
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 108 ( Kejutan Tentang Adrian )
Sepulang dari Pengadilan Agama Novia dan Adrian mengunjungi Resto yang dulu mereka kunjungi bersama Manda dan Candra.
Dalam hatinya Novia bertanya tanya " Tadi Adrian bilang mau ngajak aku ke Resto miliknya dan sekarang ke Resto ini. Apa iya ini milik Adrian? kalau iya hebat banget punya resto sebesar ini bahkan restonya tak pernah sepi "
" Ayo Vi kita turun " ajak Adrian sambil membukakan pintu untuk Novia.
" Mmhhh iya, duh maaf jadi ngerepotin kamu sampai bukain pintu segala. Maaf aku melamun "
" Gak apa apa santai saja aku juga senang kok, ayo kita masuk ke dalam "
Mereka langsung masuk ke dalam, ada beberapa karyawan resto berpapasan dengan mereka, mereka terlihat sangat segan dan menghormati Adrian.
Kemudian datang seorang laki laki dilihat dari name tag yang terpasang laki laki tersebut memiliki jabatan manager.
" Selamat siang Pak, senang sekali Bapak berkunjung kemari. Bapak mau langsung ke ruangan atau saya siapkan table? "
" Saya akan masuk ke ruangan saya dan tolong antarkan makan siang untuk kami berdua ke ruangan saya " titahnya pada manager resto tersebut.
" Baik Pak, saya pamit untuk menyiapkannya "
" Ayo Vi kita ke ruanganku " Adrian menarik tangan Novia menuju ruangannya. Novia merasa risih karena ada banyak mata yang memperhatikannya.
" Ryan, apa ini resto kamu? " baru juga duduk Novia langsung bertanya pada Adrian karena penasaran.
" Iya Vi sejak SMA aku merintisnya, dimulai dari membuka lapak di pinggir jalan kemudian menyewa tempat dari ruangan kecil sampai ruko dan alhamdulillah sampai sebesar ini "
Mata Novia langsung membulat, dia makin merasa tak sebanding dengan Adrian.
Untung saja Adrian peka dan langsung bertanya " Kamu kenapa Vi apa kamu gak suka atau gak nyaman? " tanya Adrian.
" Enggak "
" Ayolah cerita, bukannya kita sudah berjanji untuk saling terbuka? kamu gak usah sungkan kalau aku ada salah bilang saja biar aku bisa memperbaiki diri "
" Aku merasa gak pantas jadi pendamping kamu, kamu sudah jadi pengusaha sukses sedangkan aku hanya karyawan pabrik.
Mana aku janda dua anak, apa kamu yakin memilihku? Apa orang tuamu akan memberi kita restu? "
Selesai berbicara Novia langsung menunduk seakan dia pasrah dengan jawaban Adrian.
" Vi kamu jangan bicara seperti itu, aku membangun usaha ini dengan tujuan agar aku datang meminangmu dalam keadaan mapan. Orang tuaku tak pernah memiliki standar untuk calon pendampingku.
__ADS_1
Mereka hanya menginginkan kebahagianku. Jadi siapapun yang akan jadi pendampingku mereka tak akan menolak karena sudah mempercayakannya padaku "
Ada sedikit kelegaan di hati Novia, namun belum benar benar lega sebelum dia bertemu langsung dengan orang tua Adrian. Dan sebelum Novia yakin keluarga Adrian akan menerima dia dan anak anaknya.
Tok tok tok
" Sayang, sepertinya ini makan siang kita " ucap Adrian.
" A-apa? " mata Novia membulat mendengar panggilan Adrian.
Adrian hanya tersenyum melihat wajah Novia yang terlihat bersemu merah karena malu.
" Masuk " titah Adrian.
Dua orang pelayan sudah masuk.membawa pesanan Adrian ditemani manager resto. Mereka menata makan siang tersebut di sebuah meja meeting.
" Selamat menikmati Pak, jika Bapak membutuhkan hal lain Bapak bisa memanggil saya "
" Baiklah, terima kasih " jawab Adrian sambil tersenyum ramah.
" Saya permisi Pak " ucap manager tersebut.
" Silahkan "
" Eh jangan " Novia terlihat malu malu.
" Hahaaa, kamu lucu deh. Kita makan dulu nanti kita cerita lagi "
Novia pun mengangguk, mereka langsung menikmati hidangan yang tersedia diselingi obrolan ringan.
