
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 96 ( Kejutan Dari Amah )
Setelah berminggu minggu persiapan akhirnya toko yang mereka rencanakan akan segera dibuka. Kini Robi dan Cantika sedang melihat kondisi Ruko yang mereka sewa atas referensi Robi.
Toko tersebut masih berada dilingkungan pasar daerah rumah Bu Murni. Ruko 2 lantai yang disewa setahun penuh.
" Bi kamu gak salah sewa ruko, masa ruko begini mahal banget. Kalau gini sih masih bagusan ruko punya Novia " ujar Cantika, sambil menilik sekeliling tokonya yang masih kosong.
" Ya jelas beda lah, Novia kan daerahnya sudah masuk kabupaten walaupun di perbatasan sedangkan kita di kota harganya pun pasti beda. Kalau kamu bisa nambah lagi uangnya aku pasti carikan ruko yang lebih bagus " sahutnya tanpa memandang Cantika.
" Uang uang saja yang ada di otakmu, awas saja kalau kamu curang? " Cantika sedikit mengancam Robi karena merasa curiga dengan harga sewa rukonya.
Uang 30 juta yang diberikannya hanya mendapat ruko sekecil itu walaupun dua lantai, belum lagi masih membutuhkan renovasi dan pengecatan.
Awalnya Cantika menginginkan rukonya di mall terkenal di kotanya hanya saja harga sewa nya sangat mahal. Hingga ia menerima usulan Robi menyewa ruko dekat pasar.
" Kamu kan udah lihat bukti pembayarannya masa masih gak percaya juga sih " Robi berusaha membantah prasangka Cantika.
" Duh gawat kalau dia tahu uangnya udah aku tilep 10 juta bisa berabe nanti. Semoga saja dia tidak menemui pemilik ruko ini " ucap Robi dalam hati.
Dia pun merasa ketakutan andaikan kebohongannya diketahui kakak dan ibunya. Ide ini muncul dari Ayu, yang akhirnya dia setuju menilep uang sewa ruko.
Uang tilep sebesar 10juta itu pun sudah diserahkan pada Ayu. Sebisa mungkin Robi harus mencegah Cantika bertemu dengan pemilik ruko ini agar kecurangannya tidak ketahuan.
" Aku gak mau tahu ya dua hari lagi ini harus sudah beres di cat, nanti aku mau masukin etalase, manequin dan barang barang tiga hari lagi " ujar Cantika pada adiknya.
" Duitnya mana? " Robi menengadahkan tangannya.
" Duit duit saja, kamu lah yang kerjakan. Kamu tahu gak duit hasil pinjaman tinggal dikit aku aza beli barang gak full untung temanku yang punya konveksi jadi bisa bayar setengahnya dulu "
" Kok aku sih yang ngerjain, aku kan kerja mending kita nyuruh orang aza jadi tahu beres "
" Halaahh harus keluar duit lagi, mending aku ngomong sama yang punya masa 30 juta dapat ruko butut gini. Mana kontaknya? "
" Ya sudah nanti aku bilang sama yang punya supaya dia cat " balas Robi dengan ketusnya.
" Dari kemarin dong, dah di ancam baru ngerjain heran "
" Gawat aku harus minta uang pada Ayu buat beli cat dan bayar tukang, gawat takutnya sudah dibelikan barang lagi. Mau duit darimana buat ngecat " Robi memejamkan matanya karena bingung.
Setelah debat dengan Robi Cantika pergi menaiki mobilnya menuju rumah ibunya. Karena jarak yang dekat, dia hanya butuh waktu lima menit dia sudah berada di depan gang rumahnya.
" Teh lihat Teh Yuyun gak? " tanya Cantika pada seseibu yang sedang mengasuh anaknya.
" Gak lihat neng " jawab si Ibu.
" Kalau lihat bilang dicari saya ya " tambahnya.
" Iya "
Beberapa tetangga yang berpapasan pun dia titipi pesan karena biasanya Yuyun sering berkeliling di sekitaran gang tersebut.
" Assalammu Alaikum " tanpa menunggu jawaban dia langsung masuk ke rumah.
__ADS_1
" Waalaikum salam, gimana kamu sudah lihat rukonya? " tanya Bu Murni pada Cantika.
" Udah Mah, gak sesuai harga. Entahlah aku curiga deh kalau harganya gak segitu "
" Masa iya sih si Robi tega banget padahal kan nanti hasil toko buat dia juga "
" Namanya orang kalau urusan duit saudara pun dilupakan. Kita lihat aza nanti Mah "
" Mah " Ayu tiba tiba membuka pintu sambil membawa plastik hitam di tangannya. Dan yang paling mencolok sekarang dia memakai kalung emas.
" Eh ada Teh Cantika, ini Mah aku beliin baso. Untung aku beli dua bungkus jadi bisa buat Teh Cantika satu bungkusnya lagi " selorohnya sambil menyerahkan plastik hitam yang berisi baso.
Cantika hanya terdiam matanya tetap mengarah ke leher Ayu. Melihat Cantika yang fokus pada lehernya Ayu tersenyum.
" Bagus ya Teh kalung aku, ini baru aku beli barusan " ucap Ayu sambil mengangkat dagunya memperlihatkan kalung yang menghiasi lehernya.
" Banyak juga duit kamu " ada kesan sinis dari ucapan Cantika membuat Ayu salah tingkah.
" Oh ini Teh, A' Robi dapat uang sertifikasi jadi kau beliin kalung. Ya lumayan lah anggap aza tabungan "
" Baguslah, aku fikir uang modal ada yang kalian tilep " sindir Cantika.
