
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 70 ( Acara Pengajian )
Hampir seminggu setelah kejadian pertengkarannya dengan Diki di pabrik, Novia menyibukan diri untuk opening tokonya yang diberi nama Keyla Fashion.
Rencananya hari Sabtu malam Minggu ini akan diadakan pengajian untuk selamatan dan memberi santunan pada anak yatim.
Novia izin tidak masuk kerja dengan alasan untuk persiapan pengajian dan opening tokonya besok.
Untungnya Candra memberinya izin dan mengerti dengan kepentingan Novia. Bahkan dia mendukung Novia, sesuai dengan nasehatnya Novia akan berjuang untuk anak anaknya.
" Vi semua sudah ready kan? " tanya Manda.
" Udah Teh tinggal nunggu tamu undangan saja. Hari ini yang aku undang Pak Ustadz untuk pimpin do'a, Ibu-ibu dan Bapak-bapak pengajian dan anak anak yatim " jawabnya.
" Alhamdulillah semoga rezekinya berkah dan toko kamu makin maju ya " ucap Manda sambil memeluk Novia.
" Aamiin, makasih Teh. Kita harus siap siap sebentar lagi mereka bakal tiba "
Tak berselang lama para tamu pun mulai berdatangan, untung rumah Nenek Novia cukup luas jadi bisa menampung banyak tamu undangan.
Novia memakai gamis berwarna lilac dengan riasan natural menambah kesan cantik pada dirinya.
Anak anaknya pun menggunakan warna baju yang senada dengannya sehingga terlihat kompak.
" Assalammu alaikum " seorang laki laki datang membawa bingkisan dan diserahkan pada Novia.
" Waalaikum salam "
Novia yang sedang menjadi among tamu karena sebagai tuan rumah kaget dengan kedatangan Adrian padahal dia tidak merasa mengundangnya.
Lebih kaget lagi dia melihat Adrian memakai baju yang warnanya hampir senada dengan dirinya.
" A-adrian "
Novia hanya terbengong dan bergumam dalam hati " Duh ini pasti Teh Manda yang ngundang, kok warna bajunya bisa sama lagi. Aku jadi gak nyaman "
" Iya Vi, kamu ngadain acara kok gak undang undang aku sih "
" Mmmhhh maaf aku lupa karena terlalu sibuk. Duduklah dulu di dalam nanti aku nyusul, disini masih ada tamu yang belum hadir " titah Novia pada Adrian.
" Baiklah Vi, apa mau aku bantu? "
__ADS_1
" Ah tidak usah makasih " jawab Novia sambil tersenyum.
Adrian pun masuk ke dalam, untung di dalam ada Manda, dia pun diajak Manda ke tempat berkumpulnya keluarga Novia.
Hampir semua undangan sudah datang namun Novia melihat ada mobil yang baru parkir di halamannya. Dia pun mengenal betul mobil siapa yang datang.
" Pak Candra? "
Dari kejauhan Candra sudah tersenyum pada Novia.
" Maaf saya terlambat. Pengajiannya belum dimulai kan? "
" Oh belum Pak baru saja mau dimulai, mari Pak kita ke dalam "
" Ini siapa yang ngundang bilang maaf terlambat, rasanya aku gak ngundang dia kok " Sambil berjalan ke dalam rumah Novia menggerutu dalam hatinya.
Novia pun mengantarkan Candra duduk berbarengan dengan Adrian.
Candra dan Adrian merasa kaget, masing saling bertanya dalam hati kenapa bisa ada di sini.
Dalam hati Adrian ada sedikit rasa iri, mengapa Candra begitu spesial sampai diantar oleh Novia.
Tapi setelah melihat pakaian yang dipakai dia dan Novia, Adrian merasa sedikit bangga karena bisa menggunakan baju dengan warna yang sama dengan Novia.
Seakan menunjukan kalau dia dan Novia memiliki kedekatan.
Adrian dan Candra terlihat kaku, namun mereka tak berani untuk saling bertanya mengapa mereka ada disana.
Setelah melalui serangkaian acara akhirnya para tamu undangan pamit pulang. Keyla dan Althaf sangat antusias ketika membantu Novia membagikan santunan pada anak yatim.
Saat ini semua sedang berkumpul mereka sedang menikmati hidangan setelah semua tamu sudah pulang. Mereka berbincang bincang di ruang tengah.
