arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Pesta Kejutan


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 50 ( Pesta Kejutan )


Ting


Hp Novia berbunyi pertanda ada pesan masuk. Diambilnya Hp yang tersimpan dilaci kerjanya.


" Dari teh Manda, ada apa ya? " gumamnya.


[ Vi nanti pulang cepat ya, bantuin teteh ]


[ Bantuin apa teh, emang mau ngapain? ] send


[ Mau ada temen, pokoknya nanti pulang kerja jangan kemana mana ya ]


[ Oke teh ] send


" Kirain ada apa, berarti pulangnya gak bisa mampir mampir dulu " gumam Novia.


** Pukul 17.00


Ting


[ Vi, teteh nunggu di depan ]


[ Ngapain teteh jemput aku? ] send


[ Takut ada yang nyulik hahaa ]


[ Lebay, ya sudah aku siap siap dulu ] send


" Ri, teteh pulang duluan ya, buru buru udah di tungguin kakak didepan "


" Okey teh, hati hati ya. Tumben sampai dijemput segala " tanya Lori.


" Lagi gak ada kerjaan kali " ucap Novia sambil terkekeh.


" Vi tadi ada kakaknya menunggu di depan " Candra datang dari arah pintu, seperti biasa dengan memasang wajah cool nya.


" Iya pak, kok Bapak tahu ada kakak saya "


" Tadi saya pulang dari Office, kakak kamu nanyain Novia Nabila. Untung saja nanya nya sama saya jadi langsung tahu. Ya sudah cepat pulang kakaknya sudah menunggu "


" Iya pak makasih, saya permisi pulang duluan ya pak "


Candra mengangguk dan berlalu ke ruangannya. Sebenarnya memang sudah jamnya pulang hanya saja terkadang ada sebagian karyawan yang membereskan pekerjaannya yang tanggung apabila tidak diselesaikan.


Novia sudah sampai gerbang keluar, dilihatnya Manda sedang bermain HP sambil tersenyum.


" Teh, ngapain ih jemput aku gak ada kerjaan "


" Pengen jalan-jalan aza. Sekalian kan mau lihat Ruko yang mau kita beli "


" Sewa aza dulu teh, kalau beli uangnya gak cukup "


" Serah lah, ngomong - ngomong atasan kamu ganteng ya cool abis hehee. Masih bujang gak? "


" Pak Candra maksud teteh? duda anak satu. Apa, naksir ya?"


" Gak akan mau sama wanita barbar kayak teteh " lanjutnya.


" Ah kamu bukannya senang kalau dapat ipar dia. Kan nanti bakalan naik jabatan kamu "

__ADS_1


" Yeee ngarep ayo ah udah sore "


" Ayo, hari ini kita pake mobil Paman kebetulan tadi Paman berangkat pakai motor. Kapan motormu di ambil di si Diki? masa naik angkutan umum terus. Enak banget dia masih pake barang barang kamu "


" Nanti lah aku bicara dulu, sekalian beresin soal penjualan warung Amah. Bu Ningsih udah setuju dengan harga 100 juta. Dia minta waktu seminggu buat nyiapin uangnya "


" Wah bagus itu, lebih cepat lebih baik biar mertua kamu gak gangguin kamu terus "


Setengah jam kemudian mereka sudah tiba di Ruko dua lantai yang hendak Novia sewa. Mereka bertemu Bu Syifa sebagai pemilik Ruko.


" Jadi gimana Teh apa cocok sama Ruko milik saya? "


" Iya saya suka Bu, tapi sepertinya saya akan sewa dulu ruko nya kalau untuk membeli uang saya belum cukup. Saya akan menyewanya untuk 2 tahun ke depan saja "


" Oh gak papa Teh, kalau ke depannya ada rezeki teteh boleh membelinya "


Akhirnya mereka sepakat, Novia pun memberi uang DP pada Bu Syifa.


" Makasih ya teh moga moga usahanya lancar " ujar Bu Syifa.


" Sama sama Bu " mereka pun bersalaman. Kemudian Bu Syifa pamit pulang.


" Vi kenapa gak dibeli aza ini murah loh dengan posisi sestrategis ini. Kalau soal uang jangan khawatir Paman sama aku bakalan bantu "


" Gak teh, aku gak mau ngerepotin kalian biar pakai uang seadanya saja dulu. Lagian aku gak mau beli beli dulu barang takutnya ke depan ada masalah " jawab Novia sambil berjalan menuju mobil mereka.


" Masalah gimana maksud kamu? "


" Entahlah aku takut Rumah tanggaku dan A'Diki udahan nanti ributin gono gini "


" Bener juga sih, tapi kan kita bisa bilang itu punya paman atau punyaku "


" Bisa sih, tapi teteh kan tahu mereka seperti apa? pasti mereka gak percaya terus nanya uang hasil penjualan warung. Ah entahlah aku udah khatam sama sifat dan karakter mereka "


" Sudah ah kita pulang sekarang sudah mau maghrib anak anak pasti udah nunggu " Novia menarik tangan Manda.


