
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 71 ( Opening Keyla Fashion )
Pagi ini di rumah Novia begitu sibuk karena akan mengadakan Opening untuk tokonya.
Untung saja Candra dan Adrian tadi malam membantu membereskan rumah setelah acara pengajian sehingga pagi ini mengurangi pekerjaan Novia dan keluarganya.
" Udah siap ayo kita ke toko 1 jam lagi toko dibuka, kita cek dulu takutnya ada yang terlewat " ucap Novia pada Manda.
" Vi Ibu sama anak anak agak siang ya, mereka belum bangun "
" Iya gapapa Bu, nanti nyusul saja. Do'akan openingnya lancar "
Manda dan Novia pun pamit pada Ibunya untuk pergi ke toko satu jam lebih awal.
Dari rumah Novia ke toko bisa berjalan kaki karena ruko Novia berjajar dengan gerbang masuk komplek perumahan Novia.
Banyak cara Novia lakukan untuk menarik minat pembeli di opening nanti. Dia membuat pemberitahuan di semua sosmednya.
Untuk warga komplek dia memberitahukan di saat acara pengajian dan menbagikannya di grup WA warga.
Di Opening nanti Novia akan mengundi doorprize untuk pembeli yang beruntung serta membuat harga diskon di tiga hari pertama penjualan.
Setelah di cek semua persiapan sudah beres 100% dan jam 8 pagi toko sudah dibuka.
Karena ini hari Minggu di daerah sekitar komplek Novia selalu ada pasar kaget. Moment ini sangat pas dengan opening toko Novia.
Sedari pagi toko Novia sudah di datangi pengunjung. Novia tidak menyangka tokonya akan dikunjungi banyak pembeli seperti ini.
Novia begitu sibuk untung dia dibantu Manda dan satu pegawainya. Ibunya Novia datang bersama anak anaknya Novia untuk melihat namun mereka kembali pulang karena tak ingin mengganggu Novia yang sedang melayani pembeli.
Untungnya jam 10 Fayza datang membantu jadilah mereka berempat melayani pembeli.
Sampai menjelang jam sebelas siang pembeli mulai berkurang karena pengunjung pasar kaget sudah mulai berkurang.
" Udah gak terlalu ramai ya Vi, tak apalah biar kita bisa istirahat. Bagaimana berapa banyak barang yang terjual? "
" Lumayan banyak Teh, nih lihat " Novia membuka laci kasir disana banyak sekali uang yang belum dirapihkan.
" Wooww kalau gini tiap hari bisa cepat kaya nanti hahaaa. Rapihkan uangnya terus kunci lacinya " titah Manda.
" Baik paduka "
" Hahaaa " mereka tertawa bersama.
" Teh lihat itu perempuan kemarin yang sama A'Diki kan? kayaknya mau masuk kesini deh " Novia menunjuk Nuri yang sedang berjalan masuk ke toko Novia.
" Oh iya, aku ngumpet dulu ya takutnya dia masih inget sama aku "
Tanpa mendengar jawaban Novia, Manda langsung naik ke lantai atas.
Nuri masuk ke dalam dan dilayani oleh Fitri pegawai Novia.
Tak berselang lama sebuah mobil parkir di depan Ruko Novia. Novia tahu betul itu mobil siapa. Ya itu Candra namun kali ini dia datang bersama kedua anak laki lakinya.
" Siang Vi, gimana tokonya? Ini kenalkan anak anak saya Denis dan Difa. Anak anak ini tante Novia" Candra langsung masuk dan memperkenalkan anaknya.
" Alhamdulillah rame Pak, Hai Apa kabar? "sapa Novia pada anak anak Candra
" Baik Tante " anak anak Candra begitu ramah usia mereka sekita 16 dan 10 tahun.
" Kalau kalian ada yang suka ambil saja, nanti Papah yang bayar "
__ADS_1
" Iya Pah, aku lihat lihat dulu ya. Permisi tante " ucap Denis.
Novia menjawab dengan senyuman " Wah anak anak Bapak ramah dan sopan ya. Ini pasti berkat didikan Bapak "
Candra tersenyum mendengar ucapan Novia " Makasih Vi, tapi rasanya belum lengkap saya memberikan kebahagiaan untuk mereka. Mereka kurang perhatian dari seorang Ibu "
" Mungkin Bapak belum ketemu jodoh saja, saya yakin Bapak akan mendapat istri yang baik " ucap Novia.
" Aamiin, semoga saja ya secepatnya saya bertemu jodoh " balasnya.
" Mbak saya mau bayar semuanya tapi tolong tasnya di pisah ya "
Tiba tiba Nuri sudah dihadapan Novia dan membawa banyak baju laki laki dan perempuan.
" Wah banyak sekali Mbak bajunya, terima kasih ya semoga mbak puas "
" Saya mau memberikannya pada calon suami saya dan keluarganya " Nuri menjawab sambil tersenyum.
" Ini Mbak Totalnya satu juta dua ratus ribu. Makasih Mbak "
Nuri mengangguk dan langsung pergi menaiki mobilnya.