" Key, De Al mulai besok rumah kita pindah jadi ke depan ya. Tapi kalian tetep boleh main kesini asal sudah mengerjakan PR dan tugas sekolah lainnya "
" Iya Mah aku mau, nanti aku juga mau bantu Mamah di toko " ucap Keyla.
" Boleh Key kamu emang anak baik "
Masih di ruangan yang sama ada Adrian dan Candra yang duduk berdekatan. Mereka tampak canggung, beruntung Manda datang dan bisa mencairkan suasana.
" Ryan, Pak Candra maaf ya kami belum bisa menjamu dengan baik, silahkan dinikmati hidangan sederhana ini "
" Makasih Teh, tenang saja aku ngerti kok namanya juga tuan rumah lagi ngadain acara" jawab Adrian sambil sesekali menyuapkan makanan ke mulutnya.
__ADS_1
Berbeda dengan Candra dalam fikirannya banyak pertanyaan. Mengapa Adrian bisa di undang kesini. Apa hubungannya dengan keluarga ini. Dan mengapa bajunya sama dengan Novia.
Bahkan Adrian begitu akrab dengan Manda sampai memanggil Teteh. Ingin bertanya namun dia merasa malu dan takut jadi salah faham.
" Vi gabung sini dong " Manda memanggil adiknya.
Novia pun datang menghampiri mereka bertiga dan duduk disebelah Manda. Melihat Novia datang terlihat Candra menyunggingkan senyumnya.
Dan senyumnya itu terlihat oleh Adrian, dia bahkan merasa kalau Candra menyukai Novia.
" Adrian ini temen Novia semasa SMA, bahkan Adrian sering berkunjung kemari "
" Iya, aku ingat dulu Kita sering makan bareng disini bahkan Ibu sering memasak makanan favoritku " ucap Adrian menyunggingkan senyum kemenangan sambil melihat ke arah Candra.
Candra jadi merasa kalah dia tersenyum kecut, ternyata Novia dan Adrian lebih dahulu saling mengenal.
Namun Candra belum mengetahui pasti hubungan Novia dan Adrian, karena Novia sendiri terlihat biasa saja dan berbicara seperlunya pada Adrian.
Malah Candra merasa Novia lebih banyak berinteraksi dengannya. Seharusnya kalau misal Widya dekat dengan Adrian dia pasti akan jaga jarak dengannya untuk menjaga perasaan Adrian .
" Biarlah nanti perlahan akan aku tanyakan pada Novia " gumamnya dalam hati.
" Bagaimana kelanjutan kejadian kemarin dengan Diki Vi? " tanya Candra pada Novia.
" Kami sudah tidak berkomunikasi lagi Pak, terima kasih untuk bantuan Bapak sudah melindungi saya dari A'Diki. Dan saya sudah mengajukan gugatan cerai menggunakan jasa pengacara " jawab Novia sambil tertunduk.
Kini giliran Adrian tersenyum kecut, dia merasa tersaingi karena Candra lebih dekat dengan Novia, bahkan dia mendengar langsung Candra melindungi Novia dari suaminya. Walaupun itu hal yang wajar sebagai atasan dan bawahan yang setiap hari bertemu.
" Waktu itu hanya kebetulan saja, saya harap kamu berhati hati lain kali hindari dulu pertemuan dengannya "
" Iya Vi, Teteh takut kamu ada apa apa untung saja Pak Candra telepon Teteh ngasih tahu kejadian itu. Kalau Teteh ketemu si Diki mau Teteh giling tuh orang"
" Hhmmm " Novia hanya menghela nafas sambil memandang Manda.
" Ada Pak Candra Teteh gak bisa jaim gitu? " bisiknya pelan di telinga Manda.
" Ehehee maaf " Manda terlihat salting.
" Semoga usaha kamu berjalan lancar ya Vi tambah maju. Kalau kamu butuh bantuan saya katakan saja. Tapi saya minta kamu tetap fokus bekerja walaupun memiliki usaha " ucap Candra.
" Iya Pak terima kasih untuk do'a dan dukungannya. Saya akan tetap bekerja dengan baik dan tidak akan lupa tugas serta tanggung jawab saya pada perusahaan " jawab Novia.
" Alhamdulillah " balas Candra sambil memandang Novia.
__ADS_1
Adrian yang memperhatikan Candra merasa yakin kalau Candra memiliki perasaan khusus pada Novia.
Entah Novia menyadarinya atau pun tidak. Namun Adrian mulai merasa tersaingi. Dia ingin lebih dekat dengan Novia apalagi sebentar lagi Novia menyandang status janda.