Hanya beberapa menit mereka sudah tiba di rumah karena Ruko yang disewa Novia berada di jajaran gerbang masuk Komplek tempat tinggalnya.


" Assalammu Alaikum "


" Waalaikum salam "


" Mamaaahh " anak anak Novia berhamburan memeluk dan mencium Novia.


" Eh anak mamah pada nungguin ya, mamah mau mandi dulu ya bentar lagi adzan maghrib ayo siap siap sholat "


" Ya mah " jawab Keyla dan Althaf.


Novia berjalan menuju kamar, tapi dia heran melihat meja makan begitu banyak hidangan " Wah masak besar ya, ada acara apa sih? "


" Mmhhh itu ada teman pamanmu kesini " jawab Ibu Atikah sambil melirik Manda.


" Owh ada tamu spesial rupanya, ya sudah aku mau mandi dulu sekalian shalat maghrib "


Novia langsung menuju kamar mandi yang ada di kamarnya. Setelah mandi dia langsung sholat maghrib karena adzan sudah berkumandang.


Selesai Sholat Novia berjalan membuka pintu, tapi dia kaget melihat seisi rumah gelap dan tak ada siapa pun.


" Bu, teteh, Key, Al, Bibii pada kemana sih " Novia berjalan ke arah saklar sambil meraba raba.


Klik


" Surpriseee "

__ADS_1


" Happy birthday happy birthday happy birthday to youuu "


Yeaayy ...


Kemudian semua bernyanyi, Novia kaget ketika lampu menyala Keyla sedang membawa cake ultah dan semua berkumpul dibelakang Keyla sambil bernyanyi.


" Makasih semuanya " Novia terharu sampai matanya berkaca kaca.


" Mamah jangan nangis Ade beliin kado buat mamah " ucap Al sontak semuanya tertawa.


" Makasih bujangnya mamah, makasih juga kakak " diciuminya Keyla dan Althaf.


Disusul Manda, Ibu Novia, Emah dan Nania serta anak anaknya mengucapkan selamat.


Novia sempat tertegun karena melihat kehadiran Adrian dan seorang wanita yang tak dikenalnya yang berdiri disamping Arif.


" Hai Neng Via selamat Ulang Tahun mamah muda " ujar Adrian sambil memberikan sebuah kado.


" Jangan melongo gitu, teteh yang undang Adrian kesini. Tadi pas teteh jemput kamu ketemu Adrian sebelum ketemu duda ganteng atasan kamu " ucap Manda tanpa merasa bersalah karena tidak meminta persetujuan Novia terlebih dahulu.


" Ya makasih Ryan, maaf udah ngerepotin kamu " Novia terlihat gugup karena tidak menyangka akan kehadiran Adrian.


" Selamat ulang tahun Vi do'a terbaik ya buat kamu. Kenalin nih calon tantemu " ujar Arif sambil tersenyum.


" Fayza " wanita yang dikenalkan Arif tersenyum sambil mengulurkan tangannya.


" Alhamdulillah cepatlah dihalalkan kami sudah lama berharap paman segera menikah " ucap Novia sambil tersenyum.


" Inshaa Allah secepatnya " jawab Arif.


" Ayo ayo sekarang makan dulu, udah lapar nih " Manda memanggil semua ke meja makan.


Mereka pun makan bersama sambil bercerita rencana kejutan ulang tahun Novia.


Novia sendiri tidak mengetahui karena sedang banyak masalah yang dihadapinya sampai sampai tak ingat tanggal kelahirannya.


Selesai makan mereka pun berpindah ada yang masuk ke kamar masing masing adapula yang berkumpul di ruang TV.


Adrian duduk di ruang tamu, Novia duduk menemaninya karena merasa tak enak Adrian sudah mau datang di acaranya.


Agar Novia tak canggung, Keyla dan Althaf diajak Novia jadilah mereka duduk di ruang tamu berempat seperti keluarga kecil.


Althaf terlihat akrab dengan Adrian bahkan mau duduk di pangkuannya. Keyla pun banyak bercerita pada Adrian.


" Tumben loh dia mau sama orang baru biasanya susah dekat sama orang " ucap Novia membuka percakapan.


" Mungkin dia merasa nyaman saja "


Obrolan mereka terdengar canggung, seperlunya dan terkesan penuh basa basi.


" Kok bisa ketemu Teh Manda? "


" Tadi aku baru pulang dari produksi lewat depan, aku belum lupa wajah Teh Manda sengaja aku samperin. Terus kami ngobrol ngobrol.


Dia bilang baru ambil pesan cake ultah kamu buat kejutan, terus dia ngundang aku buat datang.


Karena mepet aku pun beli kado sepulang kerja bahkan sengaja pulang cepat.


Maaf kalau kadonya kurang berkenan ya " jawabnya sambil terkekeh.


" Ini juga sudah cukup makasih ya "


Sedang asiknya mereka ngobrol tiba tiba mereka terhenyak mendengar suara orang berteriak dari arah pintu " Oh jadi begini rupanya, kamu gak mau pulang karena ingin bebas berkencan dengan laki laki ini "

__ADS_1


__ADS_2