" Ih ya nggak atuh Teh, aku gak berani. Kalau ini uang dari toko Teteh boleh ambil lagi kalungnya "
Cantika dan Bu Murni saling pandang karena mereka sangat yakin kalung tersebut pasti bukan dari sertifikasi, hanya butuh mencari bukti saja.
" Oke aku pegang omongan kamu ya " jawab Cantika dengan senyum yang sulit diartikan.
Melihat reaksi Cantika wajah Ayu langsung pucat dia sendiri merasa ketakutan, pasalnya kalung tersebut memang dibeli dari hasil nilep uang sewa ruko.
" Itu siapa sih nyaring amat suaranya, tapi seperti suara si Yuyun. Mau apa dia? " Bu Murni berdiri menuju pintu rumahnya.
" Mah kalau Teh Yuyun suruh masuk, aku tadi yang nyari dia " pinta Cantika pada Ibunya.
" Emang mau ngapain, kamu jangan sering sering gaul sama dia, bahaya " Bu Murni tampak meringis karena dia sering adu mulut dengan Yuyun bahkan hampir baku hantam.
" Kalau untuk sekarang sepertinya berguna, suruh masuk aza Mah. Nanti juga Amah bakal tahu "
Bu Murni langsung membuka pintu dia percaya pada Cantika, mungkin dia punya rencana bagus fikirnya.
" Yun masuk kamu tuh dicari Cantika " ujarnya pada Yuyun dan pastinya ada Yati juga.
" Saya ikut ya Bu Murni kan kita twin hehe " rayu Yati pada Bu Murni yang sering jadi obyek ghibahnya.
" Ya sudah masuk kamu " walau Bu Murni pasang muka masam Yati dengan rasa percaya diri tinggi tetap masuk ke dalam rumah.
" Kamu cari saya? " belum juga duduk Yuyun langsung bertanya pada Cantika.
" Iya teh, duduk dulu lah biar enak ngobrolnya "
Yuyun dan Yati duduk di ikuti Bu Murni yang masih penasaran dengan rencana Cantika.
" Gini Teh kita mau buka toko baju rencananya openingnya paling lama seminggu lagi. Kalau bisa Teteh cariin karyawan dong buat toko kita. Tapi aku maunya fresh graduate gitu ya, yang masih muda gitu deh "
" Wah Bu Murni mau punya toko? hebat banget kok gak bilang bilang sih " ucap Yati memuji Bu Murni.
__ADS_1
Sekarang Bu Murni langsung faham maksud Cantika memanggil Duo Y dia langsung tersenyum apalagi setelah di puji Yati senyumnya semakin lebar.
" Ah biasa aza, saya sih gak suka pamer tahu tahu ada aza. Ya biar kayak kejutan gitu " balasnya.
" Wah saya salut sama Bu Murni orangnya penuh kejutan bener gak Yun, tenang aza nanti kita cariin pegawai buat Bu Murni ya. Nanti kita cari yang banyak terus silahkan di pilih. Asal ada uang jalan sajalah " pinta Yati pada Bu Murni
" Gampang soal itu, tapi nanti kalau kita udah nemu yang cocok " Cantika yang menjawab permintaan Yati.
Yati terlihat antusias lain lagi dengan Yuyun dia mencium bau bau pamer dan persaingan.
" Teh Yun kok diem aza sih? lagi mikir ya buat cari karyawan "
" Hhmmm iya " Yuyun terlihat tak semangat seperti Yati.
" Ya udah kami berdua mau pamit, semoga tokonya sukses ya. Bu Murni emang top " ucap Yati sambil memberi ibu jari pada Bu Murni.
Bu Murni yang mendapat pujian hidungnya langsung kembang kempis karena merasa bangga.
Yuyun dan Yati keluar dari rumah mereka berniat berkeliling mencari karyawan buat toko milik Bu Murni.
Selepas Duo Y pergi Cantika bersorak " Yesss berhasil kan, niat aku manggil mereka kan biar nanti ngasih tahu ke warga kalau kita mau buka toko, pasti mereka fikir kan membantu yang butuh padahal niat kita sekalian pamer bener gak Yu? "
" Wah hebat juga ya ide Teteh sekali tepuk dua lalat langsung kena " puji Cantika pada kakak iparnya.
" Pastilah, siapa dulu dong "
***
Diluar rumah
" Yat, hebat juga ya mereka bisa buka toko, dapat modal darimana ya? "
" Bukan urusan kita Yun, urusan kita mah cari orang buat kerja udah beres "
" Iya tapi aku curiga mereka buat toko pasti karena iri sama Novia, terus mereka maksain pengen punya toko juga. Justru yang bisa jadi gosip tuh mereka dapat modal darimana itu yang lebih seru "
Yati terdiam mendengar ucapan Yuyun, dia pun jadi penasaran " Apa dari calon menantu barunya? "
" Bisa jadi, tapi kecil kemungkinan masa belum jadi mantu udah mau ngeluarin duit puluhan juta "
" Jual rumah? " tebak Yati.
" Kalau jual pasti rame lah ada yang lihat lihat rumah terus pasti di tawarin ke tetangga dulu " bantahnya
" Gadein sertifikat? " tebak Yati lagi.
" Nah kalau ini aku percaya, sepertinya gadein sertifikat yang paling bener "
" Tapi kan harus survey juga petugas banknya, kamu gimana sih "
" Kali aza ke rentenir, kalau pun ke Bank mungkin surveyornya di sogok. Kan kamu tahu sendiri keluarga itu gengsinya tinggi "
" Nah bener juga Yun, ini beneran gosip yang bakal seru. Berarti bentar lagi bakal ada yang rame ribut gak bisa bayar setoran hahaaa "
" Husss, kamu tahu saja hahaa "
__ADS_1
Mereka berdua tertawa tak jelas tak pernah melihat sekeliling dan tak peduli dengan pandangan orang di sekitar.