
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 87 ( Akhirnya Ada Kucuran Dana )
" Sudah sudah Amah gak mau anak anak Amah ribut seperti ini, jadi mau kalian apa? "
" Mau di pinjami modal! "
Kompak mereka bertiga berucap sambil melihat ke arah Bu Murni.
Bu Murni mengernyitkan keningnya heran dengan anak menantunya sekompak itu " Kalian sengaja ya ribut biar dikasih modal? "
" Gak kok Mah soal modal memang iya kami udah rundingan tapi soal jatah bulanan aku serius, kalau Amah masih ngasih dia aku bakal stop jatah buat Amah " Cantika keukeuh dengan maksudnya.
Cantika merasa kesal karena.dia harus menyisihkan uang belanjanya untuk diberikan pada Ibunya, sementara adiknya menikmati bersama anak istrinya setiap hari.
Cantika bukan berniat perhitungan hanya saja dia merasa perlakuan Ibunya tak adil, dia juga ingin memberi pelajaran pada adiknya agar bisa lebih mandiri.
" Amah kan tahu gaji A'Robi berapa rasanya mustahil kalau harus ngandelin dari gajinya saja. Makanya Mah aku setuju sama keinginan Teh Cantika kemarin soal toko kan lumayan Mah bisa nambah nambah penghasilan " Ayu mengeluarkan rayuannya pada Amah.
Dia berharap dengan alasannya itu bisa membuat mertuanya percaya dan mau membantu memberikan pinjaman modal.
" Kamu jangan mikir ke arah situ terus Yu, kalau kamu mau buka toko ya silahkan tapi pake modal sendiri jangan minta Amah. Kenapa kamu gak kerja aza lagian si Chila lebih sering di titip ke Amah atau Bi Dina. Jadi kamu gak usah khawatirin soal Chila kalau kamu kerja " sanggah Amah.
" Bener juga sih Mah apa yang Amah bilang, tuh Yu kamu kerja saja lah. Darimana main gak jelas. Toh tiap hari anakmu kamu kasih ke Amah sama Bi Dina "
Setelah mendengar Amah Cantika berfikir memang benar apa yang diucapkan Ibunya itu. Bukankah sebaiknya Ayu kerja Cantika pun sering lihat kalau Chila jarang diasuh Ayu.
" Tapi aku gak bisa lama lama jauh dari Chila " Ayu langsung memandang ke arah Robi minta pertolongan.
Melihat itu Robi hanya terdiam bahkan membuang wajah ke sembarang arah. Membuat Ayu menjadi geram seakan tidak diperdulikan suaminya.
__ADS_1
" Tapi Mah kalau misal jadi buka toko sama aza aku bekerja bahkan tidak terikat. Walaupun aku jarang mengasuh Chila tapi aku tetap punya peranan sebagai seorang Ibu.
Coba Amah bayangkan kalau aku kerja kantoran jam kerja aku dari pagi sampai sore belum kalau lembur bisa sampai malam kan? " Ayu berusaha membela dirinya.
" Tapi Amah gak ada uang kalian aneh aneh saja, harusnya kalian yang ngasih sama orang tua, bukan Amah yang masih harus ngasih kalian "
" Mah gimana kalau kita gadaikan saja sertifikat rumah. Aku yakin kok toko yang bakal dibuka pasti laku " ucap Robi.dengan entengnya.
" Eh sembarangan nggak nggak nggak Amah gak mau. Kamu fikir ini cuma punya kamu saja? ini ada hak Ikbal dan Diki kamu sembarangan saja " Bu Murni menolak mentah mentah permintaan Robi.
" Aku kan gak minta Amah buat ngejual cuma menggadaikan saja, Amah jangan salah faham " kilah Robi.
" Tapi bener Mah yang Robi bilang, apa gak sebaiknya kita gadaikan saja nanti kita nyicilnya sari penghasilan toko. Gimana? " Cantika ikut memberikan pendapatnya.
Bu Murni terlihat bimbang, dia terus terdiam dan terlihat berfikir. Duduknya terlihat gelisah dan sering mengernyitkan keningnya.
Ayu yang diam diam memperhatikan ibu mertuanya tersenyum dia merasa rencananya hampir berhasil tinggal sedikit polesan lagi maka akan dipastikan Amah mau membantunya
" Iya Mah harusnya Amah dukung niat kita, Amah mau tetangga muji muji Novia terus. Nanti kita pekerjakan warga sini biar mereka tahu kalau kita punya toko. Mereka pasti senang terus memuji muji Amah deh "
" Ba-baiklah tapi kita harus bilang sama Bapak dan Diki. Amah gak mau disalahkan nantinya kalau ada apa apa " pintanya.
" Emang bakal ada masalah apa? Gak bakalan lah Mah " sahut Ayu.
" Lah kamu Yu udah berapa kali bikin masalah gak pernah bisa beresin. Ini bukan masalah kecil rumah ini harganya ratusan juta kalau dijual. Kamu mau tanggung jawab? " Bu Murni memelototkan matanya pada Ayu.
Dia merasa kesal karena Ayu terus memaksanya. Ayu yang baru dipelototi mertuanya langsung terdiam menunduk.
" Emang sebaiknya gak bilang Mah. Kalau misal kita bilang sama Bapak dan Diki ya jelas dilarang lah. Kalau mau maju itu harus berani berkorban jangan setengah setengah " timpal Cantika.
" Iya itu maksud Ayu Mah, aku yakin Bapak sama A'Diki menolak "
__ADS_1
" Bagusss terus aza kalian rayu nenek tua ini sebentar lagi dia pasti akan luluh hehee " Ayu bermonolog dalam hatinya.
Hening, tak ada yang berbicara sepertinya Bu Murni sedang menimbang nimbang akan mengambil keputusan seperti apa.
" Baiklah Amah gak akan cerita pada Diki dan Bapak tapi kalian jangan sampai ingkar janji awas saja kalau nanti muncul masalah.
Satu lagi Amah minta sebagian penghasilan dari toko. Kalau tidak mau, ya sudah gak usah minta bantuan Amah "
Bu Murni mau memberikan bantuan tapi tidak cuma cuma ternyata dia minta sebagian pengahasilan dari toko.
" Kalau sebagian berat lah Mah, toh kita yang bakal bayar cicilannya. Kalau bagi hasil boleh tapi Amah yang bayar cicilannya " tolak Robi
" Bener itu Mah, rugi dong kita kalau perhitungannya seperti yang Amah minta. Paling kita nanti kasih berdasarkan persentase saja. Gimana? " tanya Cantika meminta persetujuan Ibunya.
" Ya sudah terserah kalian pokoknya Amah ingin dapat hasil juga. Amah juga gak mau rugi lah. Udah mah ngasih pinjam sertifikat masa gak dapat apa apa "
" Ok ya sudah berarti kita udah deal ya, coba Bi kamu cari temen yang kerja di Bank sapa tau ada yang bisa bantu buat kasih pinjeman tapi prosesnya cepat. Tapi aku gak mau rentenir ya takutnya bunganya besar " titah Cantika pada adiknya.
" Gampang ada temen aku yang kerja di BPR dan pastinya bisa bantu pencairan secepatnya asal ada uang jalan saja " ucap Robi sambil mengerlingkan matanya.
" Duit aza yang ada di otakmu " Cantika mendelikan matanya mendengar ucapan Robi.
" Aku mau cari temen yang bisa supply barang buat toko nanti, sama cari ruko juga. Pokoknya kamu urusin saja soal pinjamannya " titah Cantika pada adiknya.
" Teh kalau bisa tokonya di mall gitu biar ngalahin punya si Novia " ucap Ayu.
" Tenang konsep itu sudah ada dikepalaku. Kamu jangan khawatir aku pastikan toko kita lebih hebat. Nanti aku bakal undang selebgram pas openingnya. Kita juga bakal endorse mereka supaya penjualan kita cepat " jawab Cantika.
" Wah hebat banget baru ngebayanginnya saja udah berasa kemewahannya, aku jadi pengen buru buru "
Ayu terlihat senang bahkan memuji muji kakak iparnya. Dalam hatinya tertawa puas apa yang diinginkannya tercapai walaupun harus menerima ucapan ucapan tak enak dari mertua dan iparnya.
__ADS_1
" Aku akan berfoto di toko itu dan kupamerkan di sosmedku. Pasti teman temanku akan berfikir akulah pemilik tokonya hahaaa " gumam Ayu dalam hatinya, bibirnya tak lepas dari senyuman.
Akhirnya mereka sepakat dan membagi tugas. Cantika sendiri sudah mendapatkan ruko untuk disewanya. Sedangkan Robi langsung menemui temannya membicarakan masalah pinjaman uang.