arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Kabar Dari Bu Siti


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 59 ( Kabar Dari Bu Siti )


Seminggu berlalu dari kejadian aku mengambil motor dari suamiku semua berjalan normal. Dia tak lagi menggangguku.


Hanya sekali saja dia mengirim pesan memberitahukan bahwa dia sudah mentrasfer uang bulanan seperti biasa dan jumlahnya pun masih sama seperti bulan bulan sebelumnya.


Hari ini hari Minggu aku sudah janjian sama Bu Ningsih untuk bertemu, dia berjanji akan membeli warung nasi amah yang sekarang jadi toko kelontongnya dengan harga 100 juta.


Rencananya uang 100 itu akan kupakai modal sebesar 40 juta dan 60 juta untuk menyewa ruko 2 tahun.


Ruko itu terdiri dari 2 lantai. Lantai bawah untuk toko dan lantai atas akan aku gunakan untuk tempat tinggalku dan stock an barang.


Drrttt Drtttt


Wah tumben Bu Siti telepon, sudah lama kami gak ketemu.


[ Assalammu Alaikum ]


[ Waalaikum salam, gimana kabarnya Vi? sudah lama gak ketemu ]


[ Alhamdulillah Bu, gimana kabar Ibu? tumben Ibu telepon ]


[ Ibu sehat, ini Ibu lagi iseng pegang HP lihat lihat foto ada kamu jadi kangen. Sekalian Ibu mau cerita, kalau kemarin Diki berkelahi dengan Robi mereka saling pukul ]


[ Owh alhamdulillah Ibu masih ingat Novia. Emang berantem gara gara apa Bu mereka? ]


[ Itu katanya gara gara kamu ambil motor yang biasa Diki pake, jadi Diki ambil motor Robi. Kayaknya Robi nolak jadi mereka baku hantam ]


[ Ya ampun ada ada saja, aku ngambil motor karena itu milikku Bu daripada aku tiap hari pakai angkot atau ojeg kan ongkosnya lumayan jadi bisa ngirit. Jarak rumahku ke pabrik lumayan jauh ].


[ Iya bener Vi, mending uangnya ditabung buat anak anak nanti. Kalaupun kamu ambil motor di Diki harusnya dia gak pusing cari ganti kan bisa ambil motor yang di Robi. Bukannya kamu dulu bilang motor itu hanya dipinjamkan ]


[ Nah itu Bu, kayaknya Robi gak mau ngasi motornya makanya mereka ribut seperti cerita Ibu tadi ]


[ Keluarga itu emang aneh, semua sudah pada tahu gimana sifat mertuamu yang gak mau ngalah dan suka pamer. Bahkan mertuamu kemarin kemarin ribut sama si Yuyun di warungnya Bu Juju ya itu gara gara ngomongin kamu ]


[ Aku udah biasa Bu di jelekin sama mertua, anggap saja angin lalu. Hari ini juga rencananya aku mau ke pasar ketemu Bu Ningsih. Warung Amah mau aku jual, khawatir kalau masih deket deket mereka pasti gak akan tenang ]


[ Owh jadi bener ya gosip soal warung itu. Ibu sempat dengar warung sekarang punyamu. Malah pas kamu baru pindah katanya ada keributan di toko kelontong Bu Ningsih ]


[ Iya Bu, tapi warung itu diberikan atas kesepakatan bersama bukan Amah ngasih cuma cuma sama aku ]


[ Jadi gini Bu.................................]


[ Oalah gitu toh ceritanya Ibu percaya sama kamu Vi. Lagian mana mungkin Bu Murni ngasih cuma cuma bisa bisa gunung meletus kalau tiba tiba dia dermawan heheee ]

__ADS_1


[ Hehee iya Bu, makasih udah percaya sama Novia ]


[ Ya sudah Ibu pamit dulu ya, semoga proses penjualannya lancar. Assalammu alaikum ]


[ Makasih Bu, Waalaikum salam ]


Novia menutup HP nya dia mau bersiap untuk pergi menemui Bu Ningsih.


" Mau kemana Vi? " tanya Manda yang baru saja masuk kamar.


" Mau ketemu Bu Ningsih, hari ini dia mau bayar pembelian warung "


" Ih kok gak bilang-bilang aku ikut ya, pasti kamu butuh pengawalan. Secara kan bawa uang banyak "


" Zaman sekarang masih cash, transfer dong biar aman di jalan. Malah tadi malam sebenarnya uangnya sudah aku terima jadi sekarang tinggal nyerahin surat surat dan tanda tangan kuitansi pembelian saja"


" Ya gak bisa ikut dong padahal sekalian jalan jalan "


" Ya hayu aza di rumah juga suntuk "


" Kita pake mobil paman yuk, jangan pake motor kamu nanti dirampas paksa si Diki lagi hahahaa "


" Gak akan berani lah, lagian aku bawa bodyguard sebarbar Teteh mana berani dia. Oh iya tadi Bu Siti telepon aku, dia cerita gara gara aku ambil motor A'Diki, dia jadi ambil motornya yang dipakai Robi. Sepertinya Robi menolak mereka sampe adu jotos di rumah "


" Bikin malu saja, tapi kenapa Diki ambil motor Robi? "


" Dulu pas aku beli motor rencananya mau aku pakai sendiri karena jam pulangku dengan A'Diki suka berbeda terus biar kemana mana bisa sendiri.


