arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Kalah Perang


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 92 ( Kalah Perang )


Melihat Novia pergi bersama Adrian hati Diki terasa panas membara, ingin rasanya marah tapi dia sadar sudah tak berhak marah.


Walaupun belum sah secara hukum, tapi Novia sudah sah secara agama di talak olehnya. Melihat sikap Novia pun Diki mulai yakin kemungkinan rujuk sudah sangat kecil.


Untuk saat ini pasti sudah tidak mungkin karena suasana hati Novia benar benar kacau. Entah nanti fikirnya, semoga Allah masih menggariskan jodoh untuk kembali bersama Novia.


" Hehhh Ki kamu ngapain melamun gak malu kamu banyak orang ngelihatin. Ayo kita buru buru masuk ke mobil " ajak Bu Murni.


" Ayo ayo buruan aku malu, mereka lihatin kita segitunya kayak orang paling hina saja " timpal Cantika sedikit emosi.


Mereka langsung bergegas masuk mobil milik Nuri. Ketika mobil mereka melintas orang yang tadi melihat mereka ribut dengan Novia langsung menyoraki.


" Huhuuuu "


" Dasar udik " ucap Cantika tapi dia tak berani menampakan wajahnya keluar.


Di perjalanan pulang di dalam mobil begitu sunyi tak ada yang berbicara sampai Bu Murni memecah kesunyian.


" Ki kamu tahu itu siapa yang bernama Novia? "


Tanpa sadar Nuri melirik ke arah Diki seperti menanti jawaban Diki.


" Itu auditor di tempat kerja aku Mah, itu yang aku dulu bilang kalau Novia pernah jalan sama laki laki bermobil " jawab Diki.


" Tapi ganteng juga ya mobilnya juga keren, pantas saja si Novia ninggalin A'Diki " Cantika ikut berkomentar bahkan tak menyaring ucapannya. Terbukti wajah Diki langsung merah.


Bu Murni langsung menyikut Cantika yang duduk di sebelahnya. Mendapat sikutan Bu Murni barulah Cantika tersadar dia menutup wajahnya dengan tas dan terkekeh sendiri.


Hati Diki berasa hancur sudahlah hari ini mediasi gagal, melihat Novia akrab dengan Adrian sekarang pun dia harus menerima ucapan pedas adiknya yang memuji Adrian. Benar benar hari ini Diki merasa kalah perang.


" Mmmhhh maaf itu tadi istri A'Diki ya?" tiba tiba Nuri bertanya.


Bu Murni baru tersadar kalau saat ini berada di mobil Nuri yang notabene sedang dijodohkan dengan Diki olehnya.

__ADS_1


Ayu dan Cantika saja sampai saling berpandangan dan menutup mulut mereka dengan tangan masing masing.


Saat ini hanya Diki yang terlihat tidak peduli dia terus menyetir dengan kecepatan cukup tinggi sepertinya dia ingin segera sampai di rumahnya.


Bu Murni terlihat kebingungan menjawab, dia bingung harus menjawab apa pada Nuri.


Dia harus mencari kata kata yang tepat karena sudah berniat menjodohkan Nuri dan Diki. Jangan sampai gara gara melihat kejadian tadi Nuri berubah fikiran.


Melihat mertuanya yang gelagapan Ayu mencoba mengambil alih obrolan. " Iya itu istri A'Diki yang sekarang lagi proses cerai "


" Tapi jangan khawatir Nur, mereka udah mau bercerai. Novia itu bukan menantu idaman Amah dia gak pernah peduli sama Amah dan keluarga Diki. Makanya kita sering ribut sama dia " tambah Amah, tak peduli ada Diki dia tetap menjelekan Novia.


Diki yang mendengar ucapan ibunya mendelikan matanya. Di saat seperti ini saja tak bosan ibunya menjelekan Novia.


" Oh, itu kan perempuan yang ada di toko baju di gerbang komplek rumahku, tapi waktu itu dia bukan sama Adrian kok " Nuri seperti sedang mengingat ngingat sosok laki laki yang bersama Novia tempo hari.


" Tapi mungkin aku salah sih, soalnya laki laki itu bawa dua anak laki lakinya dan mereka belanja cuma aku lihat laki lakinya kelihatan suka sama istri A'Diki " tambahnya.


Diki yang sedang menyetir terlihat menyimak ucapan Nuri. Dia berfikir keras siapa laki laki itu. Namun yang Diki fikir lagi kenapa Nuri bisa tahu Adrian. Bukankah dari tadi tak ada yang menyebut nama Adrian.


