
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 80 ( Sidang Pertama )
Akhirnya hari yang ditunggu Novia sudah tiba, sidang pertama perceraiannya akan di gelar hari ini.
" Kamu sudah siap Vi? " tanya Manda.
" Inshaa Allah siap teh "
" Mau Teteh anter gak? "
" Gak usah lah Teteh juga mesti kerja kan, malu ngerepotin terus "
" Halah kayak sama siapa saja. Gak papa Teteh bisa izin kok santai aza, gak tahu kenapa gak enak perasaan aza sih kalau kamu pergi sendiri"
" Inshaa Allah gak akan ada apa apa, lagian aku kan pake jasa pengacara jadi gak terlalu repot "
" Bukan soal itu nya, perasaan aku bilang kamu bakal ketemu satu keluarga lebay deh "
" Hahaa iya juga sih, ya gimana Teteh aza lah aku hayu hayu aza. Sekalian Teteh jalan jalan "
" Oke Teteh anter, ambil tas dulu ya. Kamu kebagian nomor awal kan pasti pagi pagi udah masuk ruang sidang "
Akhirnya Novia pergi berdua dengan Manda menggunakan mobil Pamannya Arif.
" Teh gimana perkembangannya sama Pak Candra? "
" Aku sih jarang kontak mak dia seringnya sama anak anaknya. Ternyata anaknya tiga ya. Paling kecil dibawa sama mantan istrinya "
" Iya, istrinya itu dominan banget. Euuhhh juteknya gak ketulungan. Kalau ada acara gak pernah mau berbaur sama kita. Bisa di bilang sih sombong "
" Gak apalah yang penting mantan, bukan istri hehee. Emang kenapa mereka bisa cerai? "
Sambil berbicara Manda tetap fokus menyetir.
" Denger denger sih istrinya yang gugat duluan tapi gak tahu karena apa, masa iya aku tanya tanya hahaaa.
Terus ke depannya gimana Teh? mau lanjut terus nih "
" Mmhhh kayaknya lanjut ngapain takut justru saingan aku tuh gak jauh ada di depan mata hahaa "
" Maksudnya gimana aku gak faham? "
" Saingan Teteh tuh kamu, Teteh juga suka merhatiin tapi selagi kamunya gak mau ya Teteh maju terus "
" Apaan sih Teteh " Novia mencebikan bibirnya.
Namun dia memikirkan apa yang diucapkan kakaknya.
" Sebenarnya dari awal udah kelihatan Pak Candra suka sama kamu, tapi kan anak anaknya lebih deket sama aku hehee.
__ADS_1
Lagian ya dia suka mungkin karena setiap hari lihat kamu, coba kalau dia lihat Teteh pasti dia bakal suka Teteh hahaa "
" Hussshh perempuan ketawanya begitu sih. Maksud Teteh aku saingan Teteh gitu? "
" Tergantung kamu nya, kalau kamu suka sama dia Teteh gak akan berjuang lagi. Tenang saja buka niat memperebutkan cuma kan isi hatinya belum jelas. Lihat nanti lah "
Mendengar celoteh Kakaknya Novia jadi berfikir, dia takut terjadi salah faham.
" Kamu jangan diem aza kita gak akan ribut gara gara laki laki. Teteh bukan tipe cengeng.
Nah Vi sudah sampai, kamu udah janjian sama pengacara kamu kan? coba hubungi dia posisi dimana " ujar Manda.
Manda melihat kesebelah kiri, adik ya malah terdiam.
" Heyyy jangan ngelamun, jangan jangan kamu beneran suka sama Pak Candra hahaa "
" Huuhh apaan sih "
Novia membuka ponselnya menghubungi pengacara yang mewakilinya mengurus proses perceraian.
" Ini teh dia udah di dalam katanya kita nomor antrian 9. Kayaknya bakal beres cepat, sidang kalau gak alot 15 menit juga beres. Ayo kita turun "
Mereka berdua berjalan beriringan menuju pintu masuk gedung pengadilan.
" Pagi Bu Novi saya Sidik yang ditunjuk membantu proses perceraian Bu Novia "
seorang laki laki memakai setelan kemeja rapih khas seorang pengacara sudah menunggu Novia di dekat pintu masuk gedung pengadilan.
" Iya Pak saya Novia, maaf lama menunggu " jawab Novia.
" Berkas ibu sudah siap, nanti Ibu tinggal jawab pertanyaan apa adanya saja "
" Iya Pak, bagaimana soal gono gini Pak? "
" Sebenarnya setiap harta yang dibeli sesudah menikah itu bisa dibilang gono gini.
