
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Pov Diki
Dengan perasaan kesal dan kecewa aku pulang ke rumah. Duduk di pinggir ranjang sambil bersandar di headboard merenungi semua yang terjadi.
" Vi kamu pasti sangat marah padaku, bagaimana caranya agar kau mau kembali ke rumah ini dan kita berkumpul menjadi keluarga kecil bahagia " aku bergumam sendiri.
Aku jadi teringat anak anakku, aku menyesal jarang menghabiskan waktu bersama mereka. Karena lebih sering menghabiskan waktu bersama orang tua dan adik adikku.
Flash back on
" Vi nanti kamu ke rumah ya, amah mau ke rumah Paman Dika yang di sumedang " hari itu Novia sedang berada di rumah emah neneknya. Aku menelponnya memintanya untuk pulang ke rumah kami atas permintaan Amah.
Padahal dia jarang ke rumah Emah karena sibuk bekerja dan diwaktu libur waktunya dihabiskan untuk membereskan rumah.
Dia izin menginap 2 malam disana, tapi baru saja semalam esok paginya aku sudah meneleponnya untuk kembali.
Rencana awalnya aku mengizinkan Novia menginap 2 hari disana karena aku dan keluarga besar Amah akan berwisata disana dan menginap semalam.
Menurut perhitunganku ketika kami pulang waktunya bertepatan dengan Novia pulang ke rumah.
Tapi tiba tiba Amah meminta aku agar istriku segera disuruh pulang, karena rumah Amah berantakan.
Setelah masak untuk bekal kami sekeluarga di tambah kamar kamar dan ruangan yang berantakan serta pakaian dan peralatan Amah memasak yang belum dibersihkan. Amah meminta Novia membereskan rumah Amah.
Amah ingin sekembalinya dari kami berwisata rumah sudah dalam keadaan rapih.
" Iya Vi Amah minta tolong ya nanti kamu kesini. Amah mau berangkat ke sumedang sama Bapak tapi minta di anterin Diki sekalian " Amah berbicara pada Novia karena hp aku loudspeaker.
" Iya mah nanti aku pulang, emang ada acara keluarga ya? " Novia bertanya mungkin ia heran kenapa pergi tapi tak mengajaknya. Karena biasanya kalau ada acara keluarga pasti Novia diberitahu jauh jauh hari.
__ADS_1
" Gak ada cuma lagi pengen kesana saja. Oh iya nanti kalau kamu pulang kesini sekalian kamu beresin rumah Amah ya. Amah gak keburu, sedikit kok. Pokoknya beresin semua, Amah mau kalau Amah pulang semuanya udah dalam keadaan beres ya " pinta Amah pada Novia.
" Iya Amah nanti aku beresin " Novia menjawab seperti enggan tapi Amah gak peduli.
Hari itu aku pergi menggunakan mobil beramai ramai. Pada kenyataannya kami semua pergi berwisata beserta keluarga besar Amah. Keluarga Robi dan Cantika pun tak ketinggalan.
Aku tak habis fikir kenapa Amah tak mengajak keluarga kecilku, tapi aku tak berani bertanya. Karena aku tak berani membantah Amah lagipula menurutku keluarga kandungku lebih penting.
Walau terkadang setiap mengingat hal itu aku jadi merasa bersalah. Aku pergi berwisata sedangkan istriku berada di rumah ibuku membereskan semua pekerjaan rumah yang nyatanya benar benar berantakan.
Novia benar benar tidak pernah tahu kalau sebenarnya kami pergi berwisata tanpa mengajaknya.
Flash back off
Bergegas kuambil HP ku, berniat menghubungi Novia untuk meminta maaf.
Ku telepon berulang kali tapi tak di angkat. Aku mencoba mengirim pesan padanya berharap untuk dibalas.
[ Vi, mengapa kamu berubah, kamu bukan Novia istriku yang kukenal. Novia yang dulu begitu pemaaf dan penyabar ].
Sudah banyak pesan, kutunggu berjam jam tapi tak ada yang dibalas.
Inilah yang membuat aku enggan untuk menelepon Novia, dia tak pernah mau menjawab. Dikirimi pesan pun tak membalas. Untuk menanyakan kabar anak anak pun aku jadi sungkan.
Kalau untuk ke rumah jelas aku tak berani, dulu aku takut berhadapan dengan Paman Arif. Apalagi sekarang harus ditambah dengan kehadiran Manda.
Dari cerita Novia aku bisa membaca karakternya yang cenderung frontal, walaupun tampilannya feminim.
Lagipula aku yakin anak anak pasti baik baik saja dan tak akan kekurangan apapun.
Tiba tiba aku teringat sebentar lagi memasuki bulan november. Sebentar lagi Novia berulang tahun. Baiklah aku akan mencoba untuk meluluhkan hatinya di hari ulang Tahunnya. Itu pasti akan menjadi moment yang tepat untuk memperbaiki keadaan.
__ADS_1
Aku yakin Novia masih mencintaiku, dia hanya butuh waktu untuk berfikir. Dihari ulang tahunnya aku akan memberikan hadiah terbaik.
Segera aku searching kira kira kado yang bagus apa ya, agar jadi kejutan untuk Novia. Seharusnya aku bertanya pada Cantika atau Ayu, tapi kami sedang tidak akur jadi terpaksa aku urungkan.
Aku harus memberi kado terbaik, tidak masalah andaikan aku harus mengeluarkan uang yang menguras isi dompetku. Ini semua demi keberlangsungan rumah tanggaku.
Ini merupakan kado pertama setelah pernikahan kami. Sebegitu tak perhatiannya aku pada istriku. Padahal setiap hari ulang tahunku Novia selalu membelikan cake dan setiap jam 12 malam di hari Ultahku dia akan membangunkan aku dan anak anakku.
Kemudian kami akan berdo'a bersama. Dan medo'akan kebaikan untukku.
Namun setelahnya aku selalu pergi bersama orang tua dan adik adikku untuk merayakannya tanpa mengajak Novia dan anak anakku dengan berbagai alasan.
Daripada bersedih terus aku melihat online shop membuka aplikasi shorii. Kata temanku disana banyak cashback dan free ongkir lumayan kan sedikit menghemat.
Awalnya aku memilih sebuah gamis, namun aku bingung karena tak tahu warna apa yang disukai Novia.
Kemudian aku beralih melihat beberapa dress untuk dipilih, tapi aku lihat harganya mahal sekali. Rasanya sayang sekali hanya membeli sehelai baju tapi menghabiskan uang banyak.
Setelah beberapa waktu aku memilih kuputuskan memilih sebuah tas wanita berwarna hitam untuk istriku Novia harganya lumayan mahal menurutku. Tak apalah nanti akan aku potong saja dari uang jatah dapur untuk Novia. Kan sama saja itu juga uangku.
Kalau tas kan kuat lama, dia pun bisa bergantian memakai dengan Amah. Kalau Amah arisan atau berkumpul bersama teman temannya dia bisa sesekali meminjamnya pada Novia.
Ideku memang cerdik, sekali dayung dua tiga pulau terlewati. Bisa menyenangkan istri juga bisa menyenangkan orang tua.
Gegas aku klik barang pilihanku semoga saja segera sampai karena ulang tahun Novia tinggal 2 hari. Sudah terlalu mepet.
Tak lupa juga aku belanja mainan untuk anak anakku, supaya Novia makin tersentuh dan mau memaafkan aku. Dengan begitu dia akan segera kembali ke rumah.
Rasanya begitu tak sabar mengingat hari itu tiba, semoga saja tak ada halangan. Barang pun akan tiba sebelum hari H Novia Ultah.
Saking bahagianya aku membayangkan Novia akan segera pulang, aku jadi terlelap tidur bersama khayalanku.
__ADS_1