
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 75 ( Jadi Beneran? )
" A' kok senyum senyum sendiri sih, lagi seneng ya? " tiba tiba Nuri memecah kesunyian di mobil dengan pertanyaannya.
" Eh iya Nur, hari ini saya senang bisa jalan jalan sama kamu " tiba tiba cuma jawaban itu yang terlintas di fikiran Diki.
Wajah Nuri langsung merah seperti kepiting rebus. Dia merasa senang dengan jawaban Diki.
" Duh sepertinya aku salah jawab, nanti dia tambah GR sama aku. Lagian aku belum mau buka hati dulu buat perempuan lain " Diki bermonolog dalam hatinya.
" Makasih ya A' aku juga senang banget hari ini. Berarti lain kali kita bisa jalan bareng lagi kan? " ucap Nuri malu malu.
" Mmhhh iya boleh kalau aku ada waktu ya, kan aku kerja. Terkadang aku sering lembur. Jadi kalau pas libur biasanya di pakai istirahat di rumah "
Nuri langsung terlihat cemberut, itu membuat Diki serba salah.
" Nanti kalau aku ada waktu pasti aku ajak kamu jalan lagi " Diki mencoba membujuknya. Dia takut Nuri marah bisa bisa diturunkan di tengah jalan fikirnya.
" Iya A' " jawab Nuri walaupun bibirnya berucap iya tapi masih terlihat jelas raut kecewanya.
" Nur, maaf apa kamu gak merasa malu jalan sama saya. Umur kita lumayan jauh loh " Diki mencoba membuka percakapan supaya Nuri mau berbicara kembali.
" Ngga kok A' ngapain malu "
" Terus apa kamu tahu kalau aku punya anak istri? "
" Tahu, tapi kan Aa udah nalak istrinya sekarang lagi proses cerai jadi rasanya gak masalah kan "
Degh
Diki langsung menganga, untung saja dia gak sampai lepas kontrol setirnya.
" Hahhh tau darimana dia, apa dia sudah kenal Novia. Atau Manda cerita kami sudah bercerai. Kan waktu itu mereka bertukar nomor HP " Diki bermonolog dalam hatinya.
" Kamu tau darimana saya sudah menalak istri saya? " tanya Diki sambil matanya fokus melihat jalanan yang gelap.
" Tau dari Mamaku, Amah yang cerita. Katanya istri A' Diki pelit, malah warung Amah di ambilnya.
Amah juga bilang sebelum dia pulang ke rumahnya dia bawa tabungan A'Diki, surat surat berharga terkahir dia rampas motor A'Diki.
Jahat banget sih A' istrinya. Kok laki laki sebaik Aa bisa dapat istri seperti itu" Nuri terlihat bersimpati pada Diki.
Mendengar penuturan Nuri, Diki jadi ingin tertawa namun ditahannya.
" Aduh amah ini ada ada saja, bisa bisanya dia ngarang walaupun ada bagian yang bener soal talak " andai tak ada Nuri sepertinya Diki akan langsung tertawa terbahak bahak.
"Hufftt " Diki menarik nafas dalam untuk menetralkan hatinya apalagi perutnya yang sudah sakit karena menahan tawa.
__ADS_1
" Sabar ya A'. Nanti Aa pasti bakal dapat jodoh pengganti yang lebih baik " ucap Nuri sambil menunduk namun terlihat menahan senyum.
" Seperti kamu maksudnya? Huhhh dasar perempuan mudah sekali ditebak jalan fikirannya " terus saja Diki bermonolog dalam hatinya dan sesekali melirik ke arah Nuri.
Tak terasa mereka sudah sampai di gang rumah Diki. Mobil pun di parkir di pinggir jalan karena sudah malam jadi terlihat sepi. Hanya ada Bapak bapak yang sedang berkumpul.
" Kita sudah sampai ya Nur? makasih ya udah ngajak saya jalan "
" Padahal Aa antar aku dulu saja, nginap juga gapapa kok. Mamaku pasti gak keberatan "
" Janganlah Nur, besok kan saya kerja. Lagipula gak enak kalau laki laki nginap di rumah perempuan kalau tidak ada ikatan suami istri "
" Ya makanya kenapa ngga kita syah kan saja " ucap Nuri sambil menatap Diki lekat.
" Haahhh " Diki langsung melongo, ini perempuan berani banget ya fikirnya.
Mendengar Diki berhaahhh ria Nuri langsung tertunduk malu malu kucing.
" Mmhhh nanti lah kita bicara lagi sebaiknya kamu segera pulang ini sudah malam. Kamu hati hati di jalan ya"
" Iya A' " setelah Diki turun Nuri beralih duduk ke kursi sopir lalu dia melajukan mobilnya untuk pulang.