Namun bila Ibu bisa memberikan alasan menggunakan uang siapa Inshaa Allah akan jadi milik Ibu.
Apalagi kalau surat suratnya atas nama Ibu rasanya tidak akan sulit untuk mempertahankannya "
Mendengar ucapan pengacara tersebut Novia merasa lega, karena selama menikah Diki memang tak pernah membelikan apapun.
Gajinya sebagian besar diberikan pada Ibunya. Sedangkan Novia mendapat sisa itupun sering diminta kembali.
" Masih lama gak Pak? "
" Ngga Bu sebentar lagi kita dipanggil "
" Cari calon mantan ya hehee " Manda terus saja menggoda Novia.
" Isshhh " mata Novia langsung mendelik.
__ADS_1
Novia, Manda dan Sidik duduk di kursi tunggu di pojok dekat ruangan sidang. Tinggal satu nomor lagi Novia akan di panggil ke ruang sidang.
Dari kejauhan Novia melihat Diki datang bersama Bu Murni, Ayu, Robi dan Cantika.
" Tuh kan sudah aku bilang pasti mereka bakal datang rame rame " ucap Manda sambil menunjuk keluarga Diki dengan memonyongkan mulutnya.
" Hehhh Novia kamu sudah siap ya jadi janda? baguslah kalau gitu biar prosesnya cepat tidak berbelit belit " suara Amah sangat lantang sampai sampai banyak mata yang melihat ke arah mereka.
Novia tidak menjawab pertanyaan calon mantan mertuanya. Dia hanya melirik sekali lalu memalingkan wajahnya.
" Dasar kamu gak sopan ya ada orang tua ngomong gak di dengar " tiba tiba tangan Bu Murni sudah terjulur hendak memukul Novia.
Dengan sigap Manda menahannya lalu menghempaskannya kuat. Sampai Bu Murni sempoyongan dan hampir jatuh.
Dengan sigap Robi menahan ibunya " Heh kamu kurang ajar gak lihat ini orang tua?"
Manda berdiri sambil bersedekap " Apa kamu ngomong apa? kamu punya mata gak siapa yang mulai duluan?
Mau lapor polisi lagi? Laporlah mumpung ada pengacara disini biar sekalian kalian aku tuntut karena mengganggu kenyamanan "
Robi langsung terdiam sambil menahan amarah.
" Kalau mau dihargai ya hargai dulu orang lain. Jangan mentang mentang sudah tua jadi seenaknya sama yang lebih muda "
" Sok banget pake pengacara segala kayak yang banyak duit saja " ucap Cantika.
" Situ mampu? ke pengadilan saja sudah kaya mau antri sembako " Manda beralih menatap ke Cantika sambil berkaca pingggang.
Novia dan Sidik menahan tawa mereka terlihat terkikik dan sedikit memalingkan muka.
Keluarga Diki bertambah geram mereka merasa malu karena jadi tontonan orang sekitar.
" Sombong amat baru juga punya duit dari hasil rampas tanah orang berlagak hebat " kali ini Ayu yang berbicara.
" Kalian jangan lupa warung menjadi milik kami karena kalian berhutang. Lagipula ini duit kami gak kayak kamu udah hamidun kawin pake duit orang "
Dada Ayu terlihat kembang kempis menahan amarah. Dia langsung melirik ke arah Robi seperti meminta pertolongan.
" Apa kamu mau minta tolong suami kamu? mumpung banyak orang disini aku bakal teriak kalian keluarga macam apa " ancam Manda pada keluarga Diki.
Mereka langsung terdiam dan tak berani bersuara.
" Teh udah gak penting ngeladenin mereka, nomorku sudah dipanggil "
Manda memandangi keluarga Diki satu persatu lalu berlalu pergi.
" Dasar bar bar " masih terdengar oleh Manda suara Cantika namun tak dihiraukannya.
" Cuma berani di belakang saja " gumam Manda sambil mencebikkan bibirnya.
Di dalam ruang sidang kini sudah penuh terisi dari kedua pihak.
__ADS_1
Novia sebagai penggugat dan Diki sebagai tergugat. Sidang berjalan alot karena Diki mempertahankan rumah tangganya.
Bu Murni sempat emosi karena Diki meminta rujuk, akhirnya sidang dihentikan dan akan dilanjutkan minggu depan dengan wacana mediasi.