arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Gagal


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 95 ( Gagal )


Setelah sidang perceraian kedua, Novia tinggal menunggu sidang untuk ketuk palu yang berarti dia akan resmi menjadi janda. Dia sudah pasrah dan menerima bila itu memang yang terbaik untuknya dan anak anaknya.


Kejadian di pengadilan di ceritakannya pada Manda, dari awal kejadian sampai pulang. Manda tak bisa berhenti tertawa, dia pun sangat senang adiknya bisa lebih tegas menghadapi calon mantan suami dan keluarganya.


Tidak semua hal Novia ceritakan, terutama pembicaraan di mobil tentang permintaan Adrian untuk menerimanya bila masa idah nanti telah usai.


Namun cerita tentang Nuri disampaikan oleh Novia, mendengar cerita Nuri yang begitu ' dramatis ' membuat Manda menganga.


Karena menurut penglihatan Manda dari beberapa kali pertemuan tak di sengaja pada acara acara kegiatan komplek perumahannya Nuri seperti kurang bisa mengontrol emosi.


Untung saja ibunya selalu mendampingi dan jadi penengah bahkan penyeimbang Nuri.


Setelah Manda mengetahui keadaan Nuri dia berharap Novia lebih berhati hati, bukan tidak mungkin dia akan menyerang Novia seperti Nuri menyerang adik Adrian.


Manda memberi saran pada Novia agar menjaga jarak dengan Diki agar tidak terjadi salah faham bila memang Diki sekarang bersama Nuri.


Tanpa sepengetahuan Novia, Manda sudah mengetahui perihal permintaan Adrian pada Novia tentang selesai masa idah.


Manda pun mendukungnya, bukan karena dia menginginkan atasan Novia tapi dia melihat kesungguhan di mata Adrian.


Adrian sendiri sudah menerima kehadiran dua anak Novia yaitu Keyla dan Althaf bila kelak mereka berjodoh.


Manda pun meminta pada Adrian agar menjaga jarak selama Novia belum resmi bercerai dan sebelum masa idahnya selesai agar tidak ada pandangan buruk pada adiknya.


Namun dia tetap meminta pada Adrian agar tetap menjaga Novia karena Manda tetap khawatir Nuri akan berbuat hal yang sama seperti pada adik perempuan Adrian.


Apalagi sekarang Novia tinggal di ruko bersama Ibu dan kedua anaknya bertujuan agar memudahkan Novia untuk mengecek perkembangan tokonya dan juga online shop miliknya.


Pagi sampai sore dia bekerja di pabrik, sepulang kerja dia beristirahat sebentar kemudian melanjutkan bekerja mengontrol tokonya.


Tak jarang Novia turun langsung melakukan live di online shop nya. Dan ternyata berkat kegigihannya Toko Novia terus memperlihatkan hasilnya.


Hari ini Novia bekerja seperti biasa setelah kemarin dia izin tidak masuk kerja untuk mengikuti sidang kedua.


Novia memarkirkan motornya dan keluar dari gerbang parkir, sayangnya dia berpapasan dengan Diki yang baru saja tiba.


Diki membuang wajah di depan Novia, tanpa fikir panjang Novia pun melanjutkan langkahnya dan berjalan ke arah gedung tempatnya bekerja.


" Laki laki lebay " gumam Novia ketika melihat perlakuan Diki.

__ADS_1


" Vi, bagaimana sidang kemarin? " Candra tiba tiba sudah mensejajari langkah Novia.


Novia sendiri terlihat bingung dia melihat ke sekeliling khawatir ada yang melihat karena dia merasa Candra terlalu dekat dengannya.


" Eh Pak saya kira siapa, alhamdulillah lancar Pak " jawab Novia singkat.


" Kapan sidang ketiganya? "


" Mungkin sekitar dua minggu lagi pak "


" Mmhhh gimana Pak kabar anak anak Bapak saya sering dengar Difa sering curhat sama Teh Manda " Novia berusaha mengalihkan pembicaraan.


Semenjak obrolannya tempo hari dengan Fayza tentang Candra, dia sedikit khawatir perasaan Candra akan berkembang.


Dia pun merasakan kebaikan yang diterimanya dari Candra cukup berbeda. Walau masih dalam tahap wajar tapi dia merasa mendapat pengecualian dari pada yang lain.


Apalagi Novia berharap Manda berjodoh dengan Candra, karena sosok Candra sangat dewasa bisa mengimbangi kakaknya yang barbar.


Dan lagi mengingat mantan istri Candra yang terkenal menyebalkan pasti hanya Manda yang bisa menghadapinya. Semua orang tau setelah bercerai tetap saja istri Candra sering ikut campur kehidupan pribadi Candra.