" Siapa ya laki laki itu? ternyata kamu seperti itu Vi tidak cukup dengan satu laki laki. Terus kenapa Nuri tahu itu Adrian. Atau biar aku ajak jalan saja Nuri jadi kan aku bisa nanya ciri ciri laki tersebut dan mencari tahuq soal Adrian. Kalau nanya sekarang aku bisa di semprot Amah " monolog Diki dalam hati.


Diki hanya diam tak menanggapi, fikir Diki Ibunya ini cuma cari celah saja buat makin benci Novia. Tapi dia akan memastikan siapa laki laki yang bersama Novia selain Adrian itu.


" Kamu pernah belanja di toko Novia? " tanya Cantika.


" Iya waktu itu aku beli baju buat Amah dan yang lainnya disana. Harganya terjangkau kok, bahannya juga bagus.


Kalau aku lihat tokonya tiap hari gak pernah sepi. Udah gitu penjualan onlinenya juga bagus followernya udah sampe jutaan. Padahal tokonya baru, aku kan sering nonton live nya " "


Nuri memuji Novia sesuai dengan apa yang dilihatnya, namun ucapan Nuri mendapat tanggapan lain dari Ayu.


Senyum Diki sedikit tersungging, dia merasa bangga dengan pencapaian Novia. Dia pun berkhayal andai saja Novia mau kembali padanya.


" Ah baru juga segitu, bentar lagi juga kita bakalan punya toko ya Mah, pasti lebih laris. Bener gak teh? " ucap Ayu.


" Iya dong, biarin aza sekarang dia senang, bentar lagi saingannya segera menghadang hahaa " Ayu dan Cantika langsung tos dengan percaya dirinya dia merasa bisa mengalahkan Novia.

__ADS_1


" Kalian dari tadi cuma ngomong nyaingin nyaingin saja emang ada apa sih, Terus toko siapa yang sering kalian sebut bakal nyaingin toko Novia? " tanya Diki.


Dia merasa penasaran dengan ucapan Ibu dan adiknya. Ini seperti bau bau persaingan. Yang lebih Diki khawatirkan mereka membuat masalah lagi dengan Novia.


" Nanti lah tunggu tanggal mainnya biar surprise ya kan Mah " ucap Cantika


" Iya dong, nanti kamu bakal dibuat menganga deh " timpal Bu Murni.


" Terserah kalian lah, aku ingetin jangan sampai kalian bikin ulah lagi. Aku gak bakalan mau bantu " ancam Diki.


" Ih siapa juga yang butuh bantuan kamu, gak perlu lah " jawab Bu Murni.


" Eh ngomong ngomong ini udah deket rumah emang mau langsung pulang ya? " tanya Ayu.


" Emang kamu mau kemana Yu? " ucap Cantika, dia sudah tau arah obrolan Ayu yang tak jauh jauh pengen gratisan.


Nuri yang mendengar pertanyaan Ayu langsung memutar bola matanya " dasar mental gratisan emangnya aku gak tahu mau kamu apa? " batin Nuri.


" Ya kali Teh kita mau jalan jalan, aku denger ada cafe baru daerah xxx kan asik tuh kalau kita jadi orang pertama di daerah kita yang nongkrong disana " balasnya.


" Tau tuh A'Diki, mau gak jalan dulu A' ?" semua langsung memandang ke arah Diki.


Menyadari kemana arah obrolan keluarganya Diki langsung menjawab " Aku gak bisa, aku mau jalan sama Nuri berdua "


Mata Nuri langsung melotot sempurna, hatinya berbunga bunga. Bu Murni langsung tersenyum " Nah gitu dong Ki, buruan move on "


Sebenarnya Diki malas hanya saja dia ingin mencari tahu laki laki yang tadi dikatakan Nuri sedang bersama Novia sekalian penasaran kenapa Nuri bisa tahu Adrian.


Apalagi Diki melihat wajah Nuri yang seperti keberatan dengan usul Ayu, dia pun merasakan kesal dengan sifat Ayu yang doyan gratisan.


Hanya wajah Ayu yang terlihat kecewa karena Diki dan Nuri mau jalan berdua.


" Uh sial banget kok mareka malah mau jalan berdua, tahu gini ngapain ikut nganter jauh jauh mana di bikin malu si Novia " gerutunya dalam hati.


" Ya sudah Ki, nanti di depan gang kita langsung turun nanti kamu puter balik ya " ucap Bu Murni.


Nuri terlihat senang, wajahnya terus menyunggingkan senyum " Ah ada bagusnya juga ribut tadi, A'Diki jadi ngajak aku jalan " ucapnya dalam hati

__ADS_1


Setelah sampai depan gang rumah, Diki menurunkan Ibu dan adik adiknya. Dia pun langsung memutar dan menjalankan niatnya mencari tahu siapa laki laki yang bersama Novia.


__ADS_2