arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Sidang Terakhir


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 102 ( Sidang Terakhir )


Setelah berminggu minggu dan mengalami beberapa drama keluarga akhirnya sidang ketiga perceraian Novia tiba.


Dan sidang ini merupakan sidang terakhir karena hakim akan memberikan keputusan terkabul tidaknya gugatan Novia.


Novia sudah sangat yakin gugatannya akan dikabulkan karena dari Diki sendiri sudah memberi talak pada Novia. Yang berarti secara agama mereka telah resmi bercerai hanya menunggu keputusan secara hukum saja.


" Vi, kamu mau aku antar gak? " tanya Manda, dia menawarkan diri karena khawatir keluarga Diki akan kembali mengintimidasi Novia.


" Gak Teh aku sendiri saja " sahut Novia.


" Teteh khawatir kamu ketemu keluarga Diki lagi "


" Jangan khawatir Teh gak akan ada apa apa lagian disana juga banyak orang kan. Teteh berangkat kerja saja nanti kalau ada apa apa aku hubungi deh "


" Ya sudah kalau gitu Teteh berangkat kamu hati hati ya. Oh iya kamu berangkat jam berapa? "


" Jam 9an kayaknya "


" Oke "


Setelah ngobrol sejenak Manda langsung keluar dari ruko Novia. Dia sengaja datang dan menawarkan diri andaikan Novia memang ingin ditemani.


Karena Novia menolak dan dia pun memiliki urusan penting di kantornya akhirnya dia memutuskan menghubungi Adrian agar mau mengantar Novia kembali ke pengadilan agama.


Dan ternyata tak perlu menunggu waktu yang lama Adrian langsung merespon bersedia mengantar Novia. Perasaan Manda menjadi lega dan tenang.


Pukul 8 pagi karyawan Toko Novia sudah datang, mereka memberitahu bahwa Adrian ada di bawah menunggunya.


Novia kaget karena dia tidak tahu Adrian menunggunya. Lalu dia turun ke bawah untuk menjemput Adrian.


" Ryan kok kamu gak bilang nunggu di bawah sih, dari kapan? " tanya Novia.


" Belum lama kok, aku mau masuk tapi gak enak takutnya kamu sendirian di dalam takut terjadi hal yang di inginkan hahaaa "


" Issshhh pagi pagi udah bercanda, masuk yuk. Kamu belum sarapan kan? Aku bikin nasi goreng. Kita makan bareng ya " ajak Novia, beruntung dia memasak cukup banyak jadi bisa mengajak Adrian untuk sarapan bareng.


" Alhamdulillah kebetulan pagi ini aku belum sarapan, kalau rezeki gak kemana ya "


" Bisa aza, ayo kita naik "


Mereka berdua menuju lantai dua untuk sarapan. Karyawan Novia pun tidak asing dengan wajah Adrian karena sudah beberapa kali bertemu.

__ADS_1


Novia menyiapkan dua piring nasi goreng dan dua gelas teh manis. Mereka duduk saling berhadapan seperti sepasang suami istri.


" Kamu kok gak bilang ada di bawah ada perlu apa? "


" Aku gak enak kalau cuma ada kamu sendirian. Jadi aku nunggu karyawan kamu datang. Supaya tidak jadi fitnah. Tadi pagi Teh Manda hubungi aku buat antar kamu dia khawatir kalau kamu pergi sendirian " ucap Adrian.


Novia kagum dengan pemikiran Adrian yang ternyata tidak mencari kesempatan. Bahkan dia tak keberatan mengantarnya.


Adrian terus menyunggingkan senyumnya " Kamu kenapa sih senyum terus dari tadi, apa karena dapat sarapan gratis? kalau gitu kamu boleh sarapan terus disini " canda Novia, namun tidak bagi Adrian dia sangat senang dengan ucapan Novia.


" Kamu serius? aku mau banget "


" Ih canda kali, kamu mau digerebeg sama warga gara gara sarapan gratis? kan gak asik "


Adrian terdiam dan jadi terlihat murung, Novia jadi merasa tak enak.


" Maaf, aku cuma bercanda. Suatu saat nanti kita bakal sarapan bareng tiap hari kok " ucap Novia menundukan wajah untuk menyembunyikan senyumnya.


" Kena kamu aku juga cuma pura pura sedih kok " gumam Adrian dalam hatinya.


" Iya, tapi aku gak tahu itu kapan. Kamu gantungin aku sih " Adrian berpura pura sedih ingin melihat reaksi Novia.


" Bukan seperti itu Ryan, hubungan kita gak mudah. Hari ini aku resmi menjadi janda dan akan melewati masa idah. Tapi ada anak anakku dan keluargamu. Apa mereka bisa menerima statusku janda beranak dua? " kini suara Novia terdengar lirih.


" Vi yang akan mengarungi rumah tangga itu kita berdua, kalau soal anak anak aku sudah menerimanya. Hanya butuh waktu untuk lebih dekat.


