambil menggendong Chila yang tertidur. Masuk ke rumah dia melihat Diki dan Cantika yang duduk bersisian menatapnya tajam.
" Bal tidurkan Chila di atas kasihan " titah Cantika pada adik bungsunya.
" Iya Teh " Ikbal hendak mengambil Chila dari tangan Ayu, tapi Ayu menepisnya.
" Tidak usah biar Chila aku gendong saja Teh " tolak Ayu, perasaannya tak enak ketika melihat kedua kakak iparnya menatapnya tajam.
" Berikan, kami ingin bicara hal penting denganmu " ujar Diki memberi perintah pada Ayu.
Namun Ayu masih bergeming tak mau menyerahkan Chila. Dengan sigap Pak Imam berdiri " Sudah biar Bapak yang bawa saja, kamu duduklah "
Ayu tak dapat menolak permintaan bapak mertuanya dengan terpaksa menyerahkan anaknya di bawa ke atas oleh mertuanya.
" Aduh ini ada apa ya kok horor begini, berasa di sidang. Mana A'Robi belum pulang di telepon gak di angkat angkat " Ayu bergumam dalam hati.
" Duduklah Yu, ada yang mau kami tanyakan " titah Diki pada adik iparnya.
" Amah dan Bapak juga ikut " pinta Cantika.
Ayu makin terlihat gelisah karena sampai saat ini masih belum faham dengan apa yang terjadi.
" Ayu aku gak suka basa basi, tolong kamu jawab dengan jujur, apa kamu bekerja sama dengan suamimu untuk menipuku? " suara Cantika terdengar bergetar karena menahan amarah.
" Mak-maksud Teteh apa? " dengan terbata bata Ayu balik bertanya pada Cantika.
Diki mengeluarkan ponselnya dan memutar pengakuan Robi. Potongan rekaman itu berisi suara Bu Isma dan Robi.
" Nah tadi kita sudah mendengar dari Pak Warso sekarang bagaimana dari versi Mas Robi apa ada yang ingin di sampaikan atau yang tadi di sampaikan Pak Warso benar adanya? "
" Ya Bu saya memang menaikan harga sewanya menjadi 30 juta sesuai dengan yang disampaikan Pak Warso "
Bahu Ayu langsung luruh mendengar suara Robi mengakui aksinya. Air mata Ayu langsung berderai, entah itu air mata penyesalan atau mungkin air mata buaya.
" Kurang apa aku sama kamu Yu, lihat Amah dia selalu mengikuti kemauanmu. Tak malu kah kamu? " bentak Cantika.
__ADS_1
" Sebentar Tika, ini ada apa Amah belum sepenuhnya mengerti " Bu Murni masih gamang, sedikitnya dia faham namun hatinya ingin menolak kenyataan.
" Asal Amah tahu, anak dan menantu kesayangan Amah ini sudah menipu kita. Dia menaikkan harga sewa menjadi dua kali lipat. Harga sewa toko itu 15 juta per tahun bukan 30 juta pertahun. Aarrgghhh "
Cantika menjerit yang kemudian di ikuti dengan tangisannya.
" Sudah Tik sudah " Diki mendekap adik perempuannya.
" Aku benci dia A' aku benci suaminya juga hiks hiks " Cantika mengeluarkan amarah di hatinya.
Mendengar penuturan Cantika Bu Murni langsung ternganga " Benar itu Yu apa yang dibilang sama Tika? "
Ayu masih diam tak menjawab, Cantika kembali bersuara " Tentu saja benar Mah, apa kasih sayang Amah membutakan mata hati Amah? Apa karena Robi seorang Guru dan katanya calon PNS sehingga Amah begitu menyayanginya? dia hanA honorer Mah entah kapan pengangkatannya gak usah bangga berlebihan "
Cantika masih terisak saking emosinya suaranya sampai tertahan.
" Mah, untuk apa membanggakan dia yang gak jelas. Kami yang selalu membantu Amah. Aku dan A'Diki tapi dia dan suaminya yang menikmati " telunjuk Cantika mengarah pada Ayu yang masih menunduk tak berkutik.
" Sial*n dimana sih A' Robi aku sudah di keroyok gini. Kok bisa ketahuan, mati lah aku kalau begini caranya " umpat Ayu dalam hati.
" Bukan gitu Tik, buat Amah kalian sama saja anak anak Amah tak ada bedanya " kilah Bu Murni yang merasa tersindir dengan ucapan putrinya.
" Amah jangan menutup mata, aku gak bodoh Mah. Selama ini aku diam karena masih memakluminya. Tapi tidak untuk kali ini. Karena mereka sudah keterlaluan dan aku sudah tak mau memberi toleransi lagi "
" Iya A' kami menaikan harganya, maafkan kami sudah khilaf " jawab Ayu ketakutan.