" Woow A' Diki dapat mangsa baru. belum tau aza disana banyak benalu hidup hehee. Selamat bersenang senang " ucap Novia dalam hati.
" Siapa Vi kok senyum senyum gitu? " Candra merasa penasaran melihat Novia begitu memperhatikan pembeli tadi bahkan tersenyum senyum.
" Itu pacar A' Diki, sudah beberapa kali terlihat boncengan " jawab Novia.
" Oohh " Candra terkejut bahkan mulutnya membulat membentuk O.
" Kamu gak cemburu? "
" Ngga, buat apa? justru saya senang supaya dia gak ganggu saya dan proses perceraian berjalan lancar "
" Baguslah " ucap Candra seraya manggut manggut.
" Eh ngga Vi, saya cuma senang kamu bisa move on secepat itu " kilah Candra.
" Saya sudah cape mengalah Pak, sudah saatnya saya bangkit dan memikirkan masa depan anak anak dan saya sendiri "
" Bagus itu, saya dukung " dia mengangkat dua jempol tangannya.
" Hahaa " mereka tertawa. Candra merasa senang Novia bisa tertawa lepas tak mengingat masalah rumah tangga yang sedang dihadapinya.
" Pah, aku suka ini sama ini "
" Kalau aku yang ini ya Pah "
Denis dan Difa datang membawa barang pilihan mereka.
" Ini Vi tolong hitung semua jadi berapa? " Candra menyerahkan barang barang yang diberikannya anaknya pada Novia untuk dihitung.
" Gak usah Pak, aku kasih hadiah untuk anak anak "
" Gak boleh gitu, bisnis is bisnis kamu harus belajar disiplin "
" Hehee, iya Pak makasih untuk pembelian dan ilmunya. Semuanya jadi tiga ratus lima puluh ribu "
Novia pun membungkus pakaian dan sandal anak anak Candra.
" Eh ada tamu kapan datang? " Manda turun dari lantai 2.
" Belum lama kok, tadi anak anak ngajak jalan sekalian mampir kesini. Anak anak kenalin ini tante Manda "
__ADS_1
" Haiii, saya Manda nama kalian siapa? " tanya Manda pada anak anak Candra.
" Aku Denis tante "
" Aku Difa "
Mereka mencium tangan Manda bergantian.
" Ya Allah kalian sopan banget, kalian mau baso gak gimana kalau kita makan baso disebelah. Enak loh saking enaknya pengunjungnya tak pernah sepi " tawar Manda.
" Aku mau tante, ayo " Dafa langsung menarik tangan Manda dan Papahnya.
" Eh, Vi kamu gak ikut? " ucap Candra
" Gak Pak, saya jaga dulu kasian Fitri dan tante Fayza "
" Oke " Candra dan Denis menyusul Manda dan Difa yang sudah pergi terlebih dahulu.
" Ih mereka cocok ya Vi kayak keluarga kecil bahagia, bukannya itu Candra incaran Manda ya? " Fayza datang ke meja Novia setelah mereka pergi.
" Iya bener Tante, sepertinya anak anak Pak Candra suka sama kak Manda "
" Semoga jodoh ya Vi, tapi maaf ya kalau tante lihat kayaknya Pak Candra itu suka sama kamu deh "
" Ah gak mungkin tante, kami hanya dekat sebatas atasan dan bawahan saja hehee "
" Iya moga moga feeling tante salah, nanti kalau Manda beres kita gantian yuk makan baso " ajak Fayza.
" Siyap tan "
***
Satu jam kemudian Manda kembali bersama Candra dan anak anaknya.
" Gimana menurut kalian enak gak? "
Manda bertanya pada Denis dan Difa, mereka terlihat sangat akrab padahal baru satu jam bertemu.
" Enak tan, kapan kapan kita makan lagi yu " jawab Difa sambil bergelayut manja pada Manda.
" Tumben kamu suka baso De, biasanya kamu nolak "
" Hehee dari dulu aku suka, sekarang aku makin suka. Apalagi kalau makan bareng tante Manda " kilah Difa.
" Maaf ya Man, anak anak manja sama kamu "
" Gak papa Pak Candra " Manda menjawab sambil tersenyum bahkan pipinya merah merona
" Saya pamit pulang dulu ya, kapan kapan kami mampir lagi "
" Baik Pak, terima kasih "
Denis dan Difa mencium tangan Manda, Novia dan Fayza bergantian.
" Tante Manda, kapan kapan main ke rumah ya "
Novia dan Fayza langsung saling berpandangan kemudian mereka tersenyum melihat wajah Manda merah.
Candra dan anak anaknya keluar dari toko namun mereka berpapasan dengan Adrian yang baru datang.
Mereka saling tersenyum namun tampak dipaksakan.
" Euhh dia lagi, kok aku bisa keduluan sih " Adrian menggerutu dalam hatinya.
__ADS_1
" Siang Pak, saya pulang duluan ya " Candra langsung pamit pulang pada Adrian.
Adrian hanya mengangguk dan berlalu masuk ke dalam toko yang mulai terlihat ramai pengunjung kembali.