arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Melabrak Tetangga


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 113 ( Melabrak Tetangga )


Setelah puas berteriak Bu Murni langsung berdiri dia mengangkat lengan baju kanan dan kirinya, nafasnya memburu rupanya dia benar benar marah.


Amarahnya sudah dipuncak, dilemparkannya ponsel android yang terkenal dengan camera jahatnya. Bisa merubah orang jadi tambah putih dan cantik.


Ayu sampai tersentak kaget matanya fokus melihat pergerakan mertua perempuannya. Mulutnya menganga melihat Amah dengan gayanya yang siap perang.


Dia berjalan menuju luar bahkan tanpa menggunakan sandal. Derap langkahnya begitu bertenaga sampai hentakannya terasa.


Ayu ikut berdiri mengikuti mertuanya tapi langkahnya terhenti sampai pintu pagar. Dia tersadar dengan keadaan yang sepertinya sudah tidak kondusif.


Lantas Ayu langsung naik ke lantai 2 memanggil suaminya yang sedang tertidur dengan Chila anak mereka.


" A' Robi bangun A' " digoyangkannya tubuh Robi dengan kuat, dia begitu tak sabar ingin segera pergi melihat keadaan mertuanya.


" A' ih kebiasaan kalau tidur kayak kebo " ujarnya kemudian dia pijit hidung Robi supaya tak bernafas.


" Uhuk uhukk apa apa an sih kamu ganggu orang lagi tidur aza " Robi kesal karena mimpinya terganggu.


" Bangun A' Amah ngamuk tadi jalan kesana " Ayu berbicara keras tangannya menunjuk nunjuk ke atas.


" Ngamuk gimana tadi dia kan bareng kamu " sahut Robi sepertinya nyawanya belum terkumpul semua dia memejamkan matanya lagi.


" Susah banget sih dibangunin, terserah ah yang penting udah di kasih tahu "


Saking kesalnya Ayu langsung pergi turun menyusul mertuanya. Dia takut mertuanya di keroyok para tetangga.


Sementara itu Bu Murni yang tadi berjalan dengan gagah tanpa sandal di kakinya saat ini sudah tiba di dekat warung Ceu Juju.


Dia sengaja datang kesana karena rumah Bu Mayang yang tadi berkomentar di facebook bersebelahan dengan warung Ceu Juju.


Suasana sore hari di warung Ceu Juju sangat ramai dipenuhi anak anak yang berlarian dan ibu ibu yang sedang berghibah sambil menyuapi anak balita mereka.


" Eh itu Bu Murni kenapa mukanya kayak marah banget ya " ucap seseibu yang sedang menyuapi anak balitanya yang berada di gendongannya.


" Palingan dia mau ngamuk, barusan kan dia perang komentar sama Bu Mayang " jawab temannya.


" Masa sih aku belum baca nih, aku buka HP dulu ya "


Diambilnya ponsel yang sedang di pegang anaknya, dia tak peduli anaknya menangis karena ponselnya di rampas.


Sebagian dari mereka ada yang melihat ponsel dan sebagian lagi ada yang memperhatikan Bu Murni yang berjalan ke arah rumah Mayang.

__ADS_1


" Hey Mayang keluar kamu kalau berani sini berhadapan langsung gak usah pake komen komenan " Bu Murni berteriak di depan rumah Mayang.


Bisik bisik mulai terdengar membicarakan Bu murni yang sedang berteriak sambil bertolak pinggang.


" Wah bakal rame ini "


" Bakal seru kayaknya, kamu panggil si Yati sama si Yuyun biar tambah seru " ujar Euis yang memang kurang suka dengan keluarga Bu Murni.


Satu orang langsung berlari menuju rumah Yuyun dan Yati untuk memberitahu keributan yang akan dimulai. Karena hal seperti ini pantang di lewatkan oleh duo Y.


" Hey Mayang keluar kamu! takut kamu sama saya? kalau tak punya nyali jangan suka bicara sembarangan kamu " panggilan kali ini lebih keras.


Mayang yang sedang berada di dapur sedang bersiap memasak merasa kaget karena ada yang memanggil namanya di luar bahkan sambil berteriak teriak.


Dia langsung keluar terburu buru dan tanpa sadar dia membawa pisau di tangan kanannya karena dia sedang mengiris bawang.


" Siapa yang teriak teriak panggil nama saya, bisa sopan dikit gak? kayak gak pernah makan bangku sekolah " ujarnya sambil membuka pintu rumah.


Glek


Bu Murni yang tadi berteriak teriak seketika nyalinya langsung ciut melihat apa yang dipegang Mayang.


Ya pisau yang ukurannya besar, yang sekali gores lukanya akan berdarah darah. Dia langsung menelan ludahnya kasar.


Bu Murni langsung pucat dia bingung harus berkata apa, matanya fokus menatap pisau itu.