" Khilaf tapi keterusan tak malu kamu bertingkah seperti itu. Aku Yu banyak tingkah dan banyak hutang tapi tak pernah minta pada Amah. Lalu kemana saja uang yang kalian ambil? " tanya Cantika sambil mendorong bahu Ayu.
" Aku belikan emas, ponsel baru dan aku pakai jalan jalan "
" Appaaa? dasar tak tahu malu " pekik Cantika.
Kini posisi Cantika berdiri di dekat Ayu yang sedang terduduk. Diki berusaha menahan Cantika agar tidak memukulnya.
Ketika di dalam rumah sedang menyidang Ayu, Robi baru tiba di halaman rumah suara motornya terhenti. Tak lama kemudian dia masuk dan menatap tajam kedua kakaknya.
" Apa yang kalian lakukan beraninya mengeroyok istriku? " bentak Robi.
" Jangan banyak omong kamu, beraninya kamu menipu kami menikmati uang yang bukan hakmu? dasar benalu bodoh " maki Cantika sambil berdiri menunjuk Robi.
__ADS_1
" Apa, kamu berani sama aku ?" Robi sudah mendekat pada Cantika tangannya sudah mengambang namun Cantika tidak menghindarinya.
" Berhentiii " teriak Bu Murni.
Tangan Robi mengambang di udara, Cantika langsung mengumpat Robi " Bangs*t "
Robi kembali naik pitam tangan yang tadi mengambang kembali melayang namun ketika tangannya hampir mendarat Diki menahan tangan Robi, kaki Cantika langsung mendarat tepat di alat vital Robi yang membuat dia memekik kesakitan.
" Aarggghhh " jeritnya sambil mundur beberapa langkah.
Dengan sigap Cantika meraih kalung dari leher Ayu dengan cara menariknya dan mempreteli tangan Ayu melepaskan cincin dan gelangnya layaknya seorang copet.
Ayu berusaha melawan namun kalah tenaga dengan Cantika yang seperti sudah kesetanan. Setelah mengambil semua perhiasan Ayu kini Cantika meraih tas Ayu dan mengambil ponsel serta dompet Ayu.
" Kembalikan, jangan kurang ajar kamu! " bentak Robi pada Cantika. Dia tak bisa berbuat banyak karena merasakan ngilu di bagian intimnya.
" Sudah, sudah kalian adik kakak kenapa bisa ribut seperti ini " teriak Bu Murni sambil menangis.
Lain lagi yang dilakukan Pak Imam, dia seperti sudah lelah dengan tingkah anak anaknya. Dia memilih diam dan menyimak saja. Dia pun membiarkan Cantika melepas emosinya.
Begitu pun Diki, dia tak banyak bicara. Diki hanya berdiri di dekat Cantika dan berusaha melindunginya berjaga jaga jika Robi berbuat kasar.
Padahal dalam hatinya Diki berteriak kegirangan " Ayo Tika ayooo aku mendukungmu hahaa "
Setelah semua terambil Cantika langsung mundur dan mengamankan barang barang tersebut.
" Kembalikan barang barangku " teriak Ayu sambil berdiri menghampiri Cantika kemudian mendorongnya sampai tubuh Cantika jatuh ke lantai.
Setelah berhasil mendorong Cantika, Ayu segera berlari ingin merebut kembali barangnya. Namun Cantika lebih sigap dia menjegal kaki Ayu sehingga Ayu jatuh tertelungkup.
Bu Murni hanya bisa menangis melihat perilaku anak anaknya. Untung saja Chila tidur di lantai dua sehingga tidurnya begitu lelap tak terganggu.
Cantika kembali berdiri emosinya kembali naik setelah Ayu mendorongnya. Dengan garang dia meraih kepala Ayu dan menjambak rambutnya.
" Dasar benalu, tingkahmu sungguh menyebalkan tak tahu diri dan tak tahu malu. Rasakan ini "
Tangan Cantika menjambak rambut Ayu tanpa ampun Robi berusaha berdiri ingin membantu istrinya. Namun dia tak berdaya karena tendangan Cantika benar benar telak.
Di luar tetangga mulai berkumpul, sebenarnya mereka malas karena sudah terbiasa dengan keributan yang dibuat keluarga Bu Murni. Namun mereka takut terjadi hal kriminal. Mereka masih berdebat antara masuk ke dalam atau tetap menunggu tanda SOS.
__ADS_1
Tanpa diduga Yuyun berdiri dan memberi instruksi " Yat kamu cari Pak RT biar saya dan Euis yang masuk ke dalam. Siapa tahu mereka butuh bantuan "
Semua orang menganga melihat Yuyun yang begitu berani.