arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Manda VS Ayu


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Pov Author


" Assalammu alaikum semua nya " ucap Novia sambil tersenyum.


" Ada Amah, lagi belanja ya Mah. Tumben Ayu juga ikut Amah belanja? " lanjutnya lagi sambil tetap memperlihatkan senyumya.


" I - iya Amah lagi belanja sama Ayu " Amah menjawab pertanyaan Novia dengan terbata bata dan tersenyum getir.


" Tumben soak, biasanya kalau ngomong kayak raja singa mengaum terus udah berasa paling jago " Novia bergumam dalam hatinya.


" Kamu mau belanja juga Vi, jauh jauh dari rumah kamu kesini, emang gak ada pasar disana ya " Ayu berkata ketus pada Novia.


" Emang kenapa kalau belanja kesini, gak boleh? ini kan untuk umum.


Novia gak akan belanja kesini tapi dia mau liat warungnya yang disewakan jadi toko kelontong oleh Bu Ningsih " Manda menjawab pertanyaan Ayu tak kalah ketusnya.


Mendengar ucapan mManda, Amah dan Ayu menelan ludahnya kasar.


Kemudian Ayu membuang muka sembarang, sedangkan Amah melihat ke arah Bu Ningsih.


" Kebetulan ada Novia, Ibu lupa bilang kalau kemarin Ibu Murni bilang mau kesini lagi.


Mau ngehubungin gak tau nomornya kemarin lupa malah gak minta. Untung aza Novia datang kesini lagi " Bu Ningsih tersenyum sumringah.


Karena dia pun merasa bingung sebab Amah datang menagih uang sewa tapi dia sudah diwanti wanti Novia kemarin supaya uang sewa tidak boleh diberikan pada siapapun kecuali Novia.


Deg


Wajah Amah bertambah pucat. mendengar ucapan Bu Ningsih.


" Hahh novia kemarin kesini, jam berapa ya kok aku gak tau. Duh kalau gini caranya bisa malu aku.


Ini semua gara gara ide Ayu. Mana ini deket ke rumah kalau berita ini tersebar mau disimpan dimana ini muka " Amah menggerutu dalam hatinya.


Kemudian dia memberi kode dengan mengkerutkan alisnya pada Ayu beberapa kali seakan minta solusi untuk menyelesaikan masalah ini.


Ayu berfikir cepat dan diapun pasrah, sudah terlanjur basah mau gimana lagi. Mau lari juga gak mungkin karena banyak orang yang mengenal mereka disini.


" Jadi ini gimana ya Bu Murni, mumpung ada Novia nya kita obrolin bareng bareng soal uang sewa yang kemarin dibicarakan.


Saya sama istri saya bingung, kemarin pagi Bu Murni minta uang sewa 6 bulan ke depan malah mau ngasih diskon 20% ya saya sih seneng bu.

__ADS_1


Tapi sorenya Novia bilang, kalau warung ini sudah jadi milik Novia dan uang sewa harus diserahkan padanya.


Jadi yang benernya saya harus memberikannya pada siapa, setau saya ini kan milik Bu Murni. Tapi kemarin Novia bilang sudah beralih jadi miliknya.


Bahkan memperlihatkan bukti perjanjian jual belinya " ucap suami Bu Ningsih panjang lebar tanpa jeda.


Novia diam ingin melihat reaksi mertuanya.


" Iya dulu memang ini milik saya, dan memang benar sekarang sudah jadi milik Novia tapi itu karena terpaksa " Bu Murni menjawab dengan ketus kembali ke mode semula.


" Ya apapun itu kan perjanjian nya udah jelas kalau sekarang yang lebih berhak itu Novia.


Kenapa ibu berani beraninya mau ambil uang sewa, gak tanggung tanggung minta 6 bulan lagi. Itu sih namanya ngerampok " Manda berbicara dengan lantang hingga orang orang di sekeliling mulai melihat mereka.


" Heh ngapain kamu ikut campur, kamu itu siapa? terserah Amah dong kalau mau ambil uang sewa Amah masih punya hak kok. Lagian baru juga kemarin perjanjiannya jadi gak usah sewot " Ayu mulai terpancing oleh Manda diapun tak segan membalas ucapan Manda dengan suara lantang juga.


" Kamu nannyaa? hahaaa " Manda tertawa kencang.


" Terus kamu juga siapa? udah tau aku kakaknya Novia kan. Kamu aza yang menantu ikut campur, terus aku gak boleh?" lanjut Manda sambil bersedekap, kedua tangannya di simpannya di depan dada.


Lalu Manda melanjutkan perkataannya " Ah iya aku lupa kamu ikut campur pasti karena kamu merasa bersalah dan mau ikut bertanggung jawab kan, gara gara kamu kawin gak punya duit terus pake duit adik aku. Begitu kan?"