Kamu kan tahu beberapa hari lagi pekerjaanku di tempatmu akan selesai. Nanti aku akan ambil cuti, dan kita akan menemui orang tuaku. Bagaimana? "


" Tapi bagaimana masa idahku? apa tanggapan orang nantinya "


" Baiklah, aku akan menemui orang tuaku sendiri, nanti setelah masa idahmu selesai kita akan menemui mereka berdua dan meminta restu. Setuju kan? "


" Baiklah aku setuju, sekarang kita makan dulu kasian nasinya di anggurin hehee "


Mereka berdua tertawa dan melanjutkan sarapan, dan akhirnya keduanya memiliki keputusan untuk hubungan mereka selanjutnya.


***


Di Pengadilan Agama


Novia tiba lebih cepat dari perkiraan karena jalanan sudah mulai lengang. Setelah sampai di parkiran mereka tidak memutuskan segera turun, menurut jadwal dari pengacara yang mengurus gugatan cerai Novia antrian mereka masih cukup lama.


Jadi mereka mengobrol di dalam mobil saja dengan membuka sedikit jendelanya. Mereka mendengarkan musik berdua seperti dulu ketika mereka masih di bangku SMA.


" Vi kalau nanti kita sudah menikah apa kamu masih akan bekerja? " tanya Adrian tiba tiba.

__ADS_1


Wajah Novia merah mendengar pertanyaan Adrian " Aduh jangan nanya itu dulu dong berasa kejauhan. Ini juga belum ketuk palu " jawab Novia.


" Iya sih, cuma mumpung kita lagi ngobrol berdua kan gak ada salahnya kita ngobrol hal serius "


" Iya aku ngerti, aku sih udah punya rencana andaikan toko ku sudah maju sepertinya aku bakal fokus ngurusin toko aza. Jadi pekerjaanku tak terikat bisa mengurus anak dan suami tapi tetap menghasilkan uang "


" Iya aku setuju, aku juga punya rencana buat resign dari perusahaanku "


Novia langsung melirik ke arah Adrian " Kamu serius? "


" Kamu jangan takut aku gak bakalan jadi pengangguran kok hahaaa. Sebetulnya aku punya usaha yang sudah kurintis sejak lama " melihat reaksi Novia Adrian tertawa.


" Bukan seperti itu, aku percaya rezeki sudah ada yang mengatur, aku juga percaya kamu laki laki yang bertanggung jawab. Hanya saja apa kamu gak sayang sama pekerjaanmu? "


" Ada satu hal yang belum aku ceritakan sama kamu Vi "


Novia memasang mode serius, hatinya jadi gelisah entah kejutan apa yang akan diberikan Adrian.


" Jangan tegang gitu dong " goda Adrian.


" Jadi sebenarnya aku gak bener bener bekerja di perusahaan aku sekarang. Perusahaan itu milik teman aku dia bilang ada job di perusahaan tempat kamu bekerja untuk mengaudit perusahaanmu. Kebetulan aku tahu kamu bekerja disitu jadi aku menawarkan diri mengambil pekerjaan itu " papar Adrian.


" Pantas saja aku melihat penampilan Adrian rasanya mengganjal. Dari gajinya aku yakin dia tidak akan bisa memiliki kendaraan semahal sekarang bahkan semua bajunya branded " Novia bermonolog dalam hati.


" Tapi kok kamu bisa tahu aku kerja disitu, terus teman kamu ngasih pekerjaan itu? " tanya Novia penasaran.


" Aku kan suka kepoin kamu, terus pekerjaan itu sesuai dengan keahlianku hahaa. Tapi aku gak ada maksud buruk untuk merusak rumah tanggamu.


Entah mungkin Allah memberikan jalan untuk kita bersama, semua benar di luar perkiraanku " wajah Adrian menatap ke depan sambil tetap tersenyum.


" Kamu ya ternyata nakal, tapi usaha apa yang sudah kamu geluti? "


" Ada deh, bagaimana kalau sepulang dari sini kita langsung ke tempatku? " ajak Adrian.


" Mmhhh boleh " karena penasaran Novia pun menyanggupinya.


Suara panggilan ponsel Novia menjeda obrolan mereka. Yang ternyata Pengacara Novia memberitahukan agar segera datang.


" Eh sepertinya kita harus segera ke dalam, sebentar lagi nomor antrianku "


Novia dan Adrian pun segera masuk ke gedung pengadilan, sampai di detik terakhir Diki tak muncul untuk menghadiri persidangan tersebut.


Akhirnya tanpa harus ada drama rumah tangga kini Novia resmi menjadi janda.


Novia sangat bersyukur karena bisa terlepas dari Diki dan keluarganya. Walau jauh di dalam lubuk hatinya dia tak menginginkan untuk menjadi janda.

__ADS_1


Kini dia hanya ingin menata hidupnya. Ingin memulai hidup baru bersama anak anaknya. Dan jika Allah berkenan dia berharap berjodoh dengan Adrian.


__ADS_2