" Gimana kamu suka? " Adrian bertanya matanya tak lepas menatap Novia.
Novia terkekeh mendengar pertanyaan Adrian " Kamu kok lucu ya pasti suka lah, aku kan suka sama masakan sunda. Apa kamu terinspirasi dari makanan favorit aku? "
" Kok kamu tahu? " sahut Adrian.
" Hahh kamu serius? " Novia menatap tak percaya Adrian.
" Iya serius aku tahu kamu suka masakan sunda makanya aku buka resto sunda. Ada juga sih resto masakan nusantara dan internasional. Jadi aku bikin konsepnya terpisah. Bahkan aku mau bukan resto khusus seafood "
" Emangnya ada restoran lain selain restoran ini? " mata Novia membelalak.
" Iya ada, nanti aku bawa kamu kesana, Tapi gak semua di kota ini jadi mungkin nanti satu persatu kita kunjungi "
" Wah kamu hebat banget dengan usia semuda ini kamu sudah berhasil membuat resto ini saja aku salut apalagi punya beberapa resto " Novia benar benar kagum dengan pencapaian Adrian.
__ADS_1
" Iya alhamdulillah, selain ingin membuat bangga orang tua, aku juga ingin memantaskan diri untuk kamu. Aku benar benar berjuang dan fokus pada usahaku.
Beruntung aku punya kenalan yang membantu modal. Dan alhamdulillah sudah beres aku kembalikan semuanya. Sekarang ini semua sudah milik sendiri " papar Adrian.
" Aku benar benar terharu dan salut banget sama kamu " tanpa sadar tangan mereka saling bertaut.
" Eh maaf " Novia menarik tangannya halus, mukanya bersemu merah.
Adrian hanya tersenyum " Sesudah makan kita keliling ya, aku pengen lihatin kamu banyak hal. Nanti setelah nikah kita akan mengelola ini berdua "
Mata Novia langsung berembun dia sangat terharu " Inshaa Allah ".
" Ayo kita keliling sekarang, beberapa hari lagi aku menyelesaikan tugasku di tempat kerjamu Vi, aku akan pulang sebentar dan minta restu sama Ayah dan Ibu sekalian ngontrol resto yang disana. Kalau sudah selesai aku balik lagi kesini. Selesai masa idah aku langsung lamar kamu "
Novia mengangguk setuju " Iya, semoga semua rencana baik kita dilancarkan "
Mereka pun berkeliling resto, Adrian memperlihatkan proses kerja disana. Novia begitu kagum dengan apa yang sudah dicapai Adrian. Dia tak menyangka makanan favoritnya menjadi inspirasi usahanya.
Selesai berkeliling Adrian dan Novia berencana pulang. Adrian membawakan beragam makanan dari resto keluarga dan karyawan Novia.
Tanpa sengaja jalur yang diambil Adrian melewati jalur rumah mantan mertuanya.
Di pinggir jalan Novia melihat Robi sedang menurunkan barang tepat di depan sebuah toko yang belum dibuka karena masih terlihat proses renov.
" Apa mereka mau buka toko ya? ah masa bodoh lah lagian bukan urusanku " gumam Novia dalam hatinya.
Novia sudah sampai di ruko miliknya dia langsung turun disusul Adrian yamg membantu menurunkan semua bawaannya.
" Vi aku gak mampir ya mau ke kantor ngasih laporan sebentar " ucap Adrian.
" Duh apa gak kesorean, ini pasti gara gara kamu ngantar aku ya " wajah Novia seperti merasa bersalah.
" Ngga kok memang aku suka ke kantor sore sepulang dari Pabrik langsung ke sana. Jadi memang sudah biasa " sahut Adrian.
" Ya sudah kamu hati hati ya, nanti pulang langsung istirahat "ucap Novia.
" Iya sayang, makasih ya udah nemenin aku seharian..Assalammu alaikum "
" Waalaikum salam sayang " jawab Novia.
Selesai berpamitan Adrian langsung kembali ke dalam mobil dan meninggalkan area ruko. Novia langsung membagikan makanan yang dibawa dari resto Adrian untuk di bagikan pada karyawannya.
Lalu membawa makanan untuk keluarganya dengan menggunakan motor miliknya.
Sambil membawa motor menuju rumah keluarganya Novia terus tersenyum, hatinya berbunga bunga layaknya anak abg yang sedang jatuh cinta.
__ADS_1