
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 138 ( Hadiah dari Adrian )
" Nia, kiriman ke Ibu Leha sudah berangkat belum? barusan Bu Leha kirim pesan sama saya nanyain kirimannya "
Novia saat ini sedang berada di tokonya, setelah pulang kerja dia biasa membantu sebisanya.
" Belum Bu " jawab Nia sambil berjalan ke arah Novia.
" Assalammu Alaikum "
Suara laki laki yang sering Novia rindukan tiba tiba sudah ada di depannya.
" Waalaikum Salam. Ryan? " senyum merekah terlihat di bibir Novia.
Adrian mengambil bangku dan duduk di belakang Novia yang sedang berada di mejanya.
" Maaf Bu barang buat Bu Leha belum dikirim karena menunggu kendaraannya penuh. Barang yang dipesannya enggak terlalu banyak kalau pakai mobil sayang Bu terus macet juga. Bagusnya sih pakai motor "
Sampai sini Novia langsung faham maksud Nia " Oke saya ngerti, gini saja kamu panggil Kang Ahmad suruh dia kirim langsung barangnya ke Bu Leha pakai motor saya ini kuncinya.
Dan Nia, maksud kamu saya faham tapi ini gak baik buat performa kita. Nanti Bu Leha mengira kita lalai. Seharusnya kamu konfirmasi juga sama Bu Leha biar dia tidak menunggu atau kalau enggak kalian cari solusi yang sama sama menguntungkan.
Misal kirim pake jasa expedisi tapi biaya di bagi 2. Kalau dia gak mau ya tunggu pengiriman kita yang searah tapi harus minta persetujuannya dulu. Jangan sampai dia menunggu tanpa kepastian "
" Iya Bu, ke depannya akan saya lebih perhatikan " jawab Nia.
" Ya sudah sekarang kamu ke Kang Ahmad dulu ya " titah Novia pada Nia.
" Iya Bu " setelah itu Nia langsung pergi menuju gudang.
" Ada apa Yang? " tanya Adrian yang sedari tadi menyimak.
Blusshhh
Wajah Novia langsung merah seperti kepiting rebus. Kenapa dia lupa kalau sekarang ada Adrian di belakangnya.
" Kenapa? " tanya nya lagi sambil mengucek rambut Novia.
" Mmmhhh itu anak anak sedikit kesulitan kalau ada pengiriman sedikit. Sepertinya aku butuh motor jadi kalau ada pesanan barang gak banyak bisa dikirim pakai motor jadi irit biaya dan waktu karena bisa menghindari macet "
" Oh gitu, emang benar juga sih "
" Aku sudah kepikiran tapi kayaknya aku gak beli motor dulu deh, kemarin baru beli mobil. Uang simpananku sudah menipis " Adrian hanya menganggukan kepalanya.
" Sayang aku lapar, makan yuk " ajak Adrian.
" Tapi tanggung bentar lagi Maghrib. Gimana kalau beres soal Maghrib kita cari makan "
" Iya gak apa apa, kita sholat di atas saja ya " pinta Adrian.
" Iya boleh "
__ADS_1
***
Setelah selesai sholat Maghrib Adrian dan Novia langsung keluar dengan niat untuk makan. Mereka segera masuk ke dalam mobil dan keluar dari area ruko.
" Ryan kamu makan makan apa? "
" Mau makan kamu " jawab Adrian tanpa berpaling melihat ke depan karena sedang menyetir.
" Isshhh kamu di tanya serius kok jawab kemana saja "
" Via sayang, jangan panggil aku Adrian terus dong. Yang romantis dikit panggil ayang, beib atau apa gitu "
Mendengar permintaan Adrian Novia malah melongo. Pasalnya dia merasa sungkan dan kurang nyaman apalagi ada anak anaknya.
" Maaf bukan aku gak mau. Aku, mmmhhh gimana ya bilangnya? " Novia terlihat gelisah.
" Ya sudah aku gak maksa kok "
" Bukan gitu, aku pengennya nanti manggil Pa-pa supaya gak berganti ganti lagi " suara Novia terdengar lirih tapi masih terdengar Adrian.
" Apa, gimana? yang keras dong " seru Adrian sambil melirik ke arah Novia yang wajahnya sudah merah karena malu.
" Iihhh apa sih malah godain aku " dicubitnya pinggang Adrian membuat Adrian memekik.
" Aduh aku lagi nyetir loh, bahaya " Diraihnya tangan kanan Novia dan menciumnya berulang ulang. Dalam hati Adrian merasa bahagia mendengar Novia memanggil Papa.
" Aku sayang kamu Vi " sambil mencium tangan Novia.
Adrian membiarkan moment itu terjadi, karena jarang sekali Novia mau bersikap romantis.
" Perasaan dari tadi jalan terus deh, apa kita gak jadi makan? " tanya Novia tiba tiba sambil melihat sekeliling.
Dia merasa bingung kenapa Adrian tidak berhenti padahal tadi dia melihat ada banyak tempat makan yang dilewatinya. Bukankah tadi Adrian yamg mengajaknya makan, seharusnya dia sudah merasa lapar tapi ini malah berkeliling.
" Iya tapi aku mau mampir dulu ke suatu tempat kalau misal makan dulu pasti keburu tutup. Emang kamu udah lapar banget? "
" Enggak sih, ya udah kita mampir dulu ke tempat yang kamu maksud " sahut Novia.
" Ok, sebentar lagi sampai kok "
5 menit kemudian Adrian parkir di sebuah dealer yang kebetulan belum tutup.
Mereka masuk ke dalam dealer, sampai detik ini Novia belum tahu maksud Adrian membawanya kesini. Dia hanya mengikuti langkah Adrian yang sedari tadi menggenggam erat tangannya.
" Selamat malam Pak Adrian " sapa seorang wanita cantik berpenampilan seksi dengan make up tebal.
" Selamat malam, tadi saya sudah menelepon Pak Tedi dan ingin melihat unit yang sudah saya pesan " balas Adrian sambil melihat keberadaan Pak Tedi.
" Oh iya Pak, tadi Pak Tedi memberi saya tugas untuk menemani Bapak melihat unit yang Bapak minta. Mari Pak "
Novia sedikit risih melihat gesture dari SPG tersebut yang terkesan genit padahal dia ada di samping Adrian.
Tanpa sadar tangan Adrian di tariknya dan di rekatkan di pinggang Novia yang ramping. Gerakan itu membuat Adrian sedikit kaget namun dia langsung tersenyum sadar dengan tingkah Novia yang sedang cemburu.
__ADS_1
" Ada bagusnya juga dia cemburu heheee " gumam Adrian dalam hati.
" Silahkan Pak " ucap si SPG dengan senyum ramah namun kemudian berubah kecut ketika melihat tangan Adrian melingkar di pinggang Novia.
" Sayang kamu mau pilih yang mana, aku sudah pilihkan unitnya. Kamu tinggal pilih suka warna yang mana "
Tanya Adrian pada Novia dengan santainya. Seketika Novia langsung mendongak melihat ke wajah Adrian yang lebih tinggi darinya
" Hahhh ini buat aku? " telunjuk Novia menunjuk wajahnya sendiri.
" Iya kok kaget gitu sih? "
Novia langsung membawa Adrian ke tempat sepi " Ryan aku gak punya uang kamu kenapa ih bikin malu. Mana nunjuk motor yang paling bagus dan paling mahal. Itu kan kebagusan buat angkut barang "
Novia yang panik mendadak berubah konyol dengan berpikir membeli motor bagus untuk angkut barang. Bahkan suaranya terdengar ketakutan, tapi menurut Adrian itu hal lucu karena Novia berbicara sambil berbisik bisik dan bergelayut di lengannya.
Mendengar penuturan Novia Adrian langsung tertawa walau tertahan. Dia mengajak Novia duduk dan menenangkannya. Bahkan adegan itu terlihat seperti seorang kakak yang sedang merayu adiknya.
Ya seimut itu Novia yang memiliki wajah baby face, walau sudah memiliki anak yang sudah bersekolah namun karena badannya yang seperti gadis ABG jadi nampak seperti anak SMA paling ngga anak kuliahan.
" Gak sayang aku yang beli, aku kasih buat kamu. Buat kamu kerja bukan buat angkut barang. Masa motor sebagus itu di pakai buat angkut barang, sayang dong "
Mata Novia membulat dan menatap Adrian " Gak ah, itu kemahalan apa nanti kata ayah dan ibu. Nanti aku dikira...."
" Morotin aku? " belum selesai Novia bicara dia langsung memotong ucapan Novia. Dan Novia hanya mengangguk pelan.
" Gak lah lagian ini uang hasil kerjaku, kamu calon istriku. Aku gak mau ada penolakan ya. Karena aku ikhlas dan satu lagi aku gak mau kamu berpikir kamu akan mencicilnya " tegas Adrian
Novia langsung terdiam mencoba meresapi kata kata kekasihnya. Lalu senyum manis langsung menghiasi bibirnya.
" Ya sudah aku mau, makasih ya sayang " Adrian langsung menarik Novia ke dalam pelukannya.
Untung saja tak ada pengunjung lain, karena dealer tersebut memang berniat tutup. Hanya karena Adrian merupakan teman pemiliknya dan sering membeli unit disana jadi mereka memberikan pelayanan khusus.
Novia langsung berdiri dan menarik lengan Adrian setelah beberapa detik berada di pelukannya.
Tangan Adrian kembali dilingkarkan di pinggang Novia seperti tak boleh terlepas.
" Oke Mbak saya mau warna merah ya biar terlihat seksi dan berani "
Wanita SPG tersebut tersenyum walau terlihat terpaksa dan nampak kesal melihat kemesraan Adrian dan Novia.
Setelah memilih warna, mengisi data dan membereskan pembayaran Adrian langsung mengajak Novia pulang untuk makan malam.
" Makasih ya Mbak sudah membantu kami " ucap Novia sambil tersenyum dan bergelayut manja di lengan Adrian.
" Sama sama Kak " jawab wanita tersebut kemudian mengantarkan Adrian dan Novia ke pintu keluar.
" Sial*n padahal aku sengaja minta lembur supaya bisa melayani Pak Adrian. Padahal niat aku buat deketin dia, sudah mah ganteng, mapan loyal lagi sama pasangan.
Naas dia malah bawa pasangannya mana mesra lagi. Pulang saja tangannya tak mau lepas dari pinggang perempuannya "
SPG tersebut mengumpat sambil melihat ke arah pasangan kekasih tersebut.
__ADS_1