Wajah Ayu memerah menahan amarah dia mengepalkan kedua tangannya " Dasar perawan tua kurang ajar. Rasakan ini "


Tamparan dari Ayu mendarat di pipi putih nan mulus milik Manda. Sejurus kemudian terlihat senyum puas Ayu.


Tanpa menunggu lama Manda langsung maju menuju Ayu meraih tangan kanan Ayu dan memelintirnya kebelakang kemudian dia menjambak rambut Ayu hingga mendongak kebelakang.


" Ini tangan kamu yang sudah lancang menamparku, balasan seperti apa yang kamu mau haahhhh " rambut Ayu pun dijambak dengan sangat kuat hingga Ayu berteriak minta ampun.


" Ampuun ampuuun lepasin sakiit "


Amah menjerit melihat Ayu berteriak kesakitan. Sontak semua berlari berusaha melerai dan mencoba melepaskan cengkeraman tangan Manda dari rambut Ayu.


Akibat keributan ini mereka pun jadi tontonan gratis para pengunjung dan para pedagang pasar. Bahkan terlihat ada beberapa orang yang merekam adegan menjambak tersebut.


Namun bukannya terlepas, justru cengkeramannya makin kuat. Membuat Ayu berteriak teriak dan suara minta ampun pun tambah terdengar keras.


" Ampun kamu bilang, cuma segini nyalimu? payah " Manda mengguncang guncangkan kepala ayu.


" Sudah sudah mbak jangan berkelahi lepas kan tangannya mbak kasian itu sudah menangis kesakitan " ucap bapak bapak pedagang yang datang untuk melerai.


Bu Murni makin menjerit jerit, air matanya bak air sungai mengalir " lepas kan Ayu lepaskan huaaa huaaa "

__ADS_1


Novia merasa serba salah, karena dia tau watak Manda, apabila dia merasa teraniaya makan dia akan membalas sampai merasa puas.


" Lepaskan istriku " tiba tiba terdengar suara barington laki laki dari belakang kerumunan. Semua melihat ke arah suara. Terlihat Diki datang bersama Robi berusaha mengurai keributan.


" Lepaskan istriku lawan aku kalau berani dasar ******" suara Robi terdengar lantang.


Manda tidak terlihat takut malah dia makin menantang, kemudian dia melepaskan cengkeraman tangannya dari rambut Ayu kemudian menghempaskan kepala Ayu dengan kuat.


Ayu berlari dan bersembunyi di belakang Robi kemudian mengadu " sakit a' hiks hiks "


" Apa kamu bilang ******, Kamu kira aku takut? Gak malu rupanya kamu nantang perempuan.


Kuladeni sekarang juga. Kalaupun aku kalah itu hal yang wajar tapi kalau kamu kalah lebih baik kau pakai rok. Dasar banci ciiihhhh " Manda berteriak sambil menunjuk Robi.


Wajah Robi merah, dia mengepalkan tangannya. Dadanya pun naik turun menahan amarah.


A' Diki memandangku nanar tatapannya begitu sendu. Aku tersenyum miring melihat kelakuan keluarganya.


" Bubar bubar jangan menghalangi jalan " terdengar teriakan dari arah jalan.


Orang orang yang menonton pertunjukan gratis itu pun bubar sambil berteriak ' huhuuuu '


Kini tinggallah tersisa Novia, Manda, Diki, Robi, Ayu, Amah, Bu Ningsih dan suaminya serta bagian keamanan pasar.


" Bapak bapak dan ibu ibu kalau ada masalah tolong selesaikan dengan baik baik jangan bikin gaduh di pasar dan jadi tontonan orang. Ini gimana mau diselesaikan di kantor polisi didampingi keamanan pasar atau mau di selesaikan secara kekeluargaan di rumah " tanya petugas keamanan.


" Saya akan ke kantor polisi, tapi saya mau ke dokter dulu meminta visum untuk istri saya. Saya gak akan lepaskan kamu perempuan gila " ujar Robi seraya menunjuk ke arah wajah Manda.


" Aku tunggu, sapa takut " jawab Manda dengan senyum mengejek.


Robi pun pergi memapah Ayu disusul Bu Murni, sebelum pergi Bu Murni sempat sempatnya memelototi Novia dan Manda kemudian membuang wajahnya kasar.


Sejenak Diki termangu dan memandang Novia " kamu gapapa vi? "


" Gapapa, aku baik baik saja " jawab Novia singkat tanpa senyum dan terkesan datar.


" Syukurlah, kalau ada apa apa hubungi aku " ucap Diki dengan PD nya.


" Diki pulang kamu! mau apa disitu " Bu Murni berteriak dengan kencangnya.


Diki pun berlari mengejar ibunya dan adiknya yang sudah berjalan jauh.


Kemudian petugas keamanan pasar pun pamit kembali ke pos setelah di rasa tak ada masalah lagi.

__ADS_1


Selain tersisa Novia dan Manda, sekarang tersisa Bu Ningsih dan suami yang terlihat takut dan gemetar melihat kejadian tadi.


__ADS_2