Bolak balik dia ke rumah ceramah panjang lebar, ya akhirnya kita ngalah motornya di kasihkan ke Robi tapi bukan ngasih hanya sebatas pinjam "


" Emang ya mertua kamu tuh aneh, kalau mertuaku kayak gitu bisa bisa tiap hari kami ribut. Si Robi pun tak tahu malu udah minjam gak mau balikin "


" Bisa pusing tetangga dengerin Teteh ribut tiap hari "


" Hahaaa " mereka berdua tertawa.


Siangnya Novia dan Manda pergi berdua untuk menemui Bu Ningsih. Mereka bertemu di toko kelontongnya.


" Assalammu Alaikum Bu " Novia menyapa Bu Ningsih yang sedang duduk di meja kasir.


" Waalaikum salam, alhamdulillah sudah datang duduk disini bareng Ibu. Gimana Neng uang nya sudah diterima kan?"


Ucap Bu Ningsih sambil memberikan 2 bangku plastik dan menyuguhkan 2 gelas air mineral.


" Alhamdulillah Bu, saya kesini mau menyerahkan surat suratnya dan mau memberi kuitansi jual belinya "


" Iya boleh Neng, Ibu sengaja bayarin cepet cepet supaya urusan cepat beres. Lagian Ibu juga malas pindah pindah dan nyari toko baru.

__ADS_1


Untung Neng mau jual, Ibu sudah cocok lokasi disini. Dan disini toko Ibu cukup ramai "


" Alhamdulillah Bu saya ikut senang, saya juga jadi cepat nerima uang heheee "


" Tapi nanti kalau Bu Murni nanya gimana? "


" Nanya soal apa Bu, mertua Novia sudah gak berhak atas bangunan ini.


Kan Ibu sudah lihat surat perjanjiannya. Ibu juga sudah memiliki surat surat sahnya " Kali ini Manda ikut berbicara.


" Iya memang, tapi kan tahu sendiri gimana sifat Bu Murni, orangnya rese. Saya juga nyabar nyabarin diri karena betah nyewa toko disini.


Belum lagi sifat pamer dan sombongnya. Ah pokoknya gak nahan lah "


" Hahaa " mereka tertawa berbarengan.


" Biarin saja Bu cuekin saja nanti juga bosan sendiri. Yang penting ini sekarang milik Ibu "


" Ya sudah kita mau pamit Bu, semoga usahanya tambah maju "


" Iya makasih neng "


Mereka pun bersalaman, kemudian Novia dan Manda memasuki mobilnya pergi meninggalkan pasar tersebut.


Tanpa sepengetahuan mereka ada dua pasang mata yang memperhatikan diseberang jalan.


Iya mereka Yati dan Yuyun CCTV berjalan yang sedang mencari berita.


Mereka langsung menyeberang dan masuk ke toko Bu Ningsih " Bu Ningsih itu kan Novia ya, mereka ngapain kesini "


Melihat duo racun yang datang Bu Ningsih langsung memiliki ide untuk memanasi Bu Murni. Dia yakin berita ini akan segera sampai.


" Owh itu, iya tadi Novia sama kakaknya. Dia nganterin kuitansi dan sertifikat tanah ini. Sekarang kan sudah saya beli "


" Wah hebat Bu Ningsih, tapi bukannya ini punya Bu Murni ya?"


" Saya gak tau cerita lengkapnya, tapi setahu saya Bu Murni menyerahkan bangunan ini untuk membayar hutang pada Novia "


" Wah masa sih, berarti bener dong berita kalau Bu Murni bukan pemilik bangunan ini lagi " ucap Yati


" Lah ya bener itu buktinya Novia bisa menjualnya. Kalau gak mana mungkin memiliki surat suratnya dasar oon " ucap Yuyun sambil mendorong kepala Yati dengan telunjuknya.


" Ah kamu jangan gitulah kita kan sama sama pencari berita heheee "


" Emang kamu dapat berita darimana? " tanya Bu Ningsih dengan pandangan heran.


" Ada deh, informan kita ini tidak mau tampil. Dan kita harus menghargai privasinya " Yati berkata dengan bangganya.

__ADS_1


" Halaahh gayamu Yat Yat, udah sana keliling lagi cari berita. Nanti gosipmu gak up to date " Bu Ningsih berusaha mengusir mereka secara halus.


Dia pun merasa jengah kalau tokonya dikunjungi duo racun ini, takut toko kelontongnya berubah jadi ' warung gosip '.


__ADS_2