" Nah Bu Murni berani gak sekarang " ucap Yuyun berteriak, entah kapan datangnya namun secepat kilat sudah ada di jajaran paling depan bersama Yati mengapit Euis.


Mungkin grupnya sebentar lagi akan ganti yang awalnya duo Y nanti akan berganti nama menjadi YEY kepanjangan Yati Euis Yuyun.


" Iya Bu Murni tadi teriak teriak nyari Bu Mayang, nah orangnya sudah ada didepan. Mau diapain noh "


Bu Murni jadi salah tingkah dia mundur beberapa langkah kini posisinya ada depan warung Ceu Juju.


" Jadi ada perlu apa Bu Murni cari saya mana sambil berteriak teriak " Maya mengulangi pertanyaannya lagi tangan kanannya yang memegang pisau menunjuk Bu Murni.


Bu Murni makin pucat tak menyangka Mayang sebar bar ini sampai sampai membawa pisau sebesar itu.


Para tetangga yang menonton terkikik melihat wajah pucat Bu Murni yang tadi sok jago.


" Tuh Bu Murni maju Bu Murni " teriak warga bersahutan. Rasanya saat itu juga dia ingin menangis dan berlari pulang ke rumahnya.


Mayang mulai sadar ketika mata Bu Murni terus menatap ke arah tangannya. Tadi dia tak menyadari kalau sedang memegang pisau.dan dibawa keluar.


" Oh pantesan wajahnya pucat pasti dia kira aku mau melukainya. Lebih baik aku simpan dulu takutnya malah jadi masalah " dilemparnya pisau tadi ke dalam terasnya melewati pagar rumahnya.

__ADS_1


Kini Bu Murni terlihat cukup lega karena Mayang tak lagi memegang pisau. Wajah yang tadi pucat berubah menjadi ketus.


" Tenang saja Bu Murni saya gak akan pake pisau kecuali Bu Murni nantangin saya terus. Jadi ada perlu apa? "


" Saya cuma tanya apa maksud kamu usil sama postingan saya mana bilang saya pinjam uang ke bank buat modal toko " jawab Bu Murni mulai ketus.


" Lah emang iya kan Bu Murni pinjam modal, emang saya salah? "


" Ya salah karena kamu usil, apa untungnya buat kamu. Toh saya juga gak minta kamu bayarin " jawab Bu Murni tak mau kalah.


" Oh berarti benar ya modalnya dapat minjam hahaaa " Euis tertawa keras, yang lain pun mengikuti tawanya.


" Huhuuu bikin malu aza, udah sombong taunya dapat minjam "


" Berarti bener ya kalau Bu Murni gadein sertifikat buat buka toko, ih sampe segitu nya "


" Itu pasti karena pengen nyaingin Novia. Jadi orang irian gitu ya "


Kepala Bu Murni langsung terasa pusing dan telinganya berdengung mendengarkan ocehan tetangganya.


" Makanya jangan sombong Bu Murni baru juga segitu udak sok banget "


Bu Murni langsung melirik ke arah suara dilihatnya ternyata Euis yang dari tadi memprovokasi tetangganya yang lain. Bu Murni langsung berteriak sambil melempar sebungkus jagung ke wajah Euis.


" Diaaamm "


Bugh


Semua mata menoleh ke arah Euis dan Bu Murni bergantian. Mata Euis memerah dadanya naik turun.


" Berani kamu melempar saya hah? " Euis marah dilepasnya sandal miliknya dan dilempar pada Bu Murni.


Tapi Bu Murni mengelak ternyata mengenai Ceu Juju yang sedang berdiri di belakang Bu Murni. Dia sedang berjaga agar warungnya tak jadi korban kemarahan Bu Murni.


" Euiiiiss " teriak Ceu Juju, dia kesal pipinya yang tidak mulus kena lemparan sendal dia yakin pipinya akan bertambah tidak mulus lagi karena sandal Euis. Akhirnya Ceu Juju balik melempar Euis memakai sandalnya.


Apa yang disenangi warga akhirnya terjadi aksi saling lempar memakai sandal dan barang dagangan Ceu Juju.


Ibu ibu yang membawa anak anak dan balita langsung kepinggir melindungi anak mereka. Tapi mereka tak mau pergi karena ingin melihat tawuran Ibu ibu yang dimulai oleh Bu Murni.


Mereka menjadi tim hore yang berteriak untuk memprovokasi aksi saling lempar tersebut.


Sedangkan pelaku utama masih berada di tengah seperti biasa duo Y ditambah member barunya Euis, Bu Murni, Ceu Juju dan mayang.


Kini Ayu yang baru datang berniat menolong ibu mertuanya, dia terjebak di tengah aksi saking lempar. Beberapa kali dia mendapat lemparan yang entah dari siapa.

__ADS_1


__ADS_2