" Dik, sama siapa? gaya euy pacar barunya ya hehee " ujar tetangga yang sedang nongkrong di pinggir jalan
" Ah ngga cuma teman, saya pulang dulu ya Bapak2 " Diki pamit pulang.
Sepanjang jalan wajahnya terus tersenyum.
" Astagfirullah, Teh Yuyun bikin kaget saja sih " Diki sampe terperanjat.
" Ini makhluk kapan istirahatnya gak bosan gitu kepoin orang " Diki membatin, matanya tetap memandang Yuyun tukang ghibah di RT nya.
" Ini Ki suami saya nyuruh beli nasi goreng katanya lapar makanya saya keluar malam, eh malah ketemu kamu yang senyum senyum sendiri pasti lagi melamun ya. Masa saya yang segede ini bisa gak keliatan."
" Mana ada itu mah perasaan Teh Yuyun saja. Ya sudah saya duluan ya "
Diki memilih buru buru pergi daripada di wawancara Yuyun, apalagi tadi sore pas berangkat mereka melihat Diki dan Nuri jalan bareng.
Klek
Pintu rumah dibuka, ternyata tidak dikunci.
" Ki kamu baru pulang, bawa apa? " Bu Murni langsung bertanya oleh oleh.
Robi dan Ayu yang tertidur di ruang TV langsung terbangun mendengar suara Bu Murni.
" Aku gak bawa apa apa, lagian ngapain sih nunggu sampe malam gini bukannya pada tidur " ucap Diki.
" Kirain mau bawa oleh oleh, cape cape nunggu deh " tanpa rasa malu Robi berucap.
__ADS_1
" Ah kamu gratisan mulu, kalau mau jajan beli lah. Apa tiap keluar mesti ya bawa oleh oleh? " Diki langsung pergi menuju kamarnya.
" Ki sini dulu, ini ada yang mau Amah omongin penting loh "
Mendengar kata penting Diki kembali lagi dan urung masuk kamarnya.
" Soal apa sih Mah? "
" Kamu dengerin dulu dong, kayak yang malas gitu sih.
Kamu tahu gak baju yang dibeliin sama Nuri itu belinya di toko milik Novia " Bu Murni langsung bercerita pada Diki.
" Amah kata siapa? "
" A'Diki kan temenan sama Novia coba cek FB nya, dia kan posting opening tokonya hari ini " sambung Ayu.
Diki langsung membuka FB nya, ingin memastikan ucapan Ayu. Karena dia jarang sekali membuka akunnya, bahkan di FB nya saja cuma ada beberapa foto istri dan anak anaknya.
Kebanyakan foto dia bersama keluarganya yang sedang makan makan atau sedang wisata.
" Hahhh jadi beneran ini punya Novia? " mulut Diki langsung menganga.
" Kamu tahu dia punya toko? kok enggak cerita sih. Tau gitu si Ayu bakalan Amah larang buat posting foto keluarga tadi " Bu Murni langsung memanyunkan bibirnya.
" Maksudnya gimana? Kalau soal toko aku juga baru tahu sekarang. Hanya curiga saja pas Nuri cerita apalagi nama tokonya Keyla " dalam hatinya merasa bangga Novia bisa membuka usaha yang belum tentu bisa dia lakukan.
" Wah kalau gitu kamu bisa kesana Ki mintain baju buat Amah lah, bajunya bagus bagus murah lagi " tanpa rasa malu menyuruh Diki untuk meminta pada Novia.
" Amah gak malu sudah sering marahin sama jelek jelekin Novia tiba tiba pengen bajunya " ujar Diki.
" Ya makanya Amah minta kamu yang kesana. Lagian kamu kan masih suaminya masih berhak atas hartanya. Harta istri kan harta suami juga " kilah Bu Murni.
" Gak bisa Mah beberapa hari yang lalu aku ribut sama Novia di pabrik, aku mentalaknya "
" Apa, talak? "
Bu Murni, Robi dan Ayu langsung ternganga.
" Kamu serius Ki, jadi beneran kamu sudah cerai? "
" Iya, udah senang kan Amah. Bukannya itu yang Amah pengen dari dulu " mata Diki terlihat memerah.
" Kamu jangan marah sama Amah dong, kan kamu yang talak Novia " Robi membela Bu Murni yang terlihat terdiam tak mengeluarkan suara.
" Ini juga gara gara kamu, pengen kawin gak ada modal. Kalian memang sama saja "
Diki langsung beranjak dari duduknya menahan amarah sedari kemarin. Dia tak bisa mengeluarkan rasa kesalnya karena merasa takut berdosa pada Ibu yang sudah melahirkannya.
Bugh
__ADS_1
Pintu di tutup Diki sangat keras, sampe sampe Chila yang sudah tidur jadi terbangun mendengar suara pintu yang dibanting.
Semua hanya melongo melihat Diki, mereka tak pernah melihat Diki semarah itu.