" Oh iya Difa dekat sekali dengan Manda, Denis pun sama hanya saja Denis banyak mengikuti les jadi waktu luangnya tidak sebanyak Difa.


Sepertinya mereka butuh sosok Ibu, walaupun mantan istri saya masih ada tapi mereka tidak dekat. Mantan istri saya sibuk dengan usahanya "


Candra seperti sedang curhat padanya. Membuat Novia jadi merasa tidak nyaman. Dan ingin segera pergi tapi bingung mencari alasan.


" Pak, maaf sepertinya saya perlu ke toilet dulu. Saya tinggal duluan ya Pak heheee. Maaf ya Pak "


Cuma alasan itu yang terfikir di kepala Novia agar dia bisa menghindar dari atasannya itu.


Tanpa menunggu jawaban dari Candra, dia langsung berlari meninggalkan Candra yang terpaku kebingungan


" Duh gagal lagi pengen ngobrol sama anak itu, padahal moment tadi sudah pas. Mau ngajak keluar, tapi takut ditolak. Mungkin nanti aku coba lagi lah " gumam Candra sambil melihat Novia yang berjalan setengah berlari menjauhinya.


***


Pov Diki


Sial sekali pagi pagi sudah ketemu calon mantan istri, sebelumnya aku senang setiap kali bertemu Novia bahkan setiap malam aku selalu menunggu live penjualan Novia untuk pengobat rinduku.


Namun semenjak kejadian kemarin di pengadilan rasaku mulai terkikis karena mendengar dari Nuri Novia bersama laki laki namun bukan Adrian.


Karena seandainya laki laki yang dekat dengan Novia itu Adrian, pasti Nuri menunjuknya saat itu juga.

__ADS_1


Berulang kali aku bertanya pada Nuri ciri ciri laki laki tersebut, tapi boro boro aku ngerti yang ada malah tambah pusing karena Nuri berbelit belit. Sia sia aku mengajaknya jalan berdua padahal aku hanya ingin dia bercerita. Gagal lagi deh.


Tapi bisa jadi juga Novia jalan bersama dua laki laki sekaligus, kalau dihitung mungkin jadi tiga denganku karena kita belum bercerai. Novia, kukira cupu ternyata suhu ckckck.


Sudahlah lebih baik aku segera pergi daripada kesiangan. Langkah kaki ku percepat karena mengejar jam kerja.


Namun ada hal yang menari ketika aku berjalan, aku melihat Candra atasan Novia mengejar calon mantan istriku itu, bahkan mereka berjalan bersamaan seperti bukan atasan dan bawahan.


Ah aku ingat Nuri bilang laki laki yang ditemui bersama Novia itu memiliki dua putra, dan seingatku Candra memiliki dua putra dari pernikahan pertamanya.


Apa iya Novia jalan sama Candra? kalau benar jangan jangan mereka selingkuh di belakangku dari dulu. Pantas saja Candra menghindar duduk bersama denganku setiap kali makan siang. Jadi karena ini alasannya.


Sial*n kalian berdua sudah membohongiku akan aku balas kalian berdua.


Tapi yang benar saja bagaimana aku membalasnya. Candra termasuk orang penting disini. Jabatannya lumayan bahkan dia memiliki saudara pemegang saham di pabrik ini. Kalau aku macam macam nanti bisa bisa aku langsung dipecat.


Daripada aku berfikir buruk lebih baik aku pastikan saja nanti pada anak anak. Nanti malam aku coba hubungi mereka saja dan menanyakan laki laki yang dekat dengan ibunya siapa tahu mereka mau berbicara.


Aarrgghh Novia kamu bikin aku pusing, apa aku rela melepasmu?


Memang benar batas benci dan cinta itu sangat tipis, andai saja semua bisa diulang rasanya aku ingin memulai dari awal.


Tapi sepertinya sekarang cukup sulit, semoga saja Novia merubah keputusannya.


Tunggu aku punya cara lain untuk membuktikan kecurigaanku, lebih baik aku ambil foto Candra di FB bukankah kami berteman nanti aku tinggal tunjukan pada Nuri.


Setelah sampai di meja kerjaku langsung ku buka FB ku, padahal aku jarang membukanya cuma buang buang kuota saja fikirku.


Tapi demi mencari bukti tak apalah sekali ini.


Nah ini foto Candra, aku kirim sekarang ke Nuri biar gak penasaran


[ Nur maaf Aa ganggu, beneran gak ini laki laki yang kemarin kamu temui bareng Novia ] send


[ picture ] send


Harap harap cemas aku menunggu jawaban dari Nuri. Tapi tak lama aku langsung mendapat balasan.


Ting


[ Iya ]


Jawaban Nuri begitu singkat, seperti kisah rumah tanggaku yang singkat namun membekas hiks hiks..

__ADS_1


__ADS_2