arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Panas Panas Panas


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 60 ( Panas Panas Panas )


Pov Diki


Hari minggu gini mumpung libur aku mencari kesibukan dengan membongkar motorku.


Sebenarnya aku enggan untuk menjualnya, motor ini hasil jerih payahku bahkan aku belum kenyang memakainya keburu diserahkan pada Robi.


Beberapa kali aku menegurnya karena tak mau merawat motor, mentang mentang gratis tinggal pakai gak ada rasa memilikinya.


" Diki kamu jadi kan jual motormu? " tiba tiba Amah sudah berada dibelakangku.


" Entahlah Mah, aku ragu malas buat nyicil nyicil lagi "


" Ih kamu gimana sih, gak konsisten banget. Amah udah hubungin temen temen Amah sapa tahu ada yang minat beli motormu "


" Ya kalau Amah bersedia dikurangi jatah bulanannya aku gak masalah "


" Itu lagi itu lagi yang dibahas, kamu gak kasian sama Amah? "


" Amah juga gak kasian sama aku, sampai sekarang aku masih harus ngasih Amah uang bahkan lebih besar dari nafkah istriku.


Tapi Amah malah memberikan uangnya pada Robi. Aku bukan gak tahu cuma pura pura gak tahu " dengan santainya aku menjawab Amah.


Sambil kulap lap motorku yang baru saja selesai dipasangkan bodynya.


" Ah kamu ngiri saja sama adikmu. Dia kan masih honorer gajinya gak jelas. Kalau kamu kan beda "


" Tapi aku juga punya keluarga sendiri Mah, sama sama punya kebutuhan. Jangan karena gajiku lebih besar Amah jadi seenaknya saja.


Lihat si Ayu katanya gaji suaminya kecil, tak cukup tapi banyak kali tingkahnya "


" Amah hanya terdiam mendengar ucapanku, dia terlihat kesal karena aku terus meladeninya.


" Pokoknya Amah gak mau tahu, motor kamu harus dijual buat DP "


" Aku juga gak mau tahu pokoknya jatah Amah harus dikurangi. Itu konsekuensinya Mah. Kan nanti aku harus bayar cicilan "


" Ya udah udah terserah kamu lah "


Baru juga Amah mau beranjak datanglah duo Y menghampiri kami.


" Eh A'Diki lagi bersihin motor ya. Rajin banget sih "


Kulihat Amah langsung mendelik " Mau apa kamu Yati? "


" Ih Bu Murni jutek amat sih, saya cuma sedang lewat "


" Diki ngapain kamu bersihin motor kan sudah banyak duit mending beli mobil. Jadi kalau jalan jalan cuusss gak kepanasan deh "

__ADS_1


Aku hanya tersenyum tak menanggapi mereka.


" Ya anakku memang banyak duit, sebentar lagi mau beli motor baru yang lebih bagus dari punya si Novia "


" Oh jadi bener nih yang kemarin itu motor Novia, kata Bu Murni itu punya Diki "


Amah langsung terlihat gugup sepertinya dia kelepasan bicara.


" Eh maksud saya gitu, Itu motor Diki yang diberikan ke Novia "


Duo Y itu langsung mengangkat alis mereka dan saling tersenyum seakan meledek.


" Iya gimana Ibu sajalah. A'Diki tadi kami lihat Novia loh bareng kakaknya di toko Bu Ningsih "


Mendengar ucapan Yati aku langsung berhenti melap motorku. Namun kulanjutkan kembali.


Aku tak mau terlihat tertarik dengan berita yang dibawanya. Padahal aku berharap Yati bercerita kembali. Sedikitnya ada rasa penasaran dengan kedatangan mereka.


" Kok kamu tahu Novia datang sama kakaknya, emang kamu kenal?" ucap Ibu.


" Ya gak kenal, itu kata Bu Ningsih. Tadi kami langsung nanya ke Bu Ningsih pas mereka pergi lagi "


" Ceu Yati ini gercep amat ya kalau soal beginian " sindirku padanya.


Tanpa rasa malu dia hanya terkikik " Iya dong A' bisa hancur reputasi kita kalau sehari tak dapat berita "


Aku hanya bisa menggelengkan kepala mendengarkan jawabannya.


" Ngga " aku berpura pura tidak tertarik.


" Ih kamu kok gitu sih, masa gak penasaran sama berita istri sendiri " lanjutnya.


" Ya ngapain penasaran tinggal nanya aza nanti sama Novia, iya kan?" kujawab sambil terus melap motor.


" Ah ya sudahlah kalau kamu tidak tertarik, padahal kita ada berita yang pasti pengen kamu denger. Ayo Yat kita pergi " kali ini Yuyun yang berbicara.


Dia langsung menggandeng Yati pergi. Sebenarnya jiwa kepoku sudah meronta ingin mendengar berita mereka, namun karena gengsi jadi aku menahan diri.


" Heh Yati kalau mau cerita ya cerita saja gak usah jual mahal " Ah untung saja Amah menahan mereka.


" Ya bukan gitu Bu Murni, habis A'Diki nya gak tertarik sih "


" Ya sudah kamu tinggal cerita apa susahnya sih, banyak sekali drama "


Mereka pun urung untuk pergi, mereka berdua masuk terasku dan duduk lesehan bareng aku dan Amah.


Aku sendiri jadi geli karena malu sendiri, dalam fikiranku " Kenapa aku jadi gabung sama emak emak ghibah ini? " hahaaa


" Ya udah udah berita apa cerita sekarang " ujarku.


" Tuh kan penasaran tadi aza pura pura gak tertarik "

__ADS_1


" Halah udah lah banyak sekali dramamu timbang tinggal cerita saja " Amah terlihat tak sabar bahkan mendorong bahu Yati.


Aku juga kesal melihat dia terus mengulur waktu sepertinya dia tahu kalau aku sudah berharap akan ceritanya.


" Tadi kami nanya ke Bu Ningsih kata Bu Ningsih Novia sudah menjual toko itu. Aku gak tahu di jual berapa tapi kan gak mungkin murah. Yang pasti bisa beli mobil katanya "


Mendengar itu Amah langsung mengeratkan giginya sampai terdengar suara gemeletuknya.


Langsung kuusap bahu Amah untuk menenangkannya.


" Hebat ya Novia harusnya kamu bangga Dik, punya istri sudah cantik, bisa cari uang, sabar dan pandai mengatur uang "


Aku hanya terdiam mendengar pujian untuk Novia, aku merasa bangga mendengarnya. Tanpa sadar aku menyunggingkan senyum.


" Aawww " tiba tiba pinggangku terasa panas. Rupanya Amah mencubitku.


" Amah apa apaan sih, sakit kan " Yati dan Yuyun hanya melongo melihat kami.


" Sudah sudah kalian pulang kalau hanya untuk memuji Si Novia saya gak suka dengernya "


Di usirnya Yati dan Yuyun, bahkan lengan mereka sampai ditarik tarik Amah.


" Ih apaan sih Bu Murni, kita juga mau pergi gak usah tarik tarik begini kan sakit " ucap Yati mungkin karena lengannya ditarik cukup kuat oleh Amah sehingga terasa sakit.


" Iya bukannya makasih kita udah ngasih berita, ini malah aniaya kita. Minimal kasih minum gitu "


" Ngarep banget kalian sudah sana sana huss huuss "


Amah mengusir mereka seperti mengusir ayam saja.


Ya pastilah Amah gak akan berterima kasih, apalagi mendengar warungnya dijual.


Masih untung Amah tidak langsung menangis histeris. Karena itu salah satu tempat kebanggaannya.


Yati dan Yuyun langsung pergi, terdengar mereka menggerutu karena kelakuan Amah.


" Tuh kamu denger kan apa yang dibilang mereka. Warung Amah dijual hiks hiks. Amah gak rela "


Naahh kan akhirnya menangis juga, sepertinya Amah menahan tangisnya dari tadi karena ada Yati dan Yuyun.


" Istri kamu emang nyebelin, Amah pasti jadi bahan gosip warga sini, mereka pasti menertawakan Amah kalau warungnya sudah gak ada.


Pokoknya Amah gak mau tahu kamu harus beli motor yang lebih bagus dari Novia " kemudian Amah masuk ke dalam rumah, aku hanya bisa terdiam mendengarkan.


Namun Amah kembali lagi dengan sebagian kepala yang menyembul di balik pintu " Beli motornya 2 sama punya Robi, harusss "


Bruugghh


pintu langsung ditutup kencang, aku pun sampai tersentak kaget.


Huuhhh dasar Ibu-ibu senang lihat orang susah, susah lihat orang senang.

__ADS_1


Panas Panas Panasss


__ADS_2