arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Status Di Facebook


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 111 ( Status Di Facebook )


Menjelang sore Nuri datang ke toko sendirian ke toko. Suasana toko tak seramai tadi siang. Bu Murni langsung menyambut kedatangan calon menantunya itu dengan wajah sumringah.


" Eh Nuri ayo masuk Nur. Kamu gak bilang mau kesini kalau tau mau kesini Amah pasti suruh Diki jemput kamu "


" Iya Amah maaf saya tadi siang ada acara keluarga jadi agak telat datangnya. Ini baru pulang langsung kesini " jawab Nuri menampilkan senyum manisnya.


" Ngga apa apa, bentar lagi kita mau pulang ke rumah. Mending kamu ikut ke rumah ya kita kumpul kumpul aza di rumah sekalian istirahat " ajak Bu Murni pada Nuri.


Karena toko tak seramai siang maka Cantika dan Bu Murni memutuskan kembali ke rumah untuk beristirahat. Untuk toko akan dijaga Robi dan Ayu alasannya mereka tidak percaya pada karyawan karena masih terbilang baru.


Bu Murni dan Cantika pulang ke rumah menggunakan mobil Nuri. Ketika di pasar mereka mampir membeli baso dan juice untuk orang rumah.


Mobil Nuri diparkirkan di depan gang, mereka jalan kaki bertiga sambil mengobrol dan sesekali tertawa menceritakan kesibukan tadi di toko.


" Bu Murni sudah pulang? gimana tokonya rame? " tanya seseibu yang berpapasan dengan mereka.


" Ya rame dong kalau saya bikin apa apa gak pernah gagal pasti sukses. Tadi datang gak kesana? " tanya Bu Murni pada ibu tersebut.


" Maaf nggak Bu, anak saya sakit. Makanya saya tanya rame nggak? kalau saya kesana pasti saya gak nanya karena lihat sendiri " balas ibu tersebut.


" Ih kirain kesana kamu tuh kurang gaul, makanya kesana dong. Sapa tahu ada baju yang kamu suka, lumayan lagi big sale khusus hari ini " balas Bu Murni.


" Iya bu nanti saya kesana, saya permisi dulu mau ke depan " pamit ibu tersebut tak mau panjang lebar.


" Ya sudah mangga " balas Bu Murni. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah yang tinggal beberapa meter lagi.


Sesampai di rumah mereka makan baso dan juice yang tadi dibeli. Semua berkumpul anak cucu kecuali Robi dan Ayu yang berada di toko.


Cantika memotret kebersamaan mereka, Diki dan Nuri yang duduk berdekatan terlihat seperti pasangan kekaksih. Semua foto dipasang di status WA Cantika.


" Mah sepertinya A'Diki mulai mau menerima Nuri ya " ucap Cantika sambil menunjuk pasangan itu dengan matanya.


Bu Murni langsung melirik megikuti arah mata Cantika " Baguslah, lagian ngapain ngarepin Novia yang jelas jelas gak mau balik. Amah juga gak setuju kalau mereka balikan. pelit banget si Novia, malas Amah "


Ting


Cantika yang sedang menyantap basonya langsung melihat ke arah ponselnya.


" Mah ada pesan dari Robi, lihat " Cantika memperlihatkan pesan dari Robi.

__ADS_1


[ Kalian enak enakan ya makan baso rame rame, kita disini cape kerja ]


Tulis Robi yang dibubuhi emoticon warna merah bulat yang artinya marah. Cantika pun langsung membalasnya.


[ Suruh siapa nunggu kan aku dah bilang supaya pulang. Enak loh kita di jajanin calon kakak ipar ]


[ Kami dibungkusin gak? ]


[ Ya nggak lah, dia beli buat yang ada di rumah aza ]


[ Pelit ]


Melihat balasan Robi, Amah dan Cantika terkikik.


" Dia pantang banget ngelewatin gratisan seperti ini " ucap Cantika.


" Iya gak tahu itu anak seperti siapa " jawab Amah sambil mencebikan bibirnya.


" Ya seperti Amah lah, coba ingat ingat " dengan polosnya Cantika menjawab ucapan ibunya. Bu Murni langsung kesal dia mencubit paha Cantika sampai meringis.


" Aduuhh Amah sakit doong " di elusnya bekas cubitan tersebut. Semua melihat ke arah mereka berdua.


" Kamu juga ngatain orang tua gak sopan banget " jawab Bu Murni sambil melotot.


" Hehee gak Pak kami lagi bercanda aza " jawab Bu Murni, tapi Cantika terlihat cemberut menahan sakit.


" Aku mau pulang sekarang, udah sore kasihan anak anak " ucap Cantika sambil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang, tapi belum di angkat.


" Kamu Tik, segitu aza marah cengeng " Bu Murni mencebikan bibirnya.


" Ya udah diantar pake mobilku aza biar A' Diki sama aku bisa sekalian main ke rumah Teteh " tawar Nuri padahal alasan sebenarnya dia ingin jalan jalan bersama Diki.


" Iya gitu bagus, ayo Diki kamu siap siap sekarang. Kasihan Cantika sudah kesorean " Bu Murni menyambut baik tawaran Nuri berharap Diki makin dekat dengan calon mantu idamannya.


Pak Imam melengos melihat tingkah istrinya, karena dia sudah tahu niat apa yang dipikirkannya.


Setelah bersiap mereka pulang Cantika menuntun kedua anaknya. Mereka berpamitan pada Pak Imam dan Bu Murni. Sekarang yang tersisa di rumah itu hanya tinggal Bu Murni, Pak Imam, Chila dan Ikbal.


Chila sedang bermain dengan kakeknya, Ikbal kembali ke kamar karena dia lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar untuk belajar atau sekedar main game.


Bu Murni langsung mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya. Dia mengupload foto foto tokonya dan kebersamaan bersama keluarganya.


Dia tersenyum dengan bangga melihat semua foto yang di uploadnya lalu dia bergumam dalam hatinya " Aku yakin para tetangga dan teman teman arisanku pasti memuji. Belum tentu kan mereka bisa membuka toko sepertiku "

__ADS_1


" Mah kenapa senyum senyum? " tanya suaminya.


" Gak Pak, ini Amah lagi upload foto ke facebook biar semua tetangga dan teman Amah lihat. Mereka pasti iri dan memuji Amah bisa memiliki toko. Gak apalah warung nasi dulu di ambil Novia. Sekarang kan sudah ada gantinya "


" Pamer aza kerjanya malu Mah sudah tua, lagian kenapa sih masih ingat warung terus. Itu kan salah Amah juga " ucap Pak Imam.


" Lah Bapak gak ngerti udah diem bae gak usah berisik. Gak suka ya lihat istri bahagia? " mendapat nasehat dari suaminya Bu Murni tidak terima malah memarahi Pak Imam.


" Ya sudahlah terserah Amah saja, Bapak gak mau pusing " sahut Pak Imam dia memilih mengasuh cucunya.


" Ikut campur saja " balas istrinya lalu dia berdiri berniat ke toilet dan membiarkan ponselnya tergeletak di meja.


Tak lama ada balasan yang masuk ke postingan facebooknya, tidak sedikit yang memuji Bu Murni tentang tokonya dan tentang kesolidan keluarganya.


Banyak yang memuji keluarganya begitu kompak dan harmonis. Dari kebanyakan yang memuji itu teman arisannya karena tak tahu keseharian keluarga tersebut.


Sedangkan para tetangga lebih banyak mencela dan membandingkan toko Bu Murni dengan toko milik Novia.


{ Kompak sih, tapi kok ngelupain cucu dari anak pertama ya }


{ Iya mentang mentang ada calon mantu baru, paling nanti juga di jadiin babu }


{ Eiittss gak akan kalau sogokannya banyak hahaaa }


{ Buktinya mantu yang dulu baik, tapi malah di tipu }


{ Ah tokonya biasa kok, dari segi bangunan sama barang aza kalah sama toko Novia }


{ Niatnya mau nyaingin tapi zonk hahaaa }


{ Tunggu aza bentar lagi paling ada debtcoll yang bakal nagih ke rumah }


{ Kasihan }


Bu Murni yamg sedang berada di toilet tak mengetahui banyak comment yang masuk ke facebooknya. Padahal sekarang lebih banyak comment yang menyudutkannya.


Mungkin di awal teman arisannya yang lebih banyak komentar. Tapi setelahnya tetangganya lah yang lebih banyak memberi komentar.


" Mah itu tadi ponselnya bunyi terus " ujar Pak Imam.


Bu Murni yang masih kesal langsung duduk membuka ponselnya dan melihat isi komentarnya.


Setelah membaca isi komentarnya dadanya langsung naik turun, mukanya merah seperti gunung yang siap meletus.

__ADS_1


" Kurang ajaarrr " teriaknya sampai terdengar keluar rumah